-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

19/03/2026

Malam Takbiran 2026, Polres Lumajang Siapkan Penyekatan di Sejumlah Titik Strategis


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Polres Lumajang bersama tim gabungan dari TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan akan memberlakukan penyekatan di sejumlah titik strategis pada malam takbiran Idul Fitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menegaskan bahwa masyarakat yang hendak merayakan malam takbiran dengan cara konvoi kendaraan akan diputar balik di titik-titik penyekatan yang telah disiapkan.

“Untuk kegiatan takbiran, kami sarankan dilaksanakan di masjid atau lingkungan masing-masing. Jika ada masyarakat yang ingin menikmati suasana malam, kami akan lakukan penyekatan di beberapa titik untuk mencegah penumpukan massa di jalan raya,” ujar Alex di konfirmasi usia memantau pengamanan pawai ogoh-ogoh di Senduro.

Ia menjelaskan, sejumlah titik penyekatan akan difokuskan di jalur utama, di antaranya wilayah utara menuju Kota Lumajang yang akan disekat di Kecamatan Sukodono, jalur selatan di kawasan Gladak Abang, serta wilayah timur di Simpang Tiga JLT Tukum, Kecamatan Tekung. 

Selain itu, akses masuk ke pusat kota dan Alun-Alun Lumajang juga akan diberlakukan penyekatan.

Menurut Alex, pengamanan malam takbiran diawali dengan apel gabungan yang melibatkan seluruh unsur terkait. Setelah berbuka puasa, personel akan langsung menempati pos-pos yang telah ditentukan.

Dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, Polres Lumajang menyiapkan total 532 personel gabungan. Rinciannya, sebanyak 366 personel dari kepolisian dan 166 personel dari unsur TNI, pemerintah daerah, serta stakeholder terkait lainnya.

“Kami juga mendirikan satu pos pelayanan dan satu pos pengamanan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga akan melakukan patroli rutin di titik-titik rawan kemacetan, kecelakaan, serta potensi tindak kejahatan. Pengawasan juga diperketat di lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan, termasuk tempat wisata pasca Lebaran.

Alex turut mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan petasan atau kembang api yang berpotensi menimbulkan ledakan maupun kebakaran.

“Kembang api yang tidak menimbulkan ledakan masih bisa ditoleransi dengan pengawasan, namun yang berpotensi membahayakan kami larang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan warga yang akan mudik agar meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan rumah yang ditinggalkan. Masyarakat diminta berkoordinasi dengan aparat setempat maupun kepolisian untuk melakukan pemantauan bersama.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat dapat merayakan malam takbiran dan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” pungkas Alex. (Imam)


Ribuan Warga Padati Pawai Ogoh-Ogoh di Senduro, Toleransi Terjalin di Tengah Ramadan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Raya Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (18/3/2026) malam. 

Mereka antusias menyaksikan pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Sebanyak 15 ogoh-ogoh atau patung raksasa yang melambangkan Bhuta Kala diarak dari depan Pura Mandara Giri Semeru, diiringi tabuhan musik tradisional dan tarian khas yang menggema sepanjang rute pawai. Suasana semakin semarak dengan sorak penonton yang memenuhi sisi jalan.

Prosesi pengerupukan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Raya Nyepi ini berlangsung khidmat sekaligus meriah. Ogoh-ogoh diarak mengelilingi desa sebagai simbol menetralisir energi negatif sebelum memasuki hari penyepian.

Menariknya, tradisi ini tidak hanya menjadi milik umat Hindu, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat Muslim setempat. 

Mengingat pelaksanaannya bertepatan dengan bulan suci Ramadan, kegiatan pawai sengaja dimulai setelah salat tarawih sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.

Salah satu warga Muslim, Lisa, mengaku terkesan dengan kemeriahan pawai tersebut. Ia bahkan baru pertama kali menyaksikan langsung tradisi ogoh-ogoh.

“Ini pertama kali saya lihat ogoh-ogoh, rasanya senang sekali. Yang nonton juga banyak, tidak hanya umat Hindu, tapi juga Muslim. Apalagi dilaksanakannya setelah salat tarawih,” ujarnya di lokasi.

Pembimbing Masyarakat Hindu Kanwil Kemenag Jawa Timur, Budiono, menjelaskan bahwa pengerupukan merupakan ritual sakral yang dilakukan sehari sebelum Nyepi. Dalam prosesi tersebut, ogoh-ogoh yang melambangkan Bhuta Kala atau energi negatif diarak keliling desa untuk dinetralisir.

“Ogoh-ogoh ini simbol energi negatif. Diarak keliling desa sebagai bentuk pembersihan, kemudian dimusnahkan agar tidak mengganggu pelaksanaan Catur Brata Penyepian,” kata Budiono.

Ia menambahkan, penyesuaian waktu pelaksanaan pawai menjadi bentuk nyata toleransi yang telah terjalin lama di Senduro. Dengan digelarnya pawai setelah tarawih, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat turut menyaksikan tanpa mengganggu ibadah masing-masing.

“Ini bentuk kebersamaan yang luar biasa. Tahun ini istimewa karena bertepatan dengan Ramadan dan juga mendekati Idul Fitri. Kami ingin semua umat bisa menjalankan ibadah dengan nyaman sekaligus menjaga kerukunan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, penyesuaian waktu pelaksanaan menjadi wujud nyata toleransi antarumat beragama di Senduro.

“Kegiatan ini kami mulai setelah tarawih agar tidak mengganggu ibadah umat Muslim. Justru dengan begitu, semua warga bisa ikut menyaksikan dan merasakan kebersamaan,” tambahnya.

Budiono juga menilai momen tahun ini sangat istimewa karena perayaan Nyepi berdekatan dengan bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

“Ini momentum luar biasa. Umat Hindu akan melaksanakan Nyepi, sementara umat Muslim menjalankan ibadah puasa hingga Idul Fitri. Maka penting bagi kita semua untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghormati,” katanya.

Ia menjelaskan, setelah pengerupukan, umat Hindu akan menjalani Catur Brata Penyepian selama 24 jam, yang meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan).

Menurut Budiono, toleransi di Senduro tidak hanya terlihat saat perayaan, tetapi juga dalam proses pembuatan ogoh-ogoh. Warga Muslim kerap turut membantu sejak tahap perancangan hingga penyelesaian

Sementara itu, suasana toleransi di Senduro sudah menjadi tradisi yang terjaga. Tidak hanya dalam pelaksanaan pawai, proses pembuatan ogoh-ogoh pun kerap melibatkan warga lintas agama.

Keharmonisan ini menjadi contoh nyata kehidupan masyarakat yang rukun di tengah perbedaan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam keberagaman. (Imam)


.


18/03/2026

Babinsa Tempeh Lor Aktif Kawal Pelayanan Kesehatan Lansia di Posyandu Melati 1


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya para lanjut usia, Babinsa Tempeh Lor Koramil 0821-10/Tempeh Serda Budi Santoso melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan di Posyandu Lansia Melati 1 yang berlokasi di Dusun Bedok 1 RT 001 RW 005 Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (18/3/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 50 orang lansia yang antusias memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, pengecekan tekanan darah, serta konsultasi kesehatan guna memastikan kondisi para lansia tetap terpantau dengan baik.

Dalam kegiatan itu, Babinsa tidak hanya melakukan pendampingan, tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan para lansia, memberikan semangat, serta membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan agar berjalan tertib dan nyaman.

Serda Budi Santoso mengatakan bahwa pendampingan posyandu lansia merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi para lansia yang membutuhkan perhatian lebih.

“Kehadiran kami di sini sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Kami ingin memastikan para lansia mendapatkan pelayanan yang baik sekaligus memberikan semangat agar tetap menjaga kesehatan,” ujar dia.

Sementara itu, Bidan Desa Tempeh Lor, Reni Puspita Sari, A.Md.Keb., menerangkan bahwa Posyandu Lansia merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan terpadu yang ditujukan untuk memantau dan meningkatkan derajat kesehatan para lanjut usia secara rutin dan berkelanjutan.

“Posyandu lansia ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara berkala, seperti pemeriksaan tekanan darah, pemantauan kondisi kesehatan, serta edukasi pola hidup sehat bagi para lansia. Dengan kegiatan ini, diharapkan kondisi kesehatan lansia dapat terkontrol dan kualitas hidup mereka tetap terjaga,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut sangat membantu dalam menciptakan suasana yang nyaman serta mendorong partisipasi masyarakat.

Dengan adanya pendampingan yang humanis dari Babinsa, diharapkan para lansia semakin termotivasi untuk rutin memeriksakan kesehatan, sehingga kualitas hidup mereka tetap terjaga dengan baik. (Pendim0821)

TNI Hadir di Tengah Masyarakat, Babinsa Karanganyar Monitoring Kegiatan Posyandu


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Komitmen TNI AD dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan melalui peran aktif Babinsa di wilayah binaan. 

Babinsa Karanganyar Koramil 0821-11/Yosowilangun, Sertu Taufiq Abdul Lukito, melaksanakan pendampingan sekaligus monitoring kegiatan Posyandu yang digelar di Kantor Desa Karanganyar, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (18/3/2026).

Kegiatan Posyandu tersebut diikuti oleh 30 Balita, yang mendapatkan pelayanan kesehatan rutin berupa penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Pendampingan Babinsa dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan prosedur pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Posyandu oleh Bidan Desa Karanganyar, Titin Sri Purwati, Amd.Keb, yang memberikan pelayanan kesehatan sekaligus edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang dan pemantauan kesehatan balita secara berkala.

Saat dikonfirmasi Sertu Taufiq Abdul Lukito menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan Posyandu merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas generasi penerus bangsa. Menurutnya, kesehatan anak merupakan pondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di masa depan.

“Pendampingan ini adalah wujud kepedulian kami terhadap kesehatan balita. Dengan Posyandu yang rutin dan tertib, diharapkan tumbuh kembang anak dapat terpantau dengan baik sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, Bidan Desa Karanganyar, Titin Sri Purwati, Amd.Keb., menyampaikan bahwa kegiatan Posyandu memiliki peran penting dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkelanjutan. 

Ia menjelaskan bahwa melalui Posyandu, para orang tua dapat mengetahui kondisi kesehatan anak sejak dini, sehingga apabila ditemukan adanya gangguan pertumbuhan dapat segera dilakukan penanganan.

“Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa, khususnya dalam memantau tumbuh kembang balita. Dengan pemeriksaan rutin seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian edukasi gizi, kami berharap para orang tua semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan anak secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan kegiatan Posyandu tidak lepas dari partisipasi aktif masyarakat serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Babinsa yang turut membantu dalam menggerakkan warga. (Pendim0821)

Pemudik Diimbau Waspada, Ini Titik Rawan Perlambatan di Jalur Lumajang


Lumajang (Onenewsjatim)
– Pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Lumajang diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah titik rawan perlambatan arus lalu lintas, terutama di jalur utara.

Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, mengatakan potensi kemacetan diperkirakan tidak terlalu signifikan, namun perlambatan kendaraan kemungkinan terjadi di beberapa lokasi.

“Kalau kemacetan mungkin kecil, tapi potensi perlambatan ada, terutama di wilayah utara seperti Ranuyoso. Di sana ada dua pasar tumpah, yakni Pasar Ranuyoso dan Pasar Wates Wetan di perbatasan Lumajang–Probolinggo,” ujarnya.

Selain itu, perlambatan juga diprediksi terjadi di kawasan Klakah, khususnya di perlintasan kereta api. Aktivitas keluar-masuk kendaraan serta penutupan palang pintu saat kereta melintas menjadi salah satu pemicu antrean.

“Di Klakah juga berpotensi terjadi perlambatan, terutama di perlintasan kereta api. Untuk antisipasi, kami telah menempatkan pos pengamanan di Terminal Klakah,” tambahnya.

Menurut Suprapto, petugas kepolisian akan melakukan pengaturan arus lalu lintas di titik-titik tersebut apabila terjadi kepadatan kendaraan. Personel juga disiagakan untuk membantu mengurai antrean.

“Kalau memang terjadi kepadatan, anggota akan melakukan pengaturan. Di Ranuyoso juga dibackup personel Polsek, dan bila diperlukan bisa ditambah dari pos pengamanan,” jelasnya.

Polres Lumajang juga menyiapkan jalur alternatif bagi pemudik untuk menghindari kepadatan, khususnya dari arah utara.

“Dari arah perbatasan Probolinggo–Lumajang, pengendara bisa berbelok ke kanan. Jalur tersebut tembus ke selatan Polsek Ranuyoso hingga Kedungjajang,” terangnya.

Sementara itu, untuk menghindari perlambatan di Klakah, pengendara dapat mengambil jalur alternatif melalui kawasan Ranu.

“Dari simpang empat Alfamart Klakah, bisa belok kiri masuk jalur dalam area Ranu, nanti tembus ke simpang tiga pom bensin Klakah,” imbuhnya.

Tak hanya pengamanan arus mudik, kepolisian juga mengantisipasi potensi tindak kejahatan di rumah kosong yang ditinggal pemudik.

“Kami dari tim preventif akan patroli ke perumahan-perumahan yang ditinggal pemudik untuk menjaga keamanan,” tegas Suprapto.

Sementara itu, Kanit Turjagwali Satlantas Polres Lumajang, Ipda Aulia Dheta Astarika, menambahkan bahwa tim urai kemacetan telah disiagakan untuk merespons cepat jika terjadi kepadatan lalu lintas.

“Apabila terjadi kemacetan, tim urai akan bergerak cepat untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas,” katanya.

Ia menyebut, waktu rawan perlambatan umumnya terjadi pada pagi hari di kawasan Pasar Ranuyoso dan sore hari di wilayah Klakah.

“Pagi hari di Pasar Ranuyoso, sedangkan sore hari di Klakah, terutama saat aktivitas di stasiun dan perlintasan kereta api meningkat,” jelasnya.

Aulia memperkirakan durasi perlambatan di kedua titik tersebut bisa mencapai sekitar tiga jam, meski arus kendaraan tetap berjalan.

“Perkiraan sekitar tiga jam, baik pagi di Ranuyoso maupun sore di Klakah. Namun arus tetap bergerak, hanya saja melambat,” pungkasnya.(Imam)

465 Ribu Pekerja Lumajang Belum Tersentuh Jaminan Sosial Ketenagakerjaan


Lumajang, (DOC) -
Sebanyak 465.888 penduduk bekerja di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tercatat belum terlindungi program jaminan sosial tenaga kerja dari . Angka ini menunjukkan masih rendahnya tingkat kepesertaan pekerja dalam program perlindungan ketenagakerjaan.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang hingga awal 2026, capaian kepesertaan baru mencapai 16,08 persen atau setara 89.266 orang dari total 555.154 penduduk bekerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang, , mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi data hingga Maret 2026.

“Sebanyak 89.266 atau 16,08 persen yang sudah terdaftar kepesertaan BPJS itu tersebar di seluruh Indonesia, namun KTP-nya Lumajang. Mereka ini bekerja di berbagai daerah,” ujar Delistyana, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, dari total peserta tersebut, hanya sekitar 50.098 pekerja yang benar-benar terdaftar dan bekerja di wilayah Lumajang. Sementara sisanya merupakan pekerja asal Lumajang yang bekerja di luar daerah.

Menurut Delistyana, pihaknya terus berupaya meningkatkan cakupan kepesertaan, terutama bagi pekerja yang berada di wilayah Lumajang.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lumajang menargetkan peningkatan cakupan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) dari 16,08 persen menjadi 20 persen pada tahun 2026.

“Masih ada kekurangan sekitar 22.042 pekerja yang harus segera didaftarkan. Kami optimistis target tersebut bisa tercapai hingga akhir tahun,” pungkasnya.

17/03/2026

Musrenbang RKPD 2027 Lumajang, Kasdim Tekankan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Komandan Kodim 0821/Lumajang yang diwakili oleh Kasdim 0821/Lumajang, Mayor Inf Tanuri, menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Kabupaten Lumajang yang digelar di Pendopo Arya Wiraraja. Selasa(17/3/2026)

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2027. 

Musrenbang RKPD juga bertujuan menyelaraskan program prioritas pemerintah daerah dengan kebutuhan masyarakat serta kebijakan pembangunan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Kasdim 0821 menyampaikan bahwa kehadiran TNI melalui Kodim 0821/Lumajang merupakan wujud dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam merencanakan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat serta menjaga stabilitas wilayah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk memastikan setiap program pembangunan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui Musrenbang ini diharapkan tercipta keselarasan program pembangunan daerah yang mampu menjawab berbagai tantangan ke depan, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Lumajang yang maju dan sejahtera,” ujarnya.

Kegiatan Musrenbang RKPD Tahun 2027 Kabupaten Lumajang tersebut diikuti oleh unsur Forkopimda, perangkat daerah, tokoh masyarakat, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang bersama-sama memberikan masukan dan gagasan demi pembangunan daerah yang berkelanjutan.(Pendim0821)

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved