-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

08/07/2026

Jaga Warisan Budaya, Babinsa Kandangan Bersama Warga Bersihkan Situs Selogending


Lumajang, (Onenewsjatim)– Wujud kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya sekaligus mendukung program Pemerintah Desa, Babinsa Kandangan Koramil 0821-03/Senduro, Serda Fransisco Vernandes, bersama Pemerintah Desa Kandangan dan warga melaksanakan kerja bakti membersihkan kawasan cagar budaya Situs Selogending di Dusun Krajan RT 005 RW 001, Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan gotong royong tersebut difokuskan pada pembersihan lingkungan di sekitar kawasan situs guna menciptakan suasana yang bersih, nyaman, dan aman bagi para pengunjung maupun wisatawan yang datang, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Lumajang.

Di sela kegiatan, Serda Fransisco Vernandes mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kerja bakti merupakan bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Desa dalam menjaga kelestarian situs bersejarah sekaligus meningkatkan daya tarik wisata budaya di wilayah binaan.

"Kami selalu siap bersinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam setiap kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan. Melalui kerja bakti ini, kami berharap Situs Selogending tetap terawat sehingga pengunjung merasa nyaman dan aman saat berwisata," ungkap dia.

Ia menambahkan, menjaga kebersihan kawasan cagar budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat gotong royong, kelestarian situs bersejarah dapat terus dipertahankan sebagai aset budaya yang bernilai bagi generasi mendatang.

"Kegiatan ini disamping sebagai mendukung pemerintah desa dalam mewujudkan menjaga situs bersejarah juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan serta pelestarian warisan budaya daerah," pungkasnya.

Melalui sinergi yang terjalin, diharapkan Situs Selogending semakin tertata, memberikan rasa nyaman dan aman bagi setiap pengunjung, serta mampu menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang membanggakan Kabupaten Lumajang. (Pendim0821)

Demplot Pengendalian Hama Monyet di Gucialit, Babinsa Tunjung Perkuat Pendampingan Petani


Lumajang, (Onenewsjatim)- Sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan upaya melindungi hasil pertanian masyarakat, Babinsa Tunjung Koramil 0821-04/Gucialit, Serma Masruri, melaksanakan pendampingan kegiatan Demonstrasi Plot (Demplot) penanggulangan hama monyet yang digelar secara swadaya oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang. Kegiatan tersebut berlangsung di lahan Kelompok Tani (Poktan) Sidomulyo, Dusun Sidomulyo RT 001 RW 002, Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (8/7/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator BPP Kecamatan Gucialit Ferik, Kepala Desa Tunjung H. Sari Rosi, POPT BPP Kecamatan Gucialit Wardi, PPL Desa Tunjung Subechan Yusuf, Ketua Poktan Moh. Rais beserta jajaran pengurus, serta anggota Poktan Sidomulyo yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Dalam kesempatan itu Koordinator POPT Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Waspodo BP, SP, menjelaskan bahwa kegiatan demonstrasi plot dilaksanakan sebagai sarana edukasi sekaligus uji penerapan metode pengendalian hama monyet di lapangan. Harapannya, hasil dari kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan berdampak lebih luas terhadap areal pertanian milik Poktan Sidomulyo maupun wilayah pertanian lainnya.

Pendampingan yang dilakukan merupakan wujud sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan para petani dalam menghadapi gangguan hama monyet yang selama ini menjadi ancaman bagi produktivitas pertanian. Tanaman yang menjadi sasaran serangan hama tersebut meliputi tebu, pisang, dan singkong yang merupakan komoditas utama masyarakat setempat.

Saat dikonfirmasi disela kegiatan, Serma Masruri mengatakan bahwa kehadiran Babinsa bertujuan memberikan dukungan serta motivasi kepada para petani agar terus semangat menjaga produktivitas lahan pertanian melalui langkah-langkah pengendalian hama yang tepat dan berkelanjutan.

"Pendampingan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung petani menghadapi berbagai kendala di lapangan. Melalui kegiatan demplot ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan metode penanggulangan hama monyet yang efektif sehingga hasilnya bisa diterapkan lebih luas oleh kelompok tani lainnya," kata Masruri.

Ia menambahkan, kolaborasi antara Babinsa, Dinas Pertanian, penyuluh, dan kelompok tani menjadi faktor penting dalam menciptakan solusi bersama terhadap persoalan yang dihadapi sektor pertanian, sekaligus menjaga keberlangsungan produksi pangan di wilayah Kecamatan Gucialit.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, diharapkan upaya pengendalian hama monyet dapat semakin efektif sehingga mampu mengurangi potensi kerugian petani, meningkatkan hasil panen, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Lumajang. (Pendim0821)

Pencuri Sapi Beraksi di Ladang, Tiga Pelaku Berhasil Dibekuk Polres Pasuruan


Pasuruan , (Onenewsjatim)– Satreskrim Polres Pasuruan Polda Jatim bersama Unit Reskrim Polsek Nongkojajar berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian dua ekor sapi yang terjadi di Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. 

Dalam pengungkapan tersebut, Tiga orang terduga pelaku berhasil diamankan pada Minggu (5/7/2026) dini hari di lokasi yang berbeda.

Kasus ini bermula dari laporan seorang peternak yang kehilangan Dua ekor sapi miliknya di kandang yang berada di area ladang.

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (2/7/2026) malam dan baru diketahui korban keesokan paginya. 

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp.35 juta. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sapi diduga diangkut menggunakan sebuah mobil pikap berwarna hitam.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Tim Opsnal Unit I Satreskrim Polres Pasuruan bersama Unit Reskrim Polsek Nongkojajar melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan Tiga tersangka berinisial PS, AP, dan H. 

Selain mengamankan para tersangka, Polisi juga mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno menyampaikan bahwa saat ini ketiga tersangka telah diamankan di Mapolres Pasuruan. 

"Penyidik masih terus mendalami peran masing-masing tersangka guna proses hukum lebih lanjut," kata Iptu Joko, Selasa (7/7/2026).

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Polres Pasuruan Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti. (*)

07/07/2026

Cegah Demam Berdarah, Babinsa Citrodiwangsan Bersama Warga Gelar Fogging


Lumajang , (Onenewsjatim)– Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus upaya mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD), Babinsa Kelurahan Citrodiwangsan Koramil 0821-01/Lumajang, Sertu Hari Suyono, melaksanakan pendampingan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui fogging di lingkungan RW 008, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dengan melibatkan unsur kelurahan, pengurus lingkungan, petugas kesehatan, serta masyarakat setempat sebagai bentuk sinergi dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari ancaman penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Saat dikonfirmasi Sertu Hari Suyono mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bagian dari komitmen TNI AD melalui aparat kewilayahan dalam mendukung setiap program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan masyarakat.

"Fogging menjadi salah satu langkah pengendalian populasi nyamuk dewasa. Namun, keberhasilannya harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk rutin melaksanakan gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Dengan demikian, pencegahan DBD dapat dilakukan secara berkelanjutan," kata dia.

Sementara itu, Lurah Citrodiwangsan, Wisnu Nur Rochman, S.STP., M.A.P., mengatakan bahwa kegiatan fogging merupakan salah satu langkah cepat untuk menekan penyebaran nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD), namun efektivitasnya harus didukung dengan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Fogging bertujuan untuk membasmi nyamuk dewasa yang berpotensi menjadi media penularan DBD. Namun, upaya ini tidak akan maksimal apabila tidak diimbangi dengan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin. Karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, serta melakukan langkah-langkah pencegahan lainnya," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua RW 008, M. Yamin. Ia menuturkan bahwa antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan fogging menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Babinsa dan pemerintah kelurahan, yang selalu hadir mendampingi warga. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga lingkungan kami tetap sehat dan terbebas dari ancaman DBD," pungkasnya.

Melalui pendampingan tersebut, Babinsa tidak hanya berperan dalam mendukung kelancaran kegiatan fogging, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar menjadikan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai budaya sehari-hari. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (Pendim0821)

Tradisi Sedekah Desa Dawuhan Lor Jadi Ajang Syukur, TNI Pererat Kemanunggalan dengan Rakyat


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Komitmen TNI dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus mempererat kemanunggalan dengan rakyat kembali diwujudkan melalui kehadiran Bati Tuud Koramil 0821-02/Sukodono, Peltu Kilooh E.B., pada kegiatan Tasyakuran dan Doa Bersama Sedekah Desa Dawuhan Lor yang digelar di Balai Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin malam (6/7/2026).

Kegiatan Sedekah Desa yang rutin diselenggarakan setiap tanggal 17 Muharram atau bertepatan dengan bulan Asyura tersebut merupakan tradisi turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat, keselamatan, dan rezeki yang diberikan kepada masyarakat Desa Dawuhan Lor.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Lumajang Eka Tri Oktavia, S.Pd., Camat Sukodono, Koramil Sukodono Kepala Desa Dawuhan Lor beserta perangkat desa, Ketua dan anggota BPD, seluruh Ketua RT dan RW se-Desa Dawuhan Lor, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Suasana khidmat menyelimuti jalannya acara yang diisi dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan doa bersama. Doa dipanjatkan untuk mengenang jasa para leluhur desa sekaligus memohon agar seluruh masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan rezeki, serta dijauhkan dari segala bentuk musibah dan bencana.

Saat dikonfirmasi, Peltu Kilooh E.B. yang mewakili Danramil 0821-02/Sukodono, menyampaikan bahwa kehadiran TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi lokal yang mengandung nilai religius, gotong royong, dan persatuan masyarakat.

"Sedekah desa bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi, meningkatkan rasa syukur, serta mempererat persatuan seluruh elemen masyarakat. Koramil akan selalu hadir mendukung setiap kegiatan positif yang mampu menjaga kerukunan dan memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat," ungkap dia.

Kepala Desa Dawuhan Lor, Andy Rohman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh unsur Forkopimka, tokoh masyarakat, dan warga yang telah bersama-sama menjaga tradisi warisan leluhur tersebut.

"Sedekah Desa merupakan identitas budaya masyarakat Dawuhan Lor yang terus kami lestarikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus penghormatan kepada para leluhur yang telah membangun desa ini. Kami berharap melalui doa bersama ini, seluruh masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, kehidupan yang berkah, serta desa kami dijauhkan dari segala musibah," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan pelestarian budaya lokal terus terjaga sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang rukun, religius, dan harmonis di tengah masyarakat menjadi bukti nyata komitmen untuk terus mendukung setiap kegiatan yang memperkuat persatuan serta menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa. (Pendim0821)

59 Destana Terbentuk di Lumajang, Desa Darungan Jadi Garda Terdepan Mitigasi Bencana


Lumajang, (DOC)– Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. Salah satunya melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.

Program tersebut menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana, terutama banjir akibat luapan sungai yang kerap terjadi saat musim penghujan. Selain itu, posisi Desa Darungan yang berjarak sekitar lima kilometer dari garis pantai juga menjadikannya memiliki potensi terdampak bencana tsunami.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Timur, Deni Kiki Melia Tamara, mengatakan pembentukan Destana bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengenali risiko bencana sejak dini dan mengetahui langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi.

"Tujuan dibentuknya Destana adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga mereka memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana sekaligus mampu berperan aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana di lingkungannya," ujar Deni, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, dalam proses pembentukan Destana, masyarakat juga dibekali berbagai kegiatan pendukung, mulai dari penyusunan jalur evakuasi, penentuan titik kumpul, hingga pendataan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas agar penanganan saat kondisi darurat dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Hingga saat ini, BPBD Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah daerah telah membentuk 59 Desa/Kelurahan Tangguh Bencana di Kabupaten Lumajang. Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan menghadapi ancaman bencana secara mandiri.

Sementara itu, Kepala Desa Darungan, Eko Nur Hadi, menyambut baik penetapan desanya sebagai Destana. Ia menilai program tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan bersama.

Menurut Eko, selama ini warga Desa Darungan sudah cukup akrab dengan ancaman banjir ketika debit sungai meningkat saat musim hujan. Dengan adanya pembinaan dari BPBD, masyarakat diharapkan lebih memahami langkah-langkah penyelamatan diri dan mampu bertindak cepat apabila terjadi kondisi darurat.

"Kami berharap pembentukan Desa Tangguh Bencana ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap mitigasi bencana dan selalu siap menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi," ungkap Eko.

06/07/2026

Jaga Ketahanan Pangan, Babinsa Bulukubung Pimpin Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi


Lumajang, (Onenewsjatim)– Sebagai wujud kepedulian terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah binaan, Babinsa Kalisemut Koramil 0821-20/Padang, Serda Hendrik, turut membantu masyarakat melaksanakan kerja bakti pembersihan saluran irigasi di Dusun Bulukubung RT 006 RW 003, Desa Kalisemut, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/7/2026).

Kegiatan gotong royong tersebut difokuskan pada pembersihan saluran irigasi dari endapan lumpur, rumput liar, dan sampah yang berpotensi menghambat aliran air menuju lahan pertanian warga. Dengan saluran yang bersih, distribusi air diharapkan kembali lancar sehingga mampu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian secara optimal.

Serda Hendrik mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

"Ketersediaan air merupakan faktor penting dalam keberhasilan pertanian. Karena itu, kami bersama masyarakat bergotong royong membersihkan saluran irigasi agar aliran air menuju ladang tetap lancar. Harapannya, kebutuhan air bagi tanaman dapat terpenuhi sehingga hasil panen masyarakat semakin meningkat," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Bulukubung, Ajis Nawawi, mengatakan bahwa perawatan saluran irigasi harus dilakukan secara berkala agar fungsi pengairan tetap optimal dan mampu memenuhi kebutuhan lahan pertanian masyarakat.

"Saluran irigasi merupakan infrastruktur vital bagi para petani. Karena itu, pembersihan dan perawatannya harus dilakukan secara rutin agar tidak terjadi penyumbatan akibat rumput, lumpur, maupun sampah. Dengan aliran air yang lancar, kebutuhan pengairan tanaman dapat terpenuhi dengan baik sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga. Kami juga mengapresiasi kehadiran Babinsa yang selalu aktif mendampingi dan memotivasi masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dalam merawat fasilitas pertanian bersama," ungkapnya.

Melalui sinergi antara Babinsa dan masyarakat, kegiatan kerja bakti tersebut tidak hanya menciptakan saluran irigasi yang bersih dan berfungsi optimal, tetapi juga mempererat kebersamaan serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga infrastruktur pertanian sebagai penunjang ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Padang. (Pendim0821)

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved