-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

27/07/2026

DPRD Lumajang Sahkan P-APBD 2026, Defisit Rp 371,6 Miliar Ditutup dari SILPA, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas


Lumajang, (Onenewsjatim) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lumajang resmi mengesahkan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna yang digelar, Senin (27/7/2026).

Dalam postur anggaran yang telah disetujui, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 1.980.435.365.636,77, sedangkan belanja daerah mencapai Rp 2.352.107.699.272, sehingga terjadi defisit anggaran sebesar Rp 371,6 miliar. 

Meski demikian, DPRD memastikan defisit tersebut telah ditutup melalui skema pembiayaan netto yang bersumber dari akumulasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA).

Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lumajang, Arif Wijayanto, mengatakan perubahan APBD 2026 menunjukkan adanya penurunan pendapatan daerah dibanding APBD murni.

"Pendapatan daerah pada APBD murni sebesar Rp 1.981.746.109.460,91, kemudian setelah perubahan menjadi Rp 1.980.435.365.636,77," kata Arif saat membacakan laporan Banggar dalam rapat paripurna.

Menurut Arif, penurunan tersebut dipicu turunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 7 miliar. PAD yang sebelumnya diproyeksikan sekitar Rp 497 miliar, setelah perubahan menjadi sekitar Rp 490,8 miliar.

Ia menjelaskan, komponen PAD terdiri atas hasil pajak daerah sebesar Rp 194,1 miliar, retribusi daerah Rp 284,1 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 6,7 miliar, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 5,8 miliar.

Di sisi lain, pendapatan transfer justru mengalami kenaikan dari Rp 1,484 triliun menjadi Rp 1,489 triliun. Pendapatan tersebut terdiri atas transfer pemerintah pusat sebesar Rp 1,378 triliun dan transfer antar daerah sebesar Rp 111,2 miliar.

Sementara itu, belanja daerah mengalami peningkatan cukup signifikan, dari semula Rp 2,106 triliun pada APBD murni menjadi Rp 2,352 triliun dalam perubahan anggaran.

Arif merinci, belanja operasi meningkat menjadi Rp 1,734 triliun yang meliputi belanja pegawai sebesar Rp 796,9 miliar, belanja barang dan jasa Rp 815,8 miliar, belanja hibah Rp 112,1 miliar, serta belanja bantuan sosial Rp 9,59 miliar.

Belanja modal juga melonjak dari Rp 76,8 miliar menjadi Rp 212,1 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan antara lain untuk belanja tanah Rp 6,1 miliar, alat dan mesin Rp 60,3 miliar, gedung dan bangunan Rp 32,3 miliar, jalan, irigasi, dan jaringan Rp 100,2 miliar, aset tetap lainnya Rp 10,8 miliar, serta aset lainnya Rp 2,1 miliar.

Selain itu, belanja transfer meningkat menjadi Rp 394 miliar yang terdiri atas belanja bagi hasil Rp 23,4 miliar dan bantuan keuangan Rp 371 miliar.

Menanggapi pengesahan tersebut, Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan seluruh tahapan pembahasan telah dilakukan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Banggar DPRD hingga memperoleh dukungan dari seluruh fraksi.

"Pembahasan sudah dilakukan bersama TAPD, kemudian dilanjutkan dengan pandangan fraksi dan semuanya mendukung, terutama untuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan," ujar Indah.

Ia menambahkan, rancangan P-APBD yang telah disetujui DPRD selanjutnya akan dikirim kepada Gubernur Jawa Timur untuk dievaluasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Indah juga meminta Dinas Pekerjaan Umum segera mempersiapkan proses lelang dini agar pelaksanaan proyek fisik tidak terlambat.

"Saya sudah meminta Dinas PU melakukan lelang dini supaya waktunya cukup. Semua fraksi memiliki semangat yang sama dengan pemerintah daerah, yakni mempercepat pembangunan infrastruktur," katanya.

Menurut Indah, persetujuan P-APBD tidak hanya menjadi pemenuhan tahapan administrasi pengelolaan keuangan daerah, tetapi juga menjadi momentum mempercepat realisasi program pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Persetujuan Perubahan APBD ini bukan sekadar agenda administratif, tetapi menjadi energi baru untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Lumajang. Saya mengapresiasi sinergi DPRD bersama Pemerintah Kabupaten sehingga seluruh proses pembahasan berjalan baik dan menghasilkan keputusan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lumajang Oktafiani menegaskan sebagian besar tambahan anggaran dalam Perubahan APBD 2026 diarahkan untuk menjawab kebutuhan paling mendesak masyarakat, terutama perbaikan infrastruktur jalan.

"Uang rakyat pada P-APBD ini paling banyak diperuntukkan bagi perbaikan infrastruktur jalan karena itu yang paling mendesak dan dibutuhkan masyarakat Lumajang saat ini. Harapannya dampak PAK ini bisa langsung dirasakan," ujar Oktafiani.

Ia menambahkan, defisit anggaran sebesar Rp 371,6 miliar telah dipastikan aman karena seluruhnya ditutup menggunakan akumulasi SILPA APBD Kabupaten Lumajang, sehingga tidak mengganggu keberlanjutan program pembangunan maupun stabilitas keuangan daerah.



Sinergi Babinsa dan Kades Grobogan Jaga Kamtibmas Lewat Patroli Malam


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan Babinsa Grobogan Pos Koramil 0821-05/Kedungjajang Serma Jianto dengan melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) sekaligus patroli malam bersama Kepala Desa Grobogan Edy Susanto di Dusun Krajan, Desa Grobogan, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (26/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata Babinsa dalam memantau perkembangan situasi keamanan di wilayah binaan sekaligus mempererat sinergi dengan pemerintah desa. Dalam pelaksanaannya, Serma Jianto bersama Kades Grobogan menyambangi sejumlah titik dan berinteraksi dengan warga untuk mengetahui kondisi lingkungan secara langsung.

Melalui pendekatan yang humanis, Babinsa mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan. Warga juga diimbau untuk menjaga komunikasi dan segera menyampaikan kepada aparat apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

Serma Jianto menyampaikan bahwa patroli malam tidak hanya bertujuan untuk memantau situasi wilayah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kedekatan antara aparat kewilayahan, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Patroli bersama ini merupakan upaya untuk memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif. Dengan hadir langsung di tengah masyarakat, kita bisa mengetahui kondisi lingkungan sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan warga,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Grobogan, Edy Susanto, menyampaikan yang dilakukan dirinya bersama Babinsa dalam menjaga keamanan wilayah. Menurutnya, keterlibatan aparat kewilayahan bersama pemerintah desa dapat memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan.

“Kami sangat mendukung kegiatan patroli seperti ini. Pemerintah desa bersama Babinsa dan masyarakat harus terus bersinergi agar keamanan dan kenyamanan lingkungan tetap terjaga. Kami juga mengajak seluruh warga untuk peduli dan bersama-sama menjaga kondusivitas Desa Grobogan,” pungkasnya.

Kegiatan patroli malam tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta kondusif. Kehadiran Babinsa bersama Kades di tengah masyarakat juga menjadi wujud kepedulian terhadap keamanan sekaligus mempererat hubungan dengan warga di wilayah binaan. (Pendim0821)

Patroli Malam Humanis, Babinsa Bodang Sapa Warga dan Pantau Keamanan Wilayah


Lumajang , (Onenewsjatim)-
Upaya menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah terus dilakukan Babinsa Bodang Koramil 0821-20/Padang Serda Lukman Subki dengan melaksanakan patroli malam sekaligus menyambangi Poskamling dan menyapa warga di Dusun Kayu Gedang RT 004 RW 005, Desa Bodang, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (26/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam memantau perkembangan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah binaannya. Dengan menyambangi Poskamling, Serda Lukman Subki tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga membangun komunikasi secara langsung dengan warga yang tengah melaksanakan ronda malam.

Dalam suasana yang santai dan penuh keakraban, Babinsa menyapa warga serta berdialog terkait kondisi keamanan lingkungan. Pendekatan tersebut menjadi sarana untuk menggali informasi sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Serda Lukman Subki menyampaikan bahwa patroli malam dan sambang Poskamling merupakan bentuk kepedulian Babinsa terhadap keamanan wilayah binaan.

“Melalui patroli malam dan menyapa warga secara langsung, kami dapat mengetahui perkembangan situasi di lingkungan sekaligus mempererat komunikasi dengan masyarakat. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh warga,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Kayu Gedang, Mohammad Irawan, mengapresiasi kehadiran Babinsa yang menyempatkan diri menyambangi warga saat kegiatan ronda malam.

Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan serta menjaga komunikasi dengan aparat kewilayahan.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang mau menyapa dan berdialog langsung dengan warga. Hal ini membuat masyarakat merasa diperhatikan dan semakin termotivasi untuk bersama-sama menjaga keamanan serta kenyamanan lingkungan,” ungkapnya.

Melalui patroli malam yang dikemas secara humanis tersebut, diharapkan hubungan antara Babinsa dan masyarakat semakin erat. Kehadiran TNI di tengah warga juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan Desa Bodang yang aman, nyaman, dan kondusif. (Pendim0821)

Karhutla Gunung Ringgit Probolinggo Mulai Terkendali, Lahan 4,5 Hektare Terdampak


Probolinggo, (Onenewsjatim)
– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Gunung Ringgit, Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, mulai terkendali. 

Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, seluruh titik api sudah tidak lagi terlihat meski petugas masih terus melakukan pengawasan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kebakaran susulan.

Pemantauan dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Probolinggo bersama BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, Pemerintah Desa Sapikerep dan masyarakat setempat pada Minggu (26/7/2026) malam. 

Kegiatan pemantauan dipusatkan di Dusun II Kedampul, Desa Sapikerep, yang menjadi salah satu lokasi strategis untuk mengamati kondisi kawasan Gunung Ringgit.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga pukul 21.30 WIB, petugas tidak lagi menemukan titik api di area yang sebelumnya terbakar.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemantauan bersama, pada pukul 21.30 WIB titik api sudah tidak terpantau. Kondisi ini menunjukkan kebakaran mulai terkendali. Namun demikian, kami tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru,” ujar Oemar, Senin (27/7/2026).

Menurut Oemar, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 4,5 hektare. Vegetasi yang terbakar didominasi oleh rumput kering, semak belukar serta pepohonan yang mudah terbakar akibat kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung.

“Kondisi vegetasi yang kering akibat minimnya curah hujan membuat api lebih mudah menyebar. Karena itu, meskipun secara visual api sudah tidak terlihat, kami tetap meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

BPBD Kabupaten Probolinggo belum menghentikan pengawasan di lokasi kebakaran. Tim gabungan masih disiagakan untuk memantau kemungkinan adanya bara api yang masih tersisa di bawah permukaan maupun perubahan arah angin yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Pemantauan tetap kami lakukan secara berkala. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi benar-benar aman serta mencegah terjadinya kebakaran susulan di kawasan Gunung Ringgit,” jelasnya.

Hasil pemantauan lanjutan pada Senin pagi menunjukkan situasi yang semakin membaik. Tidak ditemukan lagi kepulan asap yang keluar dari area bekas kebakaran sehingga kondisi dinilai relatif aman.

Meski demikian, BPBD tetap mempertahankan status siaga pemantauan mengingat wilayah pegunungan dengan vegetasi kering memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran selama musim kemarau

Oemar mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla sejak awal kejadian. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam mendukung proses pemantauan dan pengendalian kebakaran.

“Sinergi antara BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, pemerintah desa dan masyarakat sangat membantu dalam memastikan perkembangan kebakaran dapat dipantau dengan cepat sehingga langkah antisipasi bisa segera dilakukan apabila muncul titik api baru,” tuturnya.

Di sisi lain, BPBD mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Cuaca panas, tingkat kelembapan yang rendah serta angin kencang dinilai masih berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” tegas Oemar.

BPBD Kabupaten Probolinggo memastikan pemantauan di kawasan Gunung Ringgit akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman dan tidak lagi terdapat potensi kebakaran. 

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi untuk melindungi kawasan hutan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Kecamatan Sukapura selama musim kemarau 2026. (Tim) 

Mantan Polisi Lumajang Berstatus DPO, Diduga Gelapkan Mobil Daihatsu Xenia


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Resor (Polres) Lumajang membenarkan bahwa mantan anggotanya yang berinisial DK, telah berstatus sebagai daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus dugaan penipuan.

DK diketahui merupakan anggota Polri yang sebelumnya dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akibat pelanggaran disiplin.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan bahwa DK, yang diketahui bernama Dian Kurdianto (46), telah ditetapkan sebagai buronan sejak akhir tahun 2025.

Saat ini, penyidik masih terus melakukan upaya pencarian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

"Iya benar, DK yang dikenakan sanksi PTDH juga berstatus sebagai buronan dalam kasus dugaan penipuan. Status DPO yang bersangkutan sudah ditetapkan sejak akhir tahun 2025," ujar Ipda Suprapto saat dikonfirmasi di Mapolres Lumajang, Senin (27/7/2026).

Suprapto menjelaskan, perkara yang menjerat DK berkaitan dengan dugaan penipuan terhadap sebuah mobil Daihatsu Xenia bernomor polisi N 1908 YC milik korban berinisial WLH.

Menurut hasil penyelidikan, kendaraan tersebut diduga telah digadaikan oleh DK tanpa sepengetahuan maupun persetujuan pemiliknya, sehingga korban mengalami kerugian dan melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.

"Mobil milik korban tersebut diduga telah digadaikan oleh DK. Kasus ini masih terus kami tangani dan yang bersangkutan masih dalam proses pencarian," kata Suprapto.

Sebelumnya, DK telah dijatuhi sanksi PTDH melalui sidang kode etik profesi Polri setelah terbukti melakukan pelanggaran disiplin berupa tidak masuk dinas selama 30 hari kerja berturut-turut tanpa alasan yang sah.

Sebelum diberhentikan, DK bertugas di Satuan Samapta Bhayangkara (Sat Samapta) Polres Lumajang dengan pangkat terakhir Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu).

Dengan keputusan PTDH tersebut, DK resmi tidak lagi menjadi anggota Polri.

"Saat ini yang bersangkutan sudah dikenakan sanksi PTDH dan tidak lagi bertugas di Polres Lumajang," tegas Suprapto.

Polres Lumajang mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Dian Kurdianto agar segera melaporkannya kepada kantor kepolisian terdekat.

Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu proses penangkapan sehingga perkara dugaan penipuan tersebut dapat segera diselesaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap DK untuk mempertanggungjawabkan dugaan tindak pidana yang disangkakan kepadanya.

26/07/2026

Bukan Sekadar Pamer Kostum, Menpar Sebut JFC Adalah Kekuatan 'Soft Power' Indonesia



Jember, (Onenewsjatim)
– Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang dinilai berhasil membuktikan bahwa kreativitas daerah mampu menjadi kekuatan untuk membangun identitas bangsa, menggerakkan perekonomian, sekaligus membawa nama Indonesia ke panggung dunia.

Apresiasi tersebut disampaikan Widiyanti saat menghadiri Grand Carnival JFC 2026 di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (26/7/2026).

Menurut Widiyanti, JFC bukan sekadar pertunjukan busana, tetapi menjadi simbol lahirnya ide besar yang mampu memperkenalkan budaya Indonesia melalui kreativitas.

"Hari ini kita tidak hanya berkumpul untuk menyaksikan sebuah karnaval. Kita merayakan sebuah gagasan besar bahwa kreativitas adalah kekuatan yang mampu membangun identitas, menggerakkan perekonomian, dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia," ujar Widiyanti.

Ia menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Jember, Yayasan Jember Fashion Carnaval, serta seluruh pihak yang telah menjaga keberlangsungan JFC selama lebih dari dua dekade.

Widiyanti menilai kesuksesan JFC membuktikan bahwa karya berkelas dunia tidak harus lahir dari kota-kota besar. Menurutnya, visi almarhum Dynand Fariz berhasil mengubah jalanan Jember menjadi panggung internasional yang memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.

Saat ini, JFC telah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) dan beberapa kali masuk dalam daftar Top 10 KEN Kementerian Pariwisata. Bahkan pada 2017, Presiden Republik Indonesia menetapkan Jember sebagai Kota Karnaval Dunia.

Dalam sambutannya, Widiyanti mengatakan setiap kostum yang ditampilkan peserta JFC bukan hanya karya seni, melainkan representasi sejarah, budaya, dan identitas bangsa yang dikemas secara kreatif.

"Yang sedang melintas bukan hanya kostum-kostum yang memukau, tetapi kisah Indonesia. Ada jejak peradaban, kearifan lokal, warisan budaya, dan identitas bangsa yang diterjemahkan menjadi karya kreatif kelas dunia," katanya.

Ia juga menyoroti kiprah JFC yang telah tampil di berbagai ajang internasional, seperti di London, New York, Seoul, Seychelles, Prancis, hingga sejumlah agenda dunia, termasuk G20 Indonesia dan ASEAN Summit. Selain itu, karya JFC turut mengantarkan Indonesia meraih penghargaan Best National Costume dalam berbagai kompetisi kecantikan internasional.

Menurut Widiyanti, pencapaian tersebut menunjukkan kekuatan soft power Indonesia melalui budaya dan kreativitas yang mampu menarik perhatian masyarakat dunia.

Di sisi lain, JFC juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pada penyelenggaraan tahun 2025, JFC berhasil menarik lebih dari satu juta pengunjung selama tiga hari pelaksanaan, termasuk wisatawan mancanegara dari Jepang, Singapura, dan Australia.

"Dunia mungkin datang ke Jember untuk menyaksikan sebuah karnaval, tetapi mereka pulang dengan membawa cerita tentang Indonesia," ujar Widiyanti.

Menutup sambutannya, Menteri Pariwisata berharap JFC terus melahirkan karya-karya kreatif yang mampu menginspirasi daerah lain sekaligus memperkuat citra Indonesia di mata dunia.(mam) 




Modus Lidi Berperekat Terbongkar, Pencuri Kotak Amal Masjid Diamankan Polisi


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Jajaran Polres Lamongan melalui Polsek Karanggeneng berhasil mengungkap kasus pencurian uang kotak amal di sebuah masjid di Dusun Ngembet, Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. 

Seorang pria berinisial YS (42), warga Kecamatan Sukomulyo, diamankan karena diduga menjadi pelaku pencurian dengan modus memancing uang menggunakan lidi yang diberi perekat.

Tersangka ditangkap pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 14.20 WIB setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aksi pencurian di lokasi tersebut.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, mengatakan informasi dari warga langsung ditindaklanjuti oleh Kapolsek Karanggeneng Iptu Sofian Ali bersama anggotanya dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku.

"Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial YS yang diduga melakukan pencurian uang kotak amal di salah satu masjid di wilayah Kecamatan Karanggeneng," kata Ipda Hamzaid dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga mengambil uang di dalam kotak amal menggunakan alat sederhana berupa lidi sapu yang ujungnya diberi perekat atau pulut sehingga uang dapat ditarik keluar melalui celah kotak amal.

Menurut Hamzaid, tersangka bukan kali pertama berhadapan dengan hukum. Dari hasil pemeriksaan diketahui YS merupakan residivis dalam kasus pencurian kotak amal maupun pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

"Hasil pemeriksaan menunjukkan tersangka merupakan residivis kasus pencurian kotak amal dan juga pernah terlibat tindak pidana pencurian kendaraan bermotor," ujarnya.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu buah lidi patah yang terdapat perekat, uang tunai hasil dugaan pencurian sebesar Rp394.000 yang terdiri atas 17 lembar pecahan Rp20.000, satu lembar pecahan Rp50.000, dan dua lembar pecahan Rp2.000. 

Polisi juga menyita satu unit sepeda motor yang diduga digunakan pelaku saat beraksi.

Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Karanggeneng untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, YS dijerat dengan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).



Pemerintah

Iklan

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved