-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

17/07/2026

Pelaku Pembacokan Pemuda Pakai Samurai di Lumajang Kini Terjerat Kasus Dugaan Pemerkosaan Ojol


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Seorang pria berinisial MYF (23), warga Desa Jeruk, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, kembali berhadapan dengan proses hukum.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam, ia kini juga menjalani penyidikan atas dugaan tindak pidana pemerkosaan terhadap seorang perempuan pengemudi ojek online (ojol).

Kasus tersebut menjadi perhatian karena tersangka yang sama diduga terlibat dalam dua perkara pidana berbeda yang saat ini ditangani secara paralel oleh Polres Lumajang.

Sebelumnya, MYF ditangkap setelah diduga melakukan pembacokan terhadap Rizki Rizal Bimantoro (23), warga Desa Boreng, Kecamatan Lumajang.

Peristiwa yang terjadi di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Tompokersan, disebut dipicu persoalan asmara yang melibatkan seorang perempuan berinisial N (26).

Di tengah proses penyidikan perkara penganiayaan itu, penyidik Satreskrim Polres Lumajang juga menerima laporan dugaan pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh tersangka terhadap perempuan berinisial FP (28), warga Kelurahan Tompokersan.

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan bahwa pelaku dalam kasus pembacokan tersebut juga telah dilaporkan dalam perkara dugaan pemerkosaan.

"Pelaku dalam kasus penganiayaan yang sudah diamankan juga dilaporkan dalam perkara lain, yakni dugaan tindak pidana pemerkosaan," ujar Ipda Suprapto saat memberikan keterangan di Mapolres Lumajang, Jumat (17/7/2026).


Menurut Suprapto, dugaan tindak pidana itu bermula saat korban menerima pesanan makanan dari tersangka melalui layanan ojek online pada 10 Juli 2026.

Usai pengantaran selesai, komunikasi antara keduanya terus berlanjut. Tersangka disebut beberapa kali menghubungi korban melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp hingga akhirnya mengajak korban bertemu di kamar kos miliknya di kawasan Jalan Gajah Mada, Kecamatan Lumajang.

"Korban kemudian mendatangi tempat kos tersangka. Setelah korban masuk, tersangka menyusul dan mengunci pintu kamar. Saat itulah dugaan persetubuhan secara paksa terjadi," jelas Suprapto.

Korban selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Lumajang pada 11 Juli 2026. Sejak laporan diterima, penyidik Satreskrim melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap korban, saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap secara utuh dugaan tindak pidana tersebut.

Polres Lumajang menegaskan bahwa kasus penganiayaan dan dugaan pemerkosaan merupakan dua perkara yang memiliki laporan polisi (LP) berbeda sehingga proses hukumnya masih ditangani secara terpisah.

"Untuk penanganan dua laporan ini nanti penyidik akan menentukan apakah kedua perkara akan digabung atau diproses dalam berkas perkara yang terpisah. Semua masih dalam tahap penyidikan," kata Suprapto.

Wujud Kepedulian TNI kepada Masyarakat, Babinsa Pandansari Dampingi Layanan Posyandu


Lumajang, (Onenewajatim)
-Komitmen TNI AD dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pembinaan teritorial. Salah satunya dilakukan Babinsa Pandansari Pos Koramil 0821/05 Kedungjajang, Serka Ambrin, yang melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan balita bersama kader Posyandu dan tenaga kesehatan di Balai Posyandu Anggrek, Dusun Mrutu RT 13 RW 07, Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).


Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut diikuti oleh 44 balita yang mendapatkan berbagai layanan, di antaranya penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan tumbuh kembang, imunisasi sesuai jadwal, serta penyuluhan kesehatan kepada para orang tua. Seluruh pelayanan dipimpin oleh Bidan Desa Pandansari, Shinta Putri Rahayu, Amd.Keb., dengan didukung para kader Posyandu.


Dalam kesempatan itu, Serka Ambrin mengatakan bahwa kehadiran Babinsa merupakan bagian dari tugas pembinaan wilayah sekaligus bentuk sinergi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan dalam menciptakan masyarakat yang sehat, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.


"Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat. Kami berharap para orang tua semakin rutin membawa anaknya ke Posyandu agar pertumbuhan dan perkembangan balita dapat dipantau secara berkala sehingga apabila ditemukan kendala kesehatan dapat segera ditangani," ujar dia.


Sementara itu, Bidan Desa Pandansari, Shinta Putri Rahayu, Amd.Keb., menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran penting dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan balita sejak dini. Melalui kegiatan rutin setiap bulan, kondisi kesehatan anak dapat dipantau secara menyeluruh, mulai dari berat badan, tinggi badan, status gizi, hingga kelengkapan imunisasi.


"Kesehatan balita merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar rutin membawa putra-putrinya ke Posyandu setiap bulan. Dengan pemeriksaan berkala, apabila ditemukan gangguan pertumbuhan atau masalah kesehatan dapat segera ditangani sejak dini, sehingga risiko stunting maupun penyakit lainnya dapat dicegah," jelas Shinta.


Ia juga mengajak para orang tua untuk terus menerapkan pola asuh yang baik dengan memberikan asupan gizi seimbang, melengkapi imunisasi sesuai jadwal, menjaga kebersihan lingkungan, serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga. Menurutnya, sinergi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, Babinsa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan derajat kesehatan balita di Desa Pandansari.


Di tempat terpisah, Kepala Desa Pandansari, Pait Hariyanto, menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan Babinsa menjadi kekuatan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


"Pelayanan Posyandu merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Kami mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang selalu aktif mendampingi setiap kegiatan kemasyarakatan, termasuk pelayanan kesehatan balita. Sinergi ini diharapkan terus terjaga demi mewujudkan masyarakat Desa Pandansari yang semakin sehat dan sejahtera," tuturnya.


Melalui pendampingan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan Posyandu semakin meningkat, sehingga upaya pencegahan stunting, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat berjalan secara optimal melalui kerja sama seluruh elemen di wilayah. (Pendim0821)

MPLS SMAN 3 Lumajang, Danramil Bekali Siswa Wawasan Kebangsaan dan Disiplin


Lumajang, (Onenewsjatim) – Dalam rangka membentuk karakter generasi muda yang berjiwa nasionalis dan cinta tanah air sejak dini, Danramil 0821-01/Lumajang Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada siswa kelas X dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 3 Lumajang, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026).


Kegiatan yang diikuti oleh 350 siswa kelas X tersebut berlangsung dengan penuh antusias. Melalui penyampaian materi yang komunikatif dan interaktif, para peserta diajak memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila, semangat persatuan dan kesatuan, cinta tanah air, disiplin, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.


Dalam materinya, Kapten Inf Ahmad Ely Supriyadi menegaskan bahwa pelajar memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, wawasan kebangsaan harus ditanamkan sejak dini agar para siswa memiliki karakter yang kuat, berintegritas, serta mampu menyaring berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam persatuan bangsa.


"Sebagai generasi penerus, para pelajar harus memiliki semangat belajar yang tinggi, disiplin, saling menghormati, serta menjunjung nilai-nilai kebangsaan. Kalian adalah calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah kemajuan bangsa, sehingga rasa cinta tanah air harus terus dipupuk melalui sikap dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari," ungkap dia.


Selain menyampaikan materi kebangsaan, Danramil juga mengajak para siswa untuk menjauhi perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, serta bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan prestasi dan memperluas wawasan, bukan menjadi media penyebaran informasi yang dapat memecah persatuan.


Sementara itu, Kepala SMA Negeri 3 Lumajang, Moh. Yatim Khudlori, M.Pd., mengatakan bahwa pemberian materi Wawasan Kebangsaan oleh Danramil 0821-01/Lumajang menjadi bekal penting bagi peserta didik baru dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta rasa cinta tanah air.


"Materi Wawasan Kebangsaan sangat bermanfaat bagi siswa, khususnya di masa MPLS, karena menjadi pondasi awal dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, persatuan, toleransi, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi, para pelajar perlu memiliki karakter yang kuat agar mampu menyaring pengaruh negatif tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia," ujar Yatim.


Ia menambahkan bahwa sinergi antara sekolah dan TNI memberikan nilai edukatif yang sangat positif. Menurutnya, kehadiran Danramil tidak hanya memberikan wawasan tentang kebangsaan, tetapi juga memotivasi para siswa untuk lebih disiplin, menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta memiliki semangat belajar dan berprestasi.


"Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Dengan demikian, para siswa tidak hanya tumbuh menjadi pelajar yang berprestasi, tetapi juga menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara," pungkasnya.


Kegiatan pemberian materi Wawasan Kebangsaan tersebut merupakan salah satu bentuk sinergi antara TNI dan dunia pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta memiliki semangat bela negara. Diharapkan, melalui pembinaan sejak masa MPLS, para siswa mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, disiplin, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara. (Pendim0821)

Polisi Ungkap Peredaran Kosmetik Ilegal di Malang, Sita 1,4 Ton Bahan Baku


Malang Kota (DOC)
– Polresta Malang Kota Polda Jawa Timur membongkar praktik produksi dan peredaran kosmetik ilegal yang tidak memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu serta tidak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka dengan omzet penjualan yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta per bulan.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Putu Kholis Aryana, mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat dari produk kosmetik berbahaya yang beredar di pasaran.

"Hari ini kami mengungkap kasus peredaran kosmetik ilegal yang diproduksi tanpa memenuhi standar keamanan, khasiat, mutu, serta tidak dilengkapi izin resmi BPOM. Kejahatan seperti ini tidak hanya merugikan konsumen secara ekonomi, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan masyarakat," ujar Kombes Putu Kholis saat konferensi pers, Kamis (16/7/2026).

Ia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas setiap pelaku yang memproduksi maupun mengedarkan produk yang membahayakan keselamatan konsumen.

"Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh produk kosmetik yang aman dan sesuai ketentuan. Penegakan hukum ini merupakan bentuk perlindungan terhadap hak-hak konsumen," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, Kompol Hendro Triwahyono, menjelaskan pengungkapan kasus tersebut berawal dari dua laporan polisi yang ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif.

Lokasi pertama berada di sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Sukun, Kota Malang, yang diungkap pada 9 Juli 2026. Selanjutnya, pada 12 Juli 2026, petugas melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

"Dari dua lokasi tersebut kami mengamankan dua tersangka, yakni RW (34), warga Kecamatan Sukun, Kota Malang, dan SHS (43), warga Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, beserta seluruh barang bukti yang digunakan dalam proses produksi dan distribusi kosmetik ilegal," terang Kompol Hendro.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita sekitar 1,4 ton bahan dasar (base cream), 154 botol base cream siap edar, 19 botol base gel, sampel gel, berbagai bahan baku kimia, mixer, alat pengisian (refill), timbangan digital, gelas ukur, galon bahan dasar, dua panci produksi, hingga satu unit mobil Daihatsu Gran Max yang digunakan untuk mendukung aktivitas produksi dan distribusi.

Menurut Kompol Hendro, tersangka SHS memasok bahan dasar kosmetik kepada RW selama kurang lebih dua tahun.

Selanjutnya, RW mengemas ulang bahan tersebut menjadi handbody lotion dalam botol plastik ukuran 100 mililiter dan memasarkannya melalui berbagai platform belanja daring dengan harga sekitar Rp10.000 per botol.

Selain handbody lotion, tersangka juga memproduksi face tonic dengan mencampurkan air mineral ke dalam produk sebelum dipasarkan. Sebagian kosmetik tersebut bahkan dijual menggunakan kemasan polos tanpa merek.

"Dari hasil penyidikan, tersangka RW diperkirakan memperoleh keuntungan sekitar Rp85,4 juta per bulan dari penjualan handbody lotion dan sekitar Rp20 juta per bulan dari penjualan face tonic. Sementara SHS memperoleh keuntungan sekitar Rp25 juta per bulan dari penjualan bahan baku," jelasnya.

Polisi juga menemukan sejumlah bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi, seperti Cetyl Alcohol, Stearic Acid, White Oil, Triethanolamine (TEA) dan bahan lainnya yang berpotensi membahayakan apabila digunakan tanpa proses sesuai standar.

Paparan bahan-bahan tersebut dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, mulai dari iritasi kulit, alergi, rasa terbakar, penyumbatan pori-pori, gangguan pada mata, mual, hingga potensi paparan zat yang bersifat karsinogenik.

Berdasarkan hasil penyelidikan, penyidik memperkirakan sedikitnya 15.000 masyarakat berhasil terlindungi dari potensi penggunaan kosmetik yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 435 dan/atau Pasal 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp5 miliar.

Polresta Malang Kota menegaskan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan produksi maupun distribusi kosmetik ilegal lainnya yang beroperasi di berbagai daerah. (Red)

Perahu Dihantam Ombak Besar, Seorang Nelayan Asal Jember Meninggal Dunia di Perairan Lumajang


Lumajang (Onenewsjatim) – Seorang nelayan asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke laut akibat diterjang gelombang tinggi di perairan selatan Kabupaten Lumajang. Korban dievakuasi oleh tim gabungan pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.


Korban diketahui bernama Sugi (50), warga Desa Lohjejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Jenazah ditemukan di kawasan pesisir Pantai Padang Savana setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut.


Proses evakuasi berlangsung cukup sulit. Tim gabungan harus berjalan kaki menyusuri pesisir dan menyeberangi sungai untuk mencapai lokasi penemuan korban.


Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menjelaskan korban berangkat melaut bersama dua rekannya dari Puger, Jember, pada Kamis (16/7/2026). 


Mereka mencari ikan di perairan selatan dan bermalam di sekitar timur Pantai Watu Pecak, Lumajang.


"Berdasarkan informasi yang kami terima, korban bersama dua rekannya berangkat melaut dari Puger pada Kamis (16/7). Saat malam hari terjadi gelombang tinggi yang menyebabkan perahu mereka kemasukan air dan oleng. Korban diduga terpental ke laut, sementara dua rekannya berhasil selamat," ujar Isnugroho, Jumat (17/7/2026).


Menurut Isnugroho, insiden terjadi sekitar pukul 23.00 WIB ketika gelombang tinggi menerjang perairan selatan Lumajang. 


Meski dihantam ombak, perahu yang digunakan para nelayan tidak tenggelam maupun mengalami kerusakan berat.


"Informasinya ada tiga orang di dalam perahu. Satu orang berhasil menepi, sementara korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Perahunya tidak tenggelam, hanya kemasukan air akibat gelombang tinggi," jelasnya.

16/07/2026

Cegah Semak dan Hewan Liar, Babinsa Kalisemut Bersihkan Jalan Bersama Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)-Semangat gotong royong terus ditunjukkan Babinsa Kalisemut Koramil 0821-20/Padang, Serda Hendrik, dengan turun langsung membantu warga melaksanakan kerja bakti pembersihan jalan menuju permukiman di Dusun Krajan RT 006 RW 002, Desa Kalisemut, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan bersama masyarakat sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan akses jalan menuju permukiman tetap bersih, aman, dan nyaman dilalui warga. Rumput liar, semak belukar, serta material yang mengganggu badan jalan dibersihkan secara bergotong royong sehingga kondisi jalan menjadi lebih rapi dan tertata.


Di sela kegiatan, Serda Hendrik mengatakan bahwa kerja bakti merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI melalui peran Babinsa dalam mendampingi masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, budaya gotong royong harus terus dipelihara karena menjadi kekuatan utama dalam menjaga kebersamaan sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat.


"Melalui kerja bakti seperti ini, selain lingkungan menjadi bersih, juga semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan yang terjalin akan memudahkan setiap upaya pembangunan dan penyelesaian berbagai persoalan di lingkungan desa," ujar dia.


Sementara itu, Kepala Dusun Krajan, Mohamad Wahyudi, mengatakan bahwa pembersihan jalan tersebut menjadi perhatian bersama karena akses jalan menuju permukiman warga berada berdampingan dengan area ladang dan semak yang mudah ditumbuhi rumput liar. Menurutnya, apabila tidak rutin dibersihkan, kondisi tersebut dikhawatirkan menjadi tempat persembunyian berbagai jenis hewan yang dapat membahayakan masyarakat.


"Jalan ini berada di samping ladang warga, sehingga rumput dan semak cepat tumbuh. Selain agar jalan tetap bersih dan nyaman dilalui, pembersihan ini juga untuk mengantisipasi adanya hewan seperti ular atau hewan liar lainnya yang dapat membahayakan pengguna jalan maupun warga yang beraktivitas di sekitar lokasi. Kami sangat mengapresiasi kepedulian Babinsa yang selalu hadir bersama masyarakat dalam kegiatan gotong royong seperti ini," pungkasnya.


Melalui kegiatan kerja bakti tersebut, diharapkan budaya gotong royong tetap terpelihara sebagai wujud sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, serta mendukung kenyamanan aktivitas sehari-hari warga. (Pendim0821)

Babinsa Purwosono Ajak Siswa Baru Cintai Tanah Air dan Tolak Segala Bentuk Bullying


Lumajang (Onenewsjatim) – Babinsa Purwosono Koramil 0821-19/Sumbersuko, Serda Achmad Affandi, memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan edukasi anti bullying kepada siswa baru MI Nurul Islam Purwosono, Dusun Darungan, Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Kamis (16/7/2026).


Kegiatan yang menjadi bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tersebut bertujuan membentuk karakter peserta didik sejak dini agar memiliki jiwa nasionalisme, disiplin, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.


Dalam penyampaiannya, Serda Achmad Affandi mengajak para siswa untuk mencintai tanah air, menghormati keberagaman, menjaga persatuan, serta menghindari segala bentuk bullying, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial.


"Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa setiap teman harus dihormati dan diperlakukan dengan baik. Jangan ada bullying dalam bentuk apa pun. Jadilah pelajar yang disiplin, berakhlak mulia, saling peduli, serta memiliki rasa cinta kepada bangsa dan negara," ujar Serda Achmad Affandi.


Ia menambahkan, nilai-nilai kebangsaan perlu ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, menghargai perbedaan, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.


Sementara itu, Kepala MI Nurul Islam Purwosono, Ulya Faidah, M.Pd., mengapresiasi keterlibatan Babinsa dalam memberikan pembinaan karakter kepada peserta didik baru. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan untuk membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan rasa saling menghormati di lingkungan sekolah.


"Kami sangat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang telah memberikan pembekalan kepada anak-anak. Melalui materi Wawasan Kebangsaan, siswa diajarkan untuk mencintai bangsa, menghargai keberagaman, serta memiliki sikap disiplin dan tanggung jawab. Sementara edukasi anti bullying memberikan pemahaman kepada mereka tentang pentingnya saling menghormati, tidak menyakiti teman, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman," katanya.


Ia berharap nilai-nilai yang telah diberikan dapat menjadi fondasi karakter positif bagi para siswa, baik selama menempuh pendidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.


Melalui kegiatan tersebut, Koramil 0821-19/Sumbersuko bersama pihak sekolah berkomitmen mendukung pembentukan generasi muda yang berkarakter, cinta tanah air, serta menjunjung tinggi sikap saling menghargai demi terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. (Pendim) 



Pemerintah

Iklan

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved