-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

28/09/2026

Hingga September 2026, 1.600 Warga Lumajang Ajukan Santunan Kematian Rp1 Juta


Lumajang, (Onenewsjatim)-
 Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang mencatat sekitar 1.600 permohonan santunan kematian hingga September 2026.

Santunan tersebut merupakan program Pemerintah Kabupaten Lumajang yang ditujukan untuk membantu meringankan beban keluarga miskin yang kehilangan anggota keluarganya.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Kabupaten Lumajang, Vidia Prayuasmi, S.STP., mengatakan santunan kematian diprioritaskan bagi masyarakat miskin yang masuk dalam desil 1 hingga desil 5.

"Karena fokusnya untuk masyarakat miskin, sementara ini kriteria yang kami tentukan diprioritaskan dari desil 1 sampai dengan desil 5," ujar Vidia.

Santunan Rp 1 Juta

Vidia menjelaskan, setiap keluarga penerima yang memenuhi ketentuan akan mendapatkan santunan kematian sebesar Rp 1 juta.

Santunan tersebut hanya dapat diajukan satu kali untuk setiap orang yang meninggal dunia.

Dengan demikian, apabila seorang warga meninggal dunia dan memiliki lebih dari satu ahli waris, pengajuan santunan tidak dapat dilakukan oleh seluruh ahli waris.

"Kalau orang tuanya meninggal, kemudian ahli warisnya ada dua dan dua-duanya mengajukan, itu tidak bisa. Jadi cuma satu ahli warisnya," kata Vidia.

Menurut dia, bantuan tersebut bukan dimaksudkan untuk menanggung seluruh biaya yang muncul setelah kematian anggota keluarga.

Santunan diberikan untuk membantu meringankan beban keluarga miskin, mengingat keluarga yang ditinggalkan biasanya menghadapi sejumlah kebutuhan mendesak, mulai dari pemakaman hingga kegiatan setelah pemakaman.

"Tujuannya memang untuk membantu meringankan beban keluarga miskin yang meninggal," ujarnya.

Pengajuan Maksimal 30 Hari Setelah Kematian

Untuk mendapatkan santunan, pemohon harus melalui proses verifikasi administrasi.

Dokumen pengajuan disiapkan melalui pemerintah desa. Salah satunya berupa surat keterangan yang menerangkan kondisi pemohon yang rentan atau tidak mampu.

Setelah dokumen disiapkan di desa, berkas dibawa ke kecamatan untuk dilakukan verifikasi sebelum diteruskan kepada Dinsos P3A.

"Kan nanti untuk beberapa berkas seperti surat keterangan yang menerangkan bahwa pemohon ini kondisinya rentan, tidak mampu, itu di desa. Kemudian berkas-berkas dibuatkan di desa, setelah itu dibawa ke kecamatan," jelas Vidia.

Selain persyaratan terkait kondisi ekonomi, pengajuan santunan juga dibatasi waktu. Permohonan tidak boleh diajukan lebih dari 30 hari setelah tanggal kematian.

Hampir Setiap Hari Ada Pengajuan

Vidia mengatakan pengajuan santunan kematian datang hampir setiap hari dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lumajang.

Jumlah pengajuan dari setiap kecamatan tidak selalu sama. Dalam sehari, ada kecamatan yang mengirimkan satu pengajuan, sementara kecamatan lainnya dapat mengajukan beberapa permohonan.

"Hampir setiap hari ada. Dari seluruh wilayah kecamatan," kata dia.

Hingga September 2026, jumlah pemohon yang mengajukan santunan kematian telah mencapai sekitar 1.600 orang.

Anggaran Berasal dari Belanja Tidak Terduga

Terkait anggaran, Vidia menjelaskan bahwa santunan kematian merupakan bagian dari belanja tidak terduga.

Karena sifatnya tidak terencana, anggaran untuk santunan tersebut tidak berada pada pos anggaran Dinsos P3A.

"Kebetulan santunan kematian ini bagian dari belanja tidak terduga. Jadi tidak terencana," ujarnya.

Menurut Vidia, kekuatan anggaran berada pada Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). Sementara Dinsos P3A berperan dalam proses verifikasi dan fasilitasi pengajuan santunan.

"Jadi kami sifatnya memverifikasi, kami memfasilitasi," pungkas Vidia. (Imam) 

Danpos Koramil Kedungjajang Ajak Siswa SDN Curahpetung 02 Rajin Belajar dan Disiplin


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya menanamkan nilai kedisiplinan, semangat belajar, serta membentuk karakter generasi muda terus dilakukan oleh jajaran TNI di wilayah. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan yang dilaksanakan Danpos Koramil 0821-05/Kedungjajang, Peltu Cahyo Purnomo W., S.P., dengan menjadi pembina upacara sekaligus memberikan amanat kepada siswa SDN Curahpetung 02, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang penuh dengan hikmat tersebut berlangsung di halaman SDN Curahpetung 02 dan diikuti kurang lebih 58 orang yang terdiri dari Kepala Sekolah SDN Curahpetung 02, Nidaus Sholihah, S.Pd.I, seluruh dewan guru, serta para siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Peltu Cahyo Purnomo W. menyampaikan amanat yang berisi pesan dan motivasi kepada para siswa agar senantiasa meningkatkan semangat belajar serta membiasakan diri menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal yang terpenting pada kegiatan upacara ini, kami mengimbau kepada anak-anak harus rajin belajar, menghormati guru dan orang tua, serta selalu menjaga sikap dan perilaku. Jadilah generasi yang memiliki semangat untuk meraih cita-cita dan memberikan manfaat bagi orang lain,” pesan Peltu Cahyo dalam amanatnya.

Menurutnya, masa sekolah dasar merupakan tahap penting dalam pembentukan karakter. Kebiasaan positif yang ditanamkan sejak dini, seperti disiplin, menghormati guru dan orang tua, rajin belajar, menjaga kebersihan, serta saling menghargai sesama teman, dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menjalani pendidikan dan kehidupan di masa mendatang.

Selain memberikan motivasi belajar, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada para siswa. Generasi muda diharapkan memiliki rasa cinta terhadap tanah air, memahami pentingnya persatuan dan kesatuan, serta mampu menjaga kerukunan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Peltu Cahyo juga mengajak para siswa untuk menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya dan menjauhi berbagai perilaku yang dapat menghambat proses belajar.

LMenurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kedisiplinan, ketekunan, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar.

Sementara itu, Kepala SDN Curahpetung 02, Nidaus Sholihah, S.Pd.I, menyampaikan pihaknya bersama seluruh dewan guru mengapresiasi kegiatan tersebut yang merupakan bagian dari upaya bersama dalam memberikan pendidikan dan pembentukan karakter kepada para siswa.

“Kegiatan seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi dapat memberikan motivasi dan kesan positif bagi para siswa kami. Dengan adanya pembinaan secara berkelanjutan, kami berharap dengan kegiatan ini juga siswa kami nantinya akan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, memiliki semangat belajar, serta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki,” pungkasnya. (Pendim0821)

Peringati HUT TNI ke-81, Kodim 0821/Lumajang Gelar Ziarah di TMP Kusuma Bangsa


Lumajang, (Onenewsjatim) - 
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81 Tahun 2026, jajaran Kodim 0821/Lumajang melaksanakan Upacara Ziarah Daerah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa, Kabupaten Lumajang. Senin (28/09/2026)

Kegiatan ziarah tersebut dipimpin oleh Kasdim 0821/Lumajang Mayor Infanteri Tanuri dan diikuti oleh jajaran prajurit TNI serta peserta upacara lainnya.

Upacara berlangsung dengan suasana khidmat. Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pahlawan. Para peserta secara bergantian memberikan penghormatan sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.

Saat di temui team media, Kasdim 0821/Lumajang Mayor Infanteri Tanuri menyampaikan bahwa kegiatan ziarah merupakan bagian penting dalam rangkaian peringatan HUT TNI. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang kembali nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dan pengorbanan yang telah diwariskan kepada generasi penerus.

“Ziarah ini menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan. Semangat perjuangan dan pengabdian mereka menjadi teladan bagi seluruh prajurit TNI dalam melaksanakan tugas demi bangsa dan negara,” ujar Mayor Infanteri Tanuri.

Peringatan HUT TNI ke-81 Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, menjaga persatuan serta meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kegiatan ziarah daerah di TMP Kusuma Bangsa berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. (pendim 0821)

Kejurkab PBJI Lumajang Diikuti 50 Atlet, Jadi Ajang Regenerasi dan Pembinaan Prestasi


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Puluhan atlet Jujitsu mengikuti Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Kabupaten Lumajang. Kejuaraan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai 26 hingga 27 September 2026, di Aula SMA Negeri 1 Tempeh, Kabupaten Lumajang.

Sekitar 50 atlet ambil bagian dalam ajang tersebut. Para peserta berasal dari berbagai kelompok usia dan tingkatan, dengan tujuan utama sebagai wadah pembinaan sekaligus mengasah kemampuan atlet Jujitsu di Kabupaten Lumajang.

Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Kabupaten Lumajang, Kurniawan Adi Wijaya, mengatakan Kejurkab menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet sejak usia dini hingga jenjang prestasi yang lebih tinggi.

"Untuk jumlah peserta sekitar 50 atlet sebagai ajang pembinaan atlet. Mereka dari berbagai tingkatan kelompok usia," ujar Kurniawan.

Dalam kejuaraan tersebut, terdapat dua nomor pertandingan yang dipertandingkan, yakni Fighting System dan Newaza. Kedua nomor tersebut menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menguji kemampuan sekaligus membangun pengalaman bertanding secara kompetitif.

Menurut Kurniawan, Kejurkab PBJI Lumajang juga bertujuan membangkitkan kembali atmosfer persaingan yang sehat dan penuh sportivitas, sekaligus melanjutkan proses regenerasi atlet Jujitsu di Kabupaten Lumajang.

"Tujuannya membangkitkan kembali aroma persaingan penuh sportivitas dan melanjutkan regenerasi atlet," katanya.

Lebih lanjut, Kurniawan menjelaskan bahwa Kejurkab bukan sekadar ajang pertandingan. Kejuaraan ini juga menjadi salah satu pintu bagi atlet potensial untuk masuk dalam program Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab).

Atlet-atlet terbaik yang muncul dari kejuaraan tersebut nantinya akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut untuk dipersiapkan menghadapi kompetisi di tingkat provinsi hingga nasional.

"Kejurkab PBJI ini salah satu pintu untuk para atlet melangkah bersama kami melalui program Puslatkab. Atlet terbaik kami akan kami tempa lebih jauh demi prestasi di level provinsi maupun nasional," jelasnya.

Kurniawan juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga Jujitsu di Kabupaten Lumajang.

"Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Dispora, terlebih lagi KONI Kabupaten Lumajang yang selalu mendukung dan membimbing cabor Ju-Jitsu," ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus Jujitsu Kabupaten Lumajang untuk terus menjaga kekompakan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

"Terima kasih juga kepada tim pengurus Ju-Jitsu agar selalu solid menghadapi segala tantangan di depan kita. Saya yakin jika kita bergandengan erat, kita bisa meraih segalanya," pungkas Kurniawan. (Mam)

27/09/2026

Keceriaan Siswa SDN Karangsari 02 Melintasi Jembatan Garuda Merah Putih


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang berada di Dusun Sitinggil, Desa Kebonagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kini tidak hanya menjadi penghubung antar wilayah, tetapi juga menjadi tempat favorit untuk menikmati suasana.

Keceriaan itu terlihat pada Minggu (27/9/2026), saat siswa-siswi SDN Karangsari 02 menikmati waktu bersama di kawasan Jembatan Merah Putih.

Suasana ceria dan penuh tawa terlihat jelas dari raut wajah para siswa. Dengan seragam sekolah dan tas di punggung, mereka tampak antusias dan bersemangat melintasi jembatan kebanggaan warga Desa Kebonagung tersebut.

Bagi anak-anak sekolah, keberadaan jembatan ini sangat membantu. Akses menuju sekolah yang sebelumnya sulit dan harus memutar jauh, kini menjadi lebih dekat, aman, dan nyaman untuk dilalui setiap hari.

"Senang sekali bisa lewat jembatan baru ini. Bagus dan kuat. Sekarang berangkat sekolah jadi lebih cepat dan tidak takut lagi," ujar salah satu siswi SDN Karangsari 02 dengan penuh semangat.

Para guru dan warga sekitar pun ikut merasa bahagia melihat keceriaan anak-anak. Jembatan Merah Putih diharapkan tidak hanya memperlancar akses pendidikan, tetapi juga menjadi simbol harapan baru dan semangat baru bagi generasi penerus di Desa Kebonagung.(Pendim0821)

Tingkatkan Akses Jalan, Babinsa Pundungsari Dampingi Warga Bangun Jalan Rabat Beton


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud nyata kepedulian TNI terhadap pembangunan di pedesaan kembali terlihat. Babinsa Pundungsari Koramil 0821-18/Tempursari, Serka Fery Dian Prasetyono, bersama warga Desa Pundungsari melaksanakan  pembangunan jalan rabat beton program desa di Dusun Sukosari RT 004 RW 004 Desa Pundungsari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (27/9/2026).

Pembangunan jalan rabat beton tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses transportasi masyarakat, terutama petani pisang, agar lebih mudah mengangkut hasil panen dari lahan pertanian ke permukiman dan pasar. Dengan adanya jalan rabat beton ini, diharapkan kegiatan ekonomi masyarakat dapat semakin lancar serta mendukung kesejahteraan warga desa.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Pundungsari Serka Fery Dian Prasetyono tampak terlibat langsung bersama warga mengaduk dan menghamparkan adonan semen sebagai bentuk dukungan moral dan fisik. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga menjadi pemicu semangat gotong royong yang merupakan nilai luhur budaya bangsa Indonesia.

“Pembangunan jalan rabat beton ini merupakan salah satu bentuk upaya kami bersama pemerintah desa untuk meningkatkan sarana dan prasarana penunjang kegiatan ekonomi warga, terutama para petani pisang. Semoga dengan adanya jalan ini, warga semakin terbantu dalam mengangkut hasil panen dan aktivitas sehari-hari,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Dusun Sukosari Suharno menyampaikan bahwa pembangunan jalan tersebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas petani pisang. Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya yang masih berupa tanah kerap menyulitkan pengangkutan hasil panen, terutama saat musim hujan.

“Dengan adanya jalan rabat beton ini, merupakan program pemerintah desa tahun 2026, kami berharap konektivitas antar dusun dan ke ladang pertanian akan semakin baik, sehingga perekonomian desa pun ikut meningkat,” pungkasnya.

Pembangunan jalan rabat beton tersebut tidak hanya menjadi wujud pembangunan fisik desa, tetapi juga menjadi simbol kekompakan antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun kesejahteraan bersama melalui semangat gotong royong. (Pendim0821)

26/09/2026

Puluhan Warga Ikuti Skrining Pendengaran di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Puluhan warga tampak antusias mengikuti pemeriksaan telinga dalam kegiatan bakti sosial layanan kesehatan berupa skrining pendengaran dan bersih-bersih telinga di Gedung PKK Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026) 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Milad Lazismu ke-24. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komda PGPK) Kabupaten Lumajang.

Sejak kegiatan berlangsung, warga secara bergantian mengikuti pemeriksaan kondisi telinga dan pendengaran. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan telinga.

Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, mengatakan kesehatan pendengaran merupakan bagian penting dari kualitas hidup yang perlu diperhatikan sejak dini.

Menurut Dewi, gangguan pendengaran tidak boleh dianggap sebagai persoalan sederhana. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat memengaruhi komunikasi, penerimaan informasi hingga interaksi seseorang dengan keluarga dan lingkungan.

“PKK tidak hanya berbicara tentang kegiatan organisasi. Lebih dari itu, PKK hadir dan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, saya berharap setiap anggota PKK bisa menjadi contoh, menjadi penggerak, sekaligus menyampaikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat,” ujar Dewi.

Dewi menjelaskan, kemampuan mendengar memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang mengalami gangguan pendengaran, komunikasi dengan keluarga maupun masyarakat dapat ikut terganggu.

Bahkan, gangguan pendengaran dapat menyebabkan seseorang mengalami kesalahpahaman saat berkomunikasi atau kesulitan menerima informasi.

“Menjaga kesehatan telinga sebenarnya juga merupakan bagian dari menjaga kualitas komunikasi dan hubungan kita dengan keluarga maupun masyarakat,” katanya.

Karena itu, Dewi mengajak masyarakat lebih memperhatikan kesehatan telinga dan tidak melakukan perawatan secara sembarangan.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak memiliki kebiasaan mengorek telinga menggunakan benda-benda yang berisiko melukai bagian dalam telinga.

Beberapa benda yang kerap digunakan secara sembarangan, seperti peniti, kunci motor hingga cotton bud, menurutnya perlu dihindari.

“Jangan mengorek telinga dengan benda-benda yang tidak semestinya, seperti peniti, kunci motor, ataupun menggunakan cotton bud secara sembarangan. Itu berbahaya. Jika ada keluhan, cukup lakukan pemeriksaan ke tenaga medis,” pesannya.

Dorong Kolaborasi untuk Edukasi Masyarakat

Selain memberikan layanan pemeriksaan, kegiatan tersebut dinilai menjadi contoh kolaborasi lintas organisasi dalam memberikan edukasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Dewi mengapresiasi Komda PGPK Kabupaten Lumajang dan Lazismu Lumajang yang telah berkolaborasi bersama TP PKK Kabupaten Lumajang dalam kegiatan tersebut.

“Saya melihat kegiatan bersih-bersih telinga dan screening pendengaran ini sebagai contoh sederhana, tetapi sangat berarti. Organisasi dan lembaga yang memiliki kepedulian yang sama dapat duduk bersama, berkolaborasi, dan menghadirkan manfaat secara langsung,” ungkapnya.

Menurut Dewi, kerja sama seperti ini perlu terus diperkuat. Terlebih, masih banyak persoalan kesehatan dan edukasi keluarga yang membutuhkan perhatian bersama.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

“Semoga kegiatan ini bukan menjadi kegiatan yang berhenti sampai hari ini saja. Mudah-mudahan ke depan kerja sama dan kolaborasi seperti ini dapat terus dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan lain yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” tuturnya. (mam

Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved