-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

15/05/2026

Sinergi TNI-Polri di Ditotrunan, Patroli Malam Perkuat Keamanan Lingkungan


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Ditotrunan Koramil 0821-01/Lumajang, Koptu Aan Pidianto, bersama Bhabinkamtibmas Ditotrunan, Aiptu Bambang, melaksanakan patroli wilayah dan sambang Poskamling di RW 005, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat malam (15/5/2026).

Kegiatan patroli malam tersebut dilakukan sebagai bentuk sinergi TNI–Polri dalam menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif, sekaligus mempererat komunikasi dengan masyarakat melalui pendekatan humanis.

Dalam patroli itu, petugas menyempatkan diri menyapa warga yang sedang melaksanakan ronda malam di Poskamling. Selain memberikan imbauan kamtibmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan lingkungan.

Saat dikonfirmasi Babinsa Ditotrunan, Koptu Aan Pidianto, mengatakan bahwa keberadaan Poskamling memiliki peran penting dalam mendukung keamanan lingkungan secara swakarsa.

“Poskamling merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan. Kehadiran kami di tengah warga bertujuan memberikan motivasi agar semangat ronda malam tetap terjaga,” kata dia.

Senada dengan itu, Bhabinkamtibmas Ditotrunan, Aiptu Bambang, menuturkan bahwa komunikasi aktif dengan masyarakat menjadi langkah efektif dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan nyaman.

“Kami berharap masyarakat terus peduli terhadap keamanan lingkungannya masing-masing. Jika ada hal mencurigakan, segera dilaporkan agar cepat ditindaklanjuti,” ujar dia.

Sementara itu, Lurah Ditotrunan, Sandi Idhar Rosyidi, A.Md., mengapresiasi sinergi dan kepedulian aparat kewilayahan yang rutin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan patroli dan sambang Poskamling.

“Patroli bersama ini sangat positif karena mampu meningkatkan rasa aman masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan antara aparat dan warga,” ungkapnya.

Melalui patroli wilayah dan sambang Poskamling tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat, sehingga tercipta wilayah Ditotrunan yang aman, tertib, dan kondusif. (Pendim0821)

Babinsa Tegalrandu Dampingi Program Rutilahu, Progres Rumah Warga Tembus 24 Persen


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Babinsa Tegalrandu Koramil 0821-07/Randuagung, Peltu Eko Budi Anto, terus melaksanakan pendampingan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Swami di Desa Tegalrandu, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang.

Hingga Jumat (15/5/2026), progres pembangunan rumah telah mencapai 24,59 persen. Adapun pekerjaan yang dilaksanakan meliputi perbaikan atap genteng pada bagian yang bocor, penggantian kayu usuk dan reng yang rusak, serta pemasangan dinding menggunakan bata ringan, bata merah, bata putih, dan asbes.

Dalam keterangannya, Peltu Eko Budi Anto menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan Babinsa bertujuan memastikan proses pembangunan berjalan lancar dan sesuai target, sehingga masyarakat dapat segera menempati rumah yang lebih layak dan nyaman.

“Program Rutilahu ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah bersama TNI dalam membantu masyarakat mendapatkan hunian yang aman dan sehat. Kami akan terus melakukan pendampingan agar pengerjaan berjalan maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, perbaikan rumah tidak hanya meningkatkan kualitas tempat tinggal warga, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan, kenyamanan, dan kesejahteraan keluarga penerima bantuan.

Melalui program tersebut, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat terus tumbuh, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Kabupaten Lumajang. (Prndim 0821).

Di Lumajang, Kak Seto Ingatkan Bahaya Kekerasan Anak di Ruang Digital


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menyoroti meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di berbagai daerah, termasuk ancaman kekerasan dan pelecehan seksual di ruang digital.

Pria yang akrab disapa Kak Seto itu mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua hingga tenaga pendidik, untuk menjadi sahabat anak dengan mengedepankan pendekatan kasih sayang dalam mendidik.

“Ya, justru itu. Maka kami melancarkan suatu gerakan nasional, yaitu Gerakan Nasional Saya Sahabat Anak. Kami mulai dari Presiden sahabat anak, menteri sahabat anak,” ujar Kak Seto di GOR Wira Bhakti Lumajang, Jumat (15/5/2026).

Ia menuturkan, gerakan tersebut pernah digaungkan pada era Presiden Joko Widodo dengan melibatkan ratusan anak dari berbagai latar belakang sebagai bentuk kampanye perlindungan anak secara nasional.

Menurutnya, peran keluarga sangat menentukan tumbuh kembang anak. Orang tua diminta tidak hanya mengawasi, namun juga mendampingi anak dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penggunaan teknologi digital.

“Orang tua harus menjadi sahabat anak. Jadi bukan mengawasi, tetapi mendampingi anak. Orang tua juga harus cakap digital dan cerdas digital,” katanya.

Kak Seto menegaskan, pendekatan keras dalam mendidik justru dapat membuat anak menjauh dari keluarga. Ia meminta orang tua dan guru membangun komunikasi yang hangat agar anak merasa nyaman di rumah maupun di sekolah.

“Kalau anak didampingi dengan senyum dan kasih sayang, jadilah idola anak-anak. Jangan sampai anak-anak lebih mengidolakan orang di luar, tapi membenci orang tuanya karena cara mendidiknya terlalu kasar,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Kak Seto juga mengajak para pendidik untuk mendidik dengan hati dan cinta kasih.

“Intinya saya mengajak para pendidik, baik pendidik informal yaitu keluarga maupun para guru, untuk mendidik dengan hati dan kekuatan cinta,” ungkapnya.

Ia menambahkan, mendidik anak bukan dengan kemarahan ataupun bentakan, melainkan dengan pendekatan persuasif dan penuh empati.

“Semua mohon memposisikan diri sebagai sahabat anak. Jadi mendidik dengan senyuman, kasih sayang, dan demi kepentingan terbaik bagi anak,” tegasnya.

Kak Seto mengakui tantangan terbesar para pendidik maupun orang tua adalah mengendalikan emosi. Karena itu, ia memperkenalkan konsep “Guru Gembira” sebagai metode menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak.

“Cara menghadapi anak yang nakal dan bandel adalah senyum. Mesem itu dengan hati yang bersih dan jernih sehingga emosi menjadi positif,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman kekerasan seksual terhadap anak di ruang digital yang kini semakin mengkhawatirkan.

Sementara itu, data yang dihimpun mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat 72 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Lumajang. Dari jumlah tersebut, 19 kasus menimpa perempuan dan 53 kasus terjadi pada anak.

Sedangkan pada awal tahun 2026, tercatat satu kasus kekerasan terhadap perempuan dan tujuh kasus kekerasan terhadap anak yang telah dilaporkan ke Dinsos P3A Lumajang.

Tanggul Sungai Menjangan Jebol, Ratusan Rumah di Lumajang Terendam


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Ratusan rumah warga di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu sejak Kamis (14/5/2026) malam hingga Jumat (15/5/2026) dini hari.

Banjir terjadi di dua desa yakni Desa Sumberejo dan Desa Kutorenon. Genangan air bahkan mencapai ketinggian hingga 120 sentimeter dan memaksa sejumlah warga dievakuasi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, S.Sos., mengatakan banjir dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Senduro, Gucialit, Pasrujambe dan sekitarnya sejak Kamis malam.

"Hujan berlangsung cukup lama di wilayah hulu sehingga debit air meningkat drastis. Selain itu, tanggul Sungai Menjangan di Desa Kutorenon juga dilaporkan jebol sehingga air meluber ke permukiman warga," kata Isnugroho, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lumajang, hujan deras mulai terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di Desa Ranupane Kecamatan Senduro dan Desa Pakel Kecamatan Gucialit.

Kemudian sekitar pukul 00.30 WIB, Dam Kedungsangku dilaporkan mengalami kenaikan debit dengan tinggi limpasan mencapai 200 sentimeter. 

Selang 10 menit kemudian, ketinggian limpasan meningkat menjadi 300 sentimeter dan mulai meluber ke kawasan permukiman warga.

"Pada pukul 01.30 WIB air mulai masuk ke rumah warga di Gang Kemiri Dusun Biting I dengan ketinggian mencapai sekitar 120 sentimeter," ujarnya.

BPBD mencatat banjir terjadi di beberapa titik. Di Dusun Sekarputih RT 01 RW 01 Desa Sumberejo, air menggenangi enam halaman rumah warga dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter dan berangsur surut.

Sementara di Dusun Biting I Gang Kemiri RT 04 RW 08 Desa Kutorenon, ketinggian air berkisar antara 50 hingga 120 sentimeter. Sedangkan di Dusun Krajan II RT 04 RW 05 Desa Kutorenon, genangan mencapai 10 hingga 100 sentimeter.

"Untuk wilayah Dusun Biting RW 08, 09 dan 10, sekitar 300 kepala keluarga terdampak banjir. Empat warga sempat dievakuasi menuju Puskesmas Sukodono," terang Isnugroho.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sektor pertanian dan peternakan yang saat ini masih dalam proses asesmen oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang.

Menurut Isnugroho, banjir kali ini lebih besar dibandingkan genangan yang pernah terjadi sebelumnya di kawasan tersebut.

"Warga sebagian besar sudah melakukan evakuasi mandiri. Ternak milik warga juga telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman," katanya.

BPBD Kabupaten Lumajang bersama instansi terkait terus melakukan asesmen dan penanganan di lokasi terdampak. Bantuan logistik darurat juga telah disalurkan kepada warga.

“BPBD telah mendistribusikan bantuan berupa lauk pauk tambahan gizi dan makanan siap saji sebanyak 360 kaleng untuk kebutuhan warga terdampak,” pungkasnya.

14/05/2026

Polisi Gerebek Rumah Produksi Petasan di Probolinggo, Ratusan Petasan Disita


Probolinggo (Onenewsjatim)
 – Aparat kepolisian menggerebek sebuah rumah yang diduga dijadikan lokasi produksi petasan di Desa Alasumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026) dini hari.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan seorang pemuda berinisial AR (20), warga setempat, beserta sejumlah barang bukti berupa ratusan petasan berbagai ukuran dan bahan pembuat petasan.

Kasi Humas Polres Probolinggo, Iptu Merdhania Pravita Shanty, mengatakan penggerebekan dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan di sekitar lokasi ledakan petasan yang sebelumnya sempat terjadi di wilayah tersebut.

“Sekitar pukul 01.20 WIB, anggota melakukan penyelidikan di sekitar area lokasi ledakan petasan. Dari hasil informasi masyarakat, petugas mendapatkan informasi adanya salah seorang pembuat petasan yang rumahnya tidak jauh dari lokasi ledakan,” ujar Iptu Vita, Kamis (14/5/2026).

Petugas kemudian melakukan pengecekan ke rumah terduga pelaku setelah menerima informasi adanya petasan berukuran besar yang disimpan di lokasi tersebut.

Saat penggerebekan berlangsung, polisi menemukan barang bukti berupa sekitar 630 petasan renteng ukuran setengah dim, satu petasan ukuran tiga dim, serta satu petasan ukuran lima dim yang siap diledakkan.

Selain itu, polisi juga menyita satu set peralatan pembuat petasan dan sekitar setengah kilogram bubuk petasan siap pakai.

“Seluruh barang bukti langsung diamankan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” kata Vita

Berdasarkan pengakuan sementara, lanjut dia, petasan tersebut rencananya digunakan sendiri untuk kebutuhan acara hajatan keluarga.

“Menurut pengakuan sementara pelaku, petasan itu akan digunakan sendiri untuk persiapan acara pernikahan saudaranya,” imbuhnya.

Saat ini AR telah diamankan di Polsek Kraksaan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mendalami asal-usul bahan peledak yang digunakan dalam pembuatan petasan tersebut.

Atas perbuatannya, terduga pelaku dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan bahan peledak tanpa izin.

“Pelaku terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tegas Iptu Merdhania Pravita Shanty. (Imam)

Antisipasi 3C dan Narkoba, Polisi Gelar Patroli KRYD di Jalur Nasional Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan jajaran Kepolisian di wilayah Kabupaten Lumajang. 

Seperti yang dilakukan anggota Polsek Tempeh bersama Polsek Sumbersuko yang melaksanakan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di Jalan Raya Nasional Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Rabu (13/5/2026) malam.

Patroli gabungan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Tempeh AKP Syamsul Arifin dengan melibatkan personel gabungan dari dua polsek. 

Kegiatan difokuskan pada antisipasi tindak kriminalitas 3C (Curat, Curas dan Curanmor), peredaran narkoba, senjata tajam, serta gangguan kamtibmas lainnya yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.

Sejak malam hingga dini hari, petugas melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan di sepanjang jalur nasional yang kerap menjadi akses utama kendaraan antar daerah. 

Kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas dihentikan secara humanis untuk dilakukan pemeriksaan.

Petugas memeriksa identitas pengendara, surat-surat kendaraan, hingga barang bawaan guna memastikan tidak ada benda berbahaya maupun barang terlarang yang dibawa pengendara. 

Pemeriksaan dilakukan secara selektif namun tetap mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Dari hasil patroli dan pemeriksaan yang dilakukan, petugas tidak menemukan adanya senjata tajam, narkoba maupun barang mencurigakan lainnya. 

Selain itu, aparat juga memberikan teguran dan edukasi kepada pengendara yang kedapatan belum melengkapi dokumen kendaraan bermotor.

Kapolsek Tempeh AKP Syamsul Arifin mengatakan patroli KRYD merupakan langkah preventif untuk menekan angka kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya pada malam hari.

“Patroli gabungan ini kami lakukan sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap tindak kejahatan jalanan maupun gangguan kamtibmas lainnya. Jalur nasional merupakan akses vital dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi sehingga perlu dilakukan pengawasan secara rutin,” ujar AKP Syamsul Arifin saat ditemui di lokasi patroli.

Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan efek cegah terhadap pelaku kriminalitas. Selain pemeriksaan kendaraan, personel juga melakukan dialog dengan masyarakat dan pengguna jalan.

“Kami mengedepankan patroli humanis. Selain melakukan pemeriksaan, anggota juga menyampaikan imbauan kamtibmas agar masyarakat ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

AKP Syamsul Arifin menambahkan, patroli gabungan akan terus dilaksanakan secara berkala, terutama pada jam-jam rawan dan titik yang dinilai memiliki potensi gangguan keamanan.

Petugas juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan maupun tindak kriminalitas di lingkungan sekitar.

Di lapangan, keberadaan aparat kepolisian mendapat respons positif dari masyarakat dan pengguna jalan. 

Sejumlah pengendara mengaku merasa lebih aman dengan adanya patroli rutin yang dilakukan aparat kepolisian, terutama di jalur nasional yang ramai dilalui kendaraan pada malam hari.

Gotong Royong TNI dan Warga, Pengecoran Kolom Angkur Jembatan Garuda Terus Dikebut


Lumajang, (Onenewsjatim) -
Semangat gotong royong dan dedikasi tanpa mengenal waktu kembali ditunjukkan Babinsa Kebonagung Koramil 0821-02/Sukodono, Sertu Hery Wahyudi, bersama warga dalam melanjutkan pengecoran kolom angkur sisi utara Jembatan Perintis Garuda di Dusun Sitiinggil, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari tahapan pembangunan jembatan yang berfungsi sebagai penguat dan pengikat struktur utama agar konstruksi tetap kokoh serta tahan terhadap beban dan getaran. Meski waktu terus berjalan, semangat personel TNI dan masyarakat tidak surut demi memastikan pekerjaan selesai sesuai target.

Sertu Hery Wahyudi di sela kegiatan menyampaikan bahwa pengecoran kolom angkur harus dilakukan dengan maksimal karena menjadi salah satu komponen vital dalam konstruksi jembatan.

“Angkur ini berfungsi sebagai pengikat struktur agar jembatan lebih stabil dan kuat. Kami bersama warga tetap bersemangat menyelesaikan pekerjaan ini agar pembangunan bisa segera tuntas dan dimanfaatkan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterlibatan Babinsa dalam pembangunan infrastruktur desa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kebersamaan yang terjalin selama proses pengerjaan menjadi bukti kuat bahwa pembangunan akan lebih cepat terwujud jika dilakukan secara gotong royong.

Warga Dusun Sitiinggil pun tampak antusias membantu proses pengecoran, mulai dari pengangkutan material, pengadukan semen, hingga perapian struktur kolom angkur. Kekompakan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun fasilitas umum yang sangat dibutuhkan.

Jembatan Perintis Garuda sendiri menjadi akses vital penghubung antarwilayah yang menunjang mobilitas warga, terutama dalam kegiatan ekonomi dan pertanian. Dengan dilanjutkannya pengecoran kolom angkur sisi utara, diharapkan pembangunan jembatan segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Kebonagung dan sekitarnya. (Pendim0821)

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved