-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

16/07/2026

Cegah Semak dan Hewan Liar, Babinsa Kalisemut Bersihkan Jalan Bersama Warga


Lumajang, (Onenewsjatim)-Semangat gotong royong terus ditunjukkan Babinsa Kalisemut Koramil 0821-20/Padang, Serda Hendrik, dengan turun langsung membantu warga melaksanakan kerja bakti pembersihan jalan menuju permukiman di Dusun Krajan RT 006 RW 002, Desa Kalisemut, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan bersama masyarakat sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan akses jalan menuju permukiman tetap bersih, aman, dan nyaman dilalui warga. Rumput liar, semak belukar, serta material yang mengganggu badan jalan dibersihkan secara bergotong royong sehingga kondisi jalan menjadi lebih rapi dan tertata.


Di sela kegiatan, Serda Hendrik mengatakan bahwa kerja bakti merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI melalui peran Babinsa dalam mendampingi masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, budaya gotong royong harus terus dipelihara karena menjadi kekuatan utama dalam menjaga kebersamaan sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat.


"Melalui kerja bakti seperti ini, selain lingkungan menjadi bersih, juga semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan yang terjalin akan memudahkan setiap upaya pembangunan dan penyelesaian berbagai persoalan di lingkungan desa," ujar dia.


Sementara itu, Kepala Dusun Krajan, Mohamad Wahyudi, mengatakan bahwa pembersihan jalan tersebut menjadi perhatian bersama karena akses jalan menuju permukiman warga berada berdampingan dengan area ladang dan semak yang mudah ditumbuhi rumput liar. Menurutnya, apabila tidak rutin dibersihkan, kondisi tersebut dikhawatirkan menjadi tempat persembunyian berbagai jenis hewan yang dapat membahayakan masyarakat.


"Jalan ini berada di samping ladang warga, sehingga rumput dan semak cepat tumbuh. Selain agar jalan tetap bersih dan nyaman dilalui, pembersihan ini juga untuk mengantisipasi adanya hewan seperti ular atau hewan liar lainnya yang dapat membahayakan pengguna jalan maupun warga yang beraktivitas di sekitar lokasi. Kami sangat mengapresiasi kepedulian Babinsa yang selalu hadir bersama masyarakat dalam kegiatan gotong royong seperti ini," pungkasnya.


Melalui kegiatan kerja bakti tersebut, diharapkan budaya gotong royong tetap terpelihara sebagai wujud sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, serta mendukung kenyamanan aktivitas sehari-hari warga. (Pendim0821)

Babinsa Purwosono Ajak Siswa Baru Cintai Tanah Air dan Tolak Segala Bentuk Bullying


Lumajang (Onenewsjatim) – Babinsa Purwosono Koramil 0821-19/Sumbersuko, Serda Achmad Affandi, memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan edukasi anti bullying kepada siswa baru MI Nurul Islam Purwosono, Dusun Darungan, Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Kamis (16/7/2026).


Kegiatan yang menjadi bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tersebut bertujuan membentuk karakter peserta didik sejak dini agar memiliki jiwa nasionalisme, disiplin, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.


Dalam penyampaiannya, Serda Achmad Affandi mengajak para siswa untuk mencintai tanah air, menghormati keberagaman, menjaga persatuan, serta menghindari segala bentuk bullying, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial.


"Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa setiap teman harus dihormati dan diperlakukan dengan baik. Jangan ada bullying dalam bentuk apa pun. Jadilah pelajar yang disiplin, berakhlak mulia, saling peduli, serta memiliki rasa cinta kepada bangsa dan negara," ujar Serda Achmad Affandi.


Ia menambahkan, nilai-nilai kebangsaan perlu ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, menghargai perbedaan, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.


Sementara itu, Kepala MI Nurul Islam Purwosono, Ulya Faidah, M.Pd., mengapresiasi keterlibatan Babinsa dalam memberikan pembinaan karakter kepada peserta didik baru. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan untuk membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan rasa saling menghormati di lingkungan sekolah.


"Kami sangat mengapresiasi kehadiran Babinsa yang telah memberikan pembekalan kepada anak-anak. Melalui materi Wawasan Kebangsaan, siswa diajarkan untuk mencintai bangsa, menghargai keberagaman, serta memiliki sikap disiplin dan tanggung jawab. Sementara edukasi anti bullying memberikan pemahaman kepada mereka tentang pentingnya saling menghormati, tidak menyakiti teman, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman," katanya.


Ia berharap nilai-nilai yang telah diberikan dapat menjadi fondasi karakter positif bagi para siswa, baik selama menempuh pendidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.


Melalui kegiatan tersebut, Koramil 0821-19/Sumbersuko bersama pihak sekolah berkomitmen mendukung pembentukan generasi muda yang berkarakter, cinta tanah air, serta menjunjung tinggi sikap saling menghargai demi terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. (Pendim) 



Diduga Dipicu Persoalan Asmara, Pemuda di Lumajang Dibacok Samurai




Lumajang (Onenewsjatim) –
Perselisihan yang diduga dipicu konflik asmara berujung aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam di Kabupaten Lumajang. 


Seorang pemuda bernama Rizky (26), warga Desa Boreng, Kecamatan Lumajang, menjadi korban pembacokan yang terjadi di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, Rabu (15/7/2026) malam.


Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian pinggang kiri dan harus menjalani perawatan medis dengan 12 jahitan.


Tidak lama setelah kejadian, aparat kepolisian berhasil mengamankan pelaku berinisial MAY (23), warga Desa Jeruk, Kecamatan Gucialit. 


Pelaku ditangkap di tempat kerjanya beserta barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis samurai yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut.


Saat menjalani pemeriksaan, MAY mengaku nekat melakukan penganiayaan karena emosi. 


Menurutnya, korban beberapa kali mengganggu hubungan asmaranya dengan perempuan berinisial N (26) yang merupakan tunangannya.


"Korban sudah beberapa kali mengganggu tunangan saya. Sudah saya ingatkan, tetapi masih saja menghubungi dan mengajak bertemu. Malam itu saya emosi setelah korban kembali mengikuti dan menantang saya, sehingga akhirnya terjadi peristiwa itu," ujar MAY saat dimintai keterangan di Mapolsek Lumajang Kota, Kamis (16/7/2026).


Ia juga mengakui membawa senjata tajam dari rumah sebelum kejadian. Namun, menurut pengakuannya, awalnya tidak berniat menggunakannya untuk melukai korban.


Sementara itu, Kapolsek Lumajang Kota Iptu  Zainul Abidin membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku beserta barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.


"Pelaku sudah kami amankan berikut barang bukti berupa senjata tajam jenis samurai yang digunakan saat kejadian. Korban juga telah mendapatkan penanganan medis akibat luka bacok yang dideritanya," kata IPTU Zainul Abidin.


Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kata Zainul, motif penganiayaan diduga dipicu persoalan asmara. Pelaku mengaku tersulut emosi karena korban diduga kerap mengganggu kekasihnya.


"Dari pemeriksaan awal, motifnya karena pelaku merasa korban sering mengganggu pacarnya. Namun demikian, penyidik masih terus mendalami seluruh keterangan saksi maupun tersangka untuk melengkapi proses penyidikan," jelasnya.


Saat ini, tersangka telah diserahkan ke Satreskrim Polres Lumajang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

15/07/2026

Miris! Oknum Ketua RT di Lumajang Diduga Perkosa Gadis 14 Tahun Sejak Masih Kelas 3 SD


Lumajang, (Onenewsjatim) — Seorang oknum ketua Rukun Tetangga (RT) di Kabupaten Lumajang dilaporkan ke Polres Lumajang atas dugaan rudapaksa terhadap anak perempuan yang masih berusia 14 tahun.


Kasus pencabulan yang diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut kini tengah ditangani secara intensif oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lumajang.


​Orang tua korban segera mengambil langkah hukum dan melaporkan terduga pelaku yang berinisial R ke pihak berwajib setelah sang anak mengakui perbuatan bejat oknum Ketua RT di Kecamatan Kedungjajang tersebut.


​Berlangsung Sejak Korban Duduk di Bangku SD


​Pendamping hukum korban, Ayu Alinda, membeberkan bahwa tindak kekerasan seksual ini bukanlah yang pertama kali. 


Berdasarkan pendampingan yang dilakukan, korban diduga telah mengalami rudapaksa sejak masih duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD) dengan intensitas kejadian sedikitnya empat kali.


​"Sebenarnya pencabulan itu dialami korban sejak masih kelas 3 SD, tapi dia tidak berani bercerita kepada siapapun termasuk orang tuanya," ujar Ayu di Lumajang, Rabu (15/7/2026).


​Ayu menjelaskan, tabir kasus ini mulai terkuak dari hal yang tampak sederhana. Salah seorang kerabat korban mulai menaruh curiga setelah melihat korban kerap mengunggah status WhatsApp dengan nada sedih dan murung.


​Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah mendengar kesaksian dari salah satu tetangga. Tetangga yang sedang mencari rumput mengaku pernah memergoki korban tengah bercengkerama dengan terduga pelaku di sebuah lokasi sepi yang tak jauh dari rumah korban.


​"Ada tetangga cari rumput itu pernah melihat korban dan terduga pelaku. Pas ditanya, ngakunya memang sudah dianggap anak sendiri," jelas Ayu menirukan alibi pelaku.


​Bermodalkan temuan tersebut, orang tua korban mendesak putrinya untuk berterus terang, hingga akhirnya korban mengakui telah diperkosa oleh pelaku.


​Ada Unsur Pemaksaan dan Kekerasan Fisik

​Laporan keluarga korban ke Polres Lumajang turut dilampiri dengan bukti hasil visum dari pihak rumah sakit.


​Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan adanya laporan polisi terkait dugaan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur tersebut. Pihaknya menyatakan bahwa proses penyelidikan sedang berjalan.


​Menurut keterangan dari berkas laporan, Ipda Suprapto mengungkapkan bahwa baik korban maupun terlapor sejatinya sudah membenarkan adanya dugaan tindak asusila tersebut. Selain itu, ditemukan pula indikasi kekerasan fisik yang dilakukan pelaku saat beraksi.


​"Menurut berkas laporan, korban mengaku dipaksa, bahkan pernah ditendang oleh pelapor (terlapor) saat memberontak," urai Suprapto.


​Suprapto menegaskan, pihak kepolisian tidak akan gegabah dan tetap berpegang pada prosedur hukum dalam menangani kasus asusila ini.


​"Kalau menurut laporan, korban dan terlapor membenarkan ada dugaan tindak asusila, tapi ini masih akan kita selidiki," tutup Suprapto.  (Imam) 

PBB Jadi Bekal Pembentukan Karakter, 250 Siswa Baru SMPN 1 Tempursari Dilatih Koramil


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Koramil 0821-18/Tempursari terus berupaya membentuk karakter generasi muda melalui pembinaan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan memberikan materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada peserta didik baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Tempursari, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (15/7/2026).


Kegiatan dipimpin oleh Bati Tuud Koramil 0821-18/Tempursari, Peltu Dwi Hasim As'ari, bersama dua anggota Koramil. Sebanyak 250 siswa baru mengikuti pelatihan yang bertujuan menanamkan disiplin, tanggung jawab, kekompakan, serta membangun karakter pelajar yang berintegritas sejak dini.


Dalam pelaksanaannya, para siswa mendapatkan materi dasar Peraturan Baris Berbaris yang meliputi sikap sempurna, penghormatan, hadap kanan dan kiri, balik kanan, hingga gerakan berjalan. Selain melatih keterampilan baris-berbaris, kegiatan juga menjadi sarana menumbuhkan sikap disiplin, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok.


Bati Tuud Koramil 0821-18/Tempursari, Peltu Dwi Hasim As'ari, mengatakan bahwa keterlibatan Koramil dalam MPLS merupakan salah satu bagian dari pembinaan teritorial yang bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, disiplin, dan cinta tanah air.


"Melalui materi PBB ini kami ingin menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kekompakan, dan semangat kebangsaan kepada para siswa. Harapannya, karakter tersebut dapat menjadi bekal mereka dalam mengikuti proses belajar maupun kehidupan sehari-hari," ujar dia.


Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Tempursari, Slamet Timbul Santoso, S.Pd., mengapresiasi dukungan Koramil 0821-18/Tempursari dalam pelaksanaan MPLS. Menurutnya, materi PBB menjadi bagian penting dalam membentuk mental, etika, dan kedisiplinan peserta didik baru.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Koramil Tempursari yang telah memberikan pembinaan kepada siswa-siswi kami. Kehadiran TNI memberikan motivasi tersendiri bagi peserta didik untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki semangat nasionalisme sejak awal mereka menempuh pendidikan di sekolah ini," ungkapnya.


Melalui sinergi antara Koramil Tempursari dan SMP Negeri 1 Tempursari, diharapkan kegiatan MPLS tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, berakhlak, serta memiliki jiwa patriotisme sebagai penerus bangsa. (Pendim0821)

Dandim 0821 Lumajang: TMMD ke-129 Percepat Pembangunan Desa Ledok Tempuro


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-129 TA 2026, sekaligus Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menegaskan bahwa pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, merupakan bentuk nyata komitmen TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan daerah sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Hal tersebut disampaikan usai mengikuti Upacara Pembukaan TMMD ke-129 TA 2026 yang dipimpin Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., di Lapangan Desa Ledok Tempuro, Rabu (15/7/2026).

Menurut Letkol Arh Anton Subhandi, TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.

"TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral yang bertujuan mempercepat pembangunan di daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kebersamaan dan semangat gotong royong, kami optimistis seluruh sasaran dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang berkualitas dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," ujar Dansatgas.

Ia menjelaskan, selama 30 hari pelaksanaan TMMD, Satgas bersama masyarakat akan mengerjakan sejumlah sasaran fisik, meliputi pembangunan jalan cor beton sepanjang 840 meter, perbaikan saluran drainase sepanjang 200 meter, pembangunan gorong-gorong, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta program Manunggal Air Bersih. 

Selain itu, berbagai kegiatan nonfisik juga akan dilaksanakan, seperti penghijauan dan pemberian makanan bergizi bagi balita sebagai upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting.

Letkol Anton menambahkan, keberhasilan TMMD sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga Desa Ledok Tempuro untuk bersama-sama menjaga semangat kebersamaan selama pelaksanaan program.

"Kami berharap masyarakat ikut terlibat aktif dalam setiap tahapan pekerjaan. Dengan semangat gotong royong, hasil pembangunan akan menjadi milik bersama yang harus dijaga dan dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian serta kualitas hidup masyarakat," katanya.

Di akhir keterangannya, Dansatgas TMMD ke-129 mengajak seluruh personel Satgas untuk melaksanakan tugas secara profesional, mengutamakan faktor keamanan, serta terus menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga pelaksanaan TMMD ke-129 dapat berjalan lancar, aman, dan sukses sesuai tema "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa." (Pendim 0821).

Bupati Lumajang Resmikan TMMD ke-129 di Randuagung, Bangun Jalan dan Perbaiki 5 Rutilahu


Lumajang (Onenewsjatim)
– Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., secara resmi membuka pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Ledoktempuro, Kecamatan Randuagung, Rabu (15/7/2026). 

Program terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat tersebut menjadi wujud nyata percepatan pembangunan desa sekaligus penguatan semangat gotong royong.

Pada pelaksanaan TMMD ke-129, sejumlah sasaran fisik akan dikerjakan, di antaranya pembangunan jalan rabat beton sepanjang 830 meter, pembangunan saluran drainase, serta rehabilitasi lima unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi warga yang membutuhkan.

Usai membuka kegiatan, Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., mengatakan Desa Ledoktempuro dipilih sebagai lokasi TMMD karena memiliki kebutuhan infrastruktur yang mendesak sekaligus budaya gotong royong masyarakat yang masih sangat kuat.

"Lokasi ini dipilih karena kondisi jalannya memang membutuhkan penanganan. Selain itu, masyarakatnya memiliki semangat gotong royong yang luar biasa. Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, dan masyarakat bekerja sama dengan sangat baik. Modal sosial seperti ini menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan pembangunan," ujar Bunda Indah.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan mobilitas masyarakat dan memperlancar akses ekonomi di wilayah tersebut.

Selain pembangunan jalan dan drainase, Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Baznas Lumajang juga melaksanakan rehabilitasi lima rumah tidak layak huni agar masyarakat dapat menempati rumah yang lebih aman, sehat, dan nyaman.

"Kami ingin pembangunan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan hanya membangun jalan, tetapi juga meningkatkan kualitas tempat tinggal warga melalui perbaikan rumah tidak layak huni," Katanya.

Bunda Indah menambahkan, TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan penyuluhan, termasuk program percepatan penurunan stunting di tingkat desa.

"Melalui TMMD ini kami ingin membangun desa secara menyeluruh. Infrastruktur dibangun, kualitas kesehatan masyarakat juga ditingkatkan melalui berbagai edukasi dan program penanganan stunting sehingga manfaatnya benar-benar berkelanjutan," jelasnya.

Ia menegaskan seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara transparan dengan dukungan APBD, sinergi TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat.

Di akhir kegiatan, Bunda Indah mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

"Saya berharap setelah seluruh pembangunan selesai, masyarakat dapat menjaga dan merawatnya bersama-sama. Dengan begitu, jalan tetap awet, akses ekonomi semakin lancar, dan manfaatnya bisa dirasakan oleh generasi yang akan datang," pungkasnya. (Imam) 

Pemerintah

Iklan

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved