-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

24/06/2026

Kerja Keras Tak Mengkhianati Hasil, Dewi Ratih Lolos Fakultas Kedokteran Unhan RI


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kebahagiaan menyelimuti keluarga besar Ipda Untoro, S.H. dan Aiptu Rima Mayangga Rivasari, S.H., M.H. Putri mereka, Dewi Ratih Kumala Tungga, berhasil menembus ketatnya seleksi Program Studi S1 Kedokteran Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), salah satu perguruan tinggi negeri yang dikenal memiliki standar akademik dan karakter yang tinggi.

Keberhasilan Dewi bukanlah capaian yang hadir dalam semalam. Di balik pengumuman kelulusan yang membanggakan itu, tersimpan perjalanan panjang penuh disiplin, pengorbanan, dan ketekunan yang dijalani selama menempuh pendidikan di SMAN 2 Taruna Bhayangkara Jawa Timur.

Dewi, yang merupakan Taruna Bhayangkara Angkatan V, dikenal aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun pembinaan karakter. Lingkungan pendidikan yang menekankan kedisiplinan dan kepemimpinan menjadi bekal penting dalam membentuk mental serta semangat juangnya menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi.

Bagi sang ayah, Ipda Untoro, keberhasilan putrinya merupakan anugerah yang patut disyukuri sekaligus buah dari kerja keras yang selama ini dilakukan Dewi dengan penuh kesungguhan.

"Alhamdulillah, kami sekeluarga sangat bersyukur atas pencapaian ini. Dewi telah berjuang dengan sungguh-sungguh, belajar dengan tekun, dan melewati berbagai tahapan seleksi yang tidak mudah. Sebagai orang tua, kami hanya berusaha memberikan dukungan, doa, dan motivasi agar ia tetap fokus mengejar cita-citanya," ujar Untoro saat ditemui, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal mengejar nilai akademik, melainkan juga membangun karakter yang kuat. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan semangat pantang menyerah selalu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami selalu mengajarkan bahwa keberhasilan harus dibangun dengan kerja keras dan integritas. Saya berharap Dewi dapat menjaga amanah ini, terus belajar dengan rendah hati, serta mengabdikan ilmu yang diperolehnya untuk masyarakat, bangsa, dan negara," katanya.

Perasaan haru juga dirasakan oleh sang ibu, Aiptu Rima Mayangga Rivasari. Sebagai sosok yang setiap hari mendampingi proses belajar putrinya, ia menjadi saksi bagaimana Dewi harus mengorbankan banyak waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

"Sebagai seorang ibu, saya melihat sendiri perjuangan Dewi setiap hari. Banyak waktu yang ia korbankan untuk belajar dan mempersiapkan diri. Alhamdulillah, semua usaha dan doa akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan," tutur Rima dengan mata berbinar.

Ia menilai, keberhasilan tersebut bukan semata tentang diterima di kampus impian, tetapi juga tentang proses pembentukan karakter yang telah ditempa selama bertahun-tahun.

"Kami selalu mengingatkan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari prestasi akademik. Akhlak, kedisiplinan, kepedulian terhadap sesama, dan integritas jauh lebih penting. Semoga Dewi tetap rendah hati dan kelak menjadi dokter yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Masuknya Dewi ke Program Studi S1 Kedokteran Universitas Pertahanan RI menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa dengan kerja keras, disiplin, serta dukungan keluarga yang kuat, generasi muda daerah mampu bersaing di tingkat nasional.

Kini, langkah baru telah menanti Dewi Ratih Kumala Tungga. Di kampus yang mengedepankan perpaduan antara keunggulan akademik, nasionalisme, dan pengabdian, ia akan memulai perjalanan panjang untuk mewujudkan cita-citanya sebagai dokter.

Harapan keluarga pun sederhana, agar ilmu yang diperoleh kelak tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi jalan pengabdian bagi bangsa dan masyarakat Indonesia.

Dapur MBG Tutup Selama Libur Sekolah, Relawan di Lumajang Kesulitan Ekonomi


Lumajang, (Onenewsjatim)-Penghentian sementara operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah membawa dampak langsung bagi para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. 

Tidak hanya kehilangan aktivitas harian, mereka juga harus menghadapi terhentinya sumber penghasilan yang selama ini membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Surat Edaran Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026 menghentikan sementara penyaluran program MBG mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai penyesuaian operasional selama masa libur sekolah.

Bagi sebagian relawan, keputusan itu berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi rumah tangga mereka.

Rita, salah seorang relawan SPPG di Lumajang, mengaku mulai merasakan kesulitan sejak dapur tidak lagi beroperasi. Selama ini, pendapatan yang diterimanya setiap dua minggu sekali menjadi salah satu sumber pemasukan rutin.

"Biasanya ada pemasukan tiap dua minggu sekali. Sekarang tidak ada karena memang tidak digaji saat tidak bekerja. Untung saya belum menikah, jadi kebutuhannya tidak terlalu banyak," kata Rita, Rabu (24/6/2026).

Meski baru beberapa hari tidak bekerja, Rita mengaku mulai khawatir dengan kondisi keuangan ke depan. Apalagi harga sejumlah kebutuhan pokok dinilai terus mengalami kenaikan.

Menurutnya, kondisi yang dialami rekan-rekannya bahkan lebih berat. Beberapa relawan yang menjadi tulang punggung keluarga terpaksa mencari pekerjaan lain demi tetap mendapatkan penghasilan.

"Ada relawan yang sampai mencari kerja sebagai asisten rumah tangga untuk menghidupi anak-anaknya karena dia seorang janda. Ada juga yang mencari pekerjaan sampingan dan berjualan," ujarnya.

Sebagian besar relawan lainnya, lanjut Rita, kembali menjalani aktivitas sebagai ibu rumah tangga selama dapur MBG tidak beroperasi. Namun hilangnya pemasukan tambahan tetap dirasakan karena sebelumnya pendapatan dari program tersebut dapat membantu kebutuhan keluarga.

Kendati demikian, Rita mengaku tidak memiliki pilihan selain menunggu operasional dapur kembali dibuka sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.

"Ya tetap saya menunggu dapur buka lagi," katanya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya memperhatikan pengelola atau kepala SPPG, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan para relawan yang selama ini terlibat langsung dalam proses memasak hingga distribusi makanan.

"Kami juga bekerja, memasak, menyiapkan makanan, distribusi. Kami mengeluarkan tenaga. Harapannya kesejahteraan relawan juga diperhatikan," tuturnya.

Keluhan serupa disampaikan Budi (bukan nama sebenarnya), relawan SPPG lainnya di Lumajang. Ia mengaku penghentian sementara operasional dapur membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk kewajiban membayar cicilan.

"Kalau rumah tangga pasti ada kebutuhan sehari-hari dan bayar utang. Ya bingung juga kalau dapur tutup," kata Budi.

Menurutnya, penghasilan dari program MBG selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga. Karena itu, berhentinya aktivitas dapur membuat sejumlah relawan harus memutar otak mencari sumber pendapatan lain selama masa libur berlangsung.

Sementara itu, Mitra SPPG Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, Chiko, menyatakan pihaknya mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan oleh BGN. Menurutnya, penghentian sementara operasional dapur tidak memberikan dampak signifikan terhadap pengelolaan SPPG.

"Saya sebagai mitra yang baik manut BGN saja. Aktivitas dapur istirahat sementara sambil tetap dijaga agar aman," ujar Chiko melalui pesan singkat.

Meski demikian, ia mengakui para relawan untuk sementara waktu tidak menerima upah karena tidak ada kegiatan produksi maupun distribusi makanan.

"Upah dari BGN memang tidak ada selama libur. Kasihan juga," katanya.

Chiko menjelaskan, dari sekitar 50 relawan yang selama ini bertugas di SPPG Rogotrunan, sebagian besar diliburkan. Hanya sejumlah personel inti yang tetap menjalankan tugas piket.

"Yang tetap aktif hanya kepala dapur, akuntan, ahli gizi, dan petugas keamanan. Relawan lainnya libur," ujarnya.

Saat tim media mencoba menyambangi Dapur Pisang Agung di Jalan Kolonel Suwandi, pihak pengelola menolak memberikan keterangan dengan dalih prosedur administrasi.

"Ada surat tugasnya? Kalau ID Card media saja kami tidak berani. Mohon maaf," cetus salah satu petugas berseragam SPPG di lokasi.

Setetes Darah untuk Kemanusiaan, Babinsa Jambekumbu Dampingi Aksi Donor Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan terus dilakukan oleh aparat kewilayahan. Salah satunya ditunjukkan Babinsa Jambekumbu Koramil 0821-17/Pasrujambe, Serda Boyong, yang melaksanakan pendampingan kegiatan donor darah bersama warga di Kantor Kepala Desa Jambekumbu, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan donor darah tersebut mengusung tema “JAMBU SI DORA KE-16” (Jambekumbu Siap Donor Darah), yang menjadi wujud kepedulian masyarakat Desa Jambekumbu terhadap sesama sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sejak pagi hari, warga tampak antusias mendatangi lokasi kegiatan untuk mendonorkan darahnya. Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut tidak hanya sebagai bentuk pendampingan, tetapi juga memberikan motivasi dan semangat kepada warga agar terus aktif dalam kegiatan sosial yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

Dalam kesempatan itu sela kegiatannya, Serda Boyong mengatakan bahwa donor darah merupakan aksi nyata kepedulian sosial yang sangat mulia karena dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain.

“Kami dari Koramil 0821-17/Pasrujambe sangat mendukung kegiatan seperti ini. Selain membantu ketersediaan darah, donor darah juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujar dia.

Ia juga mengapresiasi semangat warga Desa Jambekumbu yang secara rutin mengikuti kegiatan donor darah hingga memasuki pelaksanaan ke-16. 

Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya berbagi dan membantu sesama.

Kegiatan donor darah dalam program JAMBU SI DORA telah menjadi agenda rutin desa yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, relawan, hingga masyarakat umum.


Dengan adanya pendampingan dari Babinsa dan dukungan seluruh elemen masyarakat, kegiatan donor darah berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Diharapkan kegiatan sosial kemanusiaan seperti JAMBU SI DORA dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kesehatan dan keselamatan sesama. (Pendim0821)

Dandim 0821 Lumajang Tinjau Lokasi TMMD Ke-129 Tahun 2026 di Desa Ledok Tempuro


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Komandan Kodim (Dandim) 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., melaksanakan peninjauan lokasi yang direncanakan menjadi sasaran kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, didampingi perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lumajang serta Forkopimca Randuagung. Rabu(24/6/2026)

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tahapan perencanaan guna memastikan sasaran fisik maupun nonfisik TMMD benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan warga.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim bersama rombongan meninjau sejumlah titik yang akan menjadi prioritas pembangunan, sekaligus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyamakan persepsi mengenai teknis pelaksanaan program yang akan dilaksanakan secara terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Letkol Arh Anton Subhandi menyampaikan bahwa TMMD merupakan salah satu program strategis yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh sasaran yang direncanakan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat. TMMD hadir sebagai wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah, khususnya di daerah yang masih membutuhkan peningkatan akses dan fasilitas pendukung,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui pelaksanaan TMMD Ke-129 nantinya diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan desa, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Sementara itu, perwakilan Dinas PUTR Kabupaten Lumajang menyatakan kesiapan untuk mendukung program TMMD melalui pendampingan teknis dan koordinasi lintas sektor agar seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai perencanaan dan standar yang telah ditetapkan.

Kehadiran Forkopimca Randuagung dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk menyukseskan program TMMD sebagai salah satu instrumen percepatan pembangunan daerah yang berbasis gotong royong dan partisipasi masyarakat.

Melalui peninjauan awal ini, diharapkan seluruh tahapan persiapan TMMD Ke-129 TA 2026 dapat berjalan optimal sehingga pelaksanaannya nanti mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Ledok Tempuro dan sekitarnya, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun wilayah menuju Lumajang yang semakin maju dan sejahtera.(Pendim0821)

Polda Jatim Ungkap 3.157 Kasus Narkoba, Sita 85 Kg Sabu dan 60 Ribu Butir Ekstasi


Surabaya , (Onenewsjatim) –
Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) melalui Direktorat Reserse Narkoba bersama jajaran Polres berhasil mengungkap 3.157 kasus tindak pidana narkotika selama periode Januari hingga Juni 2026.

Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 4.061 tersangka berhasil diamankan beserta barang bukti narkotika dan obat keras berbahaya dalam jumlah besar.

Capaian tersebut disampaikan dalam konferensi pers dan pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan kasus narkoba Semester I Tahun 2026 yang digelar di Gedung Press Conference Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (24/6/2026).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa pengungkapan ribuan kasus tersebut merupakan bentuk komitmen Polda Jawa Timur dalam memerangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

"Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polda Jawa Timur dalam memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba demi melindungi masyarakat, khususnya generasi muda serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jawa Timur," ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim, Kombes Pol Muhammad Kurniawan, menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus narkoba tersebut menjadi bagian dari pengabdian Polri dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Menurutnya, selama Semester I Tahun 2026, Ditresnarkoba Polda Jatim dan jajaran berhasil menyita berbagai jenis narkotika dan obat keras berbahaya, di antaranya 85,66 kilogram sabu, 82,44 kilogram ganja, 53 batang tanaman ganja, 60.989 butir ekstasi, 234,99 gram ekstasi bubuk, 22,226 kilogram kokain, 10,38 kilogram ketamin, serta 3.653.382 butir obat keras berbahaya.

"Dari data hasil pengungkapan tersebut, jumlah kasus pada Semester I Tahun 2026 mengalami peningkatan sebesar 4,54 persen dibandingkan Semester I Tahun 2025. Sementara jumlah tersangka juga meningkat sebesar 4,91 persen," ungkap Kombes Pol Muhammad Kurniawan.

Ia menambahkan, berdasarkan jumlah barang bukti yang berhasil diamankan, Polda Jatim memperkirakan telah menyelamatkan sekitar 2,79 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.

"Jumlah tersebut menunjukkan besarnya dampak yang berhasil dicegah melalui upaya pengungkapan yang dilakukan jajaran Ditresnarkoba Polda Jatim dan Polres di seluruh wilayah Jawa Timur," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Polda Jatim juga melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan empat kasus menonjol dengan tiga tersangka. Barang bukti yang dimusnahkan meliputi 33,346 kilogram sabu dan 38,995 kilogram ganja.

Kombes Pol Muhammad Kurniawan menegaskan bahwa tingginya angka pengungkapan kasus menjadi indikator bahwa Jawa Timur masih menjadi salah satu sasaran peredaran narkotika yang melibatkan jaringan lokal maupun internasional.

"Hal ini menjadi perhatian serius bagi kami. Karena itu, upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika akan terus dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui penegakan hukum maupun langkah-langkah pencegahan," tegasnya.

Polda Jawa Timur juga menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum semata. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.

Untuk itu, masyarakat diimbau tidak ragu melaporkan kepada aparat apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar.

Melalui pengungkapan ribuan kasus dan pemusnahan barang bukti tersebut, Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat serta menjaga generasi muda dari ancaman bahaya narkotika yang dapat merusak masa depan bangsa.

Editor: Redaksi

Tanam Selada di Pekarangan, Polsek Padang Ajak Warga Wujudkan Kemandirian Pangan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Jajaran Polsek Padang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia. 

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah mendampingi masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah menjadi area produktif dengan menanam tanaman hortikultura bernilai gizi tinggi, seperti selada, Rabu (24/6/2026).

Kapolsek Padang, Iptu Buriantoro, S.H., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam mendukung sektor pertanian merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat, sekaligus upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga.

"Ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk mendukung penuh Program Asta Cita Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Keberhasilan ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada optimalisasi aset lahan yang dikelola masyarakat secara mandiri," ujar Iptu Buriantoro.

Menurutnya, pemanfaatan pekarangan rumah tidak hanya mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga menjadi solusi untuk meningkatkan kemandirian masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi dan pangan.

Ia menjelaskan, personel Polsek Padang tidak hanya hadir sebagai pendamping, tetapi juga berperan sebagai fasilitator dan motivator bagi warga agar lebih aktif memanfaatkan lahan yang tersedia.

"Kami mendorong masyarakat agar memanfaatkan setiap jengkal lahan pekarangan rumah untuk menanam komoditas bergizi seperti selada. Tujuannya jelas, yakni memastikan ketersediaan pangan sehat yang mandiri bagi keluarga," tuturnya.

Program ini mendapat respons positif dari masyarakat yang mulai menyadari pentingnya mengoptimalkan lahan pekarangan untuk mendukung kebutuhan pangan sehari-hari. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan bercocok tanam juga dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.

Iptu Buriantoro optimistis, gerakan pemanfaatan pekarangan rumah ini dapat berkembang menjadi budaya produktif yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

"Ke depan, kami berharap program ini terus berkembang menjadi budaya mandiri yang berkelanjutan, sehingga setiap keluarga tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan daerah," pungkasnya.


23/06/2026

Perkuat Semangat Gotong Royong, Babinsa Karangbendo Pimpin Kerja Bakti di TPU Dusun Tego



Lumajang, (Onenewsjatim) – Sebagai upaya menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan, Babinsa Desa Karangbendo Koramil 0821-15/Tekung, Sertu Suparli, bersama warga melaksanakan kerja bakti penebangan pohon beringin yang berada di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Tego RT 009 RW 002, Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dusun Tego, Sakur, didampingi Ketua RT setempat serta sejumlah warga yang secara gotong royong membantu proses penebangan dan pembersihan pohon. Pohon beringin yang berukuran cukup besar itu dinilai berpotensi membahayakan lingkungan sekitar karena kondisi batang dan rantingnya yang mulai rapuh.

Di sela kegiatan, Sertu Suparli mengatakan bahwa kerja bakti tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dalam mengantisipasi potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh pohon tua, terutama saat musim hujan dan angin kencang.

"Melalui kegiatan gotong royong ini, kami bersama masyarakat berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Penebangan pohon dilakukan setelah melalui musyawarah warga karena keberadaannya dinilai berisiko membahayakan peziarah maupun warga yang melintas di sekitar TPU," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Tego, Sakur, mengatakan bahwa penebangan pohon beringin di area TPU dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan warga. Menurutnya, kondisi pohon yang sudah tua dan memiliki banyak ranting besar dikhawatirkan dapat membahayakan masyarakat, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.

"Kami bersama warga bersepakat melaksanakan kerja bakti penebangan pohon ini demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Pohon beringin yang sudah cukup tua dikhawatirkan dapat membahayakan peziarah maupun warga yang beraktivitas di sekitar area pemakaman. Dengan adanya kerja bakti ini, kami berharap lingkungan menjadi lebih aman, bersih, dan nyaman untuk digunakan masyarakat," pungkasnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Babinsa Karangbendo yang selalu aktif mendampingi kegiatan kemasyarakatan sehingga mampu meningkatkan semangat gotong royong warga.

Selain melakukan penebangan pohon, warga juga membersihkan ranting dan batang pohon yang telah ditebang agar area pemakaman tetap tertata rapi. Suasana kebersamaan dan gotong royong tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, mencerminkan kuatnya budaya saling membantu di tengah masyarakat. (Pendim0821)

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved