-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

22/06/2026

Gotong Royong Warga Kalibening, Babinsa Turut Kawal Pelebaran Jalan Desa Pronojiwo


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Semangat gotong royong terus menjadi kekuatan utama dalam pembangunan di wilayah pedesaan. Hal tersebut terlihat saat Babinsa Pronojiwo Koramil 0821-14/Pronojiwo, Sertu Akhir Suhud, turut membantu warga melaksanakan kerja bakti pelebaran jalan dengan rabat beton di Dusun Kalibening RT 004 RW 002, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (22/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dalam meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan. Jalan yang diperbaiki memiliki panjang sekitar 100 meter dengan lebar 3 meter, sehingga diharapkan mampu menunjang kelancaran aktivitas warga sehari-hari.

Di sela kegiatan, Sertu Akhir Suhud mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembangunan wilayah merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial guna mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kami selalu siap mendukung setiap kegiatan positif masyarakat. Melalui gotong royong seperti ini, selain mempercepat pembangunan, juga dapat memperkuat kebersamaan dan kepedulian antarwarga,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Pronojiwo, Murdiono, mengapresiasi semangat masyarakat yang secara sukarela menggalang swadaya demi mewujudkan pembangunan jalan yang lebih baik. Menurutnya, keberadaan Babinsa di tengah-tengah warga memberikan motivasi tersendiri sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan penuh semangat.

“Pelebaran jalan ini sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, terutama akses transportasi warga dan distribusi hasil pertanian. Kami berterima kasih atas dukungan Babinsa yang selalu hadir dalam setiap kegiatan pembangunan desa,” ungkapnya.

Melalui kerja sama yang baik dari semua pihak, pembangunan jalan rabat beton tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Dusun Kalibening. Selain meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, infrastruktur yang memadai juga menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.

Kegiatan kerja bakti tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat Desa Pronojiwo. (Pendim0821)

TNI AD Bangun Jembatan Perintis Garuda di Lumajang, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat melalui Kodim 0821/Lumajang terus menunjukkan hasil yang membanggakan. Dua jembatan yang dibangun di wilayah Kabupaten Lumajang, yakni di Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe dan Dusun Stinggil, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, kini memasuki tahap akhir penyelesaian. Hingga Senin (22/6/2026), progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Pasrujambe telah mencapai 100 persen, sementara pembangunan jembatan di Sukodono telah mencapai 97,88 persen.

Pembangunan kedua jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperlancar mobilitas masyarakat. Kehadiran jembatan diharapkan mampu membuka akses yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun sosial kemasyarakatan.

Dandim 0821/Lumajang melalui Pasiter Kodim 0821/Lumajang, Kapten Inf Sri Haryanto, mengatakan bahwa program Jembatan Perintis Garuda merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui TNI Angkatan Darat dalam mendukung Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Program ini merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung kebijakan pemerintah agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke wilayah pedesaan. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Kapten Sri Haryanto.

Ia menjelaskan bahwa Jembatan Perintis Garuda di Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe telah selesai dikerjakan sepenuhnya dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara itu, pembangunan jembatan di Dusun Stinggil, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, saat ini tinggal menyelesaikan beberapa pekerjaan akhir dengan progres mencapai 97,88 persen.

Keberhasilan pembangunan tersebut tidak lepas dari sinergi yang terjalin antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang selama ini bergotong royong mendukung setiap tahapan pekerjaan. Semangat kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan tepat sasaran.

“Dengan hampir rampungnya seluruh pekerjaan, Program Jembatan Perintis Garuda di Kabupaten Lumajang menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan infrastruktur di wilayah pedesaan. Kehadiran kedua jembatan tersebut diharapkan semakin memperkuat konektivitas antar wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses transportasi yang lebih baik dan aman. (Pendim0821)

Ribuan Warga Lumajang Datangi DPRD, Minta Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan


Lumajang (Onenewsjatim)
– Gelombang massa memadati halaman DPRD Lumajang, Senin (22/6/2026). Mereka datang bukan untuk menolak kebijakan pemerintah, melainkan menyampaikan satu pesan yang sama: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap dilanjutkan dengan tata kelola yang lebih baik.

Sekitar 8.000 orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Gizi memenuhi kawasan sekitar gedung dewan sejak pagi. Massa terdiri dari relawan, mitra dapur, pekerja, pemasok bahan pangan, hingga masyarakat yang selama ini terlibat dalam rantai pelaksanaan program MBG.

Spanduk dan poster dukungan terhadap program tersebut tampak dibentangkan di berbagai sudut lokasi aksi. Di tengah terik matahari, para peserta bergantian menyampaikan aspirasi yang menitikberatkan pada keberlanjutan program sekaligus perbaikan sistem pengelolaannya.

Koordinator aksi, Novi Sanjaya, menegaskan bahwa demonstrasi yang dilakukan merupakan bentuk aspirasi masyarakat, bukan gerakan yang ditujukan untuk menyerang pihak tertentu.

"Aksi ini tidak melawan siapa pun dan tidak menyerang siapa pun. Murni aspirasi yang muncul dari naluri kami masing-masing. Tema yang kami bawa adalah MBG tetap dilanjutkan, tata kelolanya diperbaiki, dan ekonomi rakyat kecil dilindungi," ujar Novi saat berorasi di hadapan massa.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan yang baik dan telah memberikan dampak nyata di masyarakat. Namun, sejumlah persoalan teknis di lapangan masih perlu dibenahi agar pelaksanaannya berjalan lebih efektif dan terukur.

Salah satu usulan yang disampaikan massa adalah perlunya Badan Gizi Nasional menyusun standar nasional terkait menu dan kebutuhan gizi penerima manfaat.

Novi menilai selama ini belum terdapat pedoman yang seragam sehingga setiap daerah memiliki interpretasi yang berbeda dalam menerjemahkan standar menu maupun kebutuhan gizi.

"Perlu ada bank menu nasional. Saat ini yang menjadi persoalan adalah belum adanya standar yang benar-benar baku dari Badan Gizi Nasional, baik terkait gramasi, menu maupun kandungan gizinya. Akibatnya muncul banyak interpretasi di lapangan," katanya.

Selain itu, massa juga meminta adanya petunjuk teknis yang jelas terkait tata kelola keuangan program. Menurut mereka, perbedaan persepsi dalam proses audit maupun pertanggungjawaban keuangan masih kerap terjadi karena belum adanya standar yang seragam.

"Tata kelola keuangan juga harus diperjelas. Sampai sekarang belum ada juknis baku yang mengatur standar akuntansi dan pelaporan. Akibatnya ketika dilakukan audit sering muncul perbedaan persepsi," tambah Novi.

Di sisi lain, massa menilai keberadaan program MBG telah menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Lumajang. Mereka menyebut sedikitnya 87 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah aktif beroperasi di berbagai wilayah.

Berdasarkan perhitungan yang disampaikan koordinator aksi, setiap SPPG mempekerjakan sekitar 50 tenaga kerja. Artinya lebih dari 4.000 keluarga saat ini menggantungkan penghasilannya dari program tersebut.

Belum termasuk para petani, pemasok bahan pangan, distributor buah, hingga pelaku usaha kecil yang terlibat dalam rantai pasok kebutuhan dapur MBG setiap hari.

"Program ini bukan hanya soal makanan bergizi bagi anak-anak. Ada ribuan keluarga yang ekonominya bergerak karena MBG. Karena itu kami meminta pemerintah memperbaiki tata kelolanya tanpa mematikan dampak ekonomi yang sudah dirasakan masyarakat," ujarnya.

Aliansi juga mengusulkan agar perguruan tinggi dan kalangan akademisi dilibatkan dalam pengawasan, pendampingan, pelatihan, hingga penelitian terkait pelaksanaan program.

Menurut mereka, keterlibatan akademisi akan membantu pemerintah memperoleh data objektif sebagai dasar evaluasi dan penyempurnaan kebijakan.

Aspirasi ribuan peserta aksi diterima langsung oleh Ketua DPRD Lumajang, Oktafiyani. Di hadapan perwakilan massa, ia menyatakan DPRD akan menampung dan meneruskan aspirasi tersebut kepada pihak terkait.

"Kita respons dengan baik. Kita dengarkan dan kita ikuti apa yang menjadi keinginan masyarakat Kabupaten Lumajang," kata Oktafiyani.

Ia menilai tuntutan masyarakat untuk melakukan evaluasi terhadap Program MBG merupakan hal yang wajar dan bahkan diperlukan demi memperkuat pelaksanaan program ke depan.

"MBG ini sangat bermanfaat di Kabupaten Lumajang. Ketika masyarakat meminta dilakukan evaluasi untuk memperbaiki tata kelolanya, itu bagus sekali. Evaluasi memang penting untuk penataan tata kelola yang lebih baik," ujarnya.

21/06/2026

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Lumajang Ajak 2.000 Peserta Gowes Bersama


Lumajang, (Onenewsjatim)
-– Lautan pesepeda memenuhi kawasan Alun-Alun Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (21/6/2026) pagi. Mengenakan jersey berwarna-warni khas komunitas masing-masing, ribuan peserta tampak antusias mengikuti Gowes Sepeda Gembira yang digelar Polres Lumajang dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80.

Sejak matahari belum terlalu tinggi, Jalan Alun-Alun Utara di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Lumajang telah dipadati peserta. Mereka datang tidak hanya dari berbagai wilayah di Lumajang, tetapi juga dari daerah lain seperti Probolinggo hingga Tuban.

Panitia mencatat lebih dari 2.000 peserta ambil bagian dalam kegiatan yang mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat” tersebut. Selain menjadi ajang olahraga bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antara masyarakat, komunitas sepeda, pemerintah daerah, dan jajaran kepolisian.

Suasana semakin meriah ketika Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar bersama Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma melepas peserta secara simbolis. Pelepasan ditandai dengan pelepasan balon ke udara yang disambut tepuk tangan ribuan peserta.

Tak lama kemudian, rombongan pesepeda bergerak menyusuri rute yang telah ditentukan. Di sejumlah titik jalan, warga tampak berdiri di pinggir ruas jalan untuk menyaksikan dan memberikan dukungan kepada para peserta.

Selain menghadirkan suasana kebersamaan, panitia juga menyediakan berbagai hadiah menarik. Hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Honda Beat menjadi daya tarik tersendiri yang membuat peserta semakin bersemangat mengikuti kegiatan hingga selesai.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, Gowes Sepeda Gembira merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Menurutnya, olahraga bersama menjadi sarana yang efektif untuk membangun komunikasi sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat.

“Gowes Sepeda Gembira ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT Bhayangkara ke-80. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat sesuai tema tahun ini, yakni Polri Untuk Masyarakat,” kata Alex.

Ia mengaku bersyukur melihat tingginya antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dinilai menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan persaudaraan masih terjaga dengan baik.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat. Peserta yang hadir tidak hanya dari Lumajang, tetapi juga dari sejumlah daerah lain. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan, persaudaraan, dan sinergitas yang selama ini terbangun dapat terus dipelihara melalui kegiatan positif seperti olahraga bersama,” ujarnya.

Lebih jauh, Alex menegaskan bahwa peringatan HUT Bhayangkara tidak semata menjadi momentum seremonial bagi institusi kepolisian. Menurut dia, peringatan tersebut harus dimaknai sebagai upaya memperkuat kolaborasi dengan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Keamanan dan kondusivitas daerah tidak bisa diwujudkan oleh Polri sendiri. Dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu kami terus berupaya membangun kedekatan dan komunikasi yang baik dengan masyarakat,” tuturnya.

Mantan perwira yang dikenal dekat dengan masyarakat itu menambahkan, tantangan tugas kepolisian ke depan akan semakin kompleks dan dinamis. Karena itu, sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, TNI, komunitas, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

“Sinergitas yang solid antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat adalah modal dasar kita. Hari ini lewat kayuhan pedal bersama, kita hilangkan sekat-sekat birokrasi. Kita berbaur menjadi satu, berkeringat bersama, dan bergembira bersama. Inilah wujud nyata bahwa Polri adalah bagian yang tidak terpisahkan dari denyut nadi masyarakat,” ungkap Alex.

Setelah seluruh peserta mencapai garis finis, kemeriahan berlanjut dengan pengundian doorprize. Ribuan peserta bertahan di lokasi untuk menantikan pengumuman pemenang hadiah utama maupun berbagai hadiah hiburan lainnya.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Momentum tersebut tidak hanya menjadi perayaan HUT Bhayangkara ke-80, tetapi juga menggambarkan kuatnya kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, serta harmonis.

Melalui semangat “Polri Untuk Masyarakat”, Polres Lumajang berharap kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang mempererat hubungan dengan warga.

Puluhan Warga Lumajang Kembali Melihat Jelas, Kodim 0821 Dukung Baksos Operasi Katarak


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Masyarakat wilayah Kodim 0821/Lumajang mengikuti kegiatan bakti sosial operasi katarak hasil kerja sama Korem 083/Baladhika Jaya dengan Yayasan Lentera Mata Indah, yang dilaksanakan di RST TK III Baladhika Husada Jember, Jumat-Sabtu (19-20/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial dalam membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan mata sekaligus meningkatkan kualitas hidup melalui pemulihan penglihatan.

Pada hari pertama, sebanyak 64 warga dinyatakan lolos skrining operasi katarak. Namun dua orang tidak dapat mengikuti tahapan lanjutan karena kondisi kesehatan, sehingga 62 peserta hadir di RST Baladhika Husada Jember untuk menjalani tindakan medis.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 55 warga berhasil menjalani operasi dengan baik, termasuk satu pasien yang mendapatkan dua tindakan operasi sekaligus, yakni katarak dan pterigium. Sementara tujuh peserta lainnya belum dapat dioperasi karena lima orang mengalami gula darah tinggi dan dua lainnya memiliki tekanan darah tinggi.

Memasuki hari kedua, pasien menjalani pelepasan perban, pemeriksaan hasil operasi oleh tim dokter mata, serta menerima obat tetes mata dan kacamata pelindung. Sejumlah pasien juga menyampaikan rasa syukur karena penglihatan mereka menjadi lebih jelas setelah menjalani operasi.

Pasi Ter Kodim 0821/Lumajang, Kapten Inf Sri Hariyanto, mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial operasi katarak tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan dapat kembali beraktivitas dengan lebih baik dan produktif setelah mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendampingan Babinsa selama kegiatan berlangsung menjadi bagian dari komitmen Kodim 0821/Lumajang dalam memberikan pelayanan dan membantu masyarakat di bidang kesehatan.

“Babinsa terus mendampingi peserta mulai dari keberangkatan, pelaksanaan operasi hingga kembali ke wilayah masing-masing untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar,” tambahnya.

Tim dokter mata juga memberikan penjelasan kepada seluruh pasien terkait ketentuan yang harus dipatuhi pasca operasi, termasuk penggunaan obat tetes mata, menjaga kebersihan mata, serta penggunaan kacamata pelindung guna mempercepat proses pemulihan.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para Babinsa bersama peserta operasi katarak kembali ke wilayah masing-masing dan dilaporkan tiba dengan aman. Secara keseluruhan, rangkaian bakti sosial operasi katarak pada 19-20 Juni 2026 berlangsung tertib, lancar, dan aman.

Ribuan Warga Meriahkan Gowes Sehat HUT Bhayangkara ke-80, TNI-Polri Perkuat Sinergi Bersama Masyarakat


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Ribuan masyarakat memadati kawasan Alun-Alun Utara Lumajang, Jawa Timur, Minggu (21/6/2026), untuk mengikuti kegiatan Gowes Sehat dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang diinisiasi Polres Lumajang tersebut menjadi ajang mempererat sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat dalam membangun budaya hidup sehat dan mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Sekitar 2.000 peserta dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung meriah tersebut. Selain komunitas pesepeda, peserta juga berasal dari unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.

Bupati Lumajang Indah Amperawati, Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandi Siregar, Sekretaris Daerah Agus Triyono, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat tampak hadir dalam kegiatan tersebut.

Rangkaian acara diawali registrasi peserta dan penampilan Tari Topeng Kaliwungu yang menampilkan kekayaan budaya lokal. Momentum peringatan HUT Bhayangkara juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandi Siregar mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, olahraga bersama tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta yang hadir dari berbagai daerah. Semoga kegiatan ini menjadi sarana memperkuat kebersamaan, menjaga kesehatan, sekaligus membangun semangat positif di tengah masyarakat," ujar Alex.

Sementara itu, Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi menegaskan bahwa Gowes Sehat merupakan wujud nyata sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.

"Kegiatan ini mencerminkan sinergitas yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Melalui olahraga bersama, kita membangun semangat kebersamaan, memperkuat persatuan, sekaligus mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai fondasi dalam mewujudkan generasi yang produktif dan bebas dari pengaruh narkoba," kata Anton.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

"Kami berharap kegiatan seperti ini terus menjadi ruang positif yang mampu mempererat komunikasi, meningkatkan kepedulian sosial, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. TNI akan selalu hadir mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat," tambahnya.

Usai pelepasan peserta, ribuan pesepeda menempuh rute yang telah disiapkan panitia dengan pengawalan aparat keamanan dan dukungan tenaga kesehatan di sejumlah titik. Selain berolahraga, peserta juga berkesempatan memperoleh berbagai hadiah doorprize, termasuk hadiah utama berupa sepeda motor.

Melalui kegiatan Gowes Sehat HUT Bhayangkara ke-80, semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan budaya hidup sehat diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat. Sinergi seluruh elemen bangsa dinilai menjadi modal penting dalam mewujudkan Kabupaten Lumajang yang aman, sehat, harmonis, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.


Satresnarkoba Polres Lumajang Amankan Dua Pengedar, Sita 23.959 Butir Pil Logo Y


Lumajang , (Onenewsjatim)
– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lumajang berhasil mengungkap peredaran obat keras berbahaya (okerbaya) jenis pil berlogo Y dengan mengamankan dua orang tersangka dan menyita puluhan ribu butir pil siap edar.

Kedua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial RLF (35), warga Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian, dan TA (37), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Kasatresnarkoba Polres Lumajang Iptu Dwi Sugiyanto melalui Kasubsi PIDM Si Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan peredaran pil berlogo Y di wilayah Kabupaten Lumajang.

“Setelah menerima informasi dari masyarakat, anggota Satresnarkoba melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengamankan tersangka RLF,” kata Ipda Suprapto.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap RLF, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa pil berlogo Y yang dikemas dalam beberapa plastik klip, uang tunai yang diduga hasil penjualan, serta percakapan di telepon genggam yang berkaitan dengan transaksi jual beli pil tersebut.

“Selain barang bukti pil dan uang hasil penjualan, kami juga mengamankan percakapan atau chat yang berisi transaksi jual beli pil logo Y,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan kasus, diketahui bahwa RLF memperoleh pasokan pil dari tersangka TA. Polisi kemudian melakukan pendalaman lebih lanjut dan berhasil menangkap TA di lokasi berbeda.

Saat penggeledahan terhadap TA, petugas menemukan ribuan butir pil berlogo Y yang disimpan dalam sejumlah kaleng plastik di dalam kardus, uang yang diduga hasil penjualan, serta telepon genggam yang berisi percakapan transaksi obat keras berbahaya tersebut.

“Dari hasil pengembangan, petugas berhasil mengamankan tersangka TA yang diduga sebagai pemasok. Dari tangan tersangka juga ditemukan barang bukti pil logo Y dalam jumlah besar beserta alat komunikasi yang digunakan untuk transaksi,” jelas Ipda Suprapto.

Dari tersangka RLF, polisi menyita sebuah tas warna hitam yang berisi sembilan plastik klip masing-masing berisi 100 butir pil logo Y dan enam plastik klip yang masing-masing berisi 10 butir pil logo Y. 

Selain itu, petugas juga mengamankan uang tunai sebesar Rp135 ribu dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul warna kuning tanpa nomor polisi.

Sementara dari tersangka TA, polisi menyita tiga kardus berisi total 23 kaleng plastik yang masing-masing berisi 1.000 butir pil logo Y, serta satu unit telepon genggam merek Redmi.

Secara keseluruhan, jumlah barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 23.959 butir pil warna putih berlogo Y.

Saat ini kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Lumajang guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

“Kedua tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Lumajang untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Ipda Suprapto. (Imam)

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved