-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

06/08/2026

Api Masih Berkobar di Bromo, Kemenhut Kerahkan Tim Gabungan Kendalikan Karhutla


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus mengintensifkan operasi terpadu untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di kawasan . 

Hingga Rabu (5/8/2026) pukul 18.00 WIB, api di kawasan Blok Watu Gede dilaporkan masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Manggala Agni, Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan terus berupaya membatasi penyebaran api agar tidak meluas ke kawasan konservasi lainnya.

Kebakaran diketahui menghanguskan vegetasi savana, cemara gunung, pakis, serta semak belukar. Upaya pemadaman menghadapi berbagai kendala, mulai dari kondisi lereng yang curam, medan berbukit yang sulit dijangkau, vegetasi yang mudah terbakar, hingga keterbatasan sumber air.

Untuk mendukung proses pemadaman, distribusi air dilakukan secara bertahap menggunakan truk tangki menuju lokasi yang masih dapat dijangkau personel.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan,Dwi Januanto Nugroho , menegaskan bahwa kebakaran di kawasan konservasi tidak hanya berdampak terhadap ekosistem, tetapi juga mengancam kehidupan masyarakat yang bergantung pada fungsi ekologis hutan.

"Bromo bukan hanya destinasi wisata, tetapi kawasan konservasi yang menopang kehidupan masyarakat dan menjadi ruang hidup berbagai jenis tumbuhan serta satwa. Api harus segera dikendalikan, penyebabnya diungkap, dan kawasan dipulihkan. Masyarakat juga harus menjadi bagian dari pencegahan dengan menjaga aktivitas di sekitar kawasan dan segera melaporkan setiap tanda kebakaran," ujar Dwi.

Deteksi Dini Melalui SiPongi+

Kemenhut menjelaskan, indikasi awal kebakaran diperoleh melalui Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi+) yang mengolah data titik panas (hotspot) dari berbagai satelit, termasuk NASA-MODIS.

Pada Selasa (4/8/2026), sistem mendeteksi titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang (medium confidence). Informasi tersebut kemudian diverifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan sehingga operasi pemadaman dapat segera dilakukan untuk melokalisasi penyebaran api.

Sebagai pengelola kawasan konservasi, Balai Besar TNBTS bertanggung jawab dalam pengamanan kawasan, pemetaan area terdampak, pengaturan akses menuju lokasi kebakaran, perlindungan keanekaragaman hayati, serta koordinasi penanganan di dalam kawasan.

Sementara itu, Manggala Agni memimpin upaya teknis pemadaman dengan fokus mengendalikan titik-titik api aktif agar tidak merambat ke wilayah lain.

Sebagian Jalur Wisata Ditutup

Demi menjamin keselamatan pengunjung sekaligus mendukung kelancaran operasi pemadaman, Balai Besar TNBTS menutup sementara akses wisata melalui pintu Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta pintu Senduro di Kabupaten Lumajang sejak 3 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu, akses melalui Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo, dan Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, masih dibuka secara terbatas hanya sampai kawasan Lautan Pasir. Adapun kawasan Savana ditutup sepenuhnya bagi wisatawan.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,Rudijanta Tjahja Nugraha , mengatakan langkah penutupan sebagian jalur wisata dilakukan untuk memberikan ruang bagi petugas dalam melaksanakan operasi pemadaman sekaligus melindungi keselamatan masyarakat.

"Keselamatan pengunjung menjadi prioritas kami. Penutupan sebagian akses dilakukan agar operasi pemadaman dapat berlangsung optimal sekaligus melindungi masyarakat dari potensi bahaya. Setelah kondisi dinyatakan aman, kami akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap dampak kebakaran sebagai dasar penyusunan langkah pemulihan kawasan," kata Rudijanta.

Fokus Cegah Api Meluas

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Bambang Setyo Antoko, menjelaskan bahwa strategi pemadaman terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

"Api masih aktif dan kondisi di lapangan terus berubah. Personel kami fokus pada sektor-sektor yang memiliki potensi rambatan tertinggi agar penyebaran api dapat ditekan secepat mungkin, dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang bertugas," ujarnya.

Kementerian Kehutanan memastikan perlindungan kawasan konservasi dari ancaman kebakaran hutan menjadi salah satu prioritas utama. 

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sistem deteksi dini SiPongi+, patroli rutin, kesiapsiagaan personel, operasi terpadu lintas instansi, penyelidikan penyebab kebakaran, hingga peningkatan partisipasi masyarakat dalam pencegahan kebakaran.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap setiap potensi kebakaran dapat dideteksi lebih cepat, ditangani secara efektif, serta dicegah agar tidak berkembang menjadi kerusakan ekologis yang lebih luas.

Babinsa Latih PBB Siswa SMPN 1 Padang, Tanamkan Disiplin dan Jiwa Nasionalisme Sejak Dini


LUMAJANG. (DOC)
 – Babinsa Desa Padang Koramil 0821-20/Padang, Sertu Jhoni Sugiarto, memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada siswa-siswi SMP Negeri 1 Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat nasionalisme di kalangan pelajar.

Pelatihan yang berlangsung di lingkungan sekolah itu diikuti dengan antusias oleh para siswa. Materi yang diberikan meliputi sikap sempurna, penghormatan, gerakan di tempat, hingga gerakan berpindah tempat. Selain melatih keterampilan baris-berbaris, kegiatan juga diarahkan untuk membangun kekompakan, kepemimpinan, dan rasa percaya diri peserta.

Sertu Jhoni Sugiarto mengatakan, latihan PBB merupakan salah satu metode yang efektif dalam membentuk karakter pelajar agar memiliki disiplin dan mental yang kuat sejak usia sekolah.

"Melalui latihan PBB, para siswa dilatih untuk mematuhi aturan, menghargai waktu, bekerja sama, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun kelompok. Harapannya, nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat," ujar Jhoni.

Menurutnya, pembinaan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk TNI melalui peran Babinsa di wilayah binaan. Karena itu, kegiatan semacam ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang memiliki sikap disiplin, tangguh, dan cinta tanah air.

Kepala SMP Negeri 1 Padang, Yuliana, S.Pd., mengapresiasi keterlibatan Babinsa dalam memberikan pelatihan kepada para siswa. Ia menilai materi PBB tidak hanya mengajarkan teknik baris-berbaris, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang penting bagi perkembangan peserta didik.

"Pelatihan PBB ini menjadi bekal yang sangat baik bagi siswa untuk membiasakan diri hidup disiplin, menghargai aturan, serta mampu bekerja sama dengan teman. Nilai-nilai tersebut tidak hanya diterapkan saat latihan, tetapi juga di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Kami berharap seluruh siswa mampu menjaga sikap, perilaku, dan etika dalam setiap aktivitas sehingga dapat membawa nama baik SMP Negeri 1 Padang. Sebagai pelajar, mereka adalah duta sekolah yang harus menunjukkan karakter positif, berprestasi, dan menjadi teladan di mana pun berada," kata Yuliana.

Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap para siswa tidak hanya berkembang dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki karakter yang disiplin, berintegritas, serta siap menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Editor: Redaksi

Babinsa dan Petani Bangun Drainase 200 Meter untuk Perkuat Infrastruktur Pertanian di Lumajang


LUMAJANG, (DOC) 
– Babinsa Desa Grati Koramil 0821-19/Sumbersuko, Serda Ardiyoso, bersama petani membangun saluran drainase sepanjang 200 meter di area persawahan Kelompok Tani (Poktan) Ngasem Makmur, Dusun Krajan, Desa Grati, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026).

Pembangunan drainase dilakukan secara gotong royong sebagai upaya memperkuat infrastruktur pertanian. Saluran tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air, mengurangi genangan saat musim hujan, sekaligus membantu pengaturan irigasi pada lahan pertanian.

Serda Ardiyoso mengatakan, sistem drainase yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan pertanian. Menurut dia, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan kepada petani sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

"Melalui kerja bakti pembangunan drainase ini, kami ingin membantu menciptakan sistem pengairan yang lebih baik sehingga lahan pertanian dapat dikelola secara optimal. Dengan kebersamaan antara Babinsa dan para petani, pekerjaan menjadi lebih ringan dan manfaatnya dapat dirasakan bersama," kata Ardiyoso di sela kegiatan.

Ia menambahkan, sinergi antara TNI dan masyarakat diharapkan tidak hanya terbangun dalam aspek keamanan, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan warga, termasuk di sektor pertanian.

Sementara itu, Ketua Poktan Ngasem Makmur, Heru Subowo, menjelaskan bahwa pembangunan saluran drainase sepanjang 200 meter dilakukan untuk memperbaiki sistem pembuangan air di area persawahan yang selama ini membutuhkan penataan.

"Saluran drainase ini diharapkan mampu memperlancar aliran air sehingga tidak terjadi genangan yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Selain itu, drainase juga memudahkan pengaturan sirkulasi air di lahan pertanian sehingga kondisi tanah tetap terjaga dan proses budidaya dapat berjalan lebih optimal," ujar Heru.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur pendukung yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak melalui semangat gotong royong dinilai mampu mempercepat pembangunan sarana pertanian yang bermanfaat bagi petani.

Pembangunan drainase tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pertanian di Desa Grati. Dengan sistem pengairan yang lebih baik, produktivitas lahan diharapkan meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah.

Editor: Redaksi

Kunci Pergerakan Api Karhutla TNBTS, Polres Lumajang dan TNBTS Buat Fire Break


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kapolres Lumajang AKBP Riki Rayiandi menumpangi sepeda motor trail saat turun langsung memantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rabu (5/8/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk mengecek titik api serta memastikan kebakaran yang melanda kawasan TNBTS sisi timur tidak meluas dan masuk ke wilayah administratif Kabupaten Lumajang.

Didampingi Wakapolres Lumajang Kompol Suwarno, pejabat utama Polres Lumajang, serta petugas Balai Besar TNBTS, Riki menyusuri jalur menuju Blok Bantengan, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Probolinggo.

Guna mengunci pergerakan si jago merah, Riki menginstruksikan pembuatan sekat bakar fire break darurat di lokasi perbatasan.

"Kami saat ini sedang melakukan monitoring, mitigasi, dan antisipasi pencegahan terkait dengan kebakaran hutan di wilayah TNBTS," kata Riki saat memimpin peninjauan di jalur perbatasan Kecamatan Sukapura, Probolinggo–Kecamatan Senduro, Lumajang

Riki menjelaskan, kegiatan ini difokuskan untuk mengantisipasi kobaran api yang hingga kini masih melahap vegetasi di kawasan Kabupaten Probolinggo.

"Hari ini kami bersama Balai Besar TNBTS melakukan pengecekan langsung ke lapangan sekaligus memastikan penyekatan api berjalan dengan baik agar kebakaran tidak merambat ke wilayah Lumajang," ujarnya.

Petugas Diingatkan Waspada Wind Direction

Meski kobaran api belum menyeberang ke Lumajang, Riki meminta seluruh personel gabungan tetap bersiaga penuh. Kondisi vegetasi yang kering serta potensi pergeseran arah angin dapat memicu percepatan perambatan api secara mendadak.

"Kondisi vegetasi yang cukup kering membuat potensi perambatan api tetap harus diwaspadai. Karena itu patroli, monitoring, serta penyekatan akan terus dilakukan secara berkala," tegas Riki.
Selain memastikan keandalan sekat bakar, petugas di lapangan juga menyisir jalur-jalur rawan yang berpotensi menjadi perlintasan api jika terjadi perubahan cuaca ekstrem.

Sinergi Lintas Instansi dan Faktor Keselamatan

Riki menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi erat antara Polri, Balai Besar TNBTS, pemerintah daerah, hingga kelompok relawan.

Mengingat kondisi medan di kawasan TNBTS tergolong terjal disertai suhu panas dan kepulan asap pekat, ia mewanti-wanti seluruh personel agar mengutamakan keselamatan.

"Saya meminta seluruh personel melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap waspada terhadap perkembangan situasi di lapangan, dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap kegiatan," imbaunya.

Ia memastikan kesiapsiagaan penuh dari tim gabungan akan berlangsung hingga seluruh titik api benar-benar padam secara total.

"Hingga saat ini api masih berada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Namun kami tetap bersiaga penuh agar kebakaran tidak meluas ke Kabupaten Lumajang. Upaya mitigasi akan terus dilakukan bersama seluruh pihak terkait," pungkas Riki.

05/08/2026

Karhutla Bromo Meluas, BNPB Siapkan Dua Helikopter Water Bombing


Probolinggo, (Onenewsjatim)–
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan dua unit helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Langkah pemadaman lewat udara ini diambil mengingat medan kebakaran yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Kepala BNPB Suharyanto mengungkapkan, topografi kawasan Bromo yang didominasi perbukitan curam dan vegetasi kencang membuat proses pemadaman manual berjalan lambat dan berisiko bagi personel darat.

"Sementara kami akan mendukung dengan dua unit," kata Suharyanto saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).

Suharyanto menjelaskan, seluruh unsur satuan tugas (satgas) di lapangan terus bekerja keras menyekat pergerakan si jago merah. Dukungan dari udara difokuskan untuk menyasar titik-titik api yang terisolasi di lereng-lereng tebing.

"Jenis helikopternya bisa Mi maupun Sikorsky, nanti akan dilihat yang tersedia," ujarnya.

Sesuai rencana, armada udara tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Rabu (5/8/2026) atau paling lambat Kamis (6/8/2026) jika terdapat kendala operasional. 

Kendati demikian, BNPB akan melakukan asesmen teknis terlebih dahulu di lokasi untuk memastikan efektivitas penanganan.

"Kajian tersebut menjadi dasar untuk menentukan apakah dua unit helikopter sudah mencukupi atau diperlukan tambahan armada sesuai perkembangan kondisi di lapangan," tuturnya.

Operasi pemadaman dari udara ini mengacu pada pengalaman kebakaran Gunung Bromo pada 2023. Menurut Suharyanto, penanganan water bombing kala itu terbukti efektif menekan titik api di wilayah yang tidak tersentuh jalur darat.

Di sisi lain, opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Hasil koordinasi BNPB dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Bromo masih minim.

"Untuk beberapa hari ke depan operasi modifikasi cuaca belum bisa diselenggarakan," ucap Suharyanto.

Suharyanto menegaskan, meski BNPB saat ini juga membagi fokus penanganan karhutla di enam provinsi prioritas yaitu Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan—kawasan TNBTS tetap mendapat perhatian khusus.

Area yang terbakar merupakan kawasan konservasi berketinggian tinggi yang berharga secara ekologis, sekaligus menjadi penggerak perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata.

Kebakaran di kawasan TNBTS pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Embusan angin kencang dan hamparan savana yang mengering membuat kobaran api dengan cepat meluas hingga ke wilayah Watu Gede di Kabupaten Probolinggo. (Mam) 


Polres Probolinggo Kerahkan 150 Personel Bantu Padamkan Karhutla di Gunung Bromo


Probolinggo, (Onenewsjatim)–
Polres Probolinggo mengerahkan 150 personel gabungan untuk membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rabu (5/8/2026).

Ratusan personel tersebut berasal dari Polres Probolinggo, Balai Besar TNBTS, Koramil Sekarpuro, serta unsur relawan yang diterjunkan ke sejumlah titik kebakaran guna mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas ke area lain.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, seluruh personel dibagi ke dalam beberapa sektor agar upaya pemadaman lebih efektif sesuai kondisi medan di kawasan Gunung Bromo.

"Personel kami tempatkan di beberapa sektor agar penyebaran api dapat dikendalikan secepat mungkin sekaligus melokalisir titik api agar tidak merambat ke kawasan yang lebih luas," ujar AKBP Asmida Rizki Siregar, Rabu.

Menurutnya, selain fokus memadamkan api, seluruh personel juga diminta mengutamakan keselamatan selama bertugas mengingat kondisi geografis kawasan Bromo yang cukup ekstrem.

Medan yang curam, kontur berbukit, serta embusan angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.

"Keselamatan personel menjadi prioritas. Upaya pemadaman dilakukan secara manual menggunakan alat pemukul api dan pembuatan sekat bakar untuk menghambat laju penyebaran api," katanya.

Sementara itu, Wakapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardhianto menjelaskan, penggunaan kendaraan pemadam kebakaran tidak memungkinkan menjangkau sebagian besar lokasi kebakaran karena akses yang sulit.

Akibatnya, petugas harus berjalan kaki menuju titik api sambil membawa peralatan pemadaman.

Ia mengatakan, kondisi musim kemarau yang menyebabkan vegetasi berupa rumput dan semak belukar mengering menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api.

Ditambah lagi, hembusan angin di kawasan pegunungan membuat kobaran api mudah berpindah ke area lain, terutama di lereng dan kaldera Gunung Bromo.

"Hingga saat ini api telah membakar vegetasi kering yang tersebar mulai dari kawasan kaldera, lereng hingga kaki Gunung Bromo. Karena itu seluruh personel terus berupaya melakukan pemadaman dan pelokalisiran agar api tidak semakin meluas," ujar Kompol Yanuar Rizal Ardhianto.

Selain melakukan pemadaman, aparat kepolisian juga mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di kawasan TNBTS.

Kompol Rizal mengimbau pengunjung tidak menyalakan api unggun, membakar sampah, maupun membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran baru.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan Bromo dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat," tuturnya.

Hingga Rabu sore, proses pemadaman masih terus berlangsung. Petugas gabungan tetap bersiaga di sejumlah titik rawan untuk memastikan api tidak kembali membesar maupun merembet ke kawasan konservasi lainnya.



Babinsa Koramil Pasrujambe Bersama Warga Percantik Pos Kamling Demi Keamanan Lingkungan


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Semangat gotong royong terus menjadi budaya yang dijaga di tengah masyarakat. Hal itu terlihat saat Babinsa Karanganom Koramil 0821-17/Pasrujambe, Sertu Bejo Utomo, bersama warga melaksanakan kerja bakti renovasi Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di Dusun Tambakrejo Wetan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menciptakan fasilitas keamanan lingkungan yang lebih layak dan nyaman digunakan oleh masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah warga tidak hanya memberikan semangat, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui budaya gotong royong.

Sertu Bejo Utomo mengatakan bahwa Pos Kamling memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan ronda malam sekaligus menjadi simbol kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan. Karena itu, renovasi dilakukan secara bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga.

"Melalui kerja bakti seperti ini, kita tidak hanya memperbaiki bangunan Pos Kamling, tetapi juga memperkuat rasa persatuan, kebersamaan, dan kepedulian antarwarga. Sinergi seperti inilah yang perlu terus dipertahankan demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Tambakrejo Wetan, Koko Joni Dimasnoto, mengatakan bahwa renovasi Pos Kamling dapat terlaksana berkat tingginya kepedulian dan kekompakan masyarakat yang secara sukarela meluangkan waktu dan tenaga untuk bergotong royong.

"Alhamdulillah, antusiasme warga sangat luar biasa. Mereka hadir dengan penuh kesadaran untuk bergotong royong memperbaiki Pos Kamling karena menyadari bahwa fasilitas ini merupakan milik bersama yang harus dijaga. Semangat kebersamaan seperti ini menjadi modal utama dalam membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan semakin guyub. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang selalu hadir mendampingi sehingga semakin memotivasi warga untuk terus aktif dalam setiap kegiatan kemasyarakatan," ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat terus terjalin erat, sekaligus meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama. (Pendim0821)

Pemerintah

Iklan

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved