-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

10/08/2026

Api Karhutla TNBTS Merembet ke B29, Vegetasi Wisata B29 Lumajang Ludes Terbakar


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meluas hingga kawasan wisata Puncak B29, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kebakaran menghanguskan sejumlah vegetasi di lereng B29, mulai dari rerumputan, pepohonan hingga tanaman bunga yang selama ini menjadi bagian dari pemandangan kawasan wisata tersebut.

Peristiwa itu membuat sebagian lereng B29 terlihat menghitam akibat terbakar. Asap sisa kebakaran juga masih menyelimuti kawasan wisata yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dengan julukan "negeri di atas awan" tersebut.

Warga sekitar B29, Iyok, mengatakan, kobaran api mulai terlihat merembet ke kawasan B29 pada Sabtu (8/8/2026) malam.

Menurut dia, api kemudian membakar vegetasi yang berada di lereng kawasan wisata tersebut.

"Untuk wilayah B29 sekarang apinya sudah padam. Pohon dan rumput yang menjadi bahan bakar juga sudah habis terbakar," kata Iyok saat ditemui di kawasan Puncak B29 Lumajang, Senin (10/8/2026).

Meski api di B29 telah padam, Iyok menyebut kobaran api masih terlihat merembet ke kawasan B30.

"Apinya masih merembet ke B30," ujarnya.

Api B29 Berhasil Dipadamkan

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Danial Rizza, membenarkan bahwa kebakaran telah menjalar ke kawasan Puncak B29.

Ia memastikan kobaran api yang berada di kawasan B29 telah berhasil dipadamkan melalui penanganan petugas gabungan.

"Api yang membakar kawasan Puncak B29 tadi malam sudah dipadamkan oleh petugas gabungan. Selanjutnya kami masih melakukan pemantauan terhadap titik api yang berpotensi merembet," ujar Danial.

Menurut Danial, petugas BPBD Lumajang tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Petugas TNBTS dan masyarakat peduli api (MPA) turut dilibatkan dalam upaya penanganan kebakaran tersebut.

Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai. Sebab, titik api masih merembet menuju kawasan B30 yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Danial mengatakan petugas gabungan masih berupaya melakukan pemadaman di kawasan tersebut.

Penanganan kebakaran juga dilakukan dengan dukungan helikopter untuk melakukan water bombing atau penyiraman air dari udara ke titik-titik yang terbakar.

Hingga Senin (10/8/2026), petugas masih melakukan pemantauan dan penanganan terhadap titik api guna mencegah kebakaran kembali meluas ke kawasan lainnya.

Kondisi lereng B29 yang sebagian vegetasinya telah terbakar menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lumajang.

Warga Bantul Bawa Rp 1 Miliar untuk Investasi, Uangnya Dirampas Komplotan di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Niat seorang warga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk berinvestasi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berujung petaka. Uang tunai Rp 1 miliar yang dibawanya justru dirampas komplotan yang diduga menjalankan aksi pencurian dengan modus investasi fiktif.

Korban diketahui bernama Kun Subroto Wiyono (62), warga Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah di Desa Meleman, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Kamis (6/8/2026).

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan kasus tersebut bermula ketika korban berkomunikasi dengan seseorang mengenai rencana kerja sama investasi.

"Korban sebelumnya berkomunikasi dengan terlapor mengenai investasi. Kemudian disepakati pertemuan di Lumajang," kata Suprapto saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).

Korban bersama rekannya, Alfrets Mamesah, kemudian diajak bertemu dengan sejumlah orang yang mengaku sebagai pihak yang mengoordinasikan investasi.

Korban selanjutnya dibawa ke sebuah rumah yang telah disiapkan pelaku di Desa Meleman. Di lokasi tersebut, korban bertemu dengan seseorang yang disebut sebagai koordinator investasi.

Menurut Suprapto, korban sebelumnya telah menyiapkan uang tunai Rp 1 miliar. Uang tersebut dibawa menggunakan koper dan dibungkus dalam dua kantong plastik, masing-masing berisi Rp 500 juta.

Dalam pertemuan tersebut, korban ditawari kerja sama investasi untuk proyek pembangunan fasilitas infrastruktur pendidikan.

Pelaku kemudian menjanjikan keuntungan besar apabila korban menyerahkan modal Rp 1 miliar.

"Pelaku menjanjikan akan menambahkan modal sebesar Rp 5 miliar jika korban menyerahkan uang tunai Rp 1 miliar, dengan janji keuntungan mencapai 60 persen atau senilai Rp 4,8 miliar," jelasnya.

Uang Rp 1 Miliar Diperlihatkan, Langsung Dirampas

Setelah pembicaraan mengenai investasi, korban diminta menunjukkan uang yang dibawanya.

Begitu koper dibuka dan uang tunai Rp 1 miliar diperlihatkan, salah satu pelaku berinisial HAB langsung mengambil dua plastik berisi uang tersebut.

Pelaku kemudian melarikan diri melalui bagian belakang rumah.

"Begitu koper dibuka dan uang tunai Rp 1 miliar diperlihatkan, tersangka HAB langsung merampas dua plastik berisi uang tersebut dan kabur ke arah belakang rumah. Di saat bersamaan, pelaku lain yang berada di lokasi ikut melarikan diri lewat pintu depan," beber Suprapto.

Korban yang menyadari uangnya dibawa kabur kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lumajang.

Polisi langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap komplotan tersebut.

3 Pelaku Ditangkap di Hotel Pasuruan

Tim Resmob Satreskrim Polres Lumajang akhirnya berhasil menangkap tiga dari tujuh anggota komplotan tersebut.

Ketiganya ditangkap di sebuah hotel di Kabupaten Pasuruan pada Minggu (9/8/2026) malam.

Ketiga tersangka yang ditangkap merupakan warga Tanggul Wetan, Kabupaten Jember. Mereka yakni HAB (50), yang disebut sebagai otak sekaligus perencana aksi, MUS (56) sebagai penyedia kendaraan dan sopir, serta SAN (46) yang berperan mendampingi HAB.

"Tim Resmob berhasil melacak dan mengamankan tiga dari tujuh anggota komplotan saat bersembunyi di Pasuruan. Saat ini ketiga tersangka beserta barang bukti sudah diamankan di Polres Lumajang untuk proses hukum lebih lanjut," ujar Suprapto.

Suprapto menjelaskan, polisi melakukan penyelidikan intensif dengan menganalisis data digital, bukti tangkapan layar komunikasi, hingga memanfaatkan jaringan informan.

Petugas sempat melacak keberadaan para pelaku di Kabupaten Jombang sebelum akhirnya mendeteksi pergerakan mereka di Kabupaten Pasuruan.

Sekitar pukul 19.00 WIB, polisi kemudian menggerebek hotel tempat para pelaku bersembunyi. HAB diamankan di teras kamar.

Dari keterangan HAB, petugas kemudian menangkap MUS dan SAN yang bersembunyi di dalam kamar hotel yang sama.

Polisi Sita Uang Palsu hingga Mobil

Selain menangkap tiga tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

Di antaranya 70 bendel uang palsu pecahan Rp 100 ribu, beberapa lembar dolar replika berlapis warna emas, uang tunai sisa hasil kejahatan sebesar Rp 1,6 juta, empat unit telepon seluler, sejumlah kartu ATM, serta satu unit mobil Toyota Calya warna silver bernomor polisi P 1425 VS.

Keberadaan uang palsu tersebut kini juga masih didalami penyidik.

"Disinggung soal kepemilikan uang palsu, pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam. Dengan harapan bisa mengungkap jaringan lain maupun pelaku tambahan," kata Suprapto.

Polisi juga masih memburu empat anggota komplotan lainnya yang telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). Keempatnya masing-masing berinisial SD, KK, AM, dan AH.

"Empat pelaku lain masih DPO dan dalam proses pengejaran anggota," tegasnya.

Penyidik juga masih mendalami apakah komplotan tersebut pernah melakukan aksi serupa di wilayah lain.

"Penyidik masih melakukan pendalaman, berapa kali komplotan ini beraksi dan bagaimana sepak terjangnya," imbuh Suprapto.

Atas perbuatannya, tiga tersangka yang telah ditangkap kini ditahan di Polres Lumajang dan dijerat Pasal 476 KUHP tentang pencurian. (Nur) 

Dari Gotong Royong untuk Pendidikan, Babinsa Ranulogong Bantu Pengecoran Kelas Lantai Dua


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Semangat gotong royong dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan terus diwujudkan melalui keterlibatan Babinsa bersama masyarakat. Babinsa Ranulogong Koramil 0821-07/Randuagung, Sertu Heru Dedianto, melaksanakan kerja bakti pengecoran pembangunan ruang kelas baru lantai dua di MI Miftahul, Dusun Tongmaling RT 004 RW 008, Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Pembangunan ruang kelas baru diharapkan dapat memberikan fasilitas belajar yang lebih memadai sehingga mampu menunjang kenyamanan siswa dan kegiatan belajar mengajar.

Dalam pelaksanaannya, Sertu Heru Dedianto bersama masyarakat turut membantu proses pengecoran, mulai dari menyiapkan material, mengatur adukan hingga memastikan proses pengecoran berjalan secara tertib dan lancar.

Sertu Heru Dedianto mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kerja bakti merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan fasilitas pendidikan.

"Kerja bakti ini merupakan bentuk kebersamaan antara Babinsa dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di wilayah. Pendidikan merupakan bagian penting dalam membentuk generasi penerus, sehingga keberadaan sarana belajar yang memadai perlu didukung bersama. Dengan gotong royong, pekerjaan dapat dilakukan secara lebih ringan dan kebersamaan masyarakat semakin kuat," kata dia.

Sementara itu, Kepala MI Miftahul, Mohammada Hafid, S.Pd., mengatakan bahwa pembangunan ruang kelas baru lantai dua merupakan langkah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sarana pendidikan bagi para siswa.

"Pembangunan ruang kelas baru ini sangat dibutuhkan untuk mendukung proses belajar mengajar. Dengan adanya ruang tambahan, kegiatan pembelajaran dapat berlangsung lebih nyaman dan tertata. Kami berharap pembangunan ini dapat segera diselesaikan sehingga bisa dimanfaatkan oleh siswa dan memberikan manfaat dalam jangka panjang," pungkasnya. (Pendim0821)

Bangun Kebersamaan, Babinsa Meninjo dan Warga Kompak Bersihkan Jalan Setapak


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Upaya membangun kebersamaan dan mempererat hubungan dengan masyarakat terus dilakukan Babinsa Meninjo Koramil 0821/06 Ranuyoso Pelda Fathir Rochman. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti bersama warga dalam membersihkan jalan setapak di Dusun Kebonan RT 002 RW 001, Desa Meninjo, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (10/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pelda Fathir Rochman bersama warga bahu membahu membersihkan jalan setapak dari rumput liar, sampah, serta berbagai material yang mengganggu kenyamanan dan akses masyarakat. Kegiatan dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat dan kekompakan.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut tidak hanya membantu pekerjaan warga, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat komunikasi sosial serta membangun rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Melalui kerja bakti, berbagai unsur masyarakat dapat saling berkoordinasi dan bersama-sama menjaga kondisi lingkungan agar tetap bersih dan nyaman.

Pelda Fathir Rochman menyampaikan bahwa kerja bakti merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga semangat gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Dengan turun langsung bersama warga, kita dapat mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap lingkungan. Semangat gotong royong seperti ini harus terus dipertahankan karena banyak pekerjaan akan terasa lebih ringan apabila dikerjakan secara bersama-sama,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Kebonan Moh. Hannan menyambut baik keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kerja bakti tersebut. Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan motivasi kepada warga untuk lebih aktif dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

“Kami berterima kasih atas kehadiran dan kepedulian Babinsa yang ikut bekerja bersama warga. Kebersamaan seperti ini membuat masyarakat semakin kompak dan semangat dalam menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Kegiatan kerja bakti tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus memperkuat budaya gotong royong di Desa Meninjo. Selain menciptakan jalan setapak yang lebih bersih dan nyaman dilalui, kebersamaan antara Babinsa dan warga juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam kehidupan sehari-hari. (Pendim0821)

Polres Probolinggo dan Bhayangkari Salurkan Bantuan untuk Relawan Karhutla Bromo


Probolinggo, (Onenewsjatim) –
Polres Probolinggo bersama Bhayangkari Cabang Probolinggo menyalurkan bantuan kepada para relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin (10/8/2026).

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap para relawan yang berada di garis depan dalam upaya pemadaman dan penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizky Siregar mengatakan, perjuangan para relawan dalam membantu penanganan karhutla patut mendapatkan apresiasi.

Menurut Asmida, kondisi medan yang sulit serta berbagai tantangan di lapangan membutuhkan semangat, kepedulian, dan kerja sama dari seluruh pihak.

“Kami sangat mengapresiasi perjuangan dan kepedulian para relawan yang dengan sukarela membantu penanganan karhutla,” kata Asmida, Senin (10/8/2026).

Dorong sinergi lintas sektor

Asmida menegaskan, penanganan karhutla di kawasan TNBTS tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara aparat, pengelola kawasan, relawan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru.

“Kami akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder dalam penanganan karhutla dan bersama-sama menjaga kawasan TNBTS untuk mencegah agar kebakaran tidak semakin meluas,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pihak tetap menjaga koordinasi selama proses penanganan karhutla berlangsung.

Selain upaya pemadaman, pencegahan juga menjadi bagian penting untuk mengantisipasi kebakaran kembali terjadi di kawasan konservasi tersebut.

Bantuan tambah semangat relawan

Sementara itu, salah seorang relawan, Jumadi, menyampaikan terima kasih kepada Polres Probolinggo dan Bhayangkari Cabang Probolinggo atas bantuan serta perhatian yang diberikan kepada para relawan.

Menurut Jumadi, dukungan tersebut sangat berarti bagi relawan yang tengah menjalankan tugas membantu penanganan karhutla di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Probolinggo dan Bhayangkari yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada kami para relawan. Bantuan ini sangat berarti dan menambah semangat kami untuk terus membantu proses penanganan karhutla di TNBTS,” ujar Jumadi.

Jumadi berharap kepedulian dan sinergi dari berbagai pihak terus terjalin sampai penanganan karhutla benar-benar selesai.

Ia juga berharap kondisi kawasan TNBTS segera kembali aman sehingga aktivitas masyarakat maupun pengelolaan kawasan dapat berjalan normal.

“Semoga kebakaran segera dapat dipadamkan dan kawasan TNBTS kembali aman. Kami juga berharap sinergi dan kepedulian seperti ini terus terjalin,” pungkasnya. (Imam) 


09/08/2026

Kapolres Lumajang Dampingi Kunjungan Menhut ke Bromo, Bahas Penanganan Karhutla


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H. mendampingi Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jawa Timur Kombes Pol Joni Iskandar, S.I.K. dalam kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke kawasan Bromo, Minggu (9/8/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung di Cafe Aspara, Desa Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Agenda ini menjadi bagian dari koordinasi lintas sektor dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin, Karo Ops Polda Jatim Kombes Pol Joni Iskandar, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, serta jajaran Ditpamobvit Polda Jatim.

Turut hadir Dandim 0821 Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., Kapolres Probolinggo, Dandim Probolinggo, serta jajaran pejabat TNBTS.

Dalam pengarahan tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menangani dan mencegah meluasnya karhutla di kawasan konservasi.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, pihaknya siap menindaklanjuti arahan Menteri Kehutanan dengan memperkuat koordinasi bersama TNI, pemerintah daerah, TNBTS dan instansi terkait.

"Kami dari Polres Lumajang siap menindaklanjuti seluruh arahan Menteri Kehutanan. Sinergi lintas sektoral antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pengelola TNBTS menjadi kunci utama dalam mencegah serta menangani ancaman karhutla secara cepat dan terpadu," ujar Riki.


Menurut Riki, kawasan yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Lumajang menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian. Pemantauan terhadap pergerakan api dan kondisi lapangan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran meluas.

"Kami siap mendukung dan memperkuat koordinasi lintas sektoral dalam penanganan karhutla. Keselamatan masyarakat dan perlindungan kawasan konservasi menjadi perhatian utama," katanya.

Riki menambahkan, personel Polres Lumajang bersama stakeholder terkait akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

Jika terjadi perubahan kondisi yang berpotensi mengancam wilayah Kabupaten Lumajang, langkah penanganan akan segera dikoordinasikan dengan unsur terkait.

"Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami pantau bersama jajaran TNI, TNBTS, pemerintah daerah serta instansi terkait. Sehingga apabila terjadi perkembangan situasi, langkah penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat," jelasnya.

Tak Hanya Pemadaman

Riki menegaskan penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Upaya pencegahan, mitigasi, pengawasan hingga pemulihan ekosistem juga perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Apalagi, kawasan TNBTS merupakan kawasan konservasi yang memiliki fungsi ekologis penting. Kebakaran yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan dampak terhadap kelestarian lingkungan.

"Penanganan kebakaran hutan tidak hanya selesai pada saat api berhasil dipadamkan. Pengawasan, pencegahan dan pemulihan ekosistem juga harus menjadi bagian dari langkah bersama," tutur Riki.

Polres Lumajang juga akan meningkatkan patroli di sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi kerawanan karhutla. Sosialisasi kepada masyarakat dan wisatawan terkait pencegahan kebakaran turut diperkuat.

Riki mengajak masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk penggunaan api secara sembarangan di sekitar kawasan hutan.

"Pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri. Selain koordinasi ketat antarinstansi, kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan dan segera melapor apabila menemukan titik api," pungkasnya. (Mam) 

Menhut Raja Juli Turun Langsung Tinjau Penanganan Karhutla di Kawasan Bromo


Probolinggo, (DOC) -
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, Minggu (9/8/2026). 

Ia menegaskan akan menindak tegas siapapun yang terbukti membakar hutan.

Raja Juli menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam mencegah meluasnya karhutla di TNBTS. 

Ia meminta seluruh pihak untuk tidak lagi melakukan tindakan ceroboh yang memicu munculnya titik api.

"Jangan ada lagi yang bermain api, ini secara literal yang bermain api, apakah itu puntung rokok atau yang lebih nakal lagi *land clearing*," kata Raja Juli saat meninjau lokasi karhutla TNBTS, Minggu (9/8/2026).

Mengenai penyebab pasti kebakaran, Raja Juli menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat penegak hukum. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memberikan sanksi berat bagi para pelaku penyelewengan.

"Kita serahkan kepada penegak hukum, tapi sekali lagi pada saat ini kami hanya bisa mengimbau kepada masyarakat, agar tadi jangan bermain api. Saya kira pemerintah sudah komit juga, mengatakan bahwa siapapun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan akan mendapatkan hukuman yang setimpal," tegasnya.

Akses Wisata Bromo Ditutup Total

Guna mengoptimalkan proses pemadaman, Menhut menginstruksikan Balai Besar TNBTS untuk menutup total seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Bromo Tengger Semeru hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Tujuannya satu, agar semua bisa fokus memadamkan api sekaligus mengantisipasi terjadinya kebakaran lagi di tempat lain. Yang kedua juga terkait safety, safety first, yang menyangkut nyawa warga negara akibat bencana ini," jelas Raja Juli.

Untuk menjangkau titik api di medan terjal yang sulit diakses jalur darat, pemerintah menyiagakan tiga unit helikopter guna melakukan water bombing. 

Sementara itu, tim darat dikerahkan untuk membuat sekat bakar agar kobaran api tidak makin meluas.

Langkah ini diambil mengingat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) belum bisa diterapkan dalam 10 hari ke depan. Pihaknya juga telah membentuk struktur komando penanganan terpadu bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah setempat.

"Semua kebutuhan, tantangan bisa dikoordinasikan sehingga pemadaman ini akan bisa lebih baik, sekaligus mengantisipasi karena (potensi kerawanan) masih sampai akhir Oktober," pungkasnya.


Pemerintah

Iklan

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved