-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

17/06/2026

Sepanjang 2025, Disdukcapil Lumajang Terbitkan 76.664 KTP-el untuk Warga

 



Lumajang – Kebutuhan layanan administrasi kependudukan di Kabupaten Lumajang terus menunjukkan tren tinggi. Sepanjang tahun 2025, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lumajang mencatat telah menerbitkan sebanyak 76.664 keping Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Lumajang, Yonatan Kobba, SE, mengatakan tingginya jumlah pencetakan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pembuatan KTP bagi pemula hingga penggantian akibat perubahan data dan kehilangan dokumen.

"Total pencetakan KTP-el selama tahun 2025 mencapai 76.664 keping. Jumlah itu terdiri dari 18.200 KTP pemula, 14.303 penggantian karena rusak atau perubahan data, dan 14.161 penggantian akibat kehilangan," ujar Yonatan saat dikonfirmasi, Selasa (17/6/2026).

Menurutnya, kebutuhan pencetakan KTP-el masih terus berlangsung pada tahun 2026. Hingga akhir Mei, Disdukcapil Lumajang telah mencetak 27.838 keping KTP-el.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.516 keping diperuntukkan bagi wajib KTP pemula. Sementara 16.293 keping dicetak untuk penggantian akibat perubahan data maupun kerusakan, dan 5.029 keping untuk penggantian karena kehilangan.

Yonatan menjelaskan, tingginya permohonan penggantian KTP menunjukkan bahwa mobilitas dan perubahan administrasi kependudukan masyarakat cukup dinamis.

Perubahan pekerjaan, perpindahan domisili, hingga penyesuaian wilayah administratif menjadi alasan utama masyarakat mengajukan pencetakan ulang dokumen identitas.

"Permohonan penggantian masih mendominasi. Banyak warga yang melakukan pembaruan data karena perubahan status pekerjaan, alamat, maupun penyesuaian wilayah administrasi," jelasnya.

Di sisi lain, tingginya volume pencetakan juga berdampak pada kebutuhan sarana pendukung pelayanan. Disdukcapil harus memastikan ketersediaan tinta khusus dan film pencetak agar proses pelayanan tidak terhambat.

Yonatan mengungkapkan, satu paket tinta hanya mampu digunakan untuk mencetak sekitar 500 keping KTP-el. Dalam satu tahun, kebutuhan anggaran untuk pengadaan tinta dan film pencetak mencapai lebih dari Rp800 juta.

"Anggaran terbesar memang untuk kebutuhan operasional pencetakan seperti tinta dan film. Nilainya lebih dari Rp800 juta per tahun," katanya.

Meski blanko KTP-el disediakan secara gratis oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah tetap harus menanggung biaya pengambilan blanko tersebut.

Setiap pengambilan blanko membutuhkan biaya perjalanan sekitar Rp3,5 juta dan dilakukan rata-rata dua kali setiap bulan, tergantung ketersediaan stok dari pemerintah pusat.

"Blanko tidak dibeli karena diberikan pusat. Namun biaya pengambilan dan operasional pencetakan tetap menjadi tanggung jawab daerah," imbuhnya.

Kendati menghadapi tantangan tersebut, Disdukcapil Lumajang memastikan seluruh layanan administrasi kependudukan tetap diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Bahkan, melalui program pelayanan cepat, pencetakan KTP-el dapat diselesaikan dalam waktu satu hari selama persyaratan lengkap dan tidak terdapat gangguan pada sistem pelayanan.

"Kami berupaya mempertahankan pelayanan satu hari selesai. Jika berkas lengkap dan sistem normal, KTP bisa langsung dicetak pada hari yang sama," tegas Yonatan.

Selain pelayanan pencetakan, Disdukcapil juga terus menggenjot capaian perekaman data penduduk wajib KTP. Hingga akhir tahun 2025, tingkat perekaman di Kabupaten Lumajang telah mencapai 99,02 persen.

Dari total 866.043 penduduk wajib KTP, sebanyak 857.518 jiwa telah melakukan perekaman. Sementara 8.525 jiwa lainnya masih menjadi sasaran percepatan layanan.

Untuk menuntaskan target tersebut, Disdukcapil rutin menjalankan program jemput bola ke sekolah-sekolah dan pondok pesantren guna memudahkan perekaman bagi pemula yang telah memenuhi syarat usia.

"Kami terus mendatangi sekolah dan pondok pesantren agar seluruh warga yang sudah wajib KTP dapat segera melakukan perekaman dan memiliki identitas kependudukan," pungkasnya.

Editor: Imam Fatoni

16/06/2026

Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, Babinsa Amankan Pawai Ta'aruf TPQ se-Dawuhan Lor


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam rangka memberikan rasa aman dan memastikan kegiatan masyarakat berjalan tertib, Babinsa Dawuhan Lor Koramil 0821-02/Sukodono, Serma Heri Lesmono, melaksanakan pengamanan kegiatan Pawai Ta'aruf dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah yang diselenggarakan oleh Remaja Masjid Baiturrohman Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin malam (15/6/2026).

Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Pawai diikuti oleh seluruh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) se-Desa Dawuhan Lor yang berjumlah enam TPQ. Para peserta berjalan kaki sambil membawa atribut dan lantunan syiar Islam sebagai bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus menyambut datangnya tahun baru Hijriah.

Rute pawai menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer dengan melewati sepanjang Jalan Dieng. Kegiatan dimulai dan berakhir di halaman Masjid Baiturrohman sebagai titik start dan finish. Sebelum peserta diberangkatkan, Ketua Takmir Masjid Baiturrohman Desa Dawuhan Lor, Ustadz Achmad Mathori, secara resmi melepas rombongan pawai.

Dalam pelaksanaan pengamanan, Serma Heri Lesmono bersama unsur terkait melakukan pengaturan jalur dan pemantauan sepanjang rute pawai guna memastikan arus lalu lintas tetap lancar serta menjaga keselamatan seluruh peserta yang mayoritas terdiri dari anak-anak dan remaja.

Serma Heri Lesmono mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan masyarakat.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan aman. Selain itu, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Achmad Mathori menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam kegiatan tersebut, yang menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang kondusif selama kegiatan berlangsung.

Pawai Ta'aruf menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H tersebut berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat. Kegiatan itu tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga memperkuat kebersamaan antar warga serta menanamkan nilai-nilai religius kepada generasi muda di Desa Dawuhan Lor. (Pendim0821)

Patroli Malam Babinsa Labruk Lor Perkuat Kamtibmas dan Kedekatan dengan Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Babinsa Labruk Lor Koramil 0821-01/Lumajang, Serka Darsono, melaksanakan kegiatan patroli wilayah sekaligus menyapa warga di Dusun Laban RT 001 RW 004, Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin malam (15/6/2026).

Kegiatan patroli malam tersebut dilakukan sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial yang rutin dilaksanakan oleh aparat kewilayahan guna memastikan kondisi lingkungan masyarakat tetap aman dan nyaman. Selain memantau situasi wilayah, Serka Darsono juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi langsung dengan warga yang masih beraktivitas di malam hari.

Dalam suasana yang penuh keakraban, Serka Darsono menyampaikan pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama. Ia mengajak warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sekitar serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.

Menurutnya, patroli malam tidak hanya bertujuan untuk memantau situasi wilayah, tetapi juga menjadi sarana komunikasi sosial yang efektif antara Babinsa dan masyarakat. Dengan adanya komunikasi yang baik, berbagai informasi maupun permasalahan yang berkembang di lingkungan warga dapat diketahui lebih dini sehingga dapat segera dicarikan solusi bersama.

“Melalui patroli dan sapa warga ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat merasa aman serta semakin dekat dengan aparat kewilayahan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa tenang sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar dia.

Warga Dusun Laban menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka mengaku senang dan merasa diperhatikan dengan kehadiran Babinsa yang secara rutin turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi wilayah sekaligus menjalin silaturahmi dengan masyarakat.

Kegiatan patroli malam dan sapa warga tersebut juga menjadi wujud nyata komitmen Koramil 0821-01/Lumajang dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. Dengan kebersamaan antara aparat dan masyarakat, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat diminimalkan serta semangat gotong royong dalam menjaga wilayah terus terpelihara. (Pendim0821)

Ribuan Warga Berdesakan Rebut Gunungan Berkah pada Grebeg Satu Suro di Hutan Bambu Sumbermujur


Lumajang ,(Onenewsjatim)–
Ribuan warga memadati kawasan wisata Hutan Bambu, Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, dalam perayaan tradisi Grebeg Satu Suro yang digelar untuk menyambut 1 Muharram 1447 Hijriah atau Satu Suro dalam penanggalan Jawa, Selasa (16/6/2026).

Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai daerah telah berkumpul di lokasi untuk menyaksikan rangkaian tradisi adat yang telah berlangsung turun-temurun selama puluhan tahun tersebut. 

Puncak acara ditandai dengan perebutan puluhan gunungan hasil bumi yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian yang melimpah.

Prosesi diawali dengan arak-arakan kepala lembu yang diusung berkeliling desa. Arak-arakan tersebut diiringi puluhan gunungan berisi berbagai hasil pertanian warga seperti kangkung, kol, wortel, kentang, buah-buahan, dan sayuran lainnya. 

Ratusan penari tradisional turut memeriahkan jalannya kirab budaya yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat dan wisatawan.

Setibanya di kawasan wisata Hutan Bambu, kepala lembu terlebih dahulu dibawa menuju punden untuk didoakan oleh tokoh adat dan masyarakat setempat. 

Setelah prosesi doa selesai, kepala lembu kemudian dikuburkan sebagai bagian dari tradisi Pendem Sirah Lembu yang menjadi warisan budaya masyarakat Desa Sumbermujur.

Suasana semakin meriah saat panitia mempersilakan warga berebut 27 gunungan hasil bumi yang telah disiapkan. Dalam hitungan menit, seluruh gunungan ludes diserbu masyarakat yang telah menunggu sejak pagi.

Di lapangan, antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Aksi saling dorong hingga lempar-lemparan buah dan sayuran sempat terjadi saat warga berusaha mendapatkan hasil bumi yang diyakini membawa keberkahan.

Salah satu warga, Nur Rahayu, mengaku senang dapat mengikuti tradisi tersebut dan berhasil membawa pulang sebagian hasil bumi dari gunungan.

"Acara ini cukup bagus, tadi waktu rebutan gunungan saya dapat sayuran. Rencananya mau saya masak di rumah," ujarnya.

Hal senada disampaikan Arini, warga lainnya yang datang bersama keluarganya. Ia mengaku rela berdesakan demi mendapatkan hasil bumi yang telah didoakan dalam prosesi adat tersebut.

"Senang, dapat kangkung, kol, wortel, sama kentang. Kan sudah didoain di sini tadi, katanya berkah kalau dimasak di rumah," katanya.

Pantauan di lokasi, banyak warga datang dengan membawa kantong kresek, karung hingga baskom untuk menampung hasil bumi yang berhasil mereka peroleh. 

Masyarakat meyakini hasil bumi yang telah diarak dan didoakan tersebut akan membawa keberkahan bagi keluarga apabila dibawa pulang dan dikonsumsi bersama.

Sementara itu, Kepala Desa Sumbermujur, Yayuk Sri Rahayu, mengatakan tradisi Grebeg Satu Suro merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas melimpahnya hasil pertanian serta ketersediaan sumber air yang menjadi penopang kehidupan warga.

"Tradisi ini rutin kami selenggarakan setiap tahun, harapannya agar Desa Sumbermujur menjadi desa yang aman, gemah ripah loh jinawi, debit airnya melimpah, dan tanahnya tetap subur," ujar Yayuk.

15/06/2026

Meriah! Gunungan 6.000 Tempe Wedok Jadi Rebutan Warga di Malam 1 Muharam


Lumajang (Onenewsjatim)
– Suasana malam peringatan 1 Muharam 1448 Hijriah di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, berlangsung meriah, Senin (15/6/2026). 

Ribuan warga memadati jalan desa untuk menyaksikan kirab gunungan tempe wedok, kuliner khas setempat yang menjadi ikon desa tersebut.

Sebanyak 6.000 potong tempe wedok disusun membentuk gunungan menyerupai tugu dan diarak keliling kampung dalam tradisi baru yang digagas warga RW 01 Labruk Kidul sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Islam.

Kirab dimulai dari kawasan RW 01, melintasi jalan raya desa, sebelum kembali ke titik awal. 

Sepanjang perjalanan, ribuan warga tumpah ruah di tepi jalan untuk menyaksikan arak-arakan sekaligus menunggu prosesi grebeg tempe wedok yang menjadi puncak acara.

Gunungan tempe wedok dilepas langsung oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati. Kehadiran orang nomor satu di Lumajang itu disambut antusias masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Setelah kirab selesai, gunungan tempe wedok langsung menjadi rebutan warga. Dalam hitungan menit, ribuan tempe yang disusun rapi tersebut habis dibagikan kepada masyarakat.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengaku bangga dengan keberadaan sentra perajin tempe wedok yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan Desa Labruk Kidul.

"Di sini memang tempatnya para pengrajin tempe. Tempenya asli dari kedelai dan rasanya sangat enak. Sampai ke mana-mana saya sering membawa tempe wedok ini, termasuk ke Surabaya dan beberapa daerah lainnya," kata Indah.

Menurutnya, tempe wedok memiliki ciri khas yang tidak dimiliki produk tempe lain. Selain ukurannya yang kecil, tempe tersebut dibungkus menggunakan pelepah pisang sehingga menghasilkan rasa dan aroma yang khas.

"Tempe ini kecil, kemudian dibungkus dengan pelepah pisang. Karena dibungkus dan tertutup itulah masyarakat menyebutnya tempe wedok," ujarnya.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu juga mengapresiasi semangat para perajin yang selama ini mampu mengembangkan usaha secara mandiri tanpa banyak bergantung pada bantuan pemerintah.

Ia berharap tempe wedok dapat terus berkembang menjadi produk unggulan daerah sekaligus menjadi sumber penggerak ekonomi masyarakat.

"Saya ingin tempe ini semakin dikenal sebagai makanan sehat karena kandungan proteinnya tinggi. Bahkan tadi disampaikan bahwa produk ini sudah masuk ke dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini luar biasa. Artinya pertumbuhan ekonomi rakyat bisa didorong melalui program-program yang menyentuh langsung masyarakat," tuturnya.

Lebih lanjut, Pemkab Lumajang berencana menjadikan kirab tempe wedok sebagai agenda tahunan setiap peringatan 1 Muharam.

"Kami ingin ini menjadi event tahunan Kampung Tempe Wedok. Selain melestarikan tradisi, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi produk unggulan dan oleh-oleh khas Lumajang," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Labruk Kidul Agus Irianto mengatakan tradisi kirab tempe wedok lahir dari semangat gotong royong masyarakat dan para pelaku usaha yang selama ini mengembangkan usaha secara turun-temurun.

"Ini murni kerja mandiri warga. Sejak awal usaha tempe wedok berkembang sampai sekarang, para pengrajin tidak pernah mengeluh dan terus berusaha secara mandiri," kata Agus.

Menurutnya, 6.000 tempe wedok yang diarak merupakan hasil produksi bersama dari 18 kelompok masyarakat yang tergabung dalam kelompok pengrajin tempe di Desa Labruk Kidul.

"Tempe yang diarak malam ini berjumlah 6.000 buah. Semuanya dibuat bersama oleh 18 kelompok yang ada di desa," ujarnya.

Agus menjelaskan, salah satu keunikan tempe wedok terletak pada bahan pembungkusnya yang menggunakan pelepah pisang kutuk. Jenis pelepah tersebut dipercaya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas dan cita rasa tempe.


"Tempe wedok harus dibungkus menggunakan pelepah pisang kutuk. Kalau menggunakan jenis lain hasilnya tidak sama. Karena itu kami juga mendorong masyarakat untuk tetap menanam pohon pisang aga

r bahan bakunya tetap tersedia," Pungkasnya 

Gotong Royong Tak Surut, TNI Bersama Warga Percantik Jembatan Perintis Garuda


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kali Asem, Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. 

Memasuki tahap akhir penyelesaian, Babinsa Karanganom Koramil 0821-17/Pasrujambe, Sertu Bejo Utomo, bersama warga dan para pekerja melanjutkan pengerjaan pengecatan pagar jembatan, Senin (15/6/2026).

Kegiatan pengecatan pagar tersebut merupakan bagian dari tahap finishing yang bertujuan tidak hanya memperindah tampilan jembatan, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap material besi dari pengaruh cuaca dan risiko korosi sehingga usia pakai jembatan menjadi lebih panjang.

Di lokasi pekerjaan, tampak Babinsa bersama warga dan pekerja saling bahu-membahu menyelesaikan setiap bagian pagar dengan penuh ketelitian. Semangat gotong royong yang terjalin menjadi cerminan kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur pedesaan.


Dalam kesempatan itu, Sertu Bejo Utomo mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembangunan jembatan merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan.


“Kami akan terus mendampingi hingga pembangunan selesai. Jembatan ini diharapkan menjadi sarana penghubung yang aman, nyaman, dan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang mobilitas dan kegiatan perekonomian,” ungkap dia.


Sementara itu di tempat terpisah, Danramil 0821-17/Pasrujambe Kapten Arm Ony Ariyanto, S.H., menerangkan bahwa progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda hingga tanggal 14 Juni 2026 telah mencapai 93,46 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan jembatan kini semakin mendekati tahap penyelesaian dan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.


“Dengan progres yang telah mencapai lebih dari 93 persen, saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian tahap akhir agar jembatan dapat segera difungsikan. Kami berharap keberadaan Jembatan Perintis Garuda nantinya mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.


Pembangunan Jembatan Perintis Garuda sendiri menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar akses transportasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan warga melalui konektivitas yang semakin baik.


Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, penyelesaian Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti bahwa pembangunan yang melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat akan menghasilkan manfaat yang berkelanjutan bagi kemajuan desa. (Pendim0821)

Peduli Kesehatan Mata, Kodim 0821 Lumajang Gandeng LMI Gelar Skrining Katarak


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Kodim 0821/Lumajang melaksanakan kegiatan Skrining dan sosialisasi katarak yang dilakukan oleh Polkes 05.09.02 Lumajang bekerjasama dengan Lentera Mata Indah (LMI), bertempat di Gedung Kartika Yonif 527/BY Lumajang, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sebanyak 95 warga mengikuti pemeriksaan dan konsultasi kesehatan mata sebagai bagian dari upaya deteksi dini gangguan penglihatan, khususnya penyakit katarak.

Pasi Ter Kodim 0821/Lumajang, Kapten Inf Sri Hariyanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan mata.

“Kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan katarak ini bertujuan membantu masyarakat mengenali gangguan kesehatan mata sejak dini, sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesehatan mata memiliki peran penting dalam menunjang kualitas hidup masyarakat, sehingga edukasi dan pemeriksaan kesehatan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan mata secara rutin agar dapat mencegah risiko gangguan penglihatan yang lebih serius,” tambahnya.

Selain sosialisasi, masyarakat juga mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan mata dan konsultasi langsung dari tenaga medis yang bertugas. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme sebagai bentuk sinergi TNI dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Lumajang. (Pendim 0821).

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved