-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

16/02/2026

Pulang dari BRIlink, Ibu di Lumajang Dibacok OTK di Jalan Persawahan Desa Boreng


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Seorang perempuan paruh baya berinisial M (50), warga Desa Boreng, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, menjadi korban dugaan penganiayaan oleh orang tidak dikenal (OTK), Senin (16/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban dalam perjalanan pulang usai mengambil uang tunai sebesar Rp 1,5 juta di BRIlink. Saat melintas di jalan desa area persawahan Desa Boreng, korban tiba-tiba dibacok pelaku dari arah belakang.

Kasubsi Pidm Si Humas , membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Benar telah terjadi dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan di wilayah Desa Boreng. Saat ini korban masih menjalani perawatan medis,” ujar Ipda Suprapto.

Ia menjelaskan, sekitar pukul 16.38 WIB korban berangkat dari rumahnya mengendarai sepeda motor Honda Vario nomor polisi W 3512 QY menuju BRIlink di Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono untuk mengambil uang sebesar Rp1.500.000.

Usai mengambil uang, korban sempat melanjutkan perjalanan ke Desa Blukon, Kecamatan Lumajang untuk membeli rokok. Setelah itu, korban kembali menuju rumahnya di Desa Boreng dengan melintasi jalan desa area persawahan dari arah timur ke barat.

“Korban berangkat sendirian menggunakan sepeda motor,” jelasnya.

Namun saat melintas di lokasi kejadian, pelaku yang belum diketahui identitasnya tiba-tiba datang dari arah belakang dan langsung membacok korban satu kali menggunakan senjata tajam yang mengenai bagian kepala. Akibatnya, korban terjatuh ke parit sawah.

Selain luka bacok di kepala, korban juga mengalami luka robek pada telapak tangan kiri akibat terjatuh dari sepeda motor. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri.

Korban yang dalam kondisi terluka sempat berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut segera memberikan bantuan dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Suprapto menegaskan, kejadian tersebut bukan merupakan aksi begal karena tidak ada barang milik korban yang hilang, termasuk uang tunai Rp 1,5 juta yang baru saja diambil dari BRIlink.

“Ini bukan begal. Tidak ada barang milik korban yang diambil oleh pelaku. Kasus ini murni dugaan penganiayaan,” tegasnya.

Saat ini, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap identitas dan motif pelaku.

“Kami sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Wujudkan Desa ASRI, TNI-Polri dan Warga Sukosari Gotong Royong Bersihkan Irigasi


Lumajang, (Onenewsjatim
)Semangat kebersamaan dalam mengimplementasikan program ASRI terus digelorakan oleh tiga pilar Desa Sukosari beserta masyarakat setempat melaksanakan kerja bakti pembersihan saluran irigasi tersier sepanjang 900 meter di Dusun Sukolilo RW 01, Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (16/2/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut difokuskan pada pembersihan endapan lumpur, sampah, serta rumput liar yang menghambat aliran air. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi air ke area persawahan warga, sekaligus mencegah potensi banjir dan genangan saat musim penghujan.

Dalam kesempatan itu, Haris Purnomo mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi tiga pilar dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Menurutnya, saluran irigasi yang bersih dan lancar sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertanian warga.

“Kerja bakti ini bukan hanya tentang membersihkan saluran air, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Dengan irigasi yang lancar, kebutuhan air sawah tercukupi sehingga hasil pertanian bisa lebih optimal,” kata dia.

Kepala Desa Sukosari, Iswanto, mengapresiasi kekompakan tiga pilar dan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa implementasi program ASRI harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk fasilitas umum seperti saluran irigasi.

“Melalui kerja bakti ini, kami ingin menumbuhkan budaya gotong royong yang menjadi kearifan lokal masyarakat desa. Jika lingkungan bersih dan tertata, maka kesehatan dan kesejahteraan warga juga akan meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Sukosari, Aipda Sigit Purnomo, menambahkan bahwa sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah desa dan masyarakat merupakan kunci terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman. 

"Kami juga mengajak warga untuk terus menjaga kebersihan saluran irigasi secara berkala agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," pungkasnya.

Dengan terlaksananya kerja bakti tersebut, diharapkan aliran irigasi di Dusun Sukolilo dapat kembali optimal, mendukung kebutuhan pertanian, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam mewujudkan Desa Sukosari yang ASRI, aman, dan nyaman. (Pendim0821)

Babinsa Sidomulyo Dampingi Pelayanan Posyandu, Perkuat Sinergi TNI dan Tenaga Kesehatan


Lumajang, (Onenewsjatim) 
– Komitmen TNI dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui peran aktif aparat kewilayahan. Babinsa Desa Sidomulyo Koramil 0821-14/Pronojiwo, Serma Ikhwanurudin, melaksanakan pendampingan pelayanan kesehatan di Posyandu Mawar Indah, Dusun Besuk Cukit, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (16/2/2026).

Kegiatan rutin tersebut menjadi bagian dari upaya pemantauan tumbuh kembang balita, pemeriksaan ibu hamil, serta pelayanan kesehatan bagi lanjut usia (lansia). Berdasarkan data panitia, sebanyak 22 balita, 5 ibu hamil, dan 10 lansia mengikuti pelayanan kesehatan dengan antusias.

Serma Ikhwanurudin mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan Posyandu merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial (Binter) sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.

“Kami hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, sekaligus memberikan motivasi kepada warga agar rutin memeriksakan kesehatannya. Kesehatan adalah modal utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Ikhwanurudin saat ditemui di lokasi.

Ia menambahkan, Posyandu memiliki peran strategis dalam mendeteksi dini berbagai persoalan kesehatan, terutama pada balita dan ibu hamil. Dengan pemeriksaan rutin, potensi gangguan kesehatan dapat segera diketahui dan ditangani lebih cepat.

Sementara itu, Bidan Desa Sidomulyo, Ani Asmara, Amd.Keb., menegaskan bahwa Posyandu bukan sekadar tempat penimbangan balita, melainkan pusat pelayanan kesehatan dasar yang menyentuh seluruh siklus kehidupan.

“Melalui Posyandu, pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dipantau secara berkala. Jika ada gangguan gizi, keterlambatan tumbuh kembang, atau indikasi masalah kesehatan lainnya, bisa segera diintervensi. Ini penting untuk mencegah stunting,” jelas Ani.

Menurutnya, edukasi kepada orang tua juga menjadi fokus utama dalam setiap kegiatan Posyandu. Orang tua diberikan pemahaman mengenai pola asuh, pentingnya gizi seimbang, imunisasi lengkap, hingga pemeriksaan kehamilan secara berkala.

“Dengan rutin datang ke Posyandu, keluarga dapat berkonsultasi langsung mengenai kondisi kesehatan anak maupun ibu hamil. Ini langkah preventif yang sangat efektif,” katanya.

Kegiatan tersebut mencerminkan sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat dan sejahtera. Kolaborasi lintas sektor di tingkat desa diharapkan terus diperkuat guna menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan berkualitas di Kabupaten Lumajang.

Editor: Redaksi

Polresta Sidoarjo Bongkar Pengoplosan LPG Subsidi, Ribuan Tabung Gas Portabel Diamankan


Sidoarjo , (Onenewsjatim) 
– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) berhasil membongkar praktik pengoplosan LPG 3 kilogram bersubsidi yang dipindahkan ke tabung gas portabel ukuran 235 gram untuk diperjualbelikan kepada masyarakat.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas mencurigakan di wilayah Kepuh Permai, Desa Kepuh Kiriman, Kecamatan Waru. Tim Opsnal Satreskrim kemudian melakukan penyelidikan pada 6 Februari 2026.

Di lokasi, petugas mendapati seorang pria tengah mengangkut tabung gas portabel yang diduga hasil pengoplosan dan siap didistribusikan. Pelaku berinisial M (37), warga Sidoarjo yang diketahui berprofesi sebagai wiraswasta.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing mengatakan, dari hasil penggerebekan petugas menemukan berbagai peralatan yang digunakan untuk memindahkan isi LPG subsidi 3 kilogram ke tabung portabel.

“Petugas mengamankan 13 tabung LPG 3 kilogram bersubsidi, lebih dari seribu tabung portabel kosong, serta ratusan tabung gas portabel yang sudah terisi. Kami juga menemukan regulator, selang, alat pengisi ulang, timbangan digital hingga alat press,” ujar Christian Tobing kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).

Ia menjelaskan, gas portabel tersebut dipasarkan menggunakan merek tertentu. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan isi tabung tidak sesuai dengan berat bersih yang tercantum pada label kemasan.

“Produk gas portabel tersebut dijual dengan merek tertentu, tetapi isinya tidak sesuai dengan keterangan berat pada label. Ini jelas merugikan konsumen dan melanggar hukum,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan, praktik ilegal ini telah dijalankan pelaku selama kurang lebih dua tahun. Awalnya, kegiatan tersebut dilakukan secara kecil-kecilan ketika pelaku masih bekerja di sebuah perusahaan terpal. Setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), pelaku kemudian fokus menjalankan usaha pengoplosan tersebut.

“Ide pemindahan gas ini bahkan diperoleh dari tayangan video di YouTube. Modusnya sederhana, tetapi dampaknya besar karena menyalahgunakan LPG subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu,” kata Christian.

Berdasarkan pengakuan tersangka, setiap kaleng gas portabel memberikan keuntungan sekitar Rp4.000. Dalam sehari, pelaku mampu memproduksi sekitar 140 tabung, sehingga dalam sebulan jumlahnya mencapai ribuan tabung dengan estimasi omzet sekitar Rp30 juta. Distribusi penjualan dilakukan di wilayah Sidoarjo dan Surabaya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar.

Selain itu, pelaku juga dikenakan Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara atau denda hingga Rp2 miliar.

Kapolresta Sidoarjo mengimbau masyarakat agar melaporkan apabila menemukan praktik serupa di lingkungan sekitarnya.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi distribusi LPG subsidi. Jika ada penyimpangan, segera laporkan. Ini demi melindungi hak konsumen dan memastikan subsidi tepat sasaran,” pungkasnya.

Gerakan Indonesia Asri, Polres Probolinggo Bersih-Bersih Kawasan Wisata Gunung Bromo


Probolingggo, (Onenewsjatim)
– Kawasan wisata Gunung Bromo kembali menjadi pusat perhatian melalui kegiatan kerja bakti massal yang melibatkan lintas sektor, Sabtu (14/2/2026). Aksi bersih-bersih tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap program “Indonesia Asri” sekaligus upaya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan konservasi.

Kegiatan yang diinisiasi Polres Probolinggo Polda Jatim ini melibatkan unsur TNI, pengelola wisata, komunitas pecinta alam, hingga pelaku usaha setempat. Sejumlah titik strategis menjadi sasaran pembersihan, mulai dari akses jalan menuju lautan pasir, area lautan pasir, Lembah Watangan, hingga sekitar Pura Agung Poten.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melalui Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bita Kumala menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga ikon pariwisata Jawa Timur.

“Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian Gunung Bromo bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi tanggung jawab kita bersama. Sinergitas ini penting agar kawasan wisata tetap terjaga dan nyaman bagi wisatawan,” ujar AKP Ardhi Bita Kumala kepada wartawan.

Menurutnya, kebersihan kawasan wisata sangat berpengaruh terhadap citra daerah serta keberlangsungan ekonomi masyarakat sekitar. Ia menekankan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu penopang utama ekonomi lokal.

“Jika lingkungan terjaga, wisatawan akan merasa nyaman dan aman. Dampaknya tentu dirasakan langsung oleh pelaku usaha, mulai dari hotel, penyedia jasa transportasi jeep, hingga pedagang kecil,” imbuhnya.

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan nasional yang setiap tahunnya menarik ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara. Lonjakan kunjungan, terutama saat musim libur panjang, kerap berdampak pada peningkatan volume sampah di area wisata.

Ketua Komunitas Alam Hijau Prabulinggih, Bambang Heri Wahyudi, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut. Ia menyebut kegiatan kali ini berhasil mengumpulkan sampah dalam jumlah signifikan.

“Alhamdulillah, ratusan peserta yang bergabung berhasil mengumpulkan sampah setara lima kendaraan, baik truk maupun pikap. Ini menunjukkan kepedulian bersama terhadap kelestarian ekosistem kawasan konservasi,” kata Bambang.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala, tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dalam kesempatan itu, AKP Ardhi juga mengimbau wisatawan untuk turut berperan aktif menjaga kebersihan dan mematuhi aturan yang berlaku di kawasan taman nasional.

“Kami mengajak seluruh pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak fasilitas umum, serta tetap memperhatikan keselamatan selama berada di kawasan wisata,” tegasnya.

Para pelaku usaha wisata di sekitar Bromo juga menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka berharap upaya menjaga kebersihan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan dan memperkuat citra destinasi unggulan Jawa Timur di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan semangat gotong royong, seluruh pihak berharap gerakan Indonesia Asri di kawasan Bromo dapat menjadi contoh kolaborasi dalam menjaga keindahan alam demi keberlanjutan pariwisata dan generasi mendatang. (Imam)

15/02/2026

Remaja 15 Tahun Tewas Tenggelam di Wisata Sumber Pakel Lumajang


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Seorang remaja berusia 15 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di kawasan wisata Sumber Pakel, Desa Tanggung, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (15/2/2025) 

Korban diketahui bernama Ibnu Adam (15), warga Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Korban diduga tidak bisa berenang saat mandi di kolam pemandian tersebut.

Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Suprapto, membenarkan peristiwa tersebut.

“Benar, telah terjadi peristiwa seorang anak tenggelam di Wisata Sumber Pakel sekitar pukul 11.30 WIB. Korban bersama teman-temannya datang ke lokasi untuk mandi,” ujar Suprapto saat dikonfirmasi.

Awalnya korban datang ke pemandian bersama beberapa rekannya. Sesampainya di lokasi, korban bertemu dua temannya. Korban kemudian mandi di kolam sebelah barat bersama seorang temannya berinisial MR, disusul dua rekannya lainnya, RRF dan DF.

Sekitar setengah jam kemudian, RRF naik ke tepi kolam untuk merokok. Namun, kurang lebih lima menit setelah itu, MR dan DF berteriak memberitahukan bahwa korban tenggelam. RRF berusaha memberikan pertolongan, tetapi tidak berhasil mengangkat korban seorang diri.

“Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar. Korban berhasil diangkat secara bPihakersama-sama dalam kondisi sudah lemas. Saat itu sempat diberikan pertolongan pertama sambil menunggu ambulans,” jelas Suprapto.

Korban selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan memastikan kondisi keamanan, terutama bagi anak-anak yang berenang. Jika tidak bisa berenang, sebaiknya menggunakan pelampung dan tetap dalam pengawasan,” pungkas Suprapto. (Imam)

Gotong Royong di Sukosari, Babinsa Dampingi Pembersihan Lahan TOGA


Lumajang, (Onenewsjatim)
-Sinergi antara aparat kewilayahan dan elemen masyarakat kembali terlihat di Desa Sukosari, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Babinsa Sukosari Koramil 0821-12/Jatiroto, Serka Samsuliadi Dwi Purwanto, mendampingi kegiatan kerja bakti pembersihan lahan tanaman obat keluarga (TOGA) di Dusun Sukosari Barat, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan perangkat desa, TP PKK, bidan desa, serta kader kesehatan setempat. Kerja bakti difokuskan pada pembersihan rumput liar, perapian tanaman, dan penataan kembali area TOGA agar lebih tertata serta produktif.

Serka Samsuliadi mengatakan, pendampingan yang dilakukannya merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial (Binter) untuk mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat. Menurut dia, keberadaan TOGA memiliki nilai strategis, tidak hanya dalam mendukung kesehatan keluarga, tetapi juga membangun kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti, melainkan momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian terhadap kesehatan keluarga. Tanaman obat keluarga bisa menjadi alternatif pengobatan alami yang mudah dijangkau masyarakat,” ujar Samsuliadi di sela kegiatan.

Kepala Dusun Sukosari Barat, Andi Fikri Sakti, mengapresiasi keterlibatan aktif Babinsa dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Ia menilai kehadiran aparat teritorial mampu memotivasi warga, khususnya ibu-ibu PKK dan kader, untuk terus menjaga semangat gotong royong.

“Kami berterima kasih atas pendampingan Babinsa. Kehadiran beliau memberi energi positif bagi warga. Harapannya, TOGA di dusun ini dapat terus terawat dan dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.

Sementara itu, bidan desa bersama kader kesehatan menyebut keberadaan TOGA sangat mendukung program kesehatan masyarakat. Berbagai tanaman seperti jahe, kunyit, temulawak, dan serai dinilai efektif membantu menjaga daya tahan tubuh serta mengatasi keluhan kesehatan ringan secara mandiri.

Kerja bakti berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Kolaborasi lintas sektor di tingkat desa tersebut diharapkan dapat terus terjaga sebagai bagian dari upaya membangun desa yang sehat, bersih, dan mandiri.

(Pendim 0821)

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved