-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

25/02/2026

Rumah Tertimbun Lahar Gunung Semeru, 43 KK di Candipuro Terima DTH Rp600 Ribu Selama 6 Bulan







Lumajang, (Onenewsjatim)
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang kembali menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 43 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir lahar dingin Gunung Semeru. 

Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang rumahnya tertimbun material pasir dan batu akibat bencana pada Desember 2025 lalu.

Penyerahan DTH dilaksanakan di Balai Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Rabu (24/2/2026). 

Bantuan kali ini merupakan periode kedua, dengan masa bantuan langsung selama enam bulan ke depan.

Sebelumnya, 43 KK yang berasal dari Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, serta Blok Kajang Kosong, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, telah menerima DTH sebesar Rp600 ribu per bulan selama dua bulan.

Namun, kali ini, DTH diberikan langsung selama 6 bulan kedepan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang akrab disapa Bunda Indah, menegaskan bahwa DTH akan terus diberikan hingga proses pembangunan hunian relokasi selesai.

“Dana tunggu hunian ini akan terus kami berikan sampai hunian relokasi benar-benar selesai dibangun. Lahannya sudah ada sekitar 1,5 hektare di belakang Balai Desa Jugosari, nanti akan kita tata supaya mencukupi,” ujar Bunda Indah.

Menurutnya, Pemkab Lumajang segera mengusulkan pembangunan hunian tetap (huntap) ke Pemerintah Pusat untuk merelokasi sekitar 135 KK warga yang tinggal di kawasan rawan bencana Dusun Sumberlangsep.

“Tidak ada pilihan selain relokasi. Kalau tidak mau direlokasi, maka tidak akan kami berikan bantuan dan harus membuat surat pernyataan bermaterai bahwa yang bersangkutan menolak relokasi,” tegasnya.

Bunda Indah menegaskan, sikap pemerintah daerah sudah jelas demi keselamatan warga. Pemberian DTH yang telah dilakukan dua kali bukanlah solusi permanen.

“Dana tunggu hunian ini bukan solusi tetap. Solusi satu-satunya adalah relokasi. Karena itu kami minta warga segera mengambil keputusan,” tambahnya.

Terkait aktivitas pendidikan anak-anak terdampak yang harus melintasi jalur rawan, Pemkab Lumajang telah menyiapkan solusi sementara.

“Untuk sementara anak-anak jangan dulu melintas. Sekolah bisa dilakukan secara daring. Kami akan koordinasi dengan pihak sekolah. Yang paling aman, keluarga dengan anak sekolah sebaiknya relokasi sementara, nanti akan kami masukkan ke skema dana tunggu hunian,” pungkasnya.


Remaja 17 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Kedung Winong, Polisi Tetapkan Tersangka


Malang, (Onenewsjatim)
– Misteri penemuan jasad perempuan tanpa busana dengan tangan terikat dan mulut tersumpal di Sungai Kedung Winong, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, akhirnya terungkap. Kepolisian memastikan korban merupakan remaja perempuan berusia 17 tahun yang menjadi korban pembunuhan.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh Polres Malang dengan dukungan Bareskrim Polri serta Polda Jawa Timur.

Identitas korban diketahui melalui metode Scientific Crime Investigation (SCI) dengan tes DNA yang dicocokkan dengan data keluarga korban yang sebelumnya melaporkan kehilangan anggota keluarga di wilayah Kota Malang. 

Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui berinisial HMZ (17), warga Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, yang dilaporkan hilang sejak 11 Februari 2026.

Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan bahwa korban diduga kuat meninggal akibat tindak pidana pembunuhan.

“Berdasarkan identifikasi secara scientific, korban adalah HMZ, perempuan 17 tahun warga Kabupaten Nganjuk yang diduga kuat meninggal karena dibunuh,” kata AKBP Taat saat konferensi pers di Mapolres Malang, Selasa (24/2/2026).

Dalam pengembangan penyelidikan, polisi mengamankan seorang tersangka berinisial YDF (22), warga Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

“Satu tersangka kami amankan pada Minggu malam, 21 Februari 2026, di rumah kos wilayah Kota Malang,” ujar AKBP Taat.

Penangkapan tersebut dilakukan oleh tim gabungan Satreskrim Polres Malang, Satresmob Bareskrim Polri, serta Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar menjelaskan bahwa hubungan korban dan tersangka bermula dari perkenalan sekitar tiga bulan lalu di Nganjuk yang berlanjut melalui media sosial.

“Pada 11 Februari 2026, keduanya bertemu dan melakukan perjalanan ke Malang. Berdasarkan pengakuan tersangka, motif pembunuhan dipicu cekcok terkait biaya perbaikan kendaraan korban yang sempat rusak. Tersangka kemudian emosi dan mencekik korban hingga tidak sadarkan diri,” ungkap AKP Hafiz.

Di kesempatan yang sama, Kasatresmob Bareskrim Polri Kombes Pol Teuku Arsya Kadafi mengatakan keterlibatan Bareskrim bertujuan untuk mempercepat pengungkapan kasus yang menjadi perhatian serius institusinya.

“Bapak Kabareskrim sangat konsen terhadap perkara yang berkaitan dengan nyawa, harta benda, kekerasan, maupun penggunaan senjata api. Oleh karena itu, penanganan perkara ini dilakukan secara cepat dan komprehensif,” kata Kombes Arsya.

Hingga kini, tersangka telah ditahan dan proses penyidikan masih terus berlanjut guna melengkapi berkas perkara serta mengungkap kemungkinan adanya unsur pidana lain dalam kasus tersebut.(Yon)



Kolaborasi Baznas Lumajang dan Jatim, 1.000 Anak Yatim Terima Santunan Ramadan


Lumajang, (Onenewsjatim) –
berkolaborasi dengan menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim piatu dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan sosial tersebut digelar di , Rabu (25/2/2026), dan diikuti anak-anak yatim dari berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang.

Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Zakat Baznas Lumajang Drs. H. Moh. Khoyum, menjelaskan bahwa kegiatan santunan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap anak yatim piatu.

“Acara ini rutin kami laksanakan setiap Ramadan. Tahun ini Kabupaten Lumajang menjadi salah satu daerah yang terpilih sebagai penerima manfaat dalam program Baznas Provinsi Jawa Timur,” ujar Khoyum.

Ia merinci, setiap anak yatim menerima paket bantuan berupa tas sekolah dan alat tulis, serta uang tunai sebesar Rp200.000. Selain itu, anak-anak yang berasal dari wilayah jauh juga mendapatkan tambahan uang transport.

“Tas sekolah merupakan bantuan dari Baznas Provinsi Jawa Timur, sementara uang sakunya dari Baznas Lumajang,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati, yang akrab disapa Bunda Indah, menyampaikan bahwa bulan Ramadan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan empati dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

“Melalui santunan ini, kita ingin menghadirkan rasa peduli, kasih sayang, dan harapan agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berakhlak baik, dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” ungkapnya.

Bunda Indah juga mengajak seluruh aparatur sipil negara, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas sebagai lembaga resmi yang menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Dana yang dihimpun akan disalurkan kepada delapan golongan penerima sesuai ketentuan. Dengan pengelolaan yang baik, zakat dapat menjadi instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Kepada anak-anak penerima santunan, Bunda Indah berpesan agar tetap semangat belajar dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.

“Kalian adalah generasi masa depan Lumajang. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh. Pemerintah daerah dan masyarakat akan selalu berupaya hadir memberikan dukungan,” pungkasnya.


Peduli Generasi Sehat, Babinsa Karanganyar Dampingi Posyandu Balita di Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Wujud kepedulian terhadap kesehatan generasi penerus bangsa terus ditunjukkan aparat kewilayahan. Babinsa Karanganyar Koramil 0821-11/Yosowilangun, Sertu Taufiq Abdul Lukito, melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan Posyandu Balita yang digelar di Balai Desa Karanganyar, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (25/2/2026).

Kegiatan Posyandu tersebut diikuti oleh 36 balita yang mendapatkan pelayanan kesehatan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemberian vitamin, serta pemeriksaan tumbuh kembang anak. Para ibu balita tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelayanan demi memastikan kondisi kesehatan putra-putri mereka tetap terpantau dengan baik.

Sertu Taufiq Abdul Lukito mengatakan bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah di bidang kesehatan, khususnya dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak usia dini.

“Kami sebagai aparat kewilayahan siap mendukung setiap kegiatan masyarakat, termasuk pelayanan Posyandu. Dengan pendampingan ini diharapkan kegiatan berjalan tertib, aman, dan memberikan manfaat maksimal bagi warga,” ujar dia.

Sementara itu, Bidan Desa Karanganyar, Titin Sri Purwati, Amd.Keb, menyampaikan bahwa Posyandu memiliki peran penting dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkala. Menurutnya, deteksi dini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan maupun stunting pada anak.

“Melalui Posyandu, kita bisa mengetahui kondisi tumbuh kembang anak secara rutin. Jika ditemukan adanya keterlambatan pertumbuhan atau masalah kesehatan, bisa segera dilakukan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan. Sinergi antara Babinsa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta masyarakat diharapkan terus terjalin guna mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas di wilayah binaan. (Pendim0821)

Kasdim 0821/Lumajang Hadiri Santunan 1.000 Anak Yatim Dhuafa oleh BAZNAS di Bulan Ramadhan


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah kembali ditunjukkan melalui kegiatan santunan 1.000 anak yatim dhuafa yang diselenggarakan oleh . Kegiatan tersebut berlangsung di , Rabu (25/2/2026).

Kegiatan kemanusiaan itu dihadiri Kasdim 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri yang mewakili Dandim 0821/Lumajang. Kehadiran unsur TNI dalam acara tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program sosial keagamaan yang bertujuan memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, khususnya anak yatim dan dhuafa.

Mayor Inf Tanuri menyampaikan apresiasi atas konsistensi BAZNAS Lumajang dalam mengelola dan menyalurkan zakat, infak, serta sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami mengapresiasi peran BAZNAS Lumajang yang terus aktif menghadirkan program-program sosial yang langsung menyentuh masyarakat. Kepedulian terhadap anak yatim dan dhuafa merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Mayor Inf Tanuri kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa kegiatan santunan tersebut bukan hanya bentuk bantuan materi, tetapi juga wujud perhatian terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

“Ini bukan sekadar penyerahan santunan, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap generasi penerus. Harapannya, bantuan ini dapat meringankan beban sekaligus menumbuhkan semangat belajar dan meraih cita-cita,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang menyampaikan bahwa kegiatan santunan 1.000 anak yatim dhuafa merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Ramadhan sebagai bagian dari penyaluran dana umat.

“Momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk menebar keberkahan. Dana yang disalurkan merupakan amanah dari para muzakki yang kami kelola secara transparan dan tepat sasaran,” jelasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, serta unsur TNI-Polri, diharapkan program-program sosial serupa dapat terus berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Nilai gotong royong dan empati sosial pun diharapkan tetap terjaga di tengah kehidupan bermasyarakat.


24/02/2026

Polisi Gendong Pelajar Seberangi Lahar Dingin Semeru di Sungai Regoyo


Lumajang
– Kepedulian aparat kepolisian kembali terlihat di tengah kondisi alam yang ekstrem. Anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Candipuro turun langsung membantu para pelajar dan warga menyeberangi derasnya aliran lahar dingin Gunung Semeru di Sungai Regoyo, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Selasa (24/2/2026) pagi.

Pantauan di lokasi, tiga anggota tampak bergantian menggendong siswa SD Negeri 03 Jugosari yang berasal dari Dusun Sumberlangsep.

Anak-anak tersebut harus melintasi Sungai Regoyo untuk menuju sekolah, sementara arus lahar dingin masih cukup deras akibat hujan di kawasan .

Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi pascakejadian seorang siswi yang terseret banjir lahar hujan Semeru saat hendak berangkat sekolah pada Senin (23/2/2026).

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius aparat kepolisian demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Tidak hanya membantu para pelajar, anggota polisi juga sigap menolong warga yang hendak beraktivitas melintasi .

Warga yang berjalan kaki dituntun satu per satu agar tetap seimbang saat menyeberang. Sementara itu, pengendara sepeda motor dibantu dengan cara didorong bersama-sama agar tidak tergelincir dan terseret arus lahar dingin.

Kasubsi PIDM Si Humas , Ipda Suprapto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian Polri terhadap keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

“Melihat kondisi arus Sungai Regoyo yang cukup deras dan berbahaya bagi anak-anak, anggota Polsek Candipuro langsung turun membantu. Alhamdulillah, anak-anak yang mau sekolah sudah bisa menyeberang dengan aman,” ujar Ipda Suprapto di lokasi.

Ia menambahkan, kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman serta membantu aktivitas warga yang terdampak bencana alam, terutama di wilayah rawan lahar dingin Gunung Semeru.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi. Keselamatan adalah yang utama,” pungkasnya.

Aksi Truk Oleng di Jalur Lumajang–Probolinggo Viral, Sopir Mengaku Demi Konten


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang mengamankan sebuah truk bernomor polisi N 8801 YF beserta sopirnya setelah melakukan aksi berbahaya berupa truk oleng di jalan raya Lumajang–Probolinggo. Aksi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Sopir truk diketahui bernama Andre Maulana (20), warga Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso. 

Andre mengakui bahwa aksi truk oleng tersebut sengaja dilakukan untuk keperluan konten media sosial.

“Aksi truk oleng itu saya lakukan mulai dari Jalan Raya Klakah sampai Malasan Probolinggo. Saya tahu itu sangat membahayakan, tapi waktu itu tujuannya buat konten,” ujar Andre Maulana kepada sejumlah awak media, Selasa (24/2/2026).

Andre juga mengaku tidak mengenal orang yang merekam aksinya dari kendaraan di belakang. Ia menyebut, setiap kali ada kode lampu flash dari belakang, dirinya langsung melakukan aksi oleng.

“Saya tidak tahu siapa yang memvideo. Kalau ada kode flash, ya langsung oleng,” ungkapnya.

Ia menambahkan, aksi tersebut sudah dilakukan sebanyak dua kali dan menyadari sepenuhnya perbuatannya sangat berisiko.

“Saya sudah melakukan oleng dua kali. Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi,” terangnya.

Sementara itu, Kanit Turjagwali Satlantas Polres Lumajang, Ipda Aulia Dheta Astarika, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat disertai rekaman video yang viral.

“Setelah menerima laporan dan video dari masyarakat, kami langsung melakukan penelusuran dan mengamankan truk beserta sopirnya di rumah yang bersangkutan,” kata Dheta 

Dalam rekaman video tersebut, terlihat truk melakukan aksi oleng sambil mengangkut kayu dari wilayah Klakah hingga Malasan, Probolinggo.

“Dalam video, truk oleng sambil mengangkut muatan kayu, dan itu sangat membahayakan,” tegasnya.

Meski tidak dilakukan penahanan terhadap sopir, pihak kepolisian tetap memberikan tindakan tegas berupa tilang serta penahanan kendaraan selama satu bulan sebagai efek jera.

“Pengemudi kami tilang dan truk N 8801 YF kami tahan selama satu bulan. Ini sebagai pelajaran dan peringatan bagi sopir lain agar tidak melakukan hal serupa,” ujarnya.

Selain itu, Andre Maulana juga diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Polisi bahkan akan mengambil langkah lebih tegas jika pelanggaran tersebut terulang.

“Jika mengulangi lagi, SIM akan kami blacklist,” tegas Aulia.

Dari hasil pemeriksaan kelengkapan berkendara, diketahui bahwa sopir hanya memiliki SIM A, sementara STNK kendaraan dinyatakan hilang.

“STNK kendaraan hilang dan sopir hanya memiliki SIM A,” pungkasnya.



Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved