-->

04/04/2025

Remaja Jember Ditemukan Meninggal Dunia di Dam Sungai Berut Blitar


Blitar, (Onenewsjatim)
– Tim gabungan dari Polres Blitar, TNI, dan BPBD Kabupaten Blitar berhasil menemukan dan mengevakuasi korban tenggelam di Dam Sungai Berut, Desa Jatinom, pada Kamis malam, 3 April 2025. 

Proses pencarian korban berlangsung selama beberapa jam sebelum akhirnya membuahkan hasil pada pukul 23.30 WIB, Jumat (04/04/2025)

Korban diketahui berinisial IE (17), seorang remaja asal Kabupaten Jember. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban diduga tidak bisa berenang dan terseret arus dam sungai tersebut. 

Setelah mendapatkan laporan kejadian, tim gabungan langsung melakukan pencarian dengan mengerahkan personel dari Polres Blitar, TNI, dan BPBD Kabupaten Blitar.

Proses pencarian dilakukan dengan metode penyisiran dan pengadukan sungai di sepanjang aliran sungai serta penyelaman di titik-titik yang dicurigai. 

Kerja sama yang solid antara pihak kepolisian, TNI, dan BPBD membuahkan hasil ketika korban ditemukan dan berhasil dievakuasi pada pukul 23.30 WIB.

Menurut Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman operasi pencarian ini melibatkan sejumlah personel yang terlatih serta peralatan khusus untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian ini. Meski berlangsung hingga malam hari, seluruh tim bekerja dengan maksimal hingga korban berhasil ditemukan,” ujar Kapolres Blitar.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka untuk langsung di semayamkan di Jember.

Peristiwa ini mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada ketika berada di sekitar sungai atau tempat-tempat yang berpotensi membahayakan keselamatan. (*)

Cuaca Buruk Hambat Evakuasi Longsor Pacet, Pencarian Ditunda


Mojokerto, (Onenewsjatim) -
Akibat cuaca yang kurang mendukung, proses penanganan longsor di Watu Lumpang Kecamatan Pacet sempat tertunda.

Tim Evakuasi dari personel Polres Mojokerto Polda Jatim, TNI, BPBD, Basarnas serta relawan yang bahu membahu mencari korban bencana longsor mengalami banyak kendala dalam proses evakuasi. 

"Cuaca hujan terus menerus serta lokasi yang rawan terjadi longsor susulan sehingga mengakibatkan terbatasnya pengelihatan," kata Kapolres Mojokerto, AKBP Dr. Ihram Kustarto, Kamis malam (3/4).

AKBP Ihram mengungkapkan, saat proses evakuasi juga terkendala waktu yang mulai beranjak malam sehingga membuat proses pencarian para korban dilanjutkan Jumat (4/4). 

Keputusan ini diambil atas kesepakatan bersama dari Basarnas, BPBD dan Kepolisian dengan pertimbangan keselamatan para Tim evakuasi.

Kondisi di sekitar lokasi bencana masih mengkhawatirkan terjadi longsor susulan.

"Keselamatan Tim evakuasi yang utama, jangan sampai ada korban selanjutnya akibat cuaca yang tidak mendukung,"ujar Kapolres Mojokerto. 

Kapolres Mojokerto juga mengatakan korban jiwa dalam bencana longsor tersebut saat  ini masih  belum bisa dipastikan jumlahnya.

Namun Tim Evakuasi di lokasi kejadian bencana longsor berhasil mengevakuasi 1 orang dalam kondisi meninggal dunia. 

Hal ini juga seperti disampaikan Ketua Tim Basarnas Jawa Timur  Yoni Fahriza. 

"Tim gabungan evakuasi bencana longsor pacet berhasil mengevakuasi 1 korban dari lokasi bencana," ujarnya.

Korban langsung dibawa ke rumah Sakit Sumber Glagah Pacet.

"Kami belum bisa memastikan berapa jumlah korban dalam bencana longsor ini, proses pencarian masih berlanjut, hasilnya akan kita sampaikan kepada rekan media bila ada perkembangan di lokasi bencana longsor."ujar Yoni. (*)

Longsor Pacet-Cangar, Jalur Alternatif Mojokerto-Batu Ditutup Total


Mojokerto, (Onenewsjatim)
- Polres Mojokerto menutup sementara jalur alternatif Mojokerto ke Kota Batu.

Hal itu dilakukan demi keamanan masyarakat imbas Tanah longsor yang menimbun jalur  Pacet - Cangar di kawasan wisata Watu Lumpang, Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto menjelaskan, jalur alternatif Pacet-Cangar belum bisa dilalui kendaraan sama sekali. 

Karena permukaan jalan aspal masih tertimbun material tanah longsor berupa lumpur, bebatuan dan pohon.

"Untuk jalur saat ini masih tertutup total material longsor," terangnya kepada wartawan di lokasi, Kamis malam (3/4/2025).

AKBP Ihram mengatakan panjang jalan yang tertimbun tanah longsor sekitar 50 meter dan Tinggi tebing yang longsor sekitar 50 meter. 

"Material tanah longsor masuk ke jurang dengan kedalaman sekitar 30 meter," terangnya.

Saat ini, petugas gabungan dari Polres Mojokerto Polda Jatim, BPBD, Basarnas dan para relawan masih melakukan pembersihan material tanah longsor secara manual. 

"Kami lakukan pembersihan longsor secara manual, sebab alat berat belum sampai di lokasi,"terangnya.

Sementara itu untuk keamanan pengendara dari arah Pacet menuju ke Cangar Batu dialihkan.

Untuk jalur alternatif ini sementara tidak bisa dilalui sampai material longsor bisa kami bersihkan," jelas AKBP Ihram.

Himbauan penutupan jalan ini dilakukan Polres Mojokerto Polda Jatim melalui himbauan di bundaran Pacet serta rest area Sendi serta media sosial.

"Pengendara bisa melewati jalur Trawas- Pandaan menuju Malang sebagai jalur alternatif," pungkas AKBP Ihram. (*)

02/04/2025

Tragis! Remaja Jadi Korban Tabrak Lari di Jalan Raya Nasional Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Seorang remaja pengendara sepeda motor, Irfan Afandy (17), warga Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, meregang nyawa setelah terlibat kecelakaan tragis di Jalan Raya Nasional, Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto. Insiden tabrak lari ini terjadi pada Rabu (2/4/2025).

Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu A., kecelakaan bermula ketika korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio melaju dari arah barat ke timur. Diduga hendak mendahului kendaraan di depannya, Irfan mengambil jalur kanan.

Nahas, dari arah berlawanan muncul sebuah kendaraan tak dikenal yang melaju dari timur ke barat. Tabrakan tak terhindarkan. Ironisnya, usai benturan keras terjadi, kendaraan yang belum diketahui jenis dan nomor polisinya tersebut langsung melarikan diri meninggalkan korban tergeletak di jalan.

"Atas kejadian itu korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di RSUD Djatiroto," ujar Ipda Dendy Cucu A.

Lebih lanjut, Ipda Dendy menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai kejadian kecelakaan tersebut sekitar pukul 16.30 WIB.

"Kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, namun warga baru melaporkannya kepada kami beberapa jam kemudian," ungkapnya.

Saat ini, Satlantas Polres Lumajang tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas kendaraan yang terlibat dalam tabrak lari tersebut. Pihaknya juga tengah mencari saksi-saksi yang melihat langsung kejadian di lokasi.

"Kami masih mencari saksi-saksi di lokasi kejadian. Sayangnya, di sekitar lokasi tidak terdapat rekaman CCTV yang bisa membantu proses penyelidikan," imbuh Ipda Dendy.

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang mungkin melihat atau mengetahui informasi terkait kecelakaan ini untuk segera menghubungi Satlantas Polres Lumajang guna membantu proses pengungkapan kasus tabrak lari ini. (Imam)

28/03/2025

Banjir Rendam Tukum Lumajang, Babinsa dan Tim Gabungan Evakuasi Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Babinsa Tukum Koramil 0821-15/Tekung, Serda Haeruddin, bergerak cepat dalam upaya evakuasi warga terdampak banjir di Dusun Tukum Kidul RW 14, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (27/3/2025) malam.

Banjir tersebut terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga sore hari. Akibatnya, aliran Sungai Desa Karang Bendo yang berbatasan langsung dengan Desa Tukum meluap, menggenangi jalan dan permukiman warga.

Saat dikonfirmasi Serda Haeruddin, yang berada di lokasi kejadian, menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim gabungan dari BPBD, perangkat desa, dan relawan masyarakat terus bekerja sama dalam penanganan banjir.

"Kami memastikan bahwa warga yang terdampak dapat dievakuasi dengan selamat. Hingga saat ini, air masih menggenangi beberapa rumah, serta jalan dan kami terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah selanjutnya," kata Haeruddin.

Dirinya juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama unsur terkait telah berupaya memberikan bantuan serta memastikan keselamatan warga yang terdampak di wilayah binaannya.

"Kami bersama instansi terkait telah turun ke lokasi untuk membantu proses penanganan banjir terutama di area jalan demi kelancaran pengguna jalan serta evakuasi warga yang terdampak banjir," pungkasnya.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir. Aparat gabungan TNI, Polri, BPBD, serta relawan akan terus bersiaga guna memastikan kondisi tetap aman dan terkendali. (Pendim0821)

Marak Pencurian Kerbau Jelang Lebaran di Lumajang, Modus Langsung Sembelih di Tempat


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Aksi pencurian hewan ternak kerbau dengan modus operandi langsung menyembelih di lokasi kejadian kembali meresahkan warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Peristiwa terbaru menimpa Suwarno (46), seorang warga Desa Klomposawit, Kecamatan Candipuro, yang harus kehilangan kerbau kesayangannya.

Kerbau milik Suwarno ditemukan dalam kondisi mengenaskan di tengah ladang tebu Dusun Tesirejo, Desa Kertosari, Kecamatan Pasrujambe, pada Jumat (28/3/2025) pagi. Saat ditemukan, hewan ternak tersebut hanya menyisakan jeroan dan tulang belulang.

Kapolsek Candipuro, AKP Lugito, menjelaskan kronologi kejadian bermula ketika korban meletakkan kerbaunya di areal persawahan pada Kamis (27/3/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban mengikat kerbaunya dengan tali tanpa melakukan pengawasan lebih lanjut.

"Korban meninggalkan kerbaunya di sawah dalam kondisi terikat tali," ujar AKP Lugito saat dikonfirmasi.

Keesokan harinya, sekitar pukul 06.00 WIB, Suwarno kembali ke lokasi tempat ia menambatkan kerbaunya. Namun, betapa terkejutnya ia mendapati hewan ternaknya telah raib dari tempatnya.

"Korban kemudian melakukan pencarian dan menemukan kerbaunya dalam kondisi sudah mati di tengah ladang tebu, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi awal," imbuh AKP Lugito.

Pemandangan tragis menyambut Suwarno. Kerbaunya ditemukan dalam keadaan tidak utuh, hanya menyisakan tulang badan, jeroan, tulang iga, dan buntut ekor. Kuat dugaan, kerbau tersebut telah disembelih di lokasi penemuan dan dagingnya dibawa kabur oleh pelaku.

"Dari hasil olah TKP dan kondisi kerbau, kami menduga kuat bahwa hewan ternak ini menjadi korban pencurian dan langsung disembelih di tempat," tegas Kapolsek Candipuro.

Menyikapi kejadian ini, Suwarno segera melaporkannya ke Polsek Candipuro. Petugas kepolisian dari Polsek Candipuro langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan berbagai bukti yang dapat mengarah pada pelaku.

AKP Lugito menambahkan, pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas pelaku pencurian dan penyembelihan kerbau tersebut.

 "Kami masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta bukti-bukti lain di lapangan," pungkasnya.(Imam)

Hujan Deras dan Banjir, Rumah Warga di Lumajang Ambles


Lumajang,(Onenewsjatim)-
Sebuah rumah milik Mariyana Mahfudiah di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, mengalami ambles akibat hujan deras disertai banjir pada Kamis (27/3/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.

Menurut Wawan, warga setempat, bagian teras rumah Mariana ambles setelah terkikis aliran sungai yang berada di samping rumahnya. Selain paving dan pagar yang ikut ambles, bagian atap rumah pun dalam kondisi menggantung.

"Hujannya deras, air dari sungai itu menggerus rumah Bu Ana di bagian teras, jadi pavingnya itu ambles, atapnya juga ambrol," ujar Wawan.

Selain menyebabkan rumah Mariana ambles, derasnya hujan juga mengakibatkan beberapa rumah di Desa Labruk Kidul tergenang air. 

Wawan menyebut kondisi ini dipicu oleh aliran irigasi yang mengalami pendangkalan, sehingga saluran air tidak mampu menampung debit air yang tinggi.

"Sepertinya karena saluran airnya perlu dinormalisasi, rumah orang-orang banyak yang kena genangan, tapi tidak sampai rusak," tambahnya.

Sementara itu, Camat Sumbersuko, Atma Teguh Pambudi, mengatakan bahwa rumah Mariana yang mengalami kerusakan paling parah telah dipasangi garis pembatas agar tidak dilewati warga, mengingat lokasinya berada di pinggir jalan nasional yang menghubungkan Lumajang-Malang.

"Untuk yang kondisi rusak sedang, ada satu rumah di sebelah kantor kecamatan yang sudah kami pasangi garis pembatas. Sedangkan rumah-rumah lainnya sempat tergenang, tapi kondisinya wajar dan sudah teratasi," terang Teguh.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, menjelaskan bahwa rumah Mariana mengalami kerusakan akibat debit air yang tinggi dan tidak tertampung oleh jalur pembuangan. Akibatnya, air meluap dan menggerus bagian teras rumah hingga tiangnya nyaris roboh.

"Teras rumahnya berada di atas jalur pembuangan air. Karena debit airnya tinggi dan saluran tidak muat, akhirnya jebol dan naik ke teras, membuat tahanan air di sana jebol," ungkap Yudhi.

Yudhi juga menambahkan bahwa Mariyana sempat meminta bantuan BPBD untuk dievakuasi karena terjebak di dalam rumah. Warga setempat pun segera melakukan evakuasi terhadap barang-barang berharga, termasuk kendaraan, dengan cara manual untuk menghindari kerusakan lebih lanjut

"Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Warga berhasil mengevakuasi barang-barang, termasuk mobil yang sempat terancam jika irigasi sampai jebol," tambahnya. (Imam)

26/03/2025

Dua Pelajar Terseret Arus Sungai Bedadung Jember, Pencarian Dilanjutkan Besok


Jember, (Onenewsjatim)
- Dua pelajar dilaporkan hilang terseret arus deras Sungai Bedadung di Desa Balung Kidul, Kecamatan Balung, Kabupaten Jember pada Rabu (26/3/2025) pagi.

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dan Basarnas Jember telah melakukan pencarian namun kedua korban belum berhasil ditemukan.

Kedua korban yang terseret arus sungai adalah Abdul Qodir Arifa'i (16), seorang pelajar SMA, dan Aliful Imam (13), seorang pelajar SMP. Keduanya merupakan warga Desa Balung Kidul, Kecamatan Balung.

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 04.30 WIB setelah sholat subuh. Lima orang anak pergi ke sungai untuk mencari ikan. Kemudian, tiga di antaranya memutuskan untuk mandi di sungai.

"Awalnya ada lima anak yang mencari ikan setelah sholat subuh. Kemudian tiga anak mandi di sungai, namun tiba-tiba arus sungai menjadi deras dan menyeret mereka," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Widodo Julianto, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Lebih lanjut, Widodo menjelaskan bahwa satu anak yang pertama kali mandi, bernama Satria yang merupakan siswa kelas 3 SMP, berhasil selamat dari terjangan arus. Namun, dua rekannya, Abdul Qodir Arifa'i dan Aliful Imam, terus terseret arus sungai yang kuat.

"Setelah mendapatkan informasi, tim BPBD Jember bersama Basarnas Jember segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan upaya pencarian," kata Widodo.

Tim gabungan melakukan pencarian dengan menggunakan perahu rafting dan juga melakukan penyisiran di sepanjang tepi sungai (susur darat). Upaya pencarian bahkan diperluas hingga jembatan Lojejer, namun kedua korban belum berhasil ditemukan.

"Kami telah melakukan penyisiran secara maksimal hingga jembatan Lojejer, namun sayangnya kedua korban belum berhasil kita temukan," ungkap Widodo dengan nada prihatin.

Mengingat kondisi cuaca yang mulai gelap, Widodo menyatakan bahwa operasi pencarian pada hari ini dihentikan sementara.

"Karena kondisi cuaca yang semakin gelap, demi keselamatan tim, pencarian kedua korban untuk hari ini kita hentikan dan kita akhiri," jelasnya.

Meskipun demikian, Widodo memastikan bahwa upaya pencarian akan kembali dilanjutkan pada Kamis (27/3/2025) pagi. Pihaknya berencana untuk memperluas area pencarian guna memaksimalkan peluang ditemukannya kedua korban.

"Besok pagi, Kamis, tanggal 27 Maret, kita akan kembali melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran. Kami berharap kedua korban dapat segera ditemukan," pungkas Widodo Julianto.

Pihak BPBD Jember mengimbau kepada masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar aliran sungai, untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap potensi perubahan arus sungai, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.(Imam)

Sadis! Kerbau Warga Lumajang Dicuri, Disembelih di Ladang Jagung, Hanya Tinggalkan Tulang Belulang


Lumajang (Onenewsjatim)
- Aksi pencurian kerbau yang disertai penyembelihan sadis kembali mengguncang warga Lumajang. Kali ini, kejadian mengerikan terjadi di Dusun Krajan 2, Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang

Di mana seekor kerbau milik Nuriyaji (61) ditemukan dalam kondisi mengenaskan di tengah ladang jagung.

"Saat ditemukan kerbau milik korban hanya menyisakan kepala, tulang, jeroan, dan ekor. Diduga kuat, kerbau ini disembelih di lokasi dan dagingnya dibawa kabur oleh pelaku," ungkap Kapolsek Pasirian Iptu Loni Roi Madhona, Rabu (26/3/2025).

Korban, warga Dusun Purut, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, awalnya mengikat kerbaunya di areal persawahan pada Selasa (25/3/2025) kemarin sore. 

Setelah itu, Rabu (26/3/2025) Korban mendapati kerbaunya hilang. Setelah melakukan pencarian, korban menemukan kerbaunya dalam kondisi mengenaskan di ladang jagung, sekitar 1,5 km dari lokasi awal.

"Kami menduga pelaku lebih dari satu orang. Mereka membawa kerbau tersebut ke ladang jagung, menyembelihnya, dan membawa kabur dagingnya. Ini bukan aksi biasa, ini sangat terorganisir," tegas Iptu Loni Roi Madhona.

Kapolsek Pasirian, Iptu Loni Roi Madhona, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan dari Nuriyaji dan sedang melakukan penyelidikan intensif. 

"Kami menduga pelaku lebih dari satu orang dan memiliki pengetahuan tentang area tersebut. Mereka membawa kerbau ke lokasi yang sepi untuk disembelih tanpa diketahui warga," ujar Iptu Loni.

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta. 

Saat ini Polsek Pasirian saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan jaringan di balik aksi keji ini.

Kejadian ini menambah daftar panjang kasus pencurian kerbau dengan modus serupa di Lumajang. Pada Agustus 2024 lalu, empat kerbau disembelih di empat lokasi berbeda. Polisi berhasil menangkap empat tersangka, namun aksi serupa kembali terjadi. 





24/03/2025

Aksi Tolak UU TNI di Lumajang Memanas, Mahasiswa Adu Dorong dengan Petugas


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Lumajang melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Lumajang pada Senin (24/3), sempa ricuh antara petugas keamanan.

Aksi ini bertujuan untuk menolak Undang-Undang (UU) TNI yang baru saja disahkan, dengan menuntut agar pemerintah segera mencabut undang-undang tersebut.

Aksi sempat diwarnai adu dorong antara mahasiswa dan petugas keamanan ketika massa berusaha masuk ke dalam Gedung DPRD,

Bahkan mahasiswa itu langsung memanjat pagar DPRD Lumajang dan meloncat ke arah petugas, selanjutnya mendapatkan bulan-bulanan aparat.

Sehingga menyebabkan dua orang mahasiswa terluka di bagian kepala setelah menjadi bahan amukan aparat.

Ketua PC PMII Lumajang, Solaiman, dalam orasinya menegaskan beberapa tuntutan penting. 

"Kami mendesak pemerintah untuk mencabut UU TNI yang sudah disahkan oleh DPRD, karena kami yakin undang-undang ini bertentangan dengan cita-cita reformasi," ujar Solaiman. 

Menurutnya, meskipun DPRD tidak bisa membatalkan undang-undang tersebut, desakan dari organisasi, mahasiswa, dan masyarakat umum dapat mendorong revisi atau pembatalan UU TNI melalui mekanisme hukum yang ada, seperti judicial review.

Solaiman juga mengungkapkan harapannya kepada Presiden untuk segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang dapat membatalkan UU TNI. 

"Kami juga menuntut DPRD Lumajang untuk secara tegas menyatakan menolak penetapan UU TNI 2025 ini," tegasnya.

Selain itu, mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut juga membawa isu lain yang berkaitan dengan masalah sosial di Kabupaten Lumajang, salah satunya terkait maraknya ladang ganja di wilayah tersebut. 

Solaiman menyampaikan kekhawatirannya tentang potensi Lumajang menjadi sarang narkotika jika masalah ini tidak segera ditangani. 

"Kami minta agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas peredaran ganja di Lumajang," ujarnya. (Imam)

Jaga Ramadhan Kondusif, Polres Pasuruan Kota Sita 14 Kendaraan di Pelabuhan


Pasuruan, (Onenewsjatim)
- Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadhan, Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan Kota Polda Jatim menggelar patroli skala besar waktu dini hari.

Patroli yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota Iptu Choirul Mustofa SH., MH., ini menyisir berbagai titik rawan kriminalitas, terutama di wilayah Pelabuhan Kota Pasuruan. 

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 14 kendaraan yang diduga tidak memiliki dokumen resmi atau digunakan dalam aktivitas yang mencurigakan.

Kasat Reskrim menjelaskan bahwa patroli skala besar ini digelar sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai potensi tindak kriminalitas yang meningkat selama bulan Ramadhan. 

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman," kata Iptu Choirul, Senin (24/3).

Ia juga memastikan, di bulan Ramadhan ini tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor, peredaran narkoba, tawuran, hingga aksi premanisme.

"Oleh karena itu, kami meningkatkan patroli, khususnya di titik-titik rawan seperti pelabuhan, terminal, dan pusat kota."ucap Iptu Choirul.

Sasaran utama dalam patroli ini adalah pengendara yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan, kedaraan menggunakan knalpot brong, pengguna kendaraan yang mencurigakan, serta potensi gangguan keamanan lainnya. 

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kelompok remaja yang berkumpul di pinggir jalan guna mengantisipasi balap liar dan tindakan kriminal lainnya.

Dari hasil operasi yang berlangsung hingga dini hari, petugas berhasil mengamankan 14 kendaraan. 

Banyak dari kendaraan tersebut tidak memiliki dokumen kepemilikan yang sah dan sebagian memakai knalpot brong sehingga langsung dibawa ke Mako Satlantas Polres Pasuruan Kota Polda Jatim untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Wilayah Pelabuhan Kota Pasuruan menjadi salah satu fokus utama patroli ini karena dikenal sebagai area dengan potensi tinggi untuk aktivitas ilegal, transaksi narkoba dan minuman keras.

"Kami memilih wilayah pelabuhan sebagai titik utama patroli karena berdasarkan laporan masyarakat, daerah ini sering digunakan untuk nongkrong dan minum miras," ujar Iptu Choirul.

Kasat Resrkim Polres Pasuruan Kota menegaskan bahwa patroli skala besar ini akan terus dilakukan secara rutin selama bulan Ramadhan, terutama di titik-titik yang rawan terhadap aksi kriminalitas.

"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa beribadah dengan tenang dan nyaman tanpa gangguan dari pelaku kejahatan,"pungkas Iptu Choirul.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan aktivitas yang mencurigakan atau merasa terancam oleh tindakan kriminal di sekitar mereka. 

Polres Pasuruan Kota Polda Jatim berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya demi kenyamanan bersama. (*)

21/03/2025

Angin Kencang, Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Kenari di Tempeh Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Seorang pengendara motor tewas setelah tertimpa pohon kenari berdiameter 40 cm akibat angin kencang di pertigaan Dusun Bedok 1, Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Kamis (20/3/2025) sekitar pukul 15.40 WIB.

Korban diketahui bernama Mistamu (55), warga Dusun Krajan Wetan, Desa Mojosari, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang. Saat kejadian, korban sedang melintas di lokasi kejadian sambil membawa kambing jenis etawa.

Kapolsek Tempeh, AKP Syamsul Arifin, menjelaskan bahwa korban diduga telah mengetahui pohon tersebut akan tumbang. Namun, karena tidak dapat menghindar, korban akhirnya tertimpa pohon yang cukup besar itu.

"Korban diduga sudah mengetahui pohon itu akan tumbang, namun tidak bisa menghindar sehingga tertimpa," ujar AKP Syamsul Arifin.

AKP Syamsul Arifin menambahkan, pihaknya bersama Babinsa dan BPBD Lumajang segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga. Proses evakuasi korban pun segera dilakukan dan korban langsung dibawa ke RSUD dr. Hariyoto Lumajang.

"Kami langsung melakukan evakuasi korban dan membawanya ke instalasi pemulasaraan jenazah RSUD dr. Hariyoto Lumajang," jelasnya.

Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, korban diduga baru saja pulang dari pasar hewan dan sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya. Angin kencang yang melanda wilayah Tempeh sore itu menyebabkan pohon kenari di pinggir jalan tumbang dan menimpa korban yang sedang melintas.

AKP Syamsul Arifin mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalan raya, terutama saat kondisi cuaca buruk seperti angin kencang. Ia juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan jika melihat pohon yang berpotensi tumbang agar dapat segera ditangani.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati, terutama saat cuaca ekstrem. Segera laporkan jika melihat potensi bahaya di sekitar kita," pungkasnya.(Imam)

 

19/03/2025

Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Pemotor di Lumajang, Lukai Tiga Anak, Satu Kritis


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Cuaca ekstrem dengan angin kencang mengakibatkan sebuah pohon tumbang di Dusun Krajan, RT 002 RW 001, Desa Sumberrejo, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, pada Rabu (19/3/2025). 

Nahas, pohon tersebut menimpa pemotor yang sedang melintas dan menyebabkan tiga anak mengalami luka-luka, satu di antaranya dalam kondisi kritis.

Kapolsek Candipuro, AKP Lugito, menjelaskan bahwa ketiga korban awalnya berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Astrea Grand dalam perjalanan pulang ke rumah. Namun, saat melewati lokasi kejadian, tiba-tiba pohon tumbang akibat angin kencang, dan mereka tidak sempat menghindar.

"Korban tiga orang anak. Satu kritis dirujuk ke RSUD dr. Haryoto Lumajang, sedangkan dua lainnya mengalami luka lecet dan saat ini dalam perawatan medis di Puskesmas Candipuro," ungkap Lugito.

Ketiga korban tersebut adalah Muhammad Bukti (10), yang mengalami luka di bibir dan lecet di punggung, serta Ega Saputra (10), yang mengalami luka ringan. 

Sementara itu, Tofa (11), warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, mengalami luka berat dan saat ini dalam kondisi kritis di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Lugito mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama saat berkendara. 

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan pohon tumbang atau bahaya lainnya di jalan raya," pesannya. (Imam)

17/03/2025

Viral! Modus COD, Pria Diduga Curi Motor di Lumajang Dihakimi Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Seorang pria yang diduga melakukan pencurian sepeda motor dengan modus cash on delivery (COD) di Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, menjadi bulan-bulanan warga pada Senin (17/3/2025).

Insiden ini menjadi perbincangan hangat setelah video yang merekam momen warga menghajar pelaku menyebar luas di berbagai platform media sosial, seperti Facebook dan WhatsApp.

Kapolsek Pasirian, Iptu Loni Roi Madhona, membenarkan kejadian tersebut terjadi di Jalan Lintas Selatan (JLS).

"Kejadian bermula ketika seorang pria asal Kabupaten Jember menawarkan sepeda motor miliknya untuk dijual melalui Facebook. Terduga pelaku menunjukkan minat dengan mengomentari unggahan tersebut dan mengajak korban bertemu untuk transaksi," ungkap Loni.

Keduanya sepakat bertemu di Jalan Lintas Selatan (JLS) Lumajang. Saat bertemu, pelaku berpura-pura ingin mencoba motor sebelum membelinya. Namun, setelah membawa motor pergi, pelaku tak kunjung kembali.

Merasa ada yang tidak beres, korban berusaha mengejar pelaku dan akhirnya menemukan keberadaannya di kawasan JLS Desa Bades. Tanpa pikir panjang, korban langsung menabrak pelaku dari belakang. Keributan pun tak terhindarkan.

Melihat insiden tersebut, warga yang berada di sekitar lokasi tersulut emosi dan langsung menghajar pria yang diduga sebagai pencuri nyaris babak belur.

"Awalnya, korban mengiklankan motornya di Facebook. Pelaku mengomentari unggahan itu dan berpura-pura ingin membeli, bahkan menjanjikan uang bensin. Saat mereka bertemu untuk COD, pelaku mencoba motor korban, tapi justru membawa kabur," jelas Iptu Loni saat dihubungi pada Senin (17/3/2025).

Hingga saat ini, identitas terduga pelaku maupun korban masih belum diketahui. Pelaku yang sempat dihajar warga juga belum dibawa ke Mapolsek Pasirian.

Sementara itu, korban sempat mendatangi kantor polisi, tetapi buru-buru pergi karena ingin segera menjual motornya demi mendapatkan uang cepat.

"Korban sempat datang ke Polsek, tapi tidak jadi melapor karena buru-buru ingin menjual motornya," tambahnya.

Terkait kelanjutan kasus ini, pihak kepolisian tidak dapat mengambil tindakan lebih lanjut lantaran tidak ada laporan resmi dari pihak yang dirugikan.

"Kami hanya bisa bertindak berdasarkan laporan resmi. Karena tidak ada yang melapor, maka kasus ini tidak bisa diproses lebih lanjut," pungkasnya. (Imam)

16/03/2025

Truk Pengangkut Miras Tabrak Motor di JLS Lumajang, Pasutri Tewas di Tempat


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebuah truk dengan nomor polisi AG-8994-UK yang mengangkut minuman keras menabrak sepeda motor di Jalan Lintas Selatan (JLS), Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, pada Minggu (13/3/2025).

Kecelakaan ini mengakibatkan dua pengendara motor tewas di lokasi kejadian.

Korban tewas adalah pasangan suami istri, Ponadi (60) dan Suparmi (58), warga Desa Bago, Kecamatan Pasirian.

Kanit Laka Lantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu A, S.H., menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika truk yang dikemudikan oleh Danny Feldy Antonico (33), warga Desa Pamotan, Dampit, Malang, melaju dari arah selatan ke utara. Saat melewati tikungan, truk kehilangan kendali dan oleng ke kanan.

"Secara bersamaan, sepeda motor Yamaha Vega dengan nomor polisi L-4523-PA yang dikendarai Ponadi berboncengan dengan istrinya melaju dari arah berlawanan. Kecelakaan pun tak terhindarkan," ujar Ipda Dendy.

Akibat kecelakaan itu, Ponadi mengalami luka parah di kepala, kaki, dan tangan, sementara istrinya Suparmi mengalami luka di kepala serta patah kaki kanan.

"Keduanya meninggal dunia di tempat kejadian dan langsung dievakuasi ke RSUD Pasirian," ujarnya

Sementara itu, truk yang terguling ke area persawahan menyebabkan sopir dan kernet mengalami luka ringan. Petugas yang tiba di lokasi kejadian menemukan bahwa truk tersebut mengangkut minuman keras jenis arak Bali.

Kapolsek Pasirian, Iptu Loni Roi Madhona, membenarkan bahwa di dalam truk ditemukan 14 kardus berisi minuman keras jenis arak Bali. 

"Truk ini diduga mengangkut miras dari Bali menuju Dampit, Malang, yang merupakan pesanan seseorang di Sumberwuluh, Candipuro. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut," ungkap Iptu Loni Roi.

11/03/2025

Polisi dan BPBD Probolinggo Sigap Evakuasi Warga Terdampak Banjir, Bagikan Sahur


Probolinggo, (Onenewsjatim)-
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Probolinggo tak kunjung reda, mengakibatkan banjir besar di lima desa yang berada di Kecamatan Krejengan yakni Desa Opo-opo, Kamalkuning, Jatiurip, Krejengan, dan Tanjungsari. Senin (10/3/2025) Sore.

Menurut warga, banjir mulai merendam permukiman menjelang waktu berbuka puasa. Sungai Rondoningu yang melintasi kawasan tersebut tak mampu menampung debit air, sehingga meluap dan menggenangi rumah-rumah penduduk. 

Mendapat informasi tersebut, Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana dan anggotanya serta BPPD Kabupaten Probolinggo langsung mendatangi lokasi banjir tersebut untuk membantu evakuasi warga yang terdampak. 

"Saat banjir datang, anggota Sat Samapta Polres Probolinggo dan Polsek Krejengan bersama BPBD bahu-membahu membantu evakuasi warga. 

Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, hanya terdapat beberapa warga yang dilarikan ke puskesmas terdekat karena kedinginan," kata Kapolres Probolinggo.

Selain membantu evakuasi warga, Kapolres juga membagikan makanan kepada warga untuk sahur mengingat saat ini sedang dalam bulan suci Ramadan. 

"Kami membagikan makanan sahur kepada warga yang terdampak bencana sebagai wujud kepedulian Polri kepada masyarakat. Semoga hal ini dapat meringankan beban masyarakat," tutur Kapolres. 

Saat ini kondisi banjir yang menggenangi beberapa desa mulai surut. Hanya 1 desa yakni Krejengan yang masih tergenang banjir. (Imam)

Google Search Central Blog

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Probolinggo, Satu Korban Jiwa


Probolinggo, (Onenewsjatim)–
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Probolinggo pada Senin (10/3) sore menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. 

Tragisnya, seorang petani ditemukan meninggal dunia di area persawahan Desa Berani Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.

Korban yang diketahui bernama Abdul Halil (59), warga Dusun Asinan, Desa Brani Wetan, Maron, diduga menjadi korban banjir.

Menurut keterangan warga, sebelum ditemukan tewas, Abdul Halil sempat pergi ke sawahnya saat hujan deras. Diduga, ia terseret arus banjir yang meluap dan ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, R. Oemar Sjarief, mengatakan, bahwa banjir melanda beberapa desa di tiga kecamatan, yakni Krejengan, Pajarakan, dan Maron. Dari ketiga wilayah tersebut, Kecamatan Krejengan mengalami dampak terparah.

“Curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga di sejumlah desa. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Krejengan,” ujar Oemar Sjarief kepada wartawan.

Berdasarkan data sementara BPBD, banjir di Kecamatan Krejengan melanda enam desa, yaitu Opo-opo, Jatiurip, Patemon, Kamalkuning, Tanjungsari, dan Krejengan. 

Sementara di Kecamatan Pajarakan, banjir merendam Desa Ketompen, Selogudig Wetan, dan Selogudig Kulon. Sedangkan di Kecamatan Maron, Desa Brani Wetan menjadi wilayah terdampak. (Imam)

07/03/2025

Pengendara Motor Tewas Ditabrak Sedan, Pelaku Serahkan Diri Usai Sahur


Lumajang, (Onenewsjatim) - 
Kecelakaan maut terjadi di jalan raya Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang pada Kamis (6/3/2025) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. 

Seorang pengendara sepeda motor, Edi Lukito (49), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, tewas setelah ditabrak mobil sedan Honda City.

Menurut Kanit Laka Lantas Polres Lumajang, Ipda Dendy Cucu A, S.H., kecelakaan bermula ketika mobil sedan Honda City berwarna merah dengan nomor polisi N-1288-ZQ yang dikemudikan oleh Faresa Rachmad Januar (24), warga Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, melaju dari arah barat ke timur.

"Kendaraan sedan tersebut menabrak sepeda motor Honda Genio berwarna merah dengan nomor polisi DA-6856-ZDL yang dikendarai oleh korban, yang melaju searah di depannya," ujar Dendy.

Akibat tabrakan tersebut, Edi Lukito mengalami luka parah di bagian kepala belakang dan sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Lumajang. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

"Setelah menabrak, pengemudi mobil sempat meninggalkan lokasi kejadian. Namun, setelah sahur, yang bersangkutan didampingi keluarga dan perangkat desa, menyerahkan diri ke Unit Laka Satlantas Polres Lumajang," jelas Dendy.

Dendy menambahkan, Pengemudi mobil tidak melarikan diri, melainkan pulang ke rumah karena takut terjadi sesuatu. Setelah situasi mereda, yang bersangkutan dengan kesadaran diri menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

"Sopir mobil akhirnya datang ke Satlantas Polres Lumajang dengan diantar keluarganya dan perangkat desa," terangnya.

Saat ini, kasus kecelakaan tersebut sedang ditangani oleh Unit Laka Satlantas Polres Lumajang untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (Imam)



28/02/2025

Peristiwa Pembacokan di Lumajang, Korban Luka Serius, Pelaku Diburu

Polisi melakukan olah TKP

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebuah peristiwa pembacokan terjadi di Dusun Persil, Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (24/2/2025) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban, Sahroni (50), seorang warga setempat, mengalami luka serius di bagian punggung setelah diserang dengan senjata tajam jenis celurit oleh pelaku yang masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa ini berawal ketika korban yang hendak berkunjung ke rumah temannya yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya, bertemu dengan pelaku. Terjadi cekcok mulut antara keduanya dengan nada keras. Namun, korban memilih untuk tidak melayani apa yang diucapkan pelaku dan segera meninggalkan lokasi tersebut.

Tidak lama setelah itu, pelaku yang diduga emosi, mengeluarkan sebilah celurit dan langsung membacokkan senjata tajam tersebut ke bagian punggung korban. Setelah membacok, pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban yang terjatuh dan tergelak di pinggir jalan.

Kasubsi Pidum Sihumas Polres Lumajang, Ipda Untoro, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa korban saat ini sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Korban mengalami luka serius di bagian punggung dan segera dirujuk ke rumah sakit di Jember," ujar Ipda Untoro.

Motif pembacokan masih belum diketahui, dan pihak kepolisian Resmob Polres Lumajang tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya sudah diketahui.

"Kami terus melakukan upaya pengejaran dan berharap pelaku segera tertangkap," tambah Untoro. (Imam)

Batu Raksasa Longsor di Piket Nol Lumajang, Evakuasi Butuh Waktu 3 Hari


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Longsor kembali terjadi di Jalur Piket Nol, Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (28/2/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Longsor berupa batu berukuran besar dengan diameter lebih dari 10 meter dan tinggi sekitar 5 meter jatuh dari tebing setinggi 50 meter di KM 58. Material longsoran sempat menutup sebagian bahu jalan, namun pihak terkait segera melakukan upaya evakuasi.

Kapolsek Candipuro, AKP Lugito, menyampaikan bahwa material longsor yang berada di sisi batu besar sudah bisa dibuka, sehingga jalur dari arah Malang ke Lumajang maupun sebaliknya dapat dilalui dengan sistem buka-tutup.

"Alhamdulillah, untuk material di sisi batu besar itu bisa dibuka, sehingga jalur baik dari Malang ke Lumajang maupun sebaliknya bisa digunakan dengan sistem buka-tutup. Jadi untuk sementara ini baik roda dua maupun roda empat masih bisa difasilitasi," ujar Lugito.

Namun, untuk evakuasi batu besar yang masih menutup sebagian jalan, diperlukan alat berat breaking stone guna memecah batu tersebut. Diperkirakan proses ini memakan waktu sekitar 2 hingga 3 hari.

"Untuk evakuasi material ini butuh waktu sekitar 2 atau 3 hari karena menunggu alat breaking stone untuk alat pemecah batu," jelasnya.

Longsor kali ini berupa material tanah dan batu besar, dan kondisi tanah yang labil diduga menjadi penyebab utama. 

"Longsoran terjadi berupa material tanah dan batu besar. Karena kalau tidak menggunakan alat berat breaking stone tidak bisa," imbuh Lugito. 

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Mohammad Syaikhu mengimbau para pengguna jalan untuk mengambil jalur alternatif melalui Probolinggo.

"Bagi pengguna jalan dari arah Lumajang menuju Malang ataupun sebaliknya, sementara dapat melintas melalui Probolinggo. Saat ini, jalur hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua hingga proses evakuasi selesai," jelas AKP Syaikhu. (Imam)

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved