-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

01/09/2026

Emak-emak Laporkan Dugaan Arisan Bodong di Lumajang, Kerugian Belasan Juta Rupiah


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Sejumlah perempuan mendatangi Mapolres Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026). Mereka mengadukan dugaan penipuan berkedok arisan yang disebut menyebabkan sejumlah anggota mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.

Para korban tiba di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lumajang sekitar pukul 14.30 WIB

Mereka mengaku mengikuti arisan yang dikoordinatori perempuan berinisial H, warga Kecamatan Kedungjajang, Lumajang.

Salah satu peserta, Indah, mengatakan arisan tersebut telah berjalan sejak 2020 dan diikuti sekitar 68 anggota. Setiap peserta diwajibkan membayar iuran Rp 200.000 setiap bulan.

Menurut Indah, arisan tersebut memiliki dua skema, yakni uang dan barang. Namun, selama sekitar empat bulan terakhir, pengundian disebut tidak lagi dilakukan.

Padahal, sejumlah nama peserta disebut telah keluar dalam undian dan seharusnya menerima uang arisan.

"Sudah sekitar empat bulan arisan tidak dikopyok. Terus banyak lot yang sudah keluar, tapi uangnya tidak dikasihkan," kata Indah saat ditemui di Mapolres Lumajang, Selasa.

Indah mengatakan pengundian terakhir dilakukan pada Mei 2026. Namun, uang arisan untuk sejumlah anggota yang namanya telah keluar dalam undian hingga kini belum diterima.

"Ada sembilan orang yang namanya keluar saat undian arisan, tetapi uang tersebut tidak diberikan oleh bandar arisan sampai sekarang," ujarnya.

Dia menyebut masih terdapat sekitar lima anggota yang belum mendapatkan haknya.

Kondisi tersebut membuat para peserta mencari keberadaan koordinator arisan. Mereka menduga koordinator tersebut telah meninggalkan rumah.

"Sementara yang masih ada di lot sekitar lima orang. Dugaan penipuan ini sudah gempar di kalangan anggota dan orangnya (koordinator arisan) lari dan hilang," kata Indah.

Setor Rp 200.000 per Bulan

Indah menjelaskan, setiap anggota membayar iuran Rp 200.000 setiap bulan. Besaran uang yang diterima peserta ketika mendapatkan giliran berbeda-beda, tergantung jenis arisan.

"Ada arisan barang, ada uang. Jadi setiap bulan bayar arisan Rp 200 ribu. Untuk mendapatkan arisan Rp 13,6 juta dan ada yang dapat Rp 15 juta," jelasnya.

Indah mengaku telah menyetorkan uang sekitar Rp 12,4 juta selama mengikuti arisan.

Namanya, kata dia, sudah keluar dalam undian. Namun, uang yang menjadi haknya belum diterima.

"Saya belum dapat, tapi nama saya sudah keluar (dalam undian), katanya sudah lama. Tapi saya tidak menerima uangnya sampai sekarang," katanya.

"Harusnya saya dapat Rp 13,6 juta. Tapi uang saya yang sudah masuk (di arisan) itu Rp 12,4 juta," imbuhnya.

Menurut Indah, arisan tersebut seharusnya telah berakhir pada Agustus 2026. Namun, hingga kini masih terdapat anggota yang mengaku belum menerima haknya.

Datangi Rumah Koordinator

Para peserta sebelumnya juga sempat mendatangi rumah koordinator arisan untuk meminta penjelasan.

Namun, mereka mengaku tidak menemukan koordinator tersebut di rumah.

Upaya komunikasi melalui aplikasi WhatsApp juga disebut tidak membuahkan hasil. Indah mengatakan koordinator justru merespons dengan kemarahan ketika dihubungi.

"Kalau di WA itu orangnya marah-marah, katanya tidak usah banyak bantah," ungkapnya.

Indah menyebut sekitar delapan korban datang ke Mapolres Lumajang untuk mengadukan persoalan tersebut.

Nilai kerugian yang dialami masing-masing peserta berbeda-beda.

Polisi Minta Bukti Dilengkapi

Kasubsi Humas Polres Lumajang IPDA Suprapto membenarkan adanya sejumlah peserta arisan yang datang ke SPKT untuk mengadukan dugaan penipuan.

Namun, polisi menyebut bukti yang dibawa para pelapor masih belum lengkap.

Karena itu, para korban diminta melengkapi dokumen dan bukti yang berkaitan dengan dugaan penipuan tersebut sebelum laporan diproses lebih lanjut.

"Kalau bukti-bukti itu sudah terkumpul, silakan kembali ke SPKT Polres Lumajang," kata IPDA Suprapto.


Karhutla TNBTS Mereda, Babinsa Argosari Pastikan Empat Titik Rawan Bebas Api



Lumajang, (Onenewsjatim)-paya pencegahan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan jajaran Kodim 0821/Lumajang. Babinsa Desa Argosari Koramil 0821/03 Senduro, Sertu Edi Kuswanto, melaksanakan pemantauan kondisi kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Resort Senduro, khususnya di wilayah Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Senin (31/8/2026).

Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan tidak adanya titik api maupun potensi munculnya kembali kebakaran di sejumlah lokasi yang sebelumnya menjadi perhatian. Adapun titik yang dipantau meliputi Blok Ledok Bedor, Pusung Jantur, Pusung Tengah, dan Pusung Dowo.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi seluruh titik tersebut terpantau aman. Tidak ditemukan adanya titik api aktif maupun kepulan asap, sementara api yang sebelumnya muncul di kawasan tersebut dipastikan telah padam.

Kegiatan pemantauan menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi Karhutla, khususnya pada musim kemarau ketika kondisi vegetasi yang mengering berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Kondisi medan pegunungan dan kawasan hutan yang luas juga menuntut adanya pengawasan secara berkelanjutan agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera diketahui dan ditangani.

Sertu Edi Kuswanto menyampaikan bahwa pemantauan akan terus dilakukan bersama unsur terkait sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran.

“Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman dan tidak ada lagi titik api. Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan, terutama di titik-titik yang memiliki potensi rawan kebakaran,” ujarnya.

Selain pemantauan, peran aktif seluruh pihak dan masyarakat sekitar kawasan hutan juga sangat diperlukan. Kesadaran untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan ekosistem.

Melalui pemantauan yang intensif dan sinergi seluruh unsur, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS Resort Senduro dapat terus ditekan. Kondisi titik-titik rawan yang saat ini telah padam menjadi perhatian bersama agar tidak kembali muncul akibat kondisi cuaca dan lingkungan yang masih kering. (Pendim 0821)

Babinsa Nguter Dampingi Panen Padi, 8.200 Meter Persegi Hasilkan 3 Ton Gabah


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan motivasi kepada para petani, Babinsa Nguter Koramil 0821-08/Pasirian Serka Faisol Akhmadi melaksanakan pendampingan panen padi di lahan milik H. Aliman, anggota Poktan Tani Makmur, Dusun Umengan RT 001 RW 002, Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya Babinsa untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya para petani, mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga saat memasuki masa panen. 

Kehadiran Babinsa diharapkan dapat mempererat komunikasi dengan petani sekaligus mendorong semangat dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Pada panen kali ini, lahan sawah milik H. Aliman memiliki luas sekitar 8.200 meter persegi dan menghasilkan kurang lebih 3 ton gabah. Hasil tersebut menjadi gambaran kerja keras petani dalam mengelola lahan secara optimal dengan dukungan pendampingan dari berbagai pihak.

Dalam kesempatan itu Serka Faisol Akhmadi menyampaikan bahwa pendampingan panen merupakan bentuk kepedulian Babinsa terhadap sektor pertanian yang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat. 

Menurutnya, hasil panen yang baik diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memberikan motivasi agar produktivitas pertanian terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Pendampingan ini merupakan bentuk dukungan kami kepada para petani. Kami berharap hasil panen yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi keluarga petani dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan hasil produksi pada musim tanam berikutnya,” ujar Faisol.

Sementara itu, Ketua Poktan Tani Makmur, Anas, mengapresiasi kehadiran Babinsa yang secara aktif mendampingi kegiatan pertanian di wilayah Desa Nguter. Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan semangat tersendiri bagi petani karena mereka merasa mendapatkan perhatian dan dukungan dalam menjalankan usaha pertanian.

Anas berharap sinergi antara petani, pemerintah desa, penyuluh pertanian dan Babinsa dapat terus terjalin, sehingga berbagai kendala yang dihadapi petani dapat dicarikan solusi bersama. Dengan kerja sama tersebut, produktivitas pertanian di Desa Nguter diharapkan semakin meningkat dan mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan di wilayah.

Kegiatan panen berlangsung dengan penuh kebersamaan. Babinsa bersama petani turut memantau proses pemanenan sekaligus berdiskusi mengenai kondisi tanaman dan hasil produksi. Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan tersebut menunjukkan komitmen untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat serta mendukung program ketahanan pangan melalui sektor pertanian. (Pendim0821)

31/08/2026

Komsos Babinsa Wates Kulon Bersama Pengelola Bumdes Perkuat Usaha Ternak Bebek


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus mendukung pengembangan ekonomi desa, Babinsa Wates Kulon Koramil 0821-06/Ranuyoso Kopka Sudarmono melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan pengelola peternakan bebek yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Dusun Curah Kates, RT 002 RW 002 Desa Wates Kulon, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Kegiatan Komsos tersebut dilakukan dengan meninjau langsung lokasi pemeliharaan bebek. Peternakan tersebut dikoordinatori oleh Ebit bersama warga setempat sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan usaha peternakan.

Dalam kesempatan tersebut, Kopka Sudarmono menyampaikan bahwa kegiatan Komsos merupakan sarana untuk mempererat hubungan antara Babinsa dengan masyarakat sekaligus memberikan motivasi kepada para peternak agar terus mengembangkan usaha yang dikelola.

“Melalui komunikasi yang baik dan kebersamaan, kami berharap usaha peternakan bebek pedaging yang dikelola Bumdes ini dapat berkembang dengan baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar dia.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan peternakan tersebut menjadi salah satu potensi ekonomi desa yang perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Selain itu, Babinsa juga mendorong agar para pengelola tetap memperhatikan kebersihan kandang, kesehatan ternak, serta manajemen pemeliharaan agar hasil yang diperoleh bisa maksimal.

Koordinator pengelola peternakan itik pedaging Bumdes Desa Wates Kulon, Ebit, menjelaskan bahwa dalam mengembangkan usaha ternak bebek tidak lepas dari berbagai tantangan yang harus dihadapi para peternak. Beberapa di antaranya seperti perubahan cuaca yang dapat mempengaruhi kesehatan ternak, ketersediaan pakan yang stabil, serta menjaga kebersihan dan manajemen kandang agar itik dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen.

Ia menuturkan bahwa keberhasilan usaha peternakan tidak hanya bergantung pada pengelola saja, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Mulai dari pemerintah desa, Bumdes, pendamping peternakan, hingga peran Babinsa yang selalu hadir memberikan motivasi dan pendampingan kepada masyarakat.

“Dengan adanya dukungan dari semua pihak, kami merasa lebih semangat dalam mengembangkan usaha ternak bebek ini. Harapannya ke depan usaha ini bisa terus berkembang, meningkatkan hasil produksi, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Wates Kulon,” pungkasnya. (Pendim0821)

Maulid Nabi di Mushola At-Taqwa Kodim 0821/Lumajang, Kasdim Ajak Teladani Akhlak Rasulullah


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar di Mushola At-Taqwa Kodim 0821/Lumajang, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana religius dan khidmat terasa selama kegiatan berlangsung. Lantunan shalawat dan doa mengiringi rangkaian peringatan Maulid Nabi yang diikuti para jamaah.

Kasdim 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri mengatakan, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi menjadi salah satu sarana untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah.

"Kita cinta kepada Rasulullah SAW. Rasulullah adalah panutan kita. Bukti nyata kecintaan kita kepada Rasulullah salah satunya dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW," kata Tanuri.

Ia menegaskan, peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

" Kita wajib meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW. Sikap jujur, sabar, penuh kasih sayang dan kepedulian kepada sesama harus menjadi bagian dari kehidupan kita," ujarnya.

Selain menekankan keteladanan Rasulullah, Tanuri mengajak jamaah untuk menjaga hubungan baik dan mempererat silaturahmi dengan sesama.

Menurutnya, silaturahmi memiliki peran penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Dengan menjaga persaudaraan, masyarakat dapat saling membantu, mendoakan dan menguatkan.

"Mari kita menjaga silaturahmi antara sesama. Saling mendoakan, saling menyayangi dan menjaga kebersamaan. Insyaallah dengan silaturahmi Allah akan memanjangkan umur dan memperbanyak rezeki kita," tuturnya.

Tanuri juga mengingatkan pentingnya mempertahankan nilai-nilai Islami di tengah perkembangan zaman. Ia berharap umat Islam tetap berpegang teguh pada ajaran agama serta norma-norma yang telah dicontohkan Rasulullah SAW.

"Kita harus menjaga nilai-nilai Islami. Jangan sampai orang Islam keluar dari norma-norma Islam yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW," tegasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola At-Taqwa Kodim 0821/Lumajang tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan semata.

Pesan yang disampaikan menjadi pengingat agar kecintaan kepada Rasulullah SAW diwujudkan dengan meneladani akhlaknya, menjaga silaturahmi, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

(Pendim 0821)


Editor Imam



592 Hektare Kawasan TNBTS Terbakar, Titik Api Muncul di Pos 1 hingga Pos 4 Semeru


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus meluas.

Hingga Senin (31/8/2026), luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 592 hektare.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan titik api berada di sejumlah lokasi di jalur pendakian Gunung Semeru.

“Luasannya sebagaimana informasi dari TNBTS kurang lebih 592 hektare,” kata Isnugroho, Senin.

Api Berada di Jalur Pendakian

Menurut Isnugroho, titik api terpantau mulai dari Pos 1 hingga Pos 4 jalur pendakian Gunung Semeru.

Kondisi tersebut membuat api berpotensi bergerak ke arah Kalimati apabila tidak segera dilakukan upaya penyekatan.

“Pagi ini titik api berada di jalur pendakian mulai Pos 1 hingga Pos 4. Sangat dimungkinkan mengarah ke Kalimati,” ujarnya.

Petugas saat ini terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah kobaran api meluas hingga mendekati permukiman dan lahan pertanian milik warga.

Isnugroho menjelaskan, upaya pemadaman dari darat menghadapi kendala medan yang cukup berat. Selain kondisi kawasan yang curam, keterbatasan peralatan juga menjadi salah satu hambatan petugas.

“Sementara karena kondisi medan yang curam dan peralatan terbatas, pasukan darat tidak mampu melakukan pemadaman secara signifikan,” katanya.

BPBD Lumajang Bantu Penyekatan Api

BPBD Kabupaten Lumajang turut menerjunkan personel untuk membantu petugas TNBTS dalam penangani kebakaran.

Personel BPBD bersama petugas TNBTS melakukan pemantauan sekaligus upaya penyekatan agar api tidak semakin meluas.

“Kita menerjunkan personel untuk membantu melakukan upaya penyekatan api bersama petugas TNBTS,” kata Isnugroho.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) menyebut terdapat tiga titik api yang terpantau di kawasan jalur pendakian Gunung Semeru.

"Ketiga lokasi tersebut berada di Blok Cemorokandang, sekitar Pos 1 jalur pendakian, serta kawasan Gunung Kukusan," katanya

Petugas TNBTS bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan dan penanganan terhadap titik-titik api tersebut.  (Imam) 

Kebakaran TNBTS Didalami, Ahli IPB Ambil Sampel Tanah dan Arang di Probolinggo



Probolinggo, (Onenewsjatim) - Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum Kehutanan) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mendalami peristiwa kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.

Untuk mengungkap kondisi kawasan dan dampak kebakaran terhadap tanah serta lingkungan, penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Gakkum Kehutanan menggandeng dua ahli dari IPB University. Pengambilan sampel dilakukan di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada Sabtu (29/8/2026).

Dua ahli yang dilibatkan yakni Prof Dr Ir Bambang Hero Saharjo, M.Agr., ahli kebakaran hutan dan lahan, serta Prof Dr Ir Basuki Wasis, M.Si., ahli kerusakan tanah dan lingkungan.

Keduanya didampingi PPNS Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara bersama Polisi Kehutanan TNBTS saat mengambil sampel di lokasi terdampak kebakaran.

Pengambilan sampel dilakukan pada lima plot. Sampel yang diambil meliputi tanah komposit, tanah utuh, tumbuhan bawah yang tumbuh di atas tanah terbakar, hingga arang sisa kebakaran.

Pada salah satu plot, tim juga mengambil sampel tanah dari area yang tidak terbakar. Sampel tersebut digunakan sebagai kontrol atau pembanding.

Seluruh sampel selanjutnya akan menjalani pemeriksaan secara laboratoris untuk mengetahui kondisi serta dampak kebakaran terhadap tanah dan lingkungan.

Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Aswin Bangun, mengatakan keterlibatan ahli diperlukan untuk mendapatkan data yang dapat mendukung proses penyelidikan.

"Pengambilan sampel ini merupakan bagian dari proses penyelidikan. Penyidik mendampingi ahli dalam mengambil sampel tanah, tumbuhan, dan material sisa kebakaran dari beberapa titik di lokasi terdampak," ujar Aswin.

Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi bagian penting dalam proses penanganan perkara.

"Sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk memperoleh data yang diperlukan dalam membuat terang peristiwa kebakaran. Hasil pemeriksaan akan menjadi bagian dari pembuktian untuk membuat terang perkara dan menentukan langkah hukum selanjutnya," sambungnya.

Dimulai Sejak Awal Agustus

Aswin menjelaskan, penanganan perkara kebakaran tersebut telah dimulai sejak 3 Agustus 2026. Saat itu, penyidik menerbitkan Surat Perintah Tugas Pengumpulan Bahan dan Keterangan.

Selanjutnya, pada 18 Agustus 2026, penyidik mengajukan penunjukan ahli kebakaran hutan dan kerusakan lingkungan. Penugasan ahli dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University kemudian ditindaklanjuti pada 19 Agustus 2026.

Pengambilan sampel oleh para ahli dilaksanakan pada 29 Agustus 2026.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan kebakaran di kawasan konservasi tidak hanya berdampak terhadap vegetasi. Menurutnya, kelestarian TNBTS berkaitan erat dengan kepentingan masyarakat dan aktivitas wisata.

"Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan kawasan konservasi yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang penting. Dampak kebakaran tidak hanya menyangkut vegetasi yang terbakar, tetapi juga fungsi lingkungan, kehidupan masyarakat, dan aktivitas wisata yang bergantung pada kelestarian kawasan," kata Januanto.

Karena itu, dia menegaskan dampak dan kerugian akibat kebakaran perlu diketahui secara jelas melalui pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Apabila terdapat perbuatan pidana, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bagian dari proses penegakan hukum agar pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum," tegasnya.

Kegiatan pengambilan sampel tersebut disaksikan unsur Balai Besar TNBTS dan Polisi Kehutanan. Seluruh proses dituangkan dalam Berita Acara Pengambilan Sampel yang ditandatangani ahli, penyidik, serta saksi yang hadir.

Kementerian Kehutanan memastikan proses penyelidikan terus dilakukan berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan. Hasil pemeriksaan ahli dan uji laboratorium akan menjadi bahan untuk mengetahui dampak kebakaran terhadap tanah dan lingkungan sekaligus menentukan langkah hukum selanjutnya.

Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved