-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

24/04/2026

Polres Blitar Kota Bongkar Jaringan Curanmor Lintas Daerah, Dua Pelaku Diamankan


Blitar , (Onenewsjatim)
– Aparat dari berhasil mengungkap jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas daerah yang beroperasi di wilayah Blitar dan Kediri. Dua tersangka berinisial FA (45) dan DAP (34) diamankan setelah terbukti terlibat dalam serangkaian aksi pencurian di sedikitnya 11 lokasi.

Kapolres Blitar Kota, , mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan jajarannya dalam beberapa waktu terakhir.

“Dari hasil penyelidikan, kedua tersangka telah melakukan aksi di 11 tempat kejadian perkara. Enam lokasi berada di wilayah Kota Blitar dan lima lainnya di wilayah hukum Polres Kediri,” ujar Kalfaris dalam konferensi pers di Mapolres Blitar Kota, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, kedua pelaku memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksinya. FA berperan sebagai eksekutor utama yang mencuri kendaraan sekaligus menjual hasil kejahatan, sedangkan DAP bertindak sebagai perencana sekaligus pengawas di lapangan.

“Tersangka DAP menyediakan tempat untuk berkumpul, melakukan pemantauan lokasi, dan mengawal jalannya aksi,” jelasnya.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan modus merusak kunci kontak sepeda motor dengan kunci khusus berbentuk huruf T. Setelah berhasil menguasai kendaraan, motor hasil curian kemudian dijual dan hasilnya dibagi rata.

Polisi juga mengungkap latar belakang kedua tersangka. FA diketahui merupakan residivis kasus serupa, sementara DAP disebut telah berpengalaman dalam tindak kejahatan curanmor.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain dua unit telepon genggam, dua kunci T beserta gagangnya, serta empat unit sepeda motor hasil kejahatan.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf F dan G Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun.

Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pencurian kendaraan.

“Kami mengingatkan agar masyarakat selalu memastikan kendaraan dalam kondisi aman saat diparkir, tidak meninggalkan kunci di kendaraan, serta memilih lokasi parkir yang aman,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Solar Subsidi ke Kalimantan, Satu Tersangka Diamankan


Surabaya , (Onenewsjatim)
— Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur berhasil menggagalkan upaya penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di kawasan . Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan satu orang tersangka asal .

Direktur Polairud Polda Jatim, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, mengungkapkan bahwa kasus ini terkuak setelah pihaknya menerima laporan masyarakat terkait dugaan pengiriman BBM subsidi tanpa dokumen resmi dari Blora menuju .

“Informasi tersebut kami tindak lanjuti dengan penyisiran di Pelabuhan Tanjung Perak. Hasilnya, kami menemukan puluhan jerigen berisi solar di dalam truk yang berada di atas kapal,” ujar Arman saat konferensi pers di , Kamis (23/4/2026).

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan sebanyak 31 jerigen berisi solar bersubsidi dengan total volume sekitar 930 liter. Barang bukti itu diangkut menggunakan truk Hino bernomor polisi K 8779 NE yang berada di atas Kapal KM Jambo XII.

Polisi kemudian mengamankan tersangka berinisial NNG (52), yang diketahui merupakan warga Blora. Berdasarkan hasil penyelidikan, modus yang digunakan tergolong terstruktur.

“Pelaku memerintahkan pekerjanya membeli solar di SPBU menggunakan barcode kendaraan. Kemudian BBM dipindahkan dari tangki ke jerigen menggunakan pompa dan selang,” jelas Arman.

Menurutnya, solar tersebut selanjutnya dikirim ke Pangkalan Bun untuk menunjang operasional usaha pengolahan limbah plastik milik tersangka.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, yang turut mendampingi dalam rilis tersebut menegaskan bahwa praktik penyalahgunaan BBM subsidi merupakan pelanggaran serius yang merugikan negara dan masyarakat.

“Ini menjadi perhatian kami karena BBM subsidi seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, bukan untuk kepentingan industri,” tegasnya.

Polisi memperkirakan kerugian negara akibat praktik ilegal tersebut mencapai sekitar Rp300 juta, jika dihitung berdasarkan selisih harga BBM subsidi dengan BBM industri.

Lebih lanjut, Arman menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menindak tegas penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.

“Kami akan terus bersinergi dengan instansi terkait untuk memutus rantai penyelundupan BBM subsidi, baik antarprovinsi maupun di wilayah hukum Polda Jawa Timur,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar.

Editor: Redaksi Nasional

Tergiur Berangkat Lebih Cepat, Pasutri di Lumajang Kehilangan Rp81 Juta


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sepasang suami istri asal Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, menjadi korban penipuan dengan modus percepatan keberangkatan ibadah haji. 

Korban mengalami kerugian hingga Rp81 juta setelah percaya pada pelaku yang mengaku sebagai staf Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Lumajang.

Kasus ini terungkap setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Lumajang.

Kepala Kantor Kemenhaj Lumajang, Umar Hasan, membenarkan adanya aduan dari warga yang mengaku menjadi korban penipuan oleh oknum yang mengatasnamakan instansinya.

“Beberapa hari lalu ada dua orang datang mengadu ke kami karena merasa tertipu. Pelaku mengaku sebagai staf Kemenhaj dan meminta sejumlah uang untuk percepatan keberangkatan haji,” ujar Umar Hasan saat dikonfirmasi, Jumat (24/4/2026).

Korban diketahui bernama Suminten dan suaminya, Suhari, warga Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe. 

Keduanya telah terdaftar sebagai calon jemaah haji (CJH) tahun 2016, dengan estimasi keberangkatan pada tahun 2038.

Namun, korban tergiur tawaran pelaku yang menjanjikan percepatan keberangkatan menjadi tahun 2027 atau lebih cepat sekitar 11 tahun dari jadwal semula.

Dalam aksinya, pelaku meminta uang secara bertahap dengan total mencapai Rp81 juta. Pembayaran dilakukan dalam tiga tahap, yakni Rp11 juta, Rp45 juta, dan Rp25 juta.

“Korban bahkan menerima kuitansi sebagai bukti pembayaran. Dalam kuitansi tersebut tertulis bahwa uang diterima untuk biaya percepatan keberangkatan haji dari tahun 2038 menjadi 2027,” jelas Hasan.

Meski demikian, pihak Kemenhaj memastikan bahwa praktik percepatan keberangkatan haji di luar mekanisme resmi tidak pernah ada. 

Seluruh proses keberangkatan calon jemaah haji, kata Hasan, dilakukan berdasarkan nomor porsi dan sistem antrean nasional yang transparan.

“Tidak ada istilah percepatan seperti itu. Semua sudah ada mekanismenya dan berdasarkan antrean. Kalau ada yang menawarkan percepatan dengan imbalan uang, itu sudah pasti penipuan,” tegasnya.

Hasan menambahkan, korban sempat meminta bantuan kepada pihak Kemenhaj untuk mendapatkan ganti rugi. Namun, pihaknya menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan tindak pidana penipuan yang harus diproses melalui jalur hukum.

“Kami sarankan agar korban segera melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian agar pelaku bisa ditindak. Jangan sampai ada korban lainnya,” ujarnya.

Hingga saat ini, pihak Kemenhaj Lumajang belum menerima informasi lanjutan apakah korban telah melaporkan kasus tersebut ke aparat penegak hukum.

Umar Hasan juga mengimbau masyarakat, khususnya calon jemaah haji, untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan instansi resmi.

“Kami mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan iming-iming percepatan haji. Semua proses resmi dilakukan sesuai prosedur dan tidak bisa dipercepat dengan cara apa pun,” pungkasnya.

Pendakian Dibuka Kembali Mulai 24 April 2026, Kuota Dibatasi 200 Orang per Hari


Lumajang, (Onenewsjatim)
- Aktivitas pendakian di resmi kembali dibuka mulai 24 April 2026 setelah sempat ditutup akibat erupsi sejak November 2025. Namun, pembukaan dilakukan secara terbatas dengan sejumlah aturan ketat bagi para pendaki.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), . Ia menyebutkan bahwa keputusan pembukaan diambil setelah melalui koordinasi lintas sektor serta mempertimbangkan kondisi aktivitas gunung.

“Pendakian Gunung Semeru dibuka kembali mulai tanggal 24 April 2026,” ujar Rudijanta dalam keterangan resmi yang diterima.

Meski telah dibuka, jalur pendakian belum sepenuhnya normal. BBTNBTS menetapkan batas maksimal pendakian hanya sampai kawasan Ranu Kumbolo, salah satu titik favorit pendaki di jalur Semeru.

“Untuk batas pendakian hanya sampai Ranu Kumbolo,” tegasnya.

Selain pembatasan jalur, jumlah pendaki juga dibatasi guna menjaga keselamatan dan kelestarian kawasan. Setiap harinya, kuota pendakian ditetapkan maksimal 200 orang.

Seluruh calon pendaki diwajibkan melakukan pemesanan tiket secara daring melalui situs resmi BBTNBTS. Sistem ini diterapkan untuk mengontrol jumlah pengunjung sekaligus memastikan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.

“Setiap pendaki wajib mengikuti standar operasional prosedur yang telah ditetapkan,” tambah Rudijanta.

Sebelumnya, BBTNBTS menutup total aktivitas wisata dan pendakian Gunung Semeru sejak terjadi erupsi pada 19 November 2025. Penutupan dilakukan demi keselamatan pengunjung mengingat meningkatnya aktivitas vulkanik saat itu.

Dalam kebijakan terbaru ini, BBTNBTS juga memberikan kesempatan bagi calon pendaki yang terdampak penutupan mendadak untuk melakukan penjadwalan ulang.

“Pendaki yang sudah melakukan pemesanan secara online pada periode 19 November sampai 18 Desember 2025 dapat melakukan reschedule,” jelasnya. (Imam)

23/04/2026

Kisah Semangat Siswa SDN Supiturang 2 Lumajang, Ujian TKA Digelar Bergantian


Lumajang (Onenewsjatim)
– Sebanyak 21 siswa kelas 6 SDN Supiturang 2, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer secara bergantian, Kamis (23/4/2026).

Ujian tersebut digelar dengan segala keterbatasan pasca sekolah mereka hancur akibat erupsi Gunung Semeru pada 2025 lalu.

Pelaksanaan TKA terpaksa dilakukan di Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula Raudlatul Ulum, Dusun Sumbersari, Desa Supiturang. 

Sementara itu, total 70 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 saat ini masih menumpang belajar di ruang kelas madrasah tersebut.

Guru SDN Supiturang 2, Hariono, mengatakan keterbatasan fasilitas menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer tersebut. Pasalnya, seluruh inventaris sekolah hilang saat diterjang erupsi Semeru pada 19 November 2025.

“Untuk TKA dari 21 siswa kami serba keterbatasan. Perangkat kami hilang saat erupsi tahun lalu,” ujar Hariono.

Ia menjelaskan, dari total 21 peserta TKA, terdiri dari 17 siswa perempuan dan 4 siswa laki-laki. Karena minimnya perangkat, pelaksanaan ujian harus dibagi menjadi empat gelombang dengan dua sesi.

“Pertimbangannya karena keterbatasan peralatan. Kami hanya memiliki beberapa komputer dan laptop, jadi harus dibagi dalam beberapa gelombang,” jelasnya.

Selain itu, faktor jaringan internet di wilayah tersebut juga menjadi pertimbangan. Pihak sekolah khawatir jika peserta terlalu banyak dalam satu sesi, koneksi tidak akan mampu menampung.

“Kami juga berada di daerah pinggiran. Kalau dipaksakan satu sesi banyak peserta, kami khawatir jaringan tidak kuat,” tambahnya.

Hariono mengungkapkan, saat ini pihak sekolah hanya memiliki empat perangkat yang digunakan untuk TKA. Tiga unit digunakan siswa, sementara satu unit lainnya berfungsi sebagai komputer proktor atau pengendali ujian.

Perangkat tersebut berasal dari bantuan pemerintah, pinjaman guru, serta upaya swadaya sekolah. Sebelumnya, seluruh peralatan seperti komputer, laptop, printer hingga perangkat pembelajaran lainnya hilang terbawa lahar dingin.

“Total ada empat perangkat yang kami pakai. Tiga untuk siswa, satu untuk proktor. Itu pun hasil bantuan dan pinjaman,” ungkapnya.

Meski dalam kondisi serba terbatas, para siswa tetap menunjukkan semangat mengikuti ujian. Pihak sekolah juga terus memberikan motivasi agar siswa tetap optimistis melanjutkan pendidikan.

“Kami selalu memberikan motivasi kepada anak-anak, bahwa meskipun berada di daerah bencana, pendidikan harus tetap berjalan seperti di sekolah lain,” kata Hariono.

Ia menambahkan, sebelum pelaksanaan TKA, para siswa juga telah diberikan latihan, baik terkait materi ujian maupun penggunaan perangkat komputer.

“Alhamdulillah anak-anak sudah ada persiapan. Meskipun terbatas, mereka tetap semangat mengikuti ujian,” pungkasnya.

380 Visa Ditolak Sistem Saudi, Jemaah Haji Lumajang Tetap Berangkat


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Sebanyak 380 visa jemaah haji asal sempat ditolak oleh sistem milik . Namun, seluruh kendala tersebut kini hampir sepenuhnya terselesaikan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Lumajang, , mengungkapkan bahwa penolakan visa terjadi pada bulan sebelumnya dan telah ditangani oleh pihaknya.

“Bulan kemarin itu ada sekitar 380 jemaah asal Lumajang yang visanya tertolak di Saudi Arabia. Tapi sudah kami selesaikan, sudah kami urus,” ujar Hasan, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, penolakan visa umumnya disebabkan oleh masalah administratif, seperti foto biodata yang buram sehingga tidak terbaca oleh sistem, hingga ketidaksesuaian nama pada dokumen resmi.

“Ada juga nama yang tidak sama antara KTP dan KK,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melakukan perbaikan dokumen dengan melengkapi surat keterangan dari pemerintah desa maupun kecamatan. Hasilnya, hampir seluruh visa jemaah telah dinyatakan clear.

“Hanya satu orang jemaah yang visanya masih terkendala. Tapi insyaallah segera selesai,” tambahnya.

Hasan menegaskan bahwa proses verifikasi dokumen oleh pemerintah Arab Saudi memang sangat ketat. Hal ini menyebabkan dokumen yang sah di Indonesia belum tentu langsung diterima di negara tujuan.

“Yang jelas, untuk visa dan manifes insyaallah sudah selesai 100 persen,” tegasnya.

Saat ini, para jemaah tinggal menunggu pembagian kartu nusuk dari embarkasi haji di . Kartu tersebut menjadi dokumen wajib untuk mengakses berbagai layanan selama ibadah haji.

Menurut Hasan, pada tahun-tahun sebelumnya distribusi kartu nusuk kerap mengalami kendala karena dilakukan langsung oleh pemerintah Arab Saudi, sehingga banyak jemaah tidak mendapatkannya tepat waktu.

“Dampaknya, jemaah tidak bisa masuk ke Masjidil Haram, bahkan untuk salat lima waktu,” ungkapnya.

1.256 Jemaah Lumajang Dipastikan Berangkat

Di sisi lain, sebanyak 1.256 jemaah haji asal Lumajang dipastikan berangkat ke Tanah Suci tahun ini, meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah tengah memanas.

Hasan memastikan, pemerintah Arab Saudi telah memberikan jaminan keamanan bagi seluruh jemaah Indonesia.

“Melalui Duta Besar Arab Saudi di Indonesia menjamin keselamatan jemaah haji Indonesia,” katanya.

Para jemaah akan diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 98, 99, 100, dan 101. Khusus kloter 98 merupakan gabungan dengan jemaah dari Jember, dengan total 236 jemaah dari Lumajang.

Dari sisi kesehatan, Hasan menyebut seluruh jemaah dinyatakan layak terbang setelah menjalani serangkaian pemeriksaan.

"Untuk jemaah lansia atau yang memiliki penyakit tertentu jumlahnya tidak terlalu banyak dan tetap akan mendapat pendampingan,” jelasnya.

Terkait teknis perjalanan, Hasan mengaku belum mengetahui secara pasti rute penerbangan yang akan digunakan, termasuk kemungkinan jalur alternatif untuk menghindari wilayah konflik.

Namun demikian, ia menyebut pihak maskapai sempat mengeluhkan kenaikan harga avtur yang berpotensi memengaruhi operasional penerbangan.

“Yang jadi perhatian saat ini justru kenaikan harga avtur dari pihak maskapai,” pungkasnya.(Imam)

Penyaluran Pupuk Subsidi di Yosowilangun Lumajang Tembus 28 Persen, Stok Dipastikan Aman


Lumajang, (Onenewsjatim) 
- Distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. 

Hingga penghujung April, penyaluran di tingkat kios berjalan efektif seiring dengan tingginya serapan oleh para petani lokal.

Pemilik Kios Tani Makmur di Desa Yosowilangun Kidul, Gus Rudy mengungkapkan, pihaknya telah berhasil menyalurkan sekitar 50 ton pupuk bersubsidi kepada petani yang terdaftar. 

Angka tersebut setara dengan 28 persen dari total alokasi tahunan sebesar 178 ton yang dijatahkan untuk kiosnya sepanjang tahun 2026.

"Rata-rata setiap bulan kami mendistribusikan antara 10 hingga 15 ton. Tingginya angka penebusan di awal tahun ini dipicu oleh ketersediaan stok di gudang yang selalu terjaga," ujar Rudy saat ditemui di kiosnya di Kecamatan Yosowilangun, Kamis (23/4/2026).

Ia menjelaskan, kelancaran distribusi tidak lepas dari pasokan yang stabil dari distributor. Dengan stok yang terjaga, petani yang datang ke kios hampir dipastikan tidak pernah pulang tanpa membawa pupuk.

Menurutnya, kondisi ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Setelah adanya perbaikan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi oleh pemerintah, kendala ketersediaan stok di awal tahun kini tidak lagi terjadi.

“Sekarang indikatornya sederhana, petani yang datang selalu terlayani. Tidak ada lagi cerita pulang karena pupuk habis,” tegasnya.

Saat ini, stok pupuk bersubsidi yang tersedia di gudang Kios Tani Makmur tercatat sekitar 3,4 ton. Rinciannya terdiri dari Urea 1,5 ton, NPK Phonska lebih dari 1 ton, serta pupuk organik hampir 1 ton.

Rudy menyebut, stok tersebut memang sedikit berkurang karena adanya masa transisi dari pupuk Urea jenis prill ke granul. Meski begitu, ia menilai perubahan ini justru disambut baik oleh petani.

“Petani di Lumajang cenderung lebih menyukai pupuk granul, jadi kami mendukung kebijakan ini,” katanya.

Di sisi lain, ia mengakui masih ada kendala teknis dalam proses penebusan pupuk, terutama untuk lahan yang digarap oleh penyewa. Persoalan biasanya muncul karena pemilik lahan tidak hadir atau enggan mengurus administrasi.

“Kalau pemiliknya langsung yang datang, prosesnya mudah. Tapi kalau lahannya disewakan, kadang pemiliknya tidak mau repot, apalagi kalau tinggal di luar kota. Ini yang jadi tantangan,” jelas Rudy.

Meski begitu, ia tetap berupaya membantu petani dengan sistem jemput bola untuk wilayah yang masih terjangkau.

Terkait harga, Rudy memastikan seluruh pupuk dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia menilai, transparansi harga kini semakin terjaga karena petani sudah mudah mengakses informasi melalui ponsel.

“Petani sekarang sudah kritis. Kalau harga tidak sesuai, pasti langsung protes,” tambahnya.

Dian Mayasari (41), salah satu pemilik lahan di Desa Yosowilangun Kidul, membenarkan kemudahan akses pupuk tersebut. Meski menetap di pusat kota Lumajang yang berjarak 20 kilometer dari lokasi, ia rutin datang langsung ke kios agar penggarap sawahnya tetap mendapatkan jatah subsidi.

"Sistem kami bagi hasil, jadi saya harus memastikan administrasi beres supaya penggarap bisa menebus pupuk. Hari ini saya mengambil masing-masing satu sak Urea dan NPK Phonska untuk lahan seluas 2.500 meter persegi," tutur Dian.

Dian mengapresiasi konsistensi harga di Kios Tani Makmur yang tetap dipatok Rp90.000 untuk Urea dan Rp92.000 untuk NPK Phonska per sak. 

Menurutnya, kepastian harga ini sangat membantu menekan biaya produksi pertanian.

"Biasanya permainan harga terjadi kalau barang langka. Tapi di sini stoknya melimpah, jadi harga otomatis stabil sesuai aturan pemerintah. Ini sangat membantu kami menghemat ongkos produksi," pungkasnya.(Imam)

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved