-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

18/10/2026

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kebonsari Hadiri Pengajian Ahad Pon di Sumbersuko


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat terus dilakukan melalui pendekatan humanis aparat kewilayahan. 

Hal tersebut terlihat saat Babinsa Kebonsari Koramil 0821-19/Sumbersuko, Serda Agus Waskito, bersama Bhabinkamtibmas Kebonsari, Aiptu Mujiono, menghadiri pengajian rutin Ahad Pon yang berlangsung di Kantor Kepala Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026).

Kehadiran kedua aparat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya suasana lingkungan yang aman, damai, dan harmonis. 

Pengajian rutin tidak hanya menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi untuk mempererat persaudaraan serta membangun kepedulian sosial antarwarga.

Serda Agus Waskito mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan keagamaan masyarakat merupakan salah satu bentuk pembinaan teritorial untuk menjaga hubungan baik antara TNI dan warga binaan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami dapat menjalin silaturahmi secara langsung dengan masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan. Kami berharap kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan dapat terus menjadi sarana mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” kata dia.

Menurutnya, kedekatan antara aparat kewilayahan dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Dengan komunikasi yang terjalin baik, berbagai persoalan di lingkungan dapat dibicarakan dan diselesaikan melalui musyawarah serta semangat kebersamaan.

Sementara itu, Aiptu Mujiono menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti pengajian Ahad Pon memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial dan menumbuhkan nilai-nilai positif di tengah masyarakat.

“Kami berharap kegiatan pengajian rutin ini dapat terus menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan antarwarga, serta menumbuhkan kesadaran bersama dalam memelihara keamanan dan ketertiban lingkungan. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, suasana desa yang aman dan nyaman dapat terus terjaga,” ungkapnya.

Melalui kehadiran dalam kegiatan tersebut, Babinsa dan Bhabinkamtibmas menunjukkan sinergi dalam mendampingi masyarakat, tidak hanya melalui aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga dengan mendukung kegiatan sosial serta keagamaan yang berkembang di wilayah binaan.

Kebersamaan yang dilakukan diharapkan semakin memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang rukun, harmonis, serta memiliki semangat gotong royong dalam menjaga ketenteraman desa. (Pendim0821)

TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda Tahap VII di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan warga mewarnai pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII yang berlokasi di Dusun Wonoasih, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026).

Pembangunan infrastruktur jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendukung kelancaran aktivitas dan perekonomian masyarakat setempat. Jembatan Garuda diharapkan menjadi akses vital yang mempermudah mobilitas warga, khususnya dalam mengangkut hasil pertanian dan aktivitas sehari-hari.

Pasiter Kodim 0821/Lumajang Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi yang turut memantau langsung di lokasi mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

"Pembangunan Jembatan Garuda ini bukan hanya sekedar membangun fisik jembatan, tetapi juga membangun kebersamaan dan semangat gotong royong. Kami bersama warga saling bahu-membahu agar pembangunan ini cepat selesai dan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi.

Menurutnya, keterlibatan aktif warga Dusun Wonoasih sangat membantu mempercepat proses pembangunan. Sinergi antara personel TNI dan masyarakat terlihat kompak mulai dari pengangkutan material, pengecoran, hingga perakitan konstruksi jembatan.

"Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga Desa Wonokerto. Dengan kebersamaan ini, pekerjaan yang berat menjadi ringan. Ini adalah cerminan bahwa TNI selalu hadir dan menjadi bagian dari solusi untuk rakyat," tambahnya.

Sementara itu, warga setempat menyambut baik pembangunan jembatan tersebut. Mereka berharap dengan adanya Jembatan Garuda, akses jalan yang sebelumnya sulit dilalui, terutama saat musim hujan, kini menjadi lebih aman dan lancar.

Pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII ini ditargetkan selesai tepat waktu agar segera dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga di Kecamatan Gucialit dan sekitarnya.(Pendim0821)

Razia Dua Tempat Hiburan Malam di Lumajang, Polisi Temukan 5 Klip Diduga Sabu



Lumajang, (Onenewsjatim)
– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lumajang bersama tim gabungan menemukan lima klip plastik yang diduga berisi narkotika jenis sabu dan sebuah alat pengisap sabu atau bong saat menggelar razia di dua tempat hiburan malam di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026) malam.

Barang tersebut ditemukan di salah satu ruangan karaoke yang kosong di Cleo Cafe, Jalan Lintas Timur (JLT), Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono.

Sebelum melakukan penyisiran di lokasi tersebut, petugas terlebih dahulu mendatangi Enjoy Cafe di Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang. Petugas memeriksa pengunjung yang sedang berkaraoke dan melakukan tes urine terhadap delapan orang.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh pengunjung yang menjalani tes urine di lokasi pertama tersebut negatif narkoba.

Operasi kemudian dilanjutkan ke Cleo Cafe. Di tempat ini, petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah ruangan karaoke dan tes urine terhadap tiga pengunjung. Hasilnya, ketiganya juga dinyatakan negatif.

Namun, saat menyisir salah satu ruangan yang kosong dan tidak digunakan, petugas menemukan lima klip plastik transparan yang diduga berisi sabu beserta sebuah bong.

Kasat Narkoba Polres Lumajang Iptu Dwi Sugiyanto mengatakan, razia tersebut melibatkan personel Satresnarkoba, Satuan Samapta Polres Lumajang, TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang.

“Operasi gabungan kami laksanakan di dua titik. Setelah dilakukan pemeriksaan dan tes urine, hasilnya negatif,” kata Dwi Sugiyanto.

Terkait temuan di Cleo Cafe, Dwi mengatakan, pihak pengelola yang dimintai keterangan mengaku tidak mengetahui asal-usul barang tersebut.

Menurut dia, lima klip yang diduga berisi sabu itu kemungkinan merupakan barang lama yang ditinggalkan pengunjung sebelumnya.

“Di room yang kosong dan tidak terpakai ditemukan ada lima klip yang diduga sabu dan satu alat pengisap sabu atau bong,” ujarnya.

Meski demikian, polisi masih berupaya menelusuri asal-usul barang tersebut. Temuan itu menjadi bagian dari upaya petugas untuk mengantisipasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di tempat hiburan malam.

Dwi menegaskan, razia di sejumlah lokasi hiburan malam merupakan bagian dari langkah pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Lumajang.

Menurut dia, kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pimpinan untuk mewujudkan lingkungan yang bebas dari narkoba.

“Kami berkomitmen memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Lumajang. Razia ini merupakan salah satu langkah untuk mencegah penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya. (Imam) 

17/10/2026

Polisi Masih Usut Karhutla Gunung Bromo yang Tewaskan 4 Orang, Belum Ada Tersangka


Probolinggo, (Onenewsjatim)
– Penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, masih terus bergulir.

Polres Probolinggo bersama Polda Jawa Timur hingga kini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut peristiwa yang merenggut empat korban jiwa dan menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka bakar tersebut. 

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizky Siregar menegaskan bahwa pihaknya belum menetapkan tersangka dalam insiden ini. 

Penyidik masih mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi serta menelusuri penyebab pasti kebakaran guna memastikan ada atau tidaknya unsur pidana.

"Kami mohon waktu untuk melakukan penyelidikan sebaik-baiknya," kata Asmida saat memberikan keterangan kepada wartawan di Probolinggo, Sabtu (17/10/2026).

Asmida menyampaikan bahwa kepolisian memahami betul harapan pihak keluarga korban yang menginginkan kepastian dan kejelasan hukum atas musibah tersebut. 

Namun, ia menekankan pentingnya ketelitian dalam proses penegakan hukum agar perkara memiliki dasar yang kuat.

Oleh karena itu, polisi meminta keluarga korban dan masyarakat untuk memberikan waktu kepada penyidik dalam menuntaskan pengumpulan bukti serta fakta di lapangan.

Mengenai potensi penetapan tersangka, Asmida menyatakan pihaknya belum dapat memastikan siapa sosok yang harus bertanggung jawab secara hukum atas kebakaran tersebut.

"Kita lihat nanti seperti apa arahnya. Kita akan terus bekerja sama dengan pihak Polda Jatim," ujar Asmida. 

Menurut Asmida, koordinasi intensif dengan Polda Jawa Timur menjadi langkah penting dalam mendalami seluruh temuan di lokasi kejadian. 

Hasil pemeriksaan saksi dan bukti fisik nantinya akan menjadi pertimbangan utama untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Sementara itu, dua korban yang mengalami luka bakar parah saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Sedangkan empat korban meninggal dunia telah dievakuasi sebelumnya.

Hingga Sabtu (17/10/2026), kepolisian belum mengumumkan kesimpulan akhir terkait penyebab pasti karhutla di Bromo maupun status hukum para pihak yang terlibat. Penyelidikan bersama Polda Jatim dipastikan terus berjalan hingga fakta di balik tragedi tersebut terungkap sepenuhnya.

Dukung Infrastruktur Pertanian, Babinsa Karanganom dan Warga Gali Lubang Pondasi Irigasi


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya mendukung pembangunan infrastruktur pertanian terus dilakukan Babinsa Desa Karanganom Koramil 0821/17 Pasrujambe, Sertu Bejo Utomo, bersama warga melalui kegiatan Karya Bakti TNI berupa pembuatan lubang pondasi drainase sebagai bagian dari rencana pembangunan saluran irigasi di Dusun Tambak Rejo Wetan RT 004 RW 007, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (17/10/2026).

Karya bakti tersebut menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pembangunan saluran irigasi yang diharapkan dapat mendukung kelancaran pengelolaan air di wilayah setempat. Melalui pembuatan lubang pondasi, proses pembangunan dipersiapkan agar dapat berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Di sela kegiatan, Sertu Bejo Utomo menyampaikan bahwa keterlibatan Babinsa dalam karya bakti merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan fasilitas yang bermanfaat bagi lingkungan dan aktivitas warga.

“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat sekaligus membantu mempersiapkan pembangunan saluran irigasi. Harapannya, pembangunan ini nantinya dapat memberikan manfaat bagi warga, terutama dalam mendukung kebutuhan pengelolaan air di lingkungan sekitar,” ujar Sertu Bejo Utomo.

Sementara itu, Kepala Dusun Tambak Rejo Wetan, Koko Joni Dimasnoto, menyampaikan bahwa keterlibatan warga dalam kerja bakti menjadi bentuk dukungan bersama terhadap rencana pembangunan saluran irigasi di wilayahnya.

“Dengan adanya kerja bakti ini, masyarakat dapat ikut berperan langsung dalam mempersiapkan pembangunan. Kami berharap saluran irigasi yang direncanakan dapat segera terealisasi dan nantinya memberikan manfaat bagi warga, sehingga kebutuhan pengairan dapat lebih terbantu,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut mencerminkan sinergi antara Babinsa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa melalui semangat gotong royong. Selain membantu persiapan pekerjaan fisik, kebersamaan juga memperkuat hubungan sosial serta menumbuhkan kepedulian warga terhadap pembangunan di lingkungannya.

Melalui karya bakti yang dilakukan secara bersama-sama, persiapan pembangunan saluran irigasi di Dusun Tambak Rejo Wetan diharapkan dapat berjalan dengan baik dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemanfaatan infrastruktur bagi masyarakat. (Pendim0821)

Progres Jembatan Garuda di Lumajang Baru 11,8 Persen, TNI dan Warga Perkuat Akses Antar-Desa


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Pembangunan Jembatan Garuda di Dusun Wonoasih, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus berjalan. Memasuki hari ke-14 pengerjaan, pembangunan jembatan yang dirancang menghubungkan Desa Wonokerto dengan Desa Kenongo itu telah mencapai progres 11,8 persen.

Jembatan beton sepanjang 12 meter dan lebar 4 meter tersebut diharapkan menjadi akses penting bagi masyarakat di kedua desa. Selain memperlancar mobilitas warga, keberadaan jembatan ini juga ditujukan untuk mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.

Berdasarkan laporan pelaksanaan pembangunan pada Sabtu (17/10/2026), pekerjaan melibatkan delapan personel TNI, dua aparat desa, dan 20 warga setempat. Mereka bekerja bersama untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Pembangunan Jembatan Garuda dimulai pada 30 September 2026. Hingga hari ke-14, pengerjaan masih dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur di lapangan.

Keterlibatan warga dalam pembangunan tersebut menjadi bagian penting dari semangat gotong royong. Kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun wilayah.

Akses Antar-Desa Jadi Perhatian

Jembatan penghubung antara Desa Wonokerto dan Desa Kenongo ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk memperlancar pergerakan warga serta menunjang hubungan sosial dan ekonomi antardesa.

Selama pelaksanaan pembangunan, kondisi cuaca dilaporkan cerah sejak pagi hingga sore hari. Situasi di sekitar lokasi juga terpantau aman dan kondusif sehingga mendukung kegiatan pengerjaan.

Meski progres pembangunan baru mencapai 11,8 persen, pekerjaan akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga jembatan dapat diselesaikan dan dimanfaatkan masyarakat.

Pembangunan ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara TNI, aparat desa, dan warga dalam mendukung pemerataan infrastruktur di wilayah pedesaan.

Dengan terbangunnya Jembatan Garuda, masyarakat Desa Wonokerto dan Desa Kenongo diharapkan memiliki akses penghubung yang lebih memadai untuk menunjang mobilitas dan meningkatkan aktivitas perekonomian setempat.(Pendim 0821)

Razia Tempat Hiburan Malam di Situbondo, Polisi Temukan Dua Klip Diduga Sabu


Situbondo, (Onenewsjatim)—
Razia narkoba yang digelar Polres Situbondo di sebuah tempat hiburan malam di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, berujung pada penemuan dua klip plastik berisi kristal putih yang diduga sabu, Kamis (15/10/2026) malam.

Dalam operasi yang dimulai pukul 22.00 WIB itu, petugas turut mengamankan pipet kaca berisi sisa kristal yang diduga sabu, alat isap atau bong, telepon genggam, serta satu unit sepeda motor. Barang-barang tersebut ditemukan saat polisi menggeledah outlet milik seorang pria berinisial JP.

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie mengatakan, razia tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memperkuat pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

“Kami berkomitmen menindaklanjuti arahan Bapak Kapolri dengan memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Situbondo,” ujar Bayu.

Polisi sita barang bukti, 14 orang jalani tes urine.

Dari lokasi, petugas menemukan dua klip plastik berisi kristal putih yang diduga sabu dengan berat masing-masing 0,26 gram dan 0,28 gram.

Selain menyita barang bukti, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap pemilik tempat hiburan, pemandu lagu, dan pengunjung. Tim Sidokkes Polres Situbondo kemudian melakukan tes urine secara acak terhadap 14 orang yang diperiksa.

Hasil pemeriksaan urine terhadap seluruh orang tersebut dinyatakan negatif. Meski demikian, polisi tetap menyita barang-barang yang ditemukan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Bayu menegaskan, setiap temuan dalam operasi tersebut akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Razia ini merupakan salah satu langkah nyata untuk mencegah penyalahgunaan narkotika sekaligus menindaklanjuti setiap temuan sesuai prosedur hukum yang berlaku,” katanya.

Polisi kedepankan pencegahan

Selain melakukan pemeriksaan dan penggeledahan, Polres Situbondo juga memberikan edukasi kepada pengunjung tempat hiburan malam mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mencegah tempat hiburan malam menjadi lokasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

Polres Situbondo menyatakan akan terus memperkuat upaya pencegahan dan penindakan terhadap narkotika di wilayah hukumnya.

Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai penetapan tersangka maupun hasil pengembangan penyidikan atas temuan barang yang diduga sabu tersebut.

Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved