-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

14/08/2026

Babinsa Supiturang Dampingi Konsultasi Kesehatan Siswa SDN 04, Dorong Anak Hidup Sehat


Lumajang , (Onenewsjatim)–
Kepedulian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak terus diwujudkan melalui sinergi antara TNI, tenaga kesehatan dan pihak sekolah. Hal tersebut terlihat saat Babinsa Supiturang Koramil 0821-14/Pronojiwo Sigit Andi Irawan melaksanakan pendampingan konsultasi kesehatan kepada siswa SDN 04 Supiturang yang dilaksanakan oleh Polindes Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan konsultasi kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan siswa sekaligus meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan memberikan konsultasi dan pemeriksaan sesuai kebutuhan siswa, serta memberikan edukasi terkait pola hidup bersih dan sehat.

Babinsa Supiturang Sigit Andi Irawan mengatakan, pendampingan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan terhadap kegiatan kesehatan di lingkungan sekolah. Menurutnya, kondisi kesehatan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang proses belajar siswa.

“Kami mendukung kegiatan konsultasi kesehatan seperti ini karena kesehatan siswa merupakan bagian penting dalam menunjang aktivitas belajar. Dengan adanya pendampingan, diharapkan kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan memberikan manfaat bagi para siswa,” kata dia.

Ia menambahkan, sinergi antara Babinsa, tenaga kesehatan dan pihak sekolah perlu terus dibangun untuk mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman bagi anak-anak.

Bidan Desa Supiturang Ike Yuli Amd. Keb menyampaikan bahwa konsultasi kesehatan di sekolah menjadi sarana untuk memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan siswa sekaligus memberikan pemahaman mengenai kebiasaan hidup sehat.

“Kami memberikan pelayanan konsultasi dan edukasi kesehatan kepada siswa agar mereka semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, pola hidup sehat dan segera menyampaikan apabila mengalami keluhan kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala SDN 04 Supiturang M. Ali Wafi, S.Pd.I mengapresiasi pendampingan yang dilakukan Babinsa bersama tenaga kesehatan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat positif bagi siswa karena selain mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan, mereka juga merasa mendapat perhatian dalam menjaga kondisi kesehatan selama mengikuti kegiatan belajar.

“Kami sangat mendukung kegiatan konsultasi kesehatan ini. Anak-anak mendapatkan edukasi yang bermanfaat sehingga diharapkan dapat menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara TNI, tenaga kesehatan dan pihak sekolah dalam mendukung kesehatan siswa. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, para siswa diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih nyaman, aktif dan optimal. (Pendim0821)

Kronologi Istri di Lumajang Potong Alat Vital Suami Pakai Celurit Saat Tidur


Lumajang, (Onenewsjatim) – Seorang perempuan bernama Ayu Amelia (25), warga Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, diduga melukai alat kelamin suaminya, Ahmad Fauzi (24), menggunakan celurit. Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi saat korban sedang tidur.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di rumah korban di Dusun Sumbersari, Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka berat dan harus menjalani operasi.

Sementara itu, Bibi korban, Bu Muslim, menceritakan usai memotong alat kelamin suaminya, pelaku langsung berlari meninggalkan rumah sambil membawa celurit.

"Istrinya lari bawa clurit, lalu dibuang ke tebu. Pelaku niat kabur," ujar Bu Muslim saat ditemui di rumah korban.

Menurut Bu Muslim, warga kemudian mengamankan pelaku yang berusaha melarikan diri. Pelaku selanjutnya dibawa ke Polsek Kunir untuk menjalani pemeriksaan.

Sementara korban langsung mendapat pertolongan medis. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Kunir sebelum akhirnya dirujuk ke RSU Dr. Haryoto Lumajang untuk menjalani operasi.

"Kondisi korban sekarang tidak apa-apa. Tapi operasi. Sudah sadar dan bisa duduk di rumah sakit," katanya.

Bu Muslim menyebut alat kelamin korban tidak sampai terputus akibat kejadian tersebut.

"Tidak sampai hilang alat vitalnya," ujarnya.

Bu Muslim mengatakan, korban dan pelaku sebelumnya memang kerap terlibat cekcok. Perselisihan itu disebut terjadi selama sekitar dua pekan sebelum kejadian.

Menurutnya, pelaku diduga merasa cemburu dan kerap mencurigai suaminya.

"Katanya sering cekcok. Istrinya cemburu dan selalu curiga kepada suaminya," jelasnya.

Pasangan suami istri tersebut telah memiliki seorang anak berusia sekitar 7 tahun. Ahmad sehari-hari bekerja di sebuah toko, sedangkan Ayu merupakan ibu rumah tangga.

Bu Muslim juga menyebut Ayu dikenal jarang keluar rumah dan tidak banyak berkomunikasi dengan tetangga. Sebelumnya, korban sempat bercerita kepada keluarga mengenai dirinya yang pulang larut malam.

"Suaminya pernah cerita pulang malam. Sudah dua hari, katanya dari rumah teman. Tapi tidak tahu ke mana," ungkapnya.

Bu Muslim mengaku tidak mengetahui secara persis kronologi awal kejadian karena saat itu berada di rumah bagian depan. Sementara nenek korban sedang berada di sawah untuk mencari rumput dan anak korban sedang sekolah.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia mengatakan kejadian bermula ketika Ahmad Fauzi sedang tertidur di dalam kamar.

"Korban saat itu sedang tidur di dalam kamar. Kemudian istrinya masuk ke kamar membawa celurit yang diambil dari belakang rumah," kata Suprapto.

Menurut Suprapto, pelaku kemudian memegang alat kelamin korban dan mengirisnya menggunakan celurit hingga korban mengalami luka berat.

"Pelaku memegang batang kemaluan korban kemudian mengiris menggunakan celurit sehingga korban mengalami luka berat," jelasnya.

Setelah kejadian, pelaku sempat melarikan diri dari rumah. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berhasil mengamankan pelaku.

"Pelaku berhasil diamankan warga dan dibawa ke Polsek Kunir. Selanjutnya dilimpahkan ke Unit PPA Polres Lumajang," terang Suprapto.

Sedangkan korban langsung mendapatkan penanganan medis. Korban awalnya dibawa ke UGD Puskesmas Kunir dan kemudian dirujuk ke RSU Dr. Haryoto Lumajang untuk menjalani perawatan dan operasi.

"Korban langsung dilarikan ke UGD Puskesmas Kunir, selanjutnya dirujuk ke RSU Dr. Haryoto Lumajang," pungkasnya.


Istri di Lumajang Potong Kemaluan Suami Pakai Celurit saat Tidur, Diduga Dipicu Cemburu

Pelaku saat diamankan Polisi

Lumajang, (Onenewsjatim) -
Seorang perempuan berinisial AA (25), warga Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, nekat melukai alat kelamin suaminya, AF (24), menggunakan celurit. Aksi tersebut dilakukan saat korban sedang tertidur di kamar.

Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di Dusun Sumbersari, Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, Lumajang.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat pada bagian alat kelaminnya dan harus mendapatkan perawatan medis.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, peristiwa bermula saat korban sedang tidur di dalam kamar. Pelaku kemudian masuk ke kamar sambil membawa celurit yang sebelumnya diambil dari belakang rumah.

"Pelaku masuk ke kamar saat korban sedang tidur. Kemudian pelaku memegang alat kelamin korban dan melukainya menggunakan celurit," kata Suprapto.

Setelah melakukan aksinya, pelaku kemudian keluar rumah sambil membawa celurit. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mengamankan pelaku.

"Pelaku berhasil diamankan warga dan dibawa ke Polsek Kunir. Selanjutnya dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Lumajang untuk proses penyidikan," ujarnya.

Sementara korban langsung dievakuasi ke UGD Puskesmas Kunir. Karena mengalami luka cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RSU Dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Diduga Dipicu Cemburu

Suprapto menjelaskan, aksi penganiayaan tersebut diduga dipicu rasa cemburu pelaku terhadap suaminya. Pelaku disebut mencurigai korban memiliki hubungan dengan perempuan lain.

Selain itu, korban juga disebut beberapa kali mengancam akan menceraikan pelaku.

"Motif sementara karena rasa cemburu. Pelaku merasa korban sering berselingkuh dengan perempuan lain dan mengancam akan menceraikannya," jelas Suprapto.

Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara pasti motif dan rangkaian kejadian tersebut.

Pelaku Sempat Kabur Bawa Celurit

Bibi korban, Bu Muslim, mengatakan setelah melukai suaminya, pelaku sempat berlari meninggalkan rumah sambil membawa celurit.

"Istrinya lari bawa clurit, lalu dibuang ke tebu. Pelaku niat kabur," ujar Muslim.

Namun, pelarian tersebut tidak berlangsung lama. Warga kemudian berhasil mengamankan pelaku dan membawanya ke Polsek Kunir.

Menurut Muslim, korban kemudian segera dibawa ke rumah sakit. Saat ini kondisi korban disebut sudah sadar dan dapat duduk, tetapi masih menjalani perawatan serta tindakan operasi.

"Suaminya pas tidur. Kalau kondisi korban sekarang sudah tidak apa-apa, tapi masih operasi. Korban sudah sadar dan bisa duduk di rumah sakit," katanya.

Muslim memastikan luka tersebut tidak sampai menyebabkan alat kelamin korban terputus.

"Enggak sampai hilang alat vitalnya," ujarnya.

Muslim menyebut hubungan rumah tangga korban dan pelaku memang sempat mengalami masalah. Keduanya disebut sering terlibat cekcok dalam sekitar dua pekan terakhir.

Menurut dia, pelaku dikenal jarang keluar rumah dan tidak banyak berkomunikasi dengan tetangga.

"Permasalahannya istrinya cemburu dan selalu curiga kepada suaminya," kata Muslim.

Korban dan pelaku diketahui telah memiliki seorang anak yang kini berusia sekitar tujuh tahun. Korban sehari-hari bekerja di sebuah toko, sedangkan istrinya merupakan ibu rumah tangga.

Muslim mengaku sebelumnya pernah mendengar cerita bahwa korban beberapa kali pulang larut malam. Bahkan, beberapa hari sebelum kejadian, korban disebut sempat tidak pulang selama dua hari.

"Sebelumnya pernah cerita suaminya pulang malam. Sudah dua hari. Enggak tahu ke mana, katanya ke rumah temannya," tuturnya.

Muslim sendiri mengaku tidak mengetahui secara langsung kronologi saat penganiayaan terjadi. Ketika kejadian berlangsung, dia berada di rumah bagian depan, sedangkan nenek korban sedang berada di sawah untuk mencari rumput.

"Saya ada di rumah depan, neneknya sedang ngerumput di sawah. Anak mereka sekolah," katanya.

Saat ini, pelaku telah diamankan dan kasus tersebut ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lumajang untuk proses hukum lebih lanjut.

Sat Binmas Polres Lumajang Edukasi Siswa soal AI, Ingatkan Bahaya Hoaks


Lumajang
, (Onenewsjatim)– Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Lumajang memberikan edukasi kepada pelajar mengenai penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara bijak.

Edukasi tersebut dilakukan di SMA Negeri 3 Lumajang dan SMK Negeri 1 Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (13/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, polisi mengenalkan AI kepada para siswa, mulai dari pengertian, manfaat dalam kehidupan sehari-hari, hingga potensi risiko yang dapat muncul apabila teknologi tersebut digunakan secara tidak bertanggung jawab.

Para pelajar juga diingatkan untuk tidak memanfaatkan AI sebagai sarana membuat maupun menyebarkan informasi palsu, melakukan manipulasi konten, atau menyalahgunakan data pribadi.

“AI ini bisa menjadi alat yang sangat membantu dalam pembelajaran. Namun, penggunaannya harus tetap bijak dan bertanggung jawab. Jangan sampai teknologi yang seharusnya memberikan manfaat justru digunakan untuk menyebarkan informasi palsu atau merugikan orang lain,” kata salah satu anggota Sat Binmas Polres Lumajang saat memberikan materi.

Pelajar diminta kritis terhadap informasi

Ps. Kasat Binmas Polres Lumajang Iptu Irdani Isma, S.E., M.H., mengatakan edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian mendampingi generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.

Menurut Irdani, pelajar tidak cukup hanya mampu menggunakan AI. Mereka juga perlu memahami etika, batasan, serta konsekuensi dari setiap informasi atau konten yang dibuat dengan bantuan teknologi tersebut.

“Kami memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara bijak, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menyaring informasi guna mencegah penyebaran hoaks di era digital,” ujar Irdani.

Ia mengatakan perkembangan teknologi AI berlangsung sangat cepat. Kondisi tersebut membuat literasi digital menjadi semakin penting, khususnya bagi kalangan pelajar yang sehari-hari tidak lepas dari penggunaan teknologi dan media sosial.

“Teknologi kecerdasan buatan berkembang sangat cepat. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan para siswa tidak hanya mahir memanfaatkan AI untuk mendukung pembelajaran, tetapi juga memahami etika, batasan, dan tanggung jawab hukum dalam menggunakannya,” jelasnya.

Waspadai penyalahgunaan AI

Irdani menambahkan, pemahaman mengenai penggunaan AI juga diperlukan untuk mencegah pelajar menjadi korban maupun pelaku kejahatan siber.

Beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain penyebaran hoaks, manipulasi informasi dan gambar, hingga penyalahgunaan data pribadi.

“Literasi digital dan pemahaman etika AI sejak dini sangat penting. Para siswa harus mampu membedakan informasi yang benar dan tidak benar serta tidak mudah ikut menyebarkan konten yang belum diketahui kebenarannya,” tegasnya.

Ia berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis ketika menerima informasi dari internet.

Selain itu, para pelajar diharapkan mampu menggunakan AI untuk mendukung kegiatan positif, terutama dalam proses pembelajaran dan pengembangan kreativitas.

“Kami berharap para siswa dapat menjadi pelopor pemanfaatan teknologi yang sehat, bijak, dan produktif, sehingga kemajuan teknologi ini benar-benar membawa manfaat,” pungkas Irdani.

Polres Probolinggo Ungkap Peredaran Miras Lintas Daerah, 3.170,2 Liter Diangkut Dua Bus


Probolinggo, (Onenewsjatim)–
Polres Probolinggo mengungkap peredaran minuman keras (miras) tanpa izin dengan mengamankan 3.170,2 liter miras yang diangkut menggunakan dua bus umum antarkota.

Ribuan liter miras tersebut diduga merupakan bagian dari perdagangan antardaerah. Rencananya, miras itu akan didistribusikan ke sejumlah wilayah, yakni Cirebon, Jawa Barat, dan Kediri, Jawa Timur.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar dalam konferensi pers di Mapolres Probolinggo, Kamis (13/8/2026) kemarin. 

“Kami akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap pihak-pihak yang berada di balik peredaran miras tersebut,” tegas AKBP Rizki.

Menurut dia, pengungkapan peredaran miras lintas daerah menjadi perhatian serius kepolisian karena distribusinya melibatkan wilayah yang cukup luas.

Polres Probolinggo, kata Rizki, akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan maupun pihak lain yang diduga terlibat dalam perdagangan miras tersebut.

Ungkap Kejahatan Jalanan

Selain kasus peredaran miras, Polres Probolinggo juga mengungkap sejumlah kasus kejahatan jalanan, mulai dari percobaan pencurian dengan kekerasan hingga pencurian kendaraan bermotor.

Dalam kasus percobaan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Kecamatan Kraksaan, polisi mengamankan seorang tersangka berinisial R yang masih berusia 16 tahun.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor Honda PCX, BPKB, pakaian yang digunakan pelaku dan korban, serta sebuah senjata tajam jenis karambit.

Kapolres menjelaskan, aksi tersebut bermula ketika tersangka berpura-pura menjadi korban penipuan untuk mendapatkan simpati korban.

Tersangka kemudian meminta korban mengantarkannya menuju rumah kakaknya.

Namun, ketika berada di lokasi yang sepi, tersangka justru mengancam korban menggunakan karambit dan berusaha merampas sepeda motor Honda PCX milik korban.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal. Rasa kepedulian tetap harus disertai kewaspadaan,” ujar AKBP Rizki.

Karena tersangka masih berusia 16 tahun, proses hukum terhadap yang bersangkutan dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan mengenai sistem peradilan pidana anak.

Kasus lainnya adalah pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di Kecamatan Kraksaan. Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan tersangka berinisial M.S. (46) beserta sejumlah barang bukti.

Polres Probolinggo juga mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Kecamatan Bantaran.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan dua tersangka, yakni M.M. (27) dan A. (25).

Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat dan satu unit telepon seluler.

Kapolres Probolinggo mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.

Ia meminta warga segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan maupun tindak pidana.

“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan,” kata AKBP Rizki.

Ia menegaskan, Polres Probolinggo akan terus melakukan penindakan terhadap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan yang mengganggu keamanan masyarakat,” pungkasnya. (Mam) 


13/08/2026

Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Dalami Peran Polri Dukung Kedaulatan Pangan di Tasikmalaya


Tasikmalaya, (Onenewsjatim) –
Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026 turun langsung ke wilayah hukum Polres Tasikmalaya. Mereka mendalami peran kepolisian dalam mendukung kedaulatan pangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Kegiatan Studi Lingkungan OHA dan ES Pelatihan Management Training Course (MC) Level III tersebut digelar pada Kamis (13/8/2026).

Pengawas sekaligus Ketua Tim Poklat 20 Sespimmen Polri Dikreg ke-67, Brigjen Pol R. Deden Garnada, S.I.K., M.Han., mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran para Serdik untuk melihat langsung pelaksanaan tugas Polri di lapangan.

"Studi lingkungan ini merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran para Serdik untuk melihat secara langsung bagaimana tugas pokok Polri dilaksanakan di tengah masyarakat," kata Deden.

Menurut dia, persoalan ketersediaan dan distribusi bahan kebutuhan pokok memiliki hubungan erat dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Karena itu, calon pemimpin Polri dinilai perlu memiliki pemahaman mengenai dinamika pangan dan ekonomi masyarakat.

"Para Serdik perlu memahami bahwa persoalan ketersediaan dan distribusi barang kebutuhan pokok bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga memiliki dampak terhadap situasi kamtibmas dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Dalam studi tersebut, para Serdik menggali informasi melalui wawancara dan pendalaman dengan sejumlah pejabat di lingkungan Polres Tasikmalaya.

Mereka di antaranya berdiskusi dengan Kapolres, Kabagops, Kabag SDM, Binmas, Kasat Intelkam, Kasat Lantas, Kasat Reskrim, Kasat Samapta, Kasi Propam, Kasi Humas hingga Kapolsek.

Pendalaman juga dilakukan dengan sejumlah pihak eksternal. Di antaranya Dinas Koprindag, Bulog, pelaku usaha, Satgas Pangan dan LSM.

Dari kegiatan itu, para Serdik mempelajari pola pengawasan, distribusi hingga peredaran barang kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Deden menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga kebutuhan pokok.

"Polri tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah, Bulog, pelaku usaha, Satgas Pangan dan seluruh stakeholder untuk memastikan distribusi barang kebutuhan pokok berjalan dengan baik," tegasnya.

Dia berharap hasil studi lingkungan tersebut tidak berhenti sebagai materi akademik. Para Serdik diharapkan mampu mengolah temuan di lapangan menjadi gagasan dan strategi ketika kembali bertugas di satuannya masing-masing.

"Yang paling penting, para Serdik mampu menerjemahkan hasil studi ini menjadi pemikiran dan langkah strategis ketika nantinya kembali melaksanakan tugas di satuan masing-masing," ungkap Deden.

Selain kegiatan akademik, para Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 juga melaksanakan bakti sosial kepada masyarakat penerima manfaat di sekitar wilayah Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran sekaligus bentuk kepedulian sosial para peserta didik kepada masyarakat. (Imam) 

Nenek 79 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Dam Bulaktal Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Seorang nenek berusia 79 tahun bernama Selatin ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Dam Bulaktal, Dusun Bulaktal, Desa Yosowilangun Lor, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 12.15 WIB.

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu ditemukan warga dalam kondisi tengkurap dengan wajah terendam air.

Kapolsek Yosowilangun Iptu Rusdiq Sudarmanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi langsung mendatangi lokasi kejadian dan rumah duka setelah menerima laporan dari masyarakat.

"Ketika anggota kami tiba di rumah duka, jasad korban bernama Selatin sudah berada di rumah dan hendak disucikan oleh pihak keluarga," kata Rusdiq saat dikonfirmasi.

Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis, tidak ditemukan adanya bekas kekerasan maupun tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Rusdiq mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga, korban memang dalam kondisi sakit karena faktor usia. Korban juga disebut kerap terjatuh ketika beraktivitas di sekitar sungai.

Menurut keterangan dari saudara korban, korban memang dalam kondisi sakit karena usia yang sudah tua dan sering jatuh ketika ke sungai," jelasnya.

Polisi memastikan kejadian tersebut merupakan musibah dan tidak ditemukan indikasi tindak pidana.

Keluarga korban juga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban

"Pihak keluarga mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi. Pernyataan itu dituangkan dalam surat pernyataan penolakan di atas materai," pungkas Rusdiq. (Imam) 

Pemerintah

Iklan

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved