-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

14/01/2026

Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polres Kediri Kota, Polisi Amankan Lima Unit Motor


Kediri, (Onenewsjatim)
- Satreskrim Polres Kediri Kota Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor (curanmor).

Dari pengungkapan tersebut, Polisi berhasil mengamankan 2 orang tersangka berinisial berinisial WN (29) warga Prambon Kabupaten Nganjuk dan SN (33) warga Kabupaten Sidoarjo.

Selain Dua tersangka, Polisi juga mengamankan 4 unit motor yang diduga hasil kejahatan dan 1 unit motor yang dipakai untuk melakukan aksinya.

Hal itu disampaikan langsung Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana, S.Tr.K., S.I.K., M.H. saat konferensi pers di Mapolres Kediri Kota, Rabu (14/1). 

"Kami berhasil mengamankan barang bukti 4 unit sepeda motor dan 1 unit motor yang digunakan sebagai sarana dalam melakukan aksi curanmor," ujar AKP Cipto.

Ia mengatakan, aksi pencurian itu bermula ketika pelapor yang merupakan warga Desa/Kecamatan Tarokan berangkat dari rumah untuk memupuk tanaman jagung di persawahan. Kemudian, sepeda motor tersebut diparkir di pinggir sawah. 

"Setelah selesai beraktivitas di sawah, sepeda motornya Honda Supra X 125 ternyata sudah raib," jelasnya.

Setelah korban melapor, Unit Resmob Satreskrim Polres Kediri Kota dan Unit Reskrim Polsek Tarokan melakukan pengecekkan tempat kejadian perkara (TKP) dengan melaksanakan penyisiran yang tercover CCTV.  

Petugas kemudian mendapatkan petunjuk dan arah dimana tersangka pergi dan melakukan penangkapan.

"Hasil pemeriksaan, tersangka diketahui sudah melakukan aksinya lebih dari satu kali," kata AKP Cipto.

Saat ini petugas masih melakukan pendalaman terindikasi ada beberapa TKP yang dilakukan tersangka. 

"Mohon doanya agar bisa dilakukan pengungkapan lebih lanjut," ungkapnya. (*)

DPRD Lumajang Temukan Dua Buldoser dan Delapan Truk Sampah Rusak di TPA Lempeni


Lumajang, (Onenewsjatim)–
DPRD Kabupaten Lumajang mengambil langkah cepat menyikapi kondisi sarana pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lempeni, Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh. 

Dalam monitoring lapangan, DPRD menemukan sejumlah alat operasional dalam kondisi rusak dan tidak layak pakai.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang, Deddy Firmansyah, mengatakan pihaknya turun langsung ke lokasi TPA Lempeni untuk memastikan kondisi riil fasilitas pengelolaan sampah. Dari hasil pengecekan, ditemukan dua unit alat berat jenis buldoser mengalami kerusakan.

“Buldoser memiliki fungsi utama untuk meratakan tumpukan sampah. Ketika alat ini tidak berfungsi, proses pengelolaan sampah di TPA jelas tidak berjalan optimal,” ujar Deddy saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2025).

Tak hanya alat berat, Komisi B DPRD Lumajang juga mendapati armada dump truk pengangkut sampah dalam kondisi memprihatinkan. 

Berdasarkan data di lapangan, tujuh unit dump truk mengalami kerusakan ringan, sementara satu unit mengalami kerusakan berat.

Menurut Deddy, kondisi sarana yang rusak tersebut berpotensi menghambat efektivitas pengelolaan sampah dan berdampak langsung terhadap kebersihan lingkungan di Kabupaten Lumajang. Karena itu, ia menilai persoalan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Pemerintah daerah bersama Dinas Lingkungan Hidup perlu memberi perhatian lebih terhadap persoalan persampahan, terutama melalui dukungan anggaran untuk perbaikan maupun penambahan sarana dan prasarana,” tegasnya.

Deddy mengungkapkan, hingga saat ini Komisi B DPRD Lumajang belum menerima usulan dari DLH terkait peremajaan kendaraan operasional sampah. Di sisi lain, keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam pengadaan alat baru.

“Dengan kondisi APBD yang terbatas dan adanya pemotongan dana transfer, pengadaan alat operasional baru dari daerah cukup berat. Karena itu kami mendorong DLH untuk mengajukan bantuan ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait,” jelas politisi Fraksi Gerindra tersebut.

Ia menambahkan, DPRD Lumajang juga berencana menyampaikan kondisi pengelolaan sampah di daerah saat melakukan kunjungan ke pemerintah pusat, dengan harapan pengadaan alat operasional dapat memperoleh dukungan dari pusat.

Lebih lanjut, Deddy menekankan bahwa pengawasan pengelolaan sampah tidak boleh hanya terfokus di wilayah perkotaan. Menurutnya, layanan persampahan harus menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Lumajang.

“Pengelolaan sampah harus menyentuh 198 desa, 7 kelurahan, dan 21 kecamatan. Ini penting demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan secara menyeluruh,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Hertutik, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan terkait kondisi kerusakan alat operasional pengelolaan sampah di TPA Lempeni. (Ed)


Outing Class Edukatif, Kodim 0821/Lumajang Kenalkan Lingkungan TNI kepada Siswa RA


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kodim 0821/Lumajang menerima kunjungan Outing Class dari RA Muslimat NU 02 Selokbesuki, Kecamatan Sukodono, di Makodim 0821/Lumajang, Rabu (14/1/2026). Kegiatan edukatif ini diikuti puluhan siswa dan pendamping guru sebagai upaya memberikan pengalaman belajar langsung mengenai kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta pengenalan lingkungan TNI.

Kedatangan rombongan disambut oleh Bati Ops Kodim 0821/Lumajang, Serma Bahrul Rozi, yang secara langsung memberikan pengarahan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Suasana ceria terlihat saat para siswa antusias mengikuti rangkaian agenda, termasuk pengenalan satuan, pengenalan seragam TNI, serta peninjauan beberapa fasilitas yang ada di Makodim.

Dalam keterangannya, Serma Bahrul Rozi mengatakan bahwa kegiatan outing class seperti ini sangat penting untuk menanamkan karakter sejak dini.

“Anak-anak perlu diberikan pengalaman langsung tentang kedisiplinan, kebersamaan, dan rasa cinta tanah air. Di Kodim, kami mengenalkan itu semua dengan cara yang menyenangkan, sesuai usia mereka, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter kuat,” ujarnya.

Serma Bahrul juga menambahkan bahwa Kodim 0821/Lumajang selalu membuka diri untuk kegiatan edukasi PAUD, TK, RA, MI, maupun sekolah lainnya yang ingin belajar tentang lingkungan TNI.

“Kami siap memfasilitasi kegiatan positif seperti ini. Semakin dini karakter ditanamkan, semakin kuat fondasi moral dan nasionalisme anak-anak ke depannya,” tambahnya.

Para guru pendamping RA Muslimat NU 02 Selokbesuki menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan pembinaan yang diberikan Kodim 0821. Mereka menilai pendekatan TNI mampu memberikan suasana belajar berbeda dan pengalaman berharga bagi siswa.

Anak-anak tampak antusias saat diajak praktik baris-berbaris ringan, mengenal kendaraan operasional, serta mendengarkan cerita tentang tugas prajurit TNI dalam menjaga keamanan dan persatuan bangsa.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Kodim 0821/Lumajang dalam mendukung pendidikan karakter serta penguatan wawasan kebangsaan melalui pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan ramah anak. (Pendim 0821).

Gerakan Penghijauan 2026, Kodim 0821/Lumajang Perkuat Mitigasi Bencana di Desa Jugosari


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam rangka mitigasi bencana di wilayah rawan terdampak Semeru, Kodim 0821/Lumajang melaksanakan Gerakan Penghijauan Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Rabu (14/1/2026). 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memulihkan daya dukung lingkungan sekaligus menekan risiko banjir lahar dingin dan tanah longsor yang kerap mengancam masyarakat setempat.

Danramil 0821-09/Candipuro, Kapten Inf Sumarno, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolis, melainkan aksi berkelanjutan untuk mengembalikan stabilitas ekosistem di kawasan rawan bencana.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang hadir. Penghijauan ini adalah upaya kolektif untuk memperkuat mitigasi bencana. Penanaman pohon merupakan investasi jangka panjang yang akan melindungi masyarakat dari banjir dan longsor,” tegas Danramil.

Lebih dari 500 bibit pohon ditanam, terdiri dari Mahoni, Alpukat, Pete, dan Durian, yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomis. Tanaman keras seperti mahoni berperan menahan erosi dan memperkuat struktur tanah, sementara tanaman produktif memberi potensi nilai tambah bagi ekonomi masyarakat di masa mendatang.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Jugosari. Tugas kita berikutnya adalah merawat dan memastikan pohon ini tumbuh dengan baik,” imbuh Kapten Sumarno.

Setelah itu, Danramil 0821/09 Candipuro memimpin pembagian sektor penanaman berdasarkan tingkat kerawanan, memastikan setiap titik yang ditanam memiliki dampak mitigasi maksimal.

Ratusan peserta langsung bergerak menanam bibit di area yang telah disiapkan. Personel TNI-Polri, relawan bencana, perangkat desa, dan masyarakat bekerja bersama untuk menggali, menata media tanam, dan menancapkan bibit sesuai standar penanaman untuk memastikan tingkat keberhasilan tumbuh lebih tinggi.

Kegiatan penghijauan ini merupakan bagian dari tugas TNI AD dalam memperkuat ketahanan wilayah melalui pendekatan pembinaan teritorial. Lingkungan yang pulih dan stabil merupakan pondasi keamanan jangka panjang bagi masyarakat.

Kodim 0821/Lumajang menegaskan bahwa penghijauan tidak berhenti sampai penanaman, namun akan dilanjutkan dengan pemantauan, penyiraman berkala, dan pelaporan perkembangan pertumbuhan bibit oleh Koramil dan jajaran Babinsa setempat.

Program ini sekaligus menjadi contoh sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, mengurangi risiko bencana, dan mewujudkan wilayah Lumajang yang lebih aman dan berketahanan. (Pendim 0821).

Nilai Indeks SDI Lumajang 2025 Tembus 59,84 Poin


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Tata kelola data di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang terus menunjukkan kemajuan. Hal ini tercermin dari peningkatan Nilai Indeks Satu Data Indonesia (SDI) Kabupaten Lumajang Tahun 2025 yang mencapai 59,84 poin, naik signifikan dibandingkan capaian sebelumnya sebesar 47,11 poin.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Mustaqim, mengatakan bahwa kenaikan indeks tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan seluruh perangkat daerah dalam memperbaiki sistem pengelolaan data agar selaras dengan prinsip Satu Data Indonesia.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan data di Lumajang semakin tertib dan terintegrasi. Bukan sekadar angka, tetapi gambaran keseriusan pemerintah daerah dalam membangun budaya kerja berbasis data,” ujar Mustaqim saat dikonfirmasi, Rabu (14/12/2025).

Ia menjelaskan, evaluasi penyelenggaraan Satu Data Indonesia merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029. 

Dalam kebijakan tersebut, Indeks SDI menjadi salah satu indikator pada Prioritas Nasional 7 yang menitikberatkan penguatan tata kelola pembangunan.

Sejalan dengan itu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas melalui Sekretariat Satu Data Indonesia Tingkat Pusat melaksanakan evaluasi SDI Tahun 2024, baik di tingkat pusat maupun daerah. 

Hasil penilaian tersebut kemudian ditetapkan dalam Surat Menteri PPN/Bappenas Nomor 25406/D.03/PP.08/12/2025 tertanggal 31 Desember 2025.

Mustaqim menilai, evaluasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penilaian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi pemerintah daerah. 

“Rekomendasi yang diberikan menjadi panduan penting untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola data ke depan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil evaluasi, Kabupaten Lumajang mengalami peningkatan pada beberapa aspek strategis, antara lain kebijakan dan penyelenggaraan data, penguatan kelembagaan, serta aspek kepemimpinan. 

Pada indikator kepemimpinan, Lumajang mencatatkan nilai 84,55 yang menunjukkan adanya dukungan kuat dari pimpinan daerah terhadap pengembangan sistem Satu Data.

Menurut Mustaqim, peran kepemimpinan sangat menentukan keberlangsungan tata kelola data. “Komitmen pimpinan menjadi kunci agar integrasi dan pemanfaatan data dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam penyelenggaraan Satu Data di daerah, Bappeda Kabupaten Lumajang berperan sebagai koordinator, dengan dukungan Diskominfo sebagai walidata, pembina data statistik, serta operator data di masing-masing perangkat daerah.

“Kami mengapresiasi kontribusi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pembina data, koordinator satu data, hingga operator data di perangkat daerah. Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif,” kata Mustaqim.

Ia menambahkan, peningkatan Indeks SDI diharapkan dapat mendorong pemanfaatan data secara optimal dalam perencanaan pembangunan maupun peningkatan kualitas pelayanan publik. 

“Data yang valid dan terstandar akan membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” pungkasnya.


13/01/2026

Sinergi Babinsa dan Warga Nguter Bangun Plengsengan 600 Meter Penahan Tanah


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali terlihat melalui kegiatan pendampingan yang dilakukan Babinsa Nguter Koramil 0821-08/Pasirian. Sertu Faisol Akhmadi bersama warga melaksanakan kerja bakti pembangunan plengsengan penahan tanah di Dusun Umengan Utara RT 007 RW 002, Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya longsor, sekaligus memperkuat struktur tanah di wilayah yang rawan tergerus air, terutama saat musim hujan. Plengsengan yang dibangun memiliki panjang mencapai 600 meter dan dikerjakan secara gotong royong oleh Babinsa bersama masyarakat setempat.

Dalam kesempatan itu, Sertu Faisol Akhmadi mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam membantu percepatan pembangunan desa serta meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan. 

Menurutnya, keterlibatan langsung TNI dalam kegiatan kemasyarakatan diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Kerja bakti ini tidak hanya bertujuan membangun plengsengan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian warga dalam menjaga lingkungan. Dengan plengsengan yang kokoh, risiko longsor dapat diminimalisir dan keselamatan warga lebih terjamin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Umengan Utara, Bawon, menyampaikan apresiasi atas peran aktif Babinsa yang selalu hadir mendampingi warga dalam berbagai kegiatan pembangunan desa. Ia menjelaskan bahwa pembangunan plengsengan tersebut sangat dibutuhkan mengingat kondisi kontur tanah yang rawan longsor.

“Pembangunan plengsengan sepanjang 600 meter ini merupakan kebutuhan mendesak bagi warga. Kami sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa yang turut mendampingi dan memberi motivasi kepada masyarakat. Semangat gotong royong warga semakin kuat,” ungkapnya.

Melalui pembangunan infrastruktur desa semakin kuat dan mampu mendukung kenyamanan serta keamanan warga. Sinergi antara Babinsa dan masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan desa akan berjalan optimal apabila dilaksanakan secara bersama-sama dengan semangat kebersamaan dan kepedulian. (Pendim0821)

Sinergi TNI, Pemdes, dan Warga Wujudkan Jalan Rabat Beton di Desa Sumberwuluh


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Semangat kebersamaan dan gotong royong, Babinsa Sumberwuluh Koramil 0821-09/Candipuro, Sertu Nurhadi, yang bersama pemerintah desa dan masyarakat melaksanakan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 750 meter di Dusun Krajan RT 004 RW 002, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan warga dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa yang berkelanjutan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebagai aparat teritorial, tetapi juga sebagai penggerak kebersamaan yang mampu menumbuhkan semangat gotong royong dalam setiap kegiatan pembangunan.

Pembangunan jalan rabat beton ini melibatkan warga setempat. Mereka bahu-membahu sejak tahap persiapan hingga proses pengecoran, menunjukkan kuatnya rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap fasilitas umum desa.

Sertu Nurhadi menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pembangunan desa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial. Menurutnya, pembangunan jalan rabat beton ini sangat penting untuk menunjang kelancaran mobilitas warga, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan.

“Dengan jalan yang lebih kuat dan tahan lama, diharapkan aktivitas warga menjadi lebih lancar dan aman, terutama saat musim hujan. Kami hadir untuk membantu dan memastikan kebersamaan ini terus terjaga,” ujar Sertu Nurhadi di sela kegiatan.

Kepala Dusun Krajan, Sugiyanto, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan rabat beton merupakan salah satu prioritas desa dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. 

Menurutnya, kondisi jalan yang sebelumnya kurang memadai sering kali menghambat aktivitas warga, terutama saat musim hujan karena licin dan mudah rusak.

“Pembangunan jalan rabat beton ini kami laksanakan sebagai upaya jangka panjang agar akses antarwilayah dusun menjadi lebih lancar, kuat, dan tahan lama. Jalan ini sangat vital bagi mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pertanian, pendidikan, maupun keperluan sosial lainnya,” pungkasnya.

Melalui kegiatan pembangunan jalan rabat beton, diharapkan tercipta akses transportasi yang lebih baik serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan desa akan berjalan optimal apabila dilandasi kebersamaan dan kepedulian bersama. (Pendim0821)

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved