Lumajang (Onenewsjatim) – Ketersediaan daging sapi dan ayam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri 2026 di Kabupaten Lumajang dipastikan dalam kondisi aman. Meskipun terjadi peningkatan permintaan, stok daging masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, drh. Endra Novianto, mengatakan bahwa hingga saat ini pasokan daging di Lumajang tidak mengalami kekurangan.
“Untuk ketersediaan daging sapi maupun daging ayam di Kabupaten Lumajang saat ini masih aman. Bahkan sapi dari Lumajang banyak yang dijual ke luar daerah,” ujar Endra.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat Lumajang tetap menjadi prioritas sehingga stok daging untuk konsumsi lokal dipastikan tetap tersedia menjelang hari raya.
Endra menjelaskan, peningkatan permintaan daging biasanya mulai terjadi sekitar H-10 hingga H-7 sebelum Idul Fitri. Hal tersebut merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap tahun.
“Biasanya memang sudah mulai ada peningkatan permintaan sekitar H-10 sampai H-7. Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan insyaallah kebutuhan masyarakat Lumajang tetap aman,” katanya.
Ia menambahkan, pada momen hari raya Idul Fitri jumlah pemotongan hewan juga mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah pemotongan bisa meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa.
“Pada saat Idul Fitri biasanya pemotongan hewan meningkat karena masyarakat membutuhkan daging untuk berbagai kegiatan seperti syukuran atau kebutuhan lainnya,” jelasnya.
Selain memastikan ketersediaan stok, DKPP Lumajang juga fokus pada pengawasan keamanan pangan. Pemerintah menyiapkan sarana, prasarana, serta petugas di Rumah Potong Hewan (RPH) guna memastikan daging yang beredar aman dikonsumsi.
“Kami memastikan proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, baik sebelum pemotongan (ante mortem) maupun setelah pemotongan (post mortem), sehingga daging yang dihasilkan memenuhi standar ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal,” ujarnya.
Pengawasan juga dilakukan secara berkala di pasar maupun kios daging untuk mengantisipasi adanya daging yang tidak layak konsumsi, seperti daging busuk atau daging belonggongan.
“Selama ini dari hasil survei di lapangan, kami belum menemukan adanya daging yang mencurigakan,” tambah Endra.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak khawatir dalam membeli daging menjelang Lebaran. Masyarakat disarankan membeli daging di kios langganan atau di pasar tradisional yang terpercaya.
“Silakan masyarakat membeli daging di kios langganan, terutama yang ada di pasar tradisional. Pilih daging yang berkualitas karena daging yang dipotong di rumah potong hewan sudah melalui serangkaian pemeriksaan,” pungkasnya. (Imam)









FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram