Lumajang, (Onenewsjatim) – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Lumajang pada Jumat (3/4/2026) sore menyebabkan dua tiang listrik roboh di dua titik berbeda. Akibatnya, sejumlah wilayah mengalami pemadaman listrik.
Dua tiang listrik tersebut dilaporkan roboh di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, serta Desa Banjarwaru, Kecamatan Lumajang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut.
Manager PLN ULP Lumajang, Drian Friska Nugraha, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian. Tim PLN segera melakukan investigasi guna memastikan kebutuhan material yang diperlukan untuk perbaikan.
“Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, kami langsung mengirim material yang dibutuhkan, termasuk tiang dan perlengkapan konstruksi pendukung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini proses perbaikan difokuskan pada pendirian kembali dua tiang listrik yang roboh serta penggantian material yang rusak. Untuk mempercepat penanganan, PLN mendatangkan peralatan dan tiang pengganti dari Kabupaten Jember.
“Peralatan pengganti dan tiang baru kami datangkan dari Jember. Ada sekitar 10 tim yang kami kerahkan di lapangan,” katanya.
Drian menambahkan, pihaknya menargetkan proses perbaikan dapat selesai sebelum subuh agar aliran listrik segera kembali normal. Namun demikian, PLN tetap mengutamakan keselamatan dalam setiap tahapan pekerjaan.
Pemadaman listrik sendiri berdampak pada sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Ranuyoso, Tempursari, Sumbermujur, Kloposawit, Penanggal, Candipuro, Srebet, Purwosono, hingga Pasirian.
Menurut Drian, pada awal kejadian, aliran listrik sebenarnya belum langsung padam meski tiang telah roboh. Namun, PLN sengaja melakukan pemadaman untuk menghindari potensi bahaya bagi masyarakat.
“Pemadaman dilakukan sebagai langkah pengamanan. Setelah itu kami melakukan manuver beban untuk mempersempit wilayah terdampak,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, terdapat empat penyulang listrik yang terdampak dari robohnya tiang tersebut. Tiga penyulang menyuplai wilayah Tempeh, sementara satu lainnya mengaliri kawasan Senduro.
Dalam proses perbaikan, PLN menghadapi kendala karena lokasi tiang yang roboh berada di dekat permukiman warga. Hal ini membuat penggunaan alat berat harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Lokasi cukup padat karena berada di sekitar rumah warga, sehingga pengerjaan harus ekstra hati-hati. Namun sejauh ini proses masih berjalan aman,” katanya.
Lebih lanjut, material dari tiang yang roboh yang masih layak pakai telah diamankan dan akan digunakan kembali pada konstruksi baru.
PLN memastikan terus berupaya mempercepat proses normalisasi listrik di wilayah terdampak. Dengan material yang telah tersedia, pekerjaan kini difokuskan pada pemasangan dan penguatan jaringan agar pasokan listrik dapat kembali stabil.
“Kami optimistis penormalan bisa selesai sebelum subuh. Saat ini seluruh tim masih bekerja di lapangan,” pungkas Drian. ((Imam)









FOLLOW THE Onenewsjatim AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow Onenewsjatim on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram