-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

22/04/2026

LPG Non-Subsidi Langkah, Pengusaha Kuliner Lumajang Terpaksa Cari ke Probolinggo


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kelangkaan gas elpiji non-subsidi mulai dirasakan para pelaku usaha di Kabupaten Lumajang dalam sepekan terakhir. 

Kondisi ini membuat sejumlah pengusaha rumah makan dan restoran harus berupaya ekstra untuk mendapatkan pasokan gas demi menjaga operasional usaha mereka.

Owner Warung Apung Pondok Asri Lumajang, Rohim, mengaku kesulitan mendapatkan LPG non-subsidi di wilayah Lumajang. Bahkan, ia terpaksa mencari hingga ke luar daerah.

“Saya membeli gas elpiji non-subsidi di Probolinggo dengan harga selisih sekitar Rp10 ribu, karena di sini tidak ada,” ujarnya.

Meski demikian, Rohim menyebut kelangkaan tersebut belum terlalu berdampak signifikan terhadap operasional usahanya karena baru berlangsung sekitar satu minggu. Ia juga menegaskan akan mengikuti kebijakan pemerintah terkait harga.

“Kami mengikuti pemerintah, kalau harganya dinaikkan ya kami juga menyesuaikan,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Arif, salah satu manajer restoran di Lumajang. Ia mengaku harus berkeliling untuk mencari LPG non-subsidi lantaran sejumlah tempat langganannya kehabisan stok.

“Katanya tidak boleh pakai yang 3 kilogram, tapi mau beli yang 12 kilogram justru sulit didapat,” ungkapnya.

Arif juga menyebut sempat menemukan penjual LPG non-subsidi, namun stok tersebut sudah lebih dulu dipesan pihak lain.

Sementara itu, Sekretaris DPC Hiswana Migas Besuki, Joko Cahyono, menyampaikan pihaknya telah mengusulkan penambahan alokasi LPG non-subsidi ke Pertamina untuk wilayah Lumajang.

“Penambahan pasokan sudah mulai lancar. Hal itu bisa dikonfirmasi kepada agen yang telah melakukan revisi pengambilan,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini distribusi mulai membaik dan pengajuan dari agen sudah tidak mengalami revisi, sehingga pasokan diharapkan kembali normal.

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Lumajang, Muhammad Ridha, menyatakan bahwa tambahan pasokan LPG non-subsidi sedang dalam proses distribusi menuju Lumajang.

“Untuk kondisi saat ini sudah ada penambahan kuota dan sedang dalam perjalanan ke Lumajang. Pelaku usaha yang kami datangi hari ini juga sudah mulai tersedia stoknya,” ujarnya.

Peduli Kesehatan Warga, Babinsa Tempursari Aktif Dampingi Posyandu Balita dan Lansia


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Dalam upaya mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, Babinsa Tempursari Koramil 0821-18/Tempursari Peltu Dwi Hasim As'ari melaksanakan kegiatan pendampingan pelayanan kesehatan Posyandu Balita dan Lansia di Posyandu Dahlia RT 002 RW 001 Dusun Krajan Desa Tempursari Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (22/4/2026).

Kegiatan Posyandu tersebut merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk memantau tumbuh kembang balita sekaligus memeriksa kondisi kesehatan para lansia secara berkala. Dalam pelaksanaannya, kegiatan dipandu langsung oleh Bidan Desa Tempursari  bersama kader Posyandu Dahlia.

Tercatat sebanyak 25 balita dan 35 lansia hadir untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan. Pelayanan yang diberikan meliputi penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, pengecekan status gizi, pemberian vitamin, serta imunisasi sesuai jadwal. Sementara untuk lansia dilakukan pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kesehatan umum, serta konsultasi terkait pola hidup sehat.

Dalam kesempatan itu, Babinsa Tempursari Peltu Dwi Hasim As'ari menyampaikan bahwa pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung kelancaran kegiatan Posyandu agar berjalan aman dan tertib.

“Kegiatan Posyandu ini sangat penting untuk menjaga kesehatan balita sebagai generasi penerus, serta membantu para lansia agar tetap sehat dan produktif. Kehadiran kami sebagai Babinsa untuk memberikan dukungan dan memastikan kegiatan berjalan lancar,” ujar Peltu Dwi Hasim.

Sementara itu, Bidan Desa Tempursari Titik Herawati A.Md.Keb mengatakan bahwa Posyandu memiliki peran strategis dalam pencegahan penyakit sejak dini, baik pada balita maupun lansia. Ia juga mengapresiasi pendampingan Babinsa yang selalu aktif membantu kegiatan kesehatan masyarakat.

“Posyandu menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa. Melalui kegiatan ini kita bisa mendeteksi dini masalah gizi pada balita serta memantau kondisi kesehatan lansia. Kami sangat terbantu dengan dukungan Babinsa yang turut hadir memberikan motivasi kepada warga,” pungkasnya.

Ketua Posyandu Dahlia Wahyu Windhi Indah menambahkan bahwa antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan Posyandu terus meningkat. Hal itu menjadi indikator bahwa kesadaran warga terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin semakin baik.

Dengan adanya sinergi antara Babinsa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat, kegiatan Posyandu di Desa Tempursari diharapkan terus berjalan secara optimal guna menciptakan masyarakat yang sehat, kuat, dan sejahtera. (Pendim0821)

Rawat Warisan Sejarah, Babinsa Kertosari Bersama Warga Bersihkan Monumen Pahlawan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus penghormatan terhadap jasa para pahlawan, Babinsa Kertosari Koramil 0821-17/Pasrujambe, Sertu Ade Dian Febrianto bersama warga melaksanakan kegiatan pembersihan rumput liar serta perawatan monumen dan patung pahlawan yang berada di Dusun Krajan RT 002 RW 002 Desa Kertosari Kecamatan Pasrujambe Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (22/4/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas umum yang memiliki nilai sejarah dan simbol perjuangan bangsa. Monumen dan patung pahlawan yang berada di wilayah tersebut menjadi salah satu tempat penting bagi masyarakat, khususnya sebagai pengingat akan perjuangan para pendahulu dalam merebut kemerdekaan.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama warga membersihkan area sekitar monumen dari rumput liar, menyapu dedaunan kering, serta melakukan perawatan pada bagian-bagian monumen yang mulai kotor akibat cuaca dan kondisi lingkungan. 

Kebersamaan terlihat jelas ketika warga dengan semangat gotong royong membawa alat kebersihan seperti cangkul, sabit, sapu, hingga alat pemotong rumput.

Sertu Ade Dian Febrianto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar membersihkan lingkungan, namun juga sebagai bentuk menumbuhkan rasa nasionalisme serta kecintaan masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa.

“Monumen dan patung pahlawan ini merupakan simbol penghormatan kepada para pejuang. Sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk merawatnya agar tetap bersih, indah, dan layak sebagai tempat mengenang jasa pahlawan,” ujar Sertu Ade.

Ia juga menambahkan bahwa melalui kegiatan gotong royong seperti ini, hubungan antara Babinsa dan masyarakat semakin erat serta mampu membangun semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan desa.

Sementara itu, Kepala Dusun Krajan, Saiful Ridho, menyampaikan bahwa melalui kerja bakti tersebut, diharapkan monumen dan patung pahlawan di Desa Kertosari tetap terawat dengan baik serta menjadi pengingat bagi generasi muda untuk selalu menghargai perjuangan para pahlawan, sekaligus menjaga semangat persatuan dan gotong royong di tengah masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan Babinsa. Kegiatan ini sangat bermanfaat, selain membuat monumen terlihat bersih, juga menumbuhkan kesadaran warga untuk menjaga tempat bersejarah yang menjadi kebanggaan desa,” ungkapnya. (Pendim0821)

Modus Ranjau dan COD Terbongkar, 4 Pengedar Sabu di Gresik Ditangkap


Gresik, (Onenewsjatim)
- berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba lintas kota. Dalam operasi yang dilakukan Satresnarkoba, empat orang tersangka yang diduga sebagai pengedar sabu berhasil diamankan.

Keempat tersangka tersebut masing-masing berinisial FJT (24), AHC (22), DDP (35), dan HVS (35). Mereka ditangkap setelah polisi menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi narkotika di wilayah hukum Gresik.

Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi warga yang mencurigai adanya peredaran sabu.

“Kami menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan transaksi narkoba, kemudian dilakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan para pelaku,” ujar Ramadhan kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).

Dari hasil penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa sabu seberat total 68,211 gram yang telah dikemas dalam 25 paket siap edar. Selain itu, turut diamankan timbangan digital serta sejumlah barang bukti lain yang berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

Ramadhan menjelaskan, para tersangka menjalankan aksinya dengan modus “ranjau” dan sistem cash on delivery (COD). Transaksi dilakukan baik secara tunai maupun melalui transfer, dan jaringan ini diketahui telah beroperasi sejak Desember 2025.

“Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto KUHP terbaru,” jelasnya.

Tiga tersangka yakni DDP, AHC, dan FJT terancam hukuman penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara, serta denda dengan kategori berat. Sementara itu, tersangka HVS dikenakan ancaman pidana yang lebih berat dengan tambahan sepertiga dari hukuman yang dijatuhkan.

Saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain dalam jaringan tersebut.

Polres Gresik juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi penyalahgunaan narkotika dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan.

“Masyarakat dapat melapor melalui Call Center 110 atau hotline ‘Lapor Cak Rama’ di nomor 0811-8800-2006,” pungkas Ramadhan. (Red)

Polres Lumajang Tanam Ratusan Kelapa di Pantai Dampar, Cegah Abrasi hingga Dongkrak Ekonomi Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Polres Lumajang bersama Bhayangkari menggelar aksi penanaman ratusan pohon kelapa di kawasan Pantai Dampar, Kecamatan Pasirian, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB).

Penanaman dilakukan di sepanjang pesisir pantai dengan melibatkan personel kepolisian dan anggota Bhayangkari. Aksi ini menjadi langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengantisipasi abrasi di wilayah pesisir selatan Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Momentum Hari Bumi dan HUT YKB ini kami jadikan penguat komitmen untuk terus menjaga alam. Penanaman kelapa ini adalah investasi jangka panjang, tidak hanya melindungi pesisir dari abrasi, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Alex.

Menurutnya, keberadaan pohon kelapa di kawasan pantai memiliki fungsi ganda, yakni sebagai penahan alami gelombang serta sumber penghasilan bagi warga sekitar di masa mendatang.

Alex juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pemicu gerakan bersama dalam merawat ekosistem pesisir.

“Kami ingin kegiatan ini menumbuhkan kesadaran kolektif. Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau institusi tertentu, tapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Sementara itu, di usia ke-46, Yayasan Kemala Bhayangkari terus memperluas kontribusinya, tidak hanya di bidang sosial dan pendidikan, tetapi juga dalam upaya pelestarian lingkungan.

Penanaman ratusan pohon kelapa ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang, baik dalam menjaga ekosistem pantai maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Melalui kegiatan ini, Polres Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam menjaga kelestarian alam di Kabupaten Lumajang.

Sidak LPG 3 Kg di Lumajang, Pemkab Temukan Restoran dan Kafe Masih Gunakan Gas Subsidi


Lumajang (Onenewsjatim) –
Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) menggelar inspeksi mendadak (sidak) penggunaan LPG 3 kilogram di sejumlah rumah makan, kafe, dan hotel, Selasa (22/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Pertamina, Hiswana Migas, Satpol PP, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, serta Polres Lumajang. Sidak dilakukan untuk memastikan LPG subsidi digunakan sesuai peruntukannya, yakni bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro.

Dalam sidak tersebut, petugas masih menemukan sejumlah pelaku usaha yang menggunakan LPG 3 Kg. Di Rumah Makan Mak Rumpit Jalan Panjaitan, petugas menemukan 15 tabung LPG subsidi. 

Temuan serupa juga didapati di Cafe Terracota sebanyak 5 tabung, Mak Rumpit Jalan Ghozali 15 tabung, Warung Makan Pondok Asri Sukodono 7 tabung, serta Cafe Alka sebanyak 6 tabung.

Seluruh tabung LPG 3 Kg yang ditemukan langsung ditukar dengan LPG non-subsidi melalui mekanisme trade-in di lokasi.

Kepala Diskopindag Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridha, S.Sos., M.Si, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah pengawasan sekaligus pembinaan kepada pelaku usaha.

“Kami melakukan pengawasan, pembinaan, sekaligus trade-in. Sebelumnya pada tanggal 17 kami sudah melakukan sidak terhadap pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe, dan masih ditemukan penggunaan LPG 3 kilogram,” kata Ridha di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, pemerintah memfasilitasi proses penukaran tabung LPG subsidi ke non-subsidi dengan skema tertentu.

“Untuk dua tabung 3 kg kosong bisa ditukar dengan satu tabung 5,5 kg dengan biaya Rp110 ribu. Sedangkan untuk tabung 12 kg, tiga tabung 3 kg bisa ditukar dengan biaya Rp340 ribu,” ujarnya.

Ridha juga memastikan ketersediaan stok LPG non-subsidi selama pelaksanaan sidak dan trade-in berlangsung.

“Dari informasi Pertamina, saat ini ada penambahan pasokan yang sedang menuju Lumajang. Untuk pelaku usaha yang kami datangi hari ini, kami pastikan stok tersedia,” katanya.

Ia menegaskan, apabila ke depan masih ditemukan pelaku usaha menggunakan LPG subsidi, maka akan dilakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku.

“Ini sesuai arahan Bupati. Jika masih ditemukan menggunakan LPG 3 kg saat proses trade-in berlangsung, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan,” tegasnya.

Di sisi lain, kebijakan tersebut diakui cukup memberatkan sebagian pelaku usaha. Owner Mak Rumpit, Muhammad Agam Kausa, menyebut penggunaan LPG subsidi sebelumnya dilakukan karena keterbatasan pasokan gas non-subsidi.

“Awalnya kami campur, karena memang sulit mendapatkan gas. Baik yang non-subsidi maupun tabung hijau kadang sama-sama susah,” ujarnya.

Menurutnya, peralihan ke LPG non-subsidi berdampak langsung pada biaya operasional usaha.

“Ini berat bagi kami, karena otomatis harus menaikkan harga jual. Kalau harga naik, kami khawatir penjualan menurun,” katanya.

Agam menambahkan, selama ini pihaknya mampu menjual menu dengan harga terjangkau karena menggunakan LPG subsidi.

“Kami jual satu porsi ayam seharga Rp13 ribu. Kalau pakai gas non-subsidi, mau tidak mau harga harus naik, apalagi harga bahan baku seperti ayam juga tidak stabil,” ucapnya. (Imam)



21/04/2026

Babinsa Nogosari dan Petani Kompak Bersihkan Irigasi, Dukung Ketahanan Pangan


Lumajang , (Onenewsjatim)-
Kepedulian terhadap kelancaran sektor pertanian terus ditunjukkan aparat kewilayahan. Babinsa Nogosari Koramil 0821-16/Rowokangkung, Sertu Agus Setiawan, bersama warga tani melaksanakan kerja bakti pembersihan saluran irigasi tersier di lahan Kelompok Tani (Poktan) Sumber Makmur 2, yang berada di Dusun Persil Nogosari, Desa Nogosari, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi air ke area persawahan, sehingga kebutuhan air bagi tanaman padi dapat terpenuhi secara optimal. Saluran irigasi yang sebelumnya mengalami pendangkalan dan dipenuhi rumput liar dibersihkan secara gotong royong oleh Babinsa bersama para petani.

Sertu Agus Setiawan mengatakan bahwa kegiatan kerja bakti yang dilakukan merupakan bagian dari pendampingan pertanian yang rutin dilakukan Babinsa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. 

“Kelancaran irigasi sangat penting bagi keberhasilan pertanian. Dengan saluran yang bersih, suplai air ke sawah menjadi lancar dan tanaman dapat tumbuh dengan maksimal,” kata dia.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI melalui Babinsa tidak hanya dalam aspek keamanan wilayah, tetapi juga berperan aktif dalam membantu masyarakat, termasuk mendukung produktivitas pertanian di desa binaan.

Sementara itu, Ketua Poktan Sumber Makmur, Satemo, menjelaskan bahwa pembersihan saluran irigasi tidak hanya dilakukan secara insidental, tetapi telah direncanakan sebagai program berkelanjutan oleh kelompok tani. 

“Kami bersama anggota Poktan berkomitmen untuk melakukan pembersihan irigasi secara rutin dan terjadwal, agar aliran air tetap lancar sepanjang musim tanam. Dengan perawatan jangka panjang ini, kami berharap produktivitas pertanian dapat terus meningkat dan risiko gagal panen akibat kekurangan air bisa diminimalisir,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan pembersihan saluran irigasi tersebut, diharapkan produktivitas pertanian di wilayah Nogosari semakin meningkat, serta mampu mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan, baik di tingkat lokal maupun daerah. (Pendim0821)

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved