-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

25/08/2026

Bukit Sentong TNBTS Terbakar, Api Melalap Sekitar 1 Hektare Lahan


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kali ini, kebakaran terjadi di area Bukit Sentong, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Selasa (25/8/2026).

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Luas area yang terdampak sementara diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan, api telah berhasil dikendalikan setelah dilakukan penanganan secara cepat oleh tim gabungan.

“Benar, dan api sudah bisa dikendalikan,” kata Isnugroho.

Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas masih melakukan proses pendinginan di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan mencegah munculnya kembali titik api.

“Hingga sore ini tim gabungan masih melakukan pendinginan,” ujarnya.

Penanganan karhutla melibatkan BPBD Lumajang, Polsek Senduro, Koramil Senduro, Perhutani, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), serta masyarakat sekitar.

Isnugroho menegaskan, kondisi api yang telah terkendali tidak berarti kewaspadaan dapat dihentikan. Kawasan yang baru terbakar tetap perlu dipantau karena bara yang tersisa dapat kembali menjadi sumber api.

Karena itu, masyarakat di sekitar kawasan hutan diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi lingkungan kering.

Masyarakat juga diingatkan untuk memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang serta tidak menyalakan api sembarangan di kawasan hutan.

“Perokok agar memastikan membuang puntung rokok dalam kondisi padam, dan hal-hal lain yang bisa memicu terjadinya kebakaran,” kata Isnugroho.

Selain melakukan pencegahan, masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat asap, bara, maupun indikasi munculnya titik api.

Pelaporan secara cepat dinilai penting agar petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum api meluas dan berdampak lebih besar terhadap kawasan hutan.

Karhutla di kawasan TNBTS menjadi perhatian karena selain mengancam vegetasi dan ekosistem hutan, kebakaran juga dapat mengganggu kualitas lingkungan serta aktivitas masyarakat di sekitar kawasan.

Penanganan karhutla pun tidak hanya bergantung pada respons petugas ketika api muncul. Upaya pencegahan dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting untuk menekan potensi kebakaran sejak dini.

Kolaborasi antara BPBD, aparat keamanan, pengelola kawasan TNBTS, Perhutani, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap kawasan hutan, khususnya di tengah kondisi yang rawan terjadi kebakaran.

Dengan api di Bukit Sentong yang telah berhasil dikendalikan, petugas kini fokus memastikan proses pendinginan berjalan optimal sehingga tidak muncul kembali titik api di kawasan tersebut.

Babinsa Senduro Bantu Padamkan Kebakaran Hutan di Kawasan TNBTS


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kebakaran hutan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Blok Sotong, Dusun Sidodadi, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Selasa (25/8/2026).

Merespons kejadian tersebut, Babinsa Koramil 0821/03 Senduro Kodim 0821/Lumajang, Serda Zainal Arifin, turun langsung membantu proses pemadaman bersama unsur terkait.

Kebakaran terjadi di wilayah Seksi Wilayah III Resort Ranupani. Kondisi kemarau panjang yang menyebabkan vegetasi dan ranting kering diduga menjadi salah satu faktor yang memudahkan api muncul dan berkembang.

Serda Zainal Arifin mengatakan, setelah mendapatkan informasi mengenai kebakaran, dirinya segera berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api.

“Kami bersama unsur terkait langsung melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api agar tidak meluas ke kawasan hutan lainnya. Kondisi vegetasi yang kering membuat api harus segera ditangani,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan kebakaran hutan membutuhkan kerja sama seluruh pihak, terutama dalam kondisi musim kemarau yang membuat kawasan hutan lebih rentan terbakar.

Babinsa juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati selama musim kemarau. Jangan melakukan pembakaran sembarangan dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api di kawasan hutan,” katanya.

Sementara itu, keterlibatan Babinsa dalam penanganan kebakaran tersebut merupakan bagian dari upaya membantu pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah binaan.

Selain mempercepat penanganan di lapangan, sinergi antara TNI, petugas TNBTS, masyarakat dan unsur terkait diharapkan mampu mencegah kebakaran meluas serta meminimalkan dampak terhadap ekosistem kawasan TNBTS.

Kawasan Ranupani sendiri merupakan bagian penting dari ekosistem TNBTS. Karena itu, kewaspadaan dan respons cepat terhadap setiap potensi kebakaran menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di kawasan tersebut. (Pendim 0821)

Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Klampokarum Monitor Pengeboran Sumur Irigasi


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Dalam rangka mendukung kelancaran sektor pertanian dan ketersediaan air bagi lahan pertanian, Babinsa Klampokarum Koramil 0821-15/Tekung Serka Wawan Efendi melaksanakan pendampingan monitoring pengeboran sumur untuk irigasi lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Harapan Makmur I, Desa Klampokarum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Babinsa terhadap kebutuhan petani, khususnya dalam upaya menyediakan sumber air yang dapat menunjang kegiatan pertanian. 

Pengeboran sumur diharapkan mampu memberikan tambahan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan, terutama dalam mendukung keberlangsungan budidaya tanaman yang dilakukan para anggota kelompok tani.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Wawan Efendi melakukan monitoring secara langsung terhadap proses pengeboran, sekaligus berkoordinasi dengan petani dan pihak terkait untuk memastikan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar. 

Kehadiran Babinsa juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi serta kedekatan dengan masyarakat di wilayah binaannya.

Serka Wawan Efendi menyampaikan bahwa pendampingan kepada petani merupakan salah satu bentuk dukungan Babinsa dalam membantu meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah binaan. 

Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan kegiatan pertanian, sehingga pembangunan sumber air untuk irigasi perlu mendapat perhatian bersama.

“Kami terus berupaya mendampingi dan memantau kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan petani. Dengan adanya sumber air untuk irigasi, diharapkan kebutuhan pengairan lahan dapat lebih terjamin sehingga kegiatan pertanian masyarakat dapat berjalan secara optimal,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua Poktan Harapan Makmur I, Mistu, menyampaikan bahwa pengeboran sumur untuk irigasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlangsungan usaha pertanian para anggota kelompok. 

Menurutnya, keberadaan sumber air yang memadai akan membantu petani menjaga ketersediaan pengairan lahan, sehingga tidak terlalu bergantung pada kondisi musim maupun sumber air lainnya.

“Kami berharap sumur ini nantinya bisa menjadi sumber pengairan yang bermanfaat dalam jangka panjang. Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, petani dapat lebih mudah mengatur pola tanam, menjaga produktivitas lahan, dan meningkatkan hasil pertanian secara berkelanjutan. Tentunya ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani dan perekonomian keluarga,” pungkasnya.

Melalui pendampingan tersebut, diharapkan ketersediaan sumber air untuk pertanian di wilayah Klampokarum semakin baik, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah. (Pendim0821)

Antisipasi Lahar Semeru, Tanggul Curah Lengkong dan Dua Check Dam Supiturang Dibangun


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemerintah terus memperkuat upaya mitigasi bencana di kawasan rawan erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur pengendali aliran material vulkanik di sejumlah titik rawan.

Pembangunan tersebut dilakukan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), berupa tanggul pengaman di kawasan Curah Lengkong serta dua unit check dam di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan keberadaan infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana di kawasan sekitar Gunung Semeru.

“Pembangunan tanggul pengaman di Curah Lengkong serta dua unit check dam di Desa Supiturang telah berdiri,” kata Isnugroho, Senin (24/8/2026).

Menurut Isnugroho, langkah pemerintah pusat melalui BBWS tersebut menunjukkan komitmen memperkuat perlindungan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan rawan bencana.

“Pemerintah pusat melalui BBWS bergerak proaktif memperkuat infrastruktur mitigasi bencana di kawasan rawan letusan Gunung Semeru,” ujarnya.

Infrastruktur pengendali aliran tersebut diharapkan dapat membantu menahan dan memperlambat aliran material vulkanik dari kawasan hulu. Keberadaannya juga dinilai penting untuk mengantisipasi potensi lahar hujan, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan Gunung Semeru.

Isnugroho menjelaskan, pembangunan infrastruktur fisik merupakan salah satu bagian dari mitigasi bencana yang harus berjalan beriringan dengan kesiapsiagaan masyarakat dan pemantauan kondisi gunung api.

“Dengan adanya infrastruktur tersebut, aliran material vulkanik diharapkan dapat lebih terkendali sehingga potensi dampaknya terhadap kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat dapat ditekan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan infrastruktur mitigasi tidak hanya ditujukan untuk menghadapi potensi bencana dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari strategi membangun ketangguhan wilayah secara berkelanjutan.

Menurutnya, perlindungan masyarakat di kawasan rawan bencana membutuhkan sinergi antara pembangunan fisik, kesiapsiagaan warga, sistem peringatan dini, serta koordinasi lintas sektor.

“Mitigasi bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi dipersiapkan jauh sebelumnya melalui penguatan infrastruktur, kesiapsiagaan masyarakat, serta koordinasi lintas sektor,” tegas Isnugroho.

Dengan pembangunan tanggul dan check dam tersebut, pemerintah berharap risiko dampak aliran material vulkanik terhadap masyarakat dapat ditekan. Upaya tersebut sekaligus memperkuat kesiapan Kabupaten Lumajang dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Semeru.

“Dengan langkah mitigasi yang terintegrasi ini, Lumajang kini jauh lebih tangguh dalam menghadapi potensi amukan alam,” pungkasnya.

Libur Maulid Nabi, KAI Daop 9 Jember Catat 107.686 Penumpang


Jember, (Onenewsjatim)
– Mobilitas masyarakat menggunakan transportasi kereta api meningkat selama libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat sebanyak 107.686 penumpang telah menggunakan layanan kereta api selama lima hari, mulai Jumat (21/8/2026) hingga Selasa (25/8/2026).

Peningkatan aktivitas penumpang terlihat di sejumlah stasiun, terutama pada Selasa (25/8), yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pada hari tersebut, KAI Daop 9 Jember melayani sebanyak 21.106 penumpang. Jumlah itu masih berpotensi bertambah hingga seluruh perjalanan kereta api pada hari tersebut selesai beroperasi.

Tiga stasiun dengan aktivitas penumpang tertinggi pada Selasa (25/8) yakni Stasiun Jember dengan 6.194 penumpang, Stasiun Banyuwangi Kota sebanyak 3.502 penumpang, dan Stasiun Ketapang sebanyak 2.525 penumpang.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur Maulid Nabi menunjukkan kereta api masih menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan.

“Selama periode libur Maulid Nabi Muhammad SAW, mobilitas masyarakat menggunakan kereta api cukup tinggi. Dari Jumat hingga Selasa, 21 sampai 25 Agustus 2026, kami melayani 107.686 penumpang,” kata Cahyo, Selasa (25/8/2026).

“Khusus pada Selasa (25/8), tercatat sebanyak 21.106 penumpang yang kami layani dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah hingga akhir operasional perjalanan kereta api hari ini,” imbuhnya.

Menurut Cahyo, tingginya jumlah penumpang tersebut tersebar pada berbagai layanan kereta api, baik kereta api pelayanan publik atau PSO maupun kereta api komersial.

Untuk layanan KA PSO, KA Probowangi menjadi salah satu kereta api yang banyak digunakan masyarakat dengan jumlah penumpang mencapai 5.551 orang selama periode tersebut.

Sementara pada layanan KA komersial, KA Sangkuriang tercatat melayani sebanyak 2.471 penumpang.

“Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki beragam pilihan perjalanan dengan kereta api sesuai kebutuhan dan tujuan masing-masing. Kami terus memastikan seluruh layanan berjalan dengan baik, sehingga pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan lancar,” jelas Cahyo.

Mengantisipasi tingginya mobilitas penumpang, KAI Daop 9 Jember juga menyiagakan petugas di berbagai titik pelayanan, khususnya di stasiun dengan volume penumpang tinggi.

Pengaturan arus pelanggan dilakukan untuk memastikan proses keberangkatan maupun kedatangan kereta api tetap berlangsung aman dan tertib.

KAI mengimbau calon penumpang memperhatikan jadwal keberangkatan dan datang lebih awal ke stasiun. Penumpang juga diminta memastikan tiket serta identitas yang digunakan telah sesuai.

Selain itu, pelanggan diimbau untuk selalu mengikuti arahan petugas selama berada di area stasiun maupun saat melakukan perjalanan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan selama libur Maulid Nabi kepada kereta api. Kami juga mengimbau pelanggan untuk selalu menjaga ketertiban dan keselamatan, serta mengikuti arahan petugas agar perjalanan bersama KAI tetap aman, nyaman, dan menyenangkan,” pungkas Cahyo.

L

24/08/2026

Karnaval Serentak di Lumajang 29 Agustus, Satlantas Siapkan Skema Buka-Tutup dan Jalur Alternatif


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akan menggelar karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang diperkirakan menarik perhatian ribuan masyarakat tersebut berpotensi berdampak terhadap arus lalu lintas. 

Satlantas Polres Lumajang pun menyiapkan sejumlah skema pengaturan dan rekayasa lalu lintas, terutama di lokasi karnaval yang menggunakan jalur nasional dan provinsi.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Lumajang, Ipda Suheri, mengatakan terdapat sejumlah titik yang perlu mendapat perhatian khusus karena rute karnaval melintasi jalan dengan tingkat mobilitas kendaraan cukup tinggi.

“Untuk karnaval yang menggunakan jalan nasional ada di Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, dan Desa Jarit, Kecamatan Candipuro. Kami sudah menyiapkan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di lokasi tersebut,” kata Suheri, Senin (24/8/2026).

Di Desa Labruk Lor, menurut dia, arus lalu lintas tidak akan ditutup total. Petugas akan menerapkan sistem buka-tutup untuk memberikan kesempatan kepada peserta karnaval melintas sekaligus menjaga kendaraan masyarakat tetap dapat bergerak.

Peserta karnaval juga diminta tidak melakukan atraksi di badan jalan nasional. Atraksi akan dilakukan di halaman GM Plaza sehingga tidak mengganggu pengguna jalan.

“Peserta tidak boleh melakukan atraksi di jalan raya. Atraksinya dilakukan di halaman GM Plaza. Setelah itu peserta melanjutkan perjalanan sampai finis dan keluar kembali,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan di Labruk Lor, masyarakat juga dapat menggunakan sejumlah jalur alternatif, di antaranya melalui arah Mojosari, Serbet, maupun jalur Desa Grati menuju wilayah selatan.

Sementara di Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Satlantas menyiapkan jalur alternatif melalui Desa Bagu menuju Pantai Bambang. Kendaraan dari arah tersebut dapat menuju Sepang, kemudian masuk ke Jalan Lintas Selatan (JLS) dan berbelok ke arah Jarit.

“Jalur alternatif di Jarit bisa dilalui kendaraan besar. Jadi kami lakukan pengalihan dan rekayasa lalu lintas di sana,” jelas Suheri.

Adapun karnaval di Desa Tukum, Kecamatan Tekung, yang menggunakan jalan provinsi, akan menerapkan pola serupa dengan Labruk Lor. Arus lalu lintas tetap dibuka dan diberlakukan buka-tutup ketika peserta melintas.

“Di Tukum tidak ada penutupan total. Jalan masih bisa digunakan untuk kendaraan roda dua maupun roda empat karena memang tidak ada jalur alternatif,” katanya.

Menurut Suheri, dampak terhadap lalu lintas di lokasi-lokasi tersebut lebih banyak bersifat lokal. Namun, petugas tetap disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat mengikuti arahan petugas. Untuk peserta, yang paling penting tidak melakukan atraksi di badan jalan karena jalan tetap harus digunakan bersama oleh masyarakat,” tegasnya

Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota

Karnaval di wilayah Kota Lumajang juga menjadi perhatian karena rute yang diterima sementara dari Dinas Perhubungan melintasi sejumlah ruas jalan utama.

Rute tersebut direncanakan dimulai dari Alun-Alun Lumajang, kemudian menuju BNI, Jalan Sutoyo, Jalan Diponegoro, Jalan Hariyono, Jalan KH Gozali, dan berakhir di kawasan Adipura.

Suheri mengatakan pihaknya masih menunggu pemberitahuan resmi mengenai kepastian rute tersebut. Meski demikian, skema pengaturan lalu lintas telah dipersiapkan apabila rute tersebut ditetapkan.

“Kalau jalurnya seperti itu, di Simpang Tiga Hotel Lumajang kendaraan dari arah utara akan diarahkan ke kanan. Kemudian di Simpang Empat Yos Sudarso akan diarahkan ke Jalan Panjaitan,” tuturnya.

Satlantas juga mengantisipasi peningkatan arus kendaraan dari luar Lumajang yang bertepatan dengan pelaksanaan sejumlah karnaval di wilayah Kabupaten Jember.

Karnaval di Jember dijadwalkan berlangsung di beberapa wilayah, antara lain Kecamatan Jombang, Ambulu, dan Wuluhan. Kondisi tersebut diperkirakan membuat jalur selatan mengalami peningkatan kepadatan.

Karena itu, kendaraan dari arah Surabaya yang menuju Lumajang akan diarahkan menggunakan jalur utara melalui Jatiroto. Pengaturan tersebut juga dikoordinasikan dengan jajaran Polres Jember.

“Untuk truk semen yang melintas dari arah selatan, kami bekerja sama dengan Polres Jember agar diarahkan melalui jalur utara, lewat Jatiroto. Kendaraan dari arah Surabaya menuju Lumajang juga diarahkan melalui Jatiroto,” kata Suheri.

Selain tiga lokasi tersebut, karnaval juga dijadwalkan berlangsung di sejumlah wilayah lain, yakni Lumajang Kota, Desa Purwosono Kecamatan Sumbersuko, Desa Senduro Kecamatan Senduro, Desa Gucialit Kecamatan Gucialit, serta Desa Sumberjo Kecamatan Sukodono. (Imam)





Persit Kodim 0821 Ikuti Parenting Hybrid, Tekankan Pentingnya Keharmonisan Keluarga


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXXV Kodim 0821/Lumajang, Ny. Anita Anton, menghadiri kegiatan parenting hybrid bagi keluarga besar Kodam V/Brawijaya yang dilaksanakan secara daring dari Ruang Data Kodim 0821/Lumajang, Senin (24/8/2026).

Kegiatan parenting tersebut menghadirkan narasumber dr. Aisah Dahlan, CM.NLP., CCHt., CI, dengan mengusung tema “Penguatan Hubungan Suami-Istri dan Sinergi Pola Asuh dalam Membentuk Kepribadian Anak yang Berakhlak, Cerdas, dan Mandiri.”

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga di lingkungan keluarga besar TNI AD. Melalui pembekalan parenting, para peserta diajak memahami bahwa pembentukan karakter anak tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan antara suami dan istri serta pola komunikasi dan pengasuhan di dalam keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir secara virtual jajaran persit kodim 0821 yang berpusat di aula koramil 0821/18 pasirian dan persit 0821/07 randuagung dengan jumlah peserta 200 orang. jajaran Persit tersebut menunjukkan perhatian terhadap pentingnya pembangunan keluarga sebagai salah satu fondasi dalam mendukung keberhasilan tugas prajurit.

Materi yang disampaikan dr. Aisah Dahlan memberikan perspektif bahwa hubungan suami-istri yang harmonis memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat secara emosional. 

Keteladanan, komunikasi yang baik, serta keselarasan orang tua dalam menerapkan pola asuh menjadi modal penting dalam membentuk anak yang memiliki akhlak baik, kecerdasan, rasa percaya diri, sekaligus kemandirian.

Bagi keluarga besar TNI, penguatan tersebut memiliki nilai strategis. Kehidupan keluarga yang harmonis dapat menjadi sumber kekuatan moral dan psikologis bagi prajurit dalam menjalankan tugas dan pengabdian. Sebaliknya, pola pengasuhan yang positif diharapkan mampu melahirkan generasi penerus yang tangguh, berkarakter, dan memiliki nilai-nilai luhur.

Melalui kegiatan tersebut, Persit KCK Cabang XXXV Kodim 0821/Lumajang terus mendorong terwujudnya keluarga yang harmonis, tangguh, dan berkualitas sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung tugas pokok prajurit serta menyiapkan generasi penerus yang berakhlak, cerdas, dan mandiri.(Pendim0821)

Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved