-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

20/08/2026

Babinsa Klakah Dampingi Sosialisasi Gerakan Sekolah Mengaji, Perkuat Pendidikan Karakter Siswa


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Upaya memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah terus dilakukan melalui sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Salah satunya melalui sosialisasi Gerakan Sekolah Mengaji (GSM) yang digelar di SMP Negeri 02 Klakah, Kabupaten Lumajang, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 350 wali murid kelas 7, 8, dan 9 tersebut turut mendapat pendampingan dari Babinsa Klakah Koramil 0821-05/Klakah, Serda Luthfiyullah.

Pendampingan dilakukan untuk memastikan kegiatan sosialisasi berjalan tertib, aman, dan lancar. Kehadiran Babinsa sekaligus menjadi bentuk dukungan TNI terhadap dunia pendidikan, khususnya program yang bertujuan membentuk generasi muda berkarakter, disiplin, serta memiliki pemahaman keagamaan yang baik.

Serda Luthfiyullah mengatakan, Gerakan Sekolah Mengaji merupakan program positif yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama sekolah dan keluarga.

“Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan terjalin komunikasi dan kerja sama yang semakin baik antara sekolah dan wali murid. Pembinaan karakter anak akan lebih optimal apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan di lingkungan sekolah. Peran orang tua dalam memberikan pendampingan dan keteladanan kepada anak di rumah juga sangat penting.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 02 Klakah, Mamik Ervianti, S.Pd., M.Psi., mengatakan sosialisasi GSM menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman antara pihak sekolah dan wali murid terkait pentingnya pendidikan karakter serta pembinaan keagamaan siswa.

“Dalam kegiatan Gerakan Sekolah Mengaji ini, kami harapkan dukungan dari seluruh wali murid dapat memperkuat pelaksanaan program sekolah. Sehingga nilai-nilai positif yang diberikan kepada siswa di lingkungan sekolah juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah,” katanya.

Ia berharap keterlibatan aktif orang tua dapat mendukung keberhasilan program sekolah dalam membentuk siswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter dan memiliki nilai-nilai moral serta keagamaan.

Kegiatan sosialisasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang kondusif melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan unsur kewilayahan.

Dengan sinergi tersebut, pelaksanaan Gerakan Sekolah Mengaji diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik di SMP Negeri 02 Klakah.(Pendim 0821)

Editor: Imam Fatoni

Dandim 0821/Lumajang Tekankan Jaga Nama Baik Satuan dalam Lomba HUT ke-81 RI


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Kodim 0821/Lumajang menggelar berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan berlangsung meriah di halaman Makodim 0821/Lumajang, Kamis (20/8/2026), dengan diikuti anggota dan keluarga besar satuan.

Beragam perlombaan tradisional digelar, mulai dari lomba mancing makan kerupuk, estafet bola, joget bola hingga estafet sarung.

Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan kekompakan antaranggota.

Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.I.P., M.A.P., mengatakan perlombaan dalam rangka HUT ke-81 RI harus menjadi momentum untuk memperkuat soliditas satuan.

Ia meminta seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan.

“Saya tekankan kepada seluruh peserta, dalam setiap perlombaan tetap jaga nama baik satuan. Bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi sportivitas dan kekompakan,” kata Anton.


Menurut dia, kemenangan bukan menjadi tujuan utama dalam kegiatan tersebut.

Hal yang lebih penting, kata Anton, adalah bagaimana seluruh peserta mampu menunjukkan semangat kebersamaan, kekompakan dan jiwa korsa.

“Menang atau kalah bukan yang utama, tetapi bagaimana kita menunjukkan semangat, kebersamaan dan jiwa korsa,” ujarnya.


Pererat kekeluargaan

Anton juga mengajak seluruh peserta menikmati rangkaian perlombaan dengan penuh kegembiraan.

Menurutnya, kegiatan yang dikemas secara santai dan penuh keakraban dapat mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus menjaga soliditas di lingkungan Kodim 0821/Lumajang.

“Bergembiralah dan tunjukkan semangat yang luar biasa. Tetap kompak, sportif dan pantang menyerah,” katanya.


Ia berharap semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan perlombaan, tetapi juga diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Semangat kemerdekaan harus kita maknai dengan menjaga persatuan, kekompakan dan kebersamaan,” tutur Anton.

Bangun jiwa korsa

Suasana perlombaan berlangsung semarak. Tawa, sorak-sorai dan dukungan antarpeserta mewarnai setiap pertandingan.

Meskipun masing-masing tim berusaha menjadi yang terbaik, peserta tetap menjaga sportivitas dan suasana kondusif.

Anton mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI.

“Kegiatan ini menjadi penyegar semangat sekaligus motivasi untuk semakin solid dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” katanya.

Ia menambahkan, kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat jiwa korsa seluruh anggota Kodim 0821/Lumajang.

Dengan demikian, semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kekompakan, serta menjaga kehormatan dan nama baik satuan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Sumber : Pendim 0821 Lumajang

Editor : Imam 

Residivis Narkoba di Surabaya Ditangkap, Polisi Sita 89,81 Gram Sabu


Surabaya, (Onenewsjatim)
- Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jawa Timur kembali berhasil membongkar jaringan peredaran Narkoba.

Dalam kasus ini Satuan Reserse Narkoba mengamankan tersangka berinisial AF (30) warga Surabaya yang diketahui sebagai residivis.

Tersangka AF (30) ditangkap Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak setelah kedapatan menguasai sabu seberat 89,81 gram pada Rabu (12/8/2026) malam pekan lalu. 

Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan mengatakan, AF bukan pemain baru dalam bisnis barang haram tersebut.

Tersangka diketahui merupakan pengangguran dan menjadikan peredaran sabu sebagai mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Motifnya faktor ekonomi untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu, tersangka juga bisa mengonsumsi sabu secara cuma-cuma,” kata Adik, Kamis (20/8/2026).

Dari hasil pemeriksaan, sabu tersebut diperoleh AF dari seorang pria berinisial MS yang kini masuk daftar pencarian orang. 

Transaksi dilakukan secara langsung di kawasan Jalan Kencur, Socah, Kabupaten Bangkalan, pada Senin sore (10/8/2026).

"Tersangka AF membeli sekitar 90 gram sabu dengan harga Rp.430 ribu per gram. Nilai seluruh transaksi mencapai Rp38,7 juta," terang AKP Adik.

Dalam transaksi itu, AF baru menyerahkan uang muka Rp.15 juta, sisanya akan dibayarkan setelah seluruh sabu berhasil terjual.

Jika seluruh barang berhasil diedarkan, AF diperkirakan memperoleh omzet sekitar Rp.54 juta. Dari selisih tersebut, keuntungan yang bisa dikantongi mencapai sekitar Rp15,3 juta.

AKP Adik menyebut sasaran pembeli AF cukup fleksibel. Pembeli bisa berasal dari orang yang sudah dikenalnya maupun jaringan pemesanan yang menggunakan sistem ranjau.

Sistem tersebut memungkinkan barang diserahkan di lokasi tertentu tanpa harus mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung.

“Pembelinya siapa pun yang dikenal maupun melalui rangkaian pemesanan yang sekarang dikenal dengan sistem ranjau,” ujar AKP Adik.

Pada 2021, tersangka AF pernah terjerat perkara narkotika dan divonis enam tahun enam bulan penjara

Ia menjalani hukuman di Lapas Pamekasan selama sekitar tiga tahun delapan bulan sebelum kembali beraktivitas di luar lapas.

Kini AF harus kembali berhadapan dengan hukum. Polisi juga masih memburu MS, pemasok sabu yang disebut menjadi sumber barang haram tersebut

Selain mengamankan tersangka, dalam kasus ini Polisi juga menyita barang bukti sabu 89,81 gram, dompet merah hitam, timbangan digital tanpa merek warna hitam, satu bendel klip plastik sedang, serok sabu berbahan plastik warna hijau, alat pres, serta satu unit telepon seluler. (Imam) 

Kapolres Lumajang dan FKUB Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Antarumat Beragama


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H. menerima audiensi dan silaturahmi pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lumajang di Lobby Polres Lumajang, Rabu (19/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara kepolisian dan FKUB dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Lumajang.

Dalam audiensi itu, pengurus FKUB menyampaikan bahwa kondisi kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lumajang hingga saat ini berjalan harmonis dan kondusif.

Kapolres Lumajang mengatakan, kondisi tersebut perlu terus dipertahankan melalui komunikasi dan sinergi antara kepolisian, FKUB, pemerintah daerah, tokoh agama, serta elemen masyarakat lainnya.

"Kerukunan antarumat beragama merupakan modal penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Lumajang. Karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan FKUB harus terus diperkuat," ujar Riki.

Menurut dia, sinergi tersebut juga penting untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan masyarakat, termasuk konflik yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Riki menekankan pentingnya penyelesaian persoalan secara cepat melalui komunikasi terbuka sebelum berkembang menjadi konflik.

"Deteksi dini sangat penting. Setiap potensi persoalan harus bisa dikomunikasikan dan dicarikan solusi bersama sebelum berkembang menjadi konflik," katanya.

Selain menjaga komunikasi lintas agama, Riki mengajak FKUB untuk terus berperan sebagai jembatan komunikasi antarumat beragama di Kabupaten Lumajang.

FKUB juga diharapkan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya toleransi, persatuan, dan sikap saling menghormati di tengah keberagaman.

"Kami mengajak FKUB untuk terus menjadi jembatan komunikasi antarumat beragama serta bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan sinergi yang baik, kita harapkan Lumajang tetap menjadi daerah yang damai, aman, dan toleran," pungkasnya.

Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi Polres Lumajang dan FKUB dalam menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus mempertahankan kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati.


Kapolres Lumajang Ajak PMII Tangkal Hoaks dan Jaga Kamtibmas


Lumajang, (Onenewsjatim)
— Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengajak mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lumajang untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks.

Ajakan tersebut disampaikan Riki saat menerima audiensi dan silaturahmi jajaran PC PMII Lumajang di Lobi Mapolres Lumajang, Rabu (19/8/2026).

Dalam pertemuan itu, Riki didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Lumajang. Audiensi menjadi momentum untuk mempererat komunikasi sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru PC PMII Lumajang.

Ketua PC PMII Lumajang turut menyampaikan sejumlah gagasan dan pandangan mengenai persoalan sosial, kepemudaan, serta situasi kamtibmas di Kabupaten Lumajang.

Riki mengatakan, mahasiswa dan organisasi kepemudaan memiliki posisi penting dalam membantu menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Menurut dia, mahasiswa juga dapat menjadi mitra kritis bagi kepolisian dalam menyampaikan aspirasi serta mengawal berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

"Kami sangat terbuka terhadap ruang dialog dan aspirasi dari mahasiswa. PMII merupakan mitra strategis yang bisa bersama-sama menjaga kondusivitas Kabupaten Lumajang," ujar Riki.

Ajak mahasiswa bijak bermedia sosial

Riki juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang kebenarannya belum terverifikasi.

Menurutnya, penyebaran informasi palsu dapat memicu keresahan dan mengganggu situasi kamtibmas.

"Mahasiswa dan pemuda harus ikut berperan menangkal berita bohong atau hoaks. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," katanya.

Ia berharap mahasiswa dapat menjadi bagian dari masyarakat yang mampu memilah informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

Selain persoalan hoaks, Riki mendorong mahasiswa untuk terus berperan dalam mengawal pembangunan daerah melalui kritik dan masukan yang konstruktif.

"Kami berharap mahasiswa dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus memberikan kritik dan masukan yang konstruktif terhadap pembangunan daerah," tutur Riki.

Perkuat sinergi Polri dan mahasiswa

Audiensi tersebut juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab antara jajaran Polres Lumajang dan pengurus PC PMII Lumajang.

Sejumlah hal dibahas, termasuk penguatan sinergi dalam kegiatan kepemudaan serta upaya bersama menjaga kamtibmas di Kabupaten Lumajang.

Riki berharap komunikasi antara Polres Lumajang dan PC PMII dapat terus terjalin.

Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan sosial maupun kepemudaan diharapkan dapat dibahas bersama sehingga menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Kami berharap sinergi dan komunikasi ini terus berjalan. Berbagai persoalan yang muncul bisa kita diskusikan secara terbuka dan bersama-sama mencari solusi terbaik," kata Riki. (Imam) 


19/08/2026

23.971 Warga Lumajang Idap Diabetes, Dua Kasus Ditemukan pada Anak


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Kasus diabetes melitus di Kabupaten Lumajang mencapai 23.971 penderita sepanjang 2025. Yang menjadi perhatian, penyakit yang selama ini lebih banyak dikaitkan dengan orang dewasa juga ditemukan pada anak-anak.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Lumajang, dr Marshall, mengatakan pada 2026 pihaknya telah menemukan sedikitnya dua kasus diabetes melitus pada anak.

Menurutnya, diabetes pada anak umumnya berbeda dengan kasus pada orang dewasa. Anak-anak, khususnya yang berusia di bawah 15 tahun, lebih banyak mengalami diabetes tipe 1 yang berkaitan dengan gangguan pada pankreas dan produksi insulin.

“Pada anak-anak biasanya diabetes tipe 1. Ada masalah di pankreas, bisa karena autoimun sehingga sistem pertahanan tubuh menyerang pankreas yang menghasilkan insulin,” kata Marshall, Rabu (19/8/2026).

Kondisi tersebut membuat anak membutuhkan insulin buatan yang diberikan melalui suntikan. Penanganannya pun umumnya dilakukan secara rutin di rumah sakit.

“Biasanya pengobatannya harus menggunakan insulin buatan yang disuntikkan. Karena di puskesmas tidak bisa memberikan insulin seperti itu, anak-anak biasanya langsung berobat dan kontrol rutin di rumah sakit,” ujarnya.

Marshall menjelaskan, kondisi tersebut juga menyebabkan data penderita diabetes anak lebih banyak tercatat di rumah sakit dibandingkan puskesmas.

Sementara itu, untuk jumlah penderita diabetes melitus terbaru pada 2026, Dinkes P2KB Lumajang masih melakukan rekapitulasi data.

“Kalau data tahun ini masih kami kumpulkan, karena teman-teman masih harus merekap untuk data terbaru. Kalau tahun 2025 ada sekitar 23 ribuan penderita diabetes melitus,” jelasnya.

Marshall menyebut penderita diabetes melitus di Lumajang mayoritas merupakan orang dewasa. Pada kelompok ini, diabetes yang paling banyak ditemukan adalah diabetes tipe 2.

Berbeda dengan diabetes tipe 1 pada anak, diabetes tipe 2 pada orang dewasa berkaitan dengan berkurangnya efektivitas insulin atau kondisi ketika tubuh tidak lagi menggunakan insulin secara optimal.

“Kalau orang dewasa biasanya tipe 2. Insulinnya bisa kurang, atau insulinnya ada tetapi reseptor tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara maksimal,” katanya.

Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin. Di antaranya kurang aktivitas fisik, terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula, merokok, serta berat badan berlebih.

“Kalau terlalu sering makan makanan tinggi gula, kurang olahraga, merokok, atau berat badannya berlebih, itu bisa membuat resisten. Artinya reseptor untuk menggunakan insulin tidak optimal, sehingga gula tetap berada di dalam darah,” jelas Marshall.

Jika kadar gula terus tinggi dalam darah, kondisi tersebut dapat merusak berbagai organ tubuh dan pembuluh darah.

Marshall mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala diabetes. Sebab, pada tahap awal penyakit tersebut bisa saja tidak menimbulkan keluhan yang jelas.

Namun, terdapat tiga gejala klasik yang perlu diwaspadai, yakni mudah haus, mudah lapar, dan sering buang air kecil.

“Gejala klasiknya itu mudah haus, mudah lapar, dan sering buang air kecil,” tuturnya.

Rasa haus yang berlebihan terjadi karena kadar gula yang tinggi dalam darah membuat tubuh membutuhkan lebih banyak cairan. Sementara rasa lapar dapat muncul karena gula yang tersedia dalam darah tidak dapat dimanfaatkan tubuh secara optimal sebagai energi.

Selain tiga gejala tersebut, penderita juga dapat mengalami mudah lelah, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta keluhan lainnya.

Marshall menegaskan diabetes melitus bukan penyakit yang dapat disembuhkan secara total. Namun, penyakit tersebut dapat dikendalikan sehingga penderita tetap bisa menjalani aktivitas seperti orang normal.

“Diabetes tidak bisa disembuhkan 100 persen, tetapi bisa dikendalikan supaya seperti orang normal. Tujuannya mengendalikan gula darah supaya tidak terjadi komplikasi,” katanya.

Pengendalian dilakukan melalui pola hidup sehat dan pengobatan sesuai kondisi pasien. Pada sebagian penderita dapat diberikan obat, sedangkan pasien tertentu membutuhkan insulin.

Menurut Marshall, pengendalian kadar gula darah penting untuk mencegah munculnya komplikasi seperti gangguan ginjal, stroke, penyakit jantung koroner, hingga kerusakan saraf dan pembuluh darah.


Karena itu, masyarakat diimbau tidak menunggu munculnya gejala berat untuk memeriksakan kondisi kesehatan.


“Yang penting gula darah dikendalikan supaya tidak tinggi terus-menerus dan akhirnya menyebabkan komplikasi,” pungkasnya.

Tak Hanya Kejar Juara, Babinsa Kenongo Tanamkan Disiplin Lewat Latihan PBB


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Menjelang pelaksanaan lomba gerak jalan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, Babinsa Kenongo Koramil 0821-04/Gucialit Serda Moch. Agus Arifin memberikan pendampingan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada siswa-siswi SDN Kenongo 01 di Lapangan Desa Kenongo, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan siswa agar tampil kompak sekaligus membangun kedisiplinan sejak usia dini.

Dalam latihan, para siswa mendapatkan materi dasar PBB seperti sikap sempurna, penghormatan, hadap kanan dan kiri, balik kanan, hingga gerakan berjalan secara berkelompok. Serda Moch. Agus Arifin tidak hanya mengarahkan ketepatan gerakan, tetapi juga menanamkan pentingnya kekompakan, konsentrasi, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap aba-aba selama latihan.

Serda Moch. Agus Arifin mengatakan, latihan PBB memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar persiapan mengikuti perlombaan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana membentuk karakter pribadi siswa agar lebih disiplin, percaya diri, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dengan teman. Ia juga berpesan agar seluruh siswa menjaga sikap dan nama baik sekolah selama mengikuti kegiatan HUT Kemerdekaan RI.

"Kami berharap latihan ini tidak hanya membuat siswa siap mengikuti lomba gerak jalan, tetapi juga membentuk pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. Tunjukkan semangat, kekompakan, dan sikap terbaik, karena setiap siswa membawa nama baik sekolah," kata dia.

Kepala SDN Kenongo 01, Juanda, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pendampingan Babinsa yang turut memberikan motivasi dan pembinaan kepada para siswa. Menurutnya, keterlibatan Babinsa memberikan semangat tersendiri bagi siswa sekaligus membantu sekolah dalam membangun karakter peserta didik melalui kegiatan yang positif.

"Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa Kenongo yang telah meluangkan waktu untuk melatih anak-anak kami. Selain membantu persiapan lomba, latihan ini memberikan pembelajaran tentang kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan pentingnya menjaga nama baik sekolah," ungkapnya.

Melalui latihan PBB tersebut, diharapkan para siswa SDN Kenongo 01 mampu mengikuti lomba gerak jalan dengan penuh percaya diri dan menjunjung tinggi sportivitas. Lebih dari itu, nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan tanggung jawab yang diperoleh selama latihan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. (Pendim0821)

Pemerintah

Iklan

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved