-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

26/07/2026

Bukan Sekadar Pamer Kostum, Menpar Sebut JFC Adalah Kekuatan 'Soft Power' Indonesia



Jember, (Onenewsjatim)
– Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengapresiasi penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang dinilai berhasil membuktikan bahwa kreativitas daerah mampu menjadi kekuatan untuk membangun identitas bangsa, menggerakkan perekonomian, sekaligus membawa nama Indonesia ke panggung dunia.

Apresiasi tersebut disampaikan Widiyanti saat menghadiri Grand Carnival JFC 2026 di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (26/7/2026).

Menurut Widiyanti, JFC bukan sekadar pertunjukan busana, tetapi menjadi simbol lahirnya ide besar yang mampu memperkenalkan budaya Indonesia melalui kreativitas.

"Hari ini kita tidak hanya berkumpul untuk menyaksikan sebuah karnaval. Kita merayakan sebuah gagasan besar bahwa kreativitas adalah kekuatan yang mampu membangun identitas, menggerakkan perekonomian, dan memperkenalkan Indonesia kepada dunia," ujar Widiyanti.

Ia menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Jember, Yayasan Jember Fashion Carnaval, serta seluruh pihak yang telah menjaga keberlangsungan JFC selama lebih dari dua dekade.

Widiyanti menilai kesuksesan JFC membuktikan bahwa karya berkelas dunia tidak harus lahir dari kota-kota besar. Menurutnya, visi almarhum Dynand Fariz berhasil mengubah jalanan Jember menjadi panggung internasional yang memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.

Saat ini, JFC telah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) dan beberapa kali masuk dalam daftar Top 10 KEN Kementerian Pariwisata. Bahkan pada 2017, Presiden Republik Indonesia menetapkan Jember sebagai Kota Karnaval Dunia.

Dalam sambutannya, Widiyanti mengatakan setiap kostum yang ditampilkan peserta JFC bukan hanya karya seni, melainkan representasi sejarah, budaya, dan identitas bangsa yang dikemas secara kreatif.

"Yang sedang melintas bukan hanya kostum-kostum yang memukau, tetapi kisah Indonesia. Ada jejak peradaban, kearifan lokal, warisan budaya, dan identitas bangsa yang diterjemahkan menjadi karya kreatif kelas dunia," katanya.

Ia juga menyoroti kiprah JFC yang telah tampil di berbagai ajang internasional, seperti di London, New York, Seoul, Seychelles, Prancis, hingga sejumlah agenda dunia, termasuk G20 Indonesia dan ASEAN Summit. Selain itu, karya JFC turut mengantarkan Indonesia meraih penghargaan Best National Costume dalam berbagai kompetisi kecantikan internasional.

Menurut Widiyanti, pencapaian tersebut menunjukkan kekuatan soft power Indonesia melalui budaya dan kreativitas yang mampu menarik perhatian masyarakat dunia.

Di sisi lain, JFC juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pada penyelenggaraan tahun 2025, JFC berhasil menarik lebih dari satu juta pengunjung selama tiga hari pelaksanaan, termasuk wisatawan mancanegara dari Jepang, Singapura, dan Australia.

"Dunia mungkin datang ke Jember untuk menyaksikan sebuah karnaval, tetapi mereka pulang dengan membawa cerita tentang Indonesia," ujar Widiyanti.

Menutup sambutannya, Menteri Pariwisata berharap JFC terus melahirkan karya-karya kreatif yang mampu menginspirasi daerah lain sekaligus memperkuat citra Indonesia di mata dunia.(mam) 




Modus Lidi Berperekat Terbongkar, Pencuri Kotak Amal Masjid Diamankan Polisi


Lumajang, (Onenewsjatim)–
Jajaran Polres Lamongan melalui Polsek Karanggeneng berhasil mengungkap kasus pencurian uang kotak amal di sebuah masjid di Dusun Ngembet, Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. 

Seorang pria berinisial YS (42), warga Kecamatan Sukomulyo, diamankan karena diduga menjadi pelaku pencurian dengan modus memancing uang menggunakan lidi yang diberi perekat.

Tersangka ditangkap pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 14.20 WIB setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aksi pencurian di lokasi tersebut.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, mengatakan informasi dari warga langsung ditindaklanjuti oleh Kapolsek Karanggeneng Iptu Sofian Ali bersama anggotanya dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku.

"Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial YS yang diduga melakukan pencurian uang kotak amal di salah satu masjid di wilayah Kecamatan Karanggeneng," kata Ipda Hamzaid dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga mengambil uang di dalam kotak amal menggunakan alat sederhana berupa lidi sapu yang ujungnya diberi perekat atau pulut sehingga uang dapat ditarik keluar melalui celah kotak amal.

Menurut Hamzaid, tersangka bukan kali pertama berhadapan dengan hukum. Dari hasil pemeriksaan diketahui YS merupakan residivis dalam kasus pencurian kotak amal maupun pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

"Hasil pemeriksaan menunjukkan tersangka merupakan residivis kasus pencurian kotak amal dan juga pernah terlibat tindak pidana pencurian kendaraan bermotor," ujarnya.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu buah lidi patah yang terdapat perekat, uang tunai hasil dugaan pencurian sebesar Rp394.000 yang terdiri atas 17 lembar pecahan Rp20.000, satu lembar pecahan Rp50.000, dan dua lembar pecahan Rp2.000. 

Polisi juga menyita satu unit sepeda motor yang diduga digunakan pelaku saat beraksi.

Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Karanggeneng untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, YS dijerat dengan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).



Babinsa Kebonsari Bangun Kedekatan dengan Warga Lewat Patroli Humanis di Poskamling


Lumajang, (Onenewsjatim)– Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban wilayah binaan, Babinsa Kebonsari Koramil 0821-19/Sumbersuko Serda Agus Waskito melaksanakan kegiatan patroli dan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga di Poskamling Dusun Sarirejo I, Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan patroli tersebut dilakukan dengan pendekatan humanis sebagai upaya membangun kedekatan serta mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Serda Agus Waskito menyempatkan diri berdialog bersama warga yang sedang melaksanakan ronda malam, sekaligus menyampaikan pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Serda Agus Waskito menyampaikan bahwa keberadaan Poskamling memiliki peran penting sebagai wadah kebersamaan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Patroli dan Komsos ini merupakan bentuk kepedulian Babinsa terhadap keamanan wilayah. Dengan komunikasi yang baik bersama warga, berbagai informasi dan potensi permasalahan di lingkungan dapat diketahui sejak dini sehingga dapat segera diantisipasi,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua RT 007 Dusun Sarirejo I, Ahmad Munir, menyampaikan bahwa warga siap bersinergi dan membantu aparat keamanan dalam menjaga situasi lingkungan agar tetap aman dan kondusif.

Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan motivasi bagi warga untuk lebih aktif dalam menjaga keamanan lingkungan melalui kegiatan ronda dan kepedulian antarwarga.

“Kami bersama warga siap mendukung dan membantu aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, dalam menjaga keamanan lingkungan. Melalui kegiatan ronda dan kepedulian antar warga, kami berharap wilayah Dusun Sarirejo I tetap aman, nyaman, serta terhindar dari berbagai gangguan kamtibmas,” ungkapnya.

Melalui patroli humanis dan kegiatan Komsos tersebut, diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat semakin kuat, serta tercipta lingkungan Desa Kebonsari yang aman, nyaman, dan kondusif. (Pendim0821)

Babinsa dan Warga Kompak Cor Halaman MTs Annur, Ciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Semangat gotong royong kembali ditunjukkan Babinsa Tempursari Koramil 0821-18/Tempursari, Peltu Dwi Hasim As'ari, dengan terjun langsung membantu warga melaksanakan kerja bakti renovasi melalui pengecoran halaman MTs Annur di Desa Tempursari, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap pembangunan sarana pendidikan sekaligus memperkuat kebersamaan antara Babinsa dan masyarakat. 

Dalam pelaksanaannya, Peltu Dwi Hasim As'ari bersama warga bergotong royong mulai dari persiapan material hingga proses pengecoran halaman sekolah agar nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para siswa dan tenaga pendidik.

Peltu Dwi Hasim As'ari mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kerja bakti merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk selalu hadir di tengah masyarakat serta mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi kepentingan umum.

"Sekolah merupakan tempat mencetak generasi penerus bangsa. Melalui gotong royong ini kami ingin memberikan semangat sekaligus membantu mempercepat proses renovasi sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman, aman, dan representatif untuk kegiatan belajar mengajar," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala MTs Annur, Tutik Handayani, S.Pd.I, menyampaikan bahwa renovasi dan pengecoran halaman sekolah dilakukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan layak bagi para siswa.

Menurutnya, kehadiran Babinsa tidak hanya membantu meringankan pekerjaan, tetapi juga menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan.

“Dengan adanya pengecoran halaman ini, kami berharap siswa dapat lebih nyaman saat beraktivitas di lingkungan sekolah, terutama ketika mengikuti kegiatan di luar kelas. Selain membuat halaman lebih rapi, fasilitas yang lebih baik juga diharapkan dapat mendukung suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi seluruh siswa,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan budaya gotong royong terus terpelihara sebagai kekuatan dalam membangun lingkungan yang lebih baik. Kehadiran Babinsa di setiap kegiatan kemasyarakatan juga menjadi bukti nyata komitmen TNI AD dalam mendampingi masyarakat serta mendukung terciptanya pembangunan yang bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemajuan generasi penerus bangsa. (Pendim0821)

Polsek Tekung Gencarkan Patroli Sambang, Warga Diajak Aktif Jaga Kamtibmas


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Bhabinkamtibmas Desa Karangbendo, Polsek Tekung, Bripka Joko Kuncoro mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif menjaga keamanan lingkungan guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

Imbauan tersebut disampaikan saat Bripka Joko Kuncoro melaksanakan patroli sambang menggunakan mobil patroli di Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (25/7/2026).

Dalam kegiatan itu, Bripka Joko berdialog langsung dengan warga. Ia mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap situasi di lingkungan sekitar serta mengajak warga untuk saling bekerja sama menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jika melihat sesuatu yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu kamtibmas, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti," kata Bripka Joko Kuncoro.

Selain menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, Bripka Joko juga mengimbau warga agar memperkuat komunikasi antarwarga melalui kegiatan ronda maupun saling mengingatkan demi mencegah aksi pencurian, kenakalan remaja, maupun gangguan keamanan lainnya.

Menurutnya, terciptanya situasi yang aman tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Kapolsek Tekung AKP Eka Nurprianto Zen mengatakan kegiatan patroli sambang yang dilakukan para Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Melalui patroli sambang, anggota kami dapat menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman serta mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini," ujar AKP Eka Nurprianto Zen.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga kondusivitas wilayah.

"Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan terjalinnya kerja sama yang baik antara polisi dan masyarakat, kami optimistis situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Tekung akan tetap aman, nyaman, dan kondusif," pungkasnya.(humas Polres Lumajang) 

25/07/2026

Kebakaran Landa Gunung Ringgit Bromo, Medan Curam Hambat Upaya Pemadaman


Probolinggo, (Onenewsjatim)
– Kebakaran hutan kembali terjadi di kawasan Gunung Bromo. Kobaran api melanda blok Gunung Ringgit, wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sejak Sabtu (25/7/2026) dini hari.

Hingga Sabtu siang, api masih terlihat membakar vegetasi kering di lereng pegunungan. Kondisi medan yang sangat curam dan bertebing membuat petugas Perhutani belum dapat melakukan pemadaman secara langsung.

KRPH Kedasi yang mewakili KRPH Sukapura, Amir Mahmud, mengatakan titik api pertama kali terlihat sekitar pukul 02.00 WIB dan terus meluas seiring kondisi musim kemarau yang menyebabkan vegetasi di kawasan tersebut sangat kering.

"Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari sudah terlihat titik api. Hingga saat ini api terus meluas karena kondisi vegetasi yang kering akibat musim kemarau," kata Amir Mahmud saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, upaya pemadaman belum bisa dilakukan karena lokasi kebakaran berada di lereng yang sangat terjal dan berbahaya bagi keselamatan petugas.

"Untuk penanganan saat ini kami hanya bisa melakukan pemantauan. Lokasinya sangat curam dan bertebing sehingga tidak memungkinkan melakukan pemadaman secara langsung," ujarnya.

Amir menjelaskan, petugas terus memonitor perkembangan api dari titik yang aman sambil berharap kobaran berhenti ketika mencapai sekat alam yang membatasi kawasan hutan dengan lahan milik warga.

"Kami berharap api akan padam ketika sudah mencapai titik sekat alam. Di bawah lokasi kebakaran berbatasan dengan tanah milik warga yang vegetasi keringnya sudah sangat minim, sehingga api diperkirakan tidak akan mendapat bahan bakar lagi," jelasnya.

Ia menambahkan, kebakaran hutan di kawasan Bromo memang kerap terjadi saat memasuki puncak musim kemarau. Cuaca panas disertai vegetasi yang mengering membuat kawasan hutan sangat rentan terbakar.

Petugas Perhutani bersama pihak terkait akan terus melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan kobaran api tidak meluas ke kawasan lain maupun mengancam lahan milik masyarakat. (Imam) 




29 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Lumajang, Pelecehan Seksual dan Pemukulan Paling Dominan


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Lumajang masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang mencatat sebanyak 29 kasus kekerasan terhadap anak, dengan mayoritas berupa pelecehan seksual, persetubuhan, dan kekerasan fisik.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3A Kabupaten Lumajang, Endhi Satryo Yunianto, mengatakan tingginya jumlah kasus tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap anak membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sekitar.

"Selama periode Januari sampai Juli 2026 tercatat ada 29 kasus kekerasan terhadap anak. Bentuk kasus yang paling banyak kami tangani adalah kekerasan fisik seperti pemukulan, kemudian pelecehan seksual dan persetubuhan," kata Endhi, Jumat (24/7/2026).

Menurut Endhi, setiap laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti dengan memberikan pendampingan kepada korban. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, baik selama proses hukum berlangsung maupun setelahnya untuk memastikan kondisi psikologis anak dapat pulih.

Ia menjelaskan, korban yang perkaranya masih dalam penanganan aparat penegak hukum tetap mendapatkan perhatian dari tim pendamping Dinsos P3A.

"Beberapa kasus yang masih berproses hukum terus kami dampingi, termasuk pendampingan psikologis sampai korban melewati masa trauma. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan dan pemulihan secara maksimal," ujarnya.

Selain aspek psikologis, Dinsos P3A juga memastikan hak-hak dasar anak tetap terpenuhi. Salah satunya adalah hak memperoleh pendidikan agar masa depan korban tidak terhambat akibat peristiwa yang dialaminya.

"Kami terus berkoordinasi dengan orang tua maupun keluarga korban agar hak pendidikan anak tetap terpenuhi. Bila diperlukan, kami memfasilitasi melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) sehingga anak tetap dapat melanjutkan sekolah," tutur Endhi.

Ia menambahkan, penyelesaian kasus kekerasan terhadap anak tidak cukup hanya melalui proses hukum. Upaya pemulihan harus dilakukan secara berkelanjutan agar korban dapat kembali menjalani kehidupan sosial dengan baik.

Menurut Endhi, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. Orang tua diharapkan membangun komunikasi yang terbuka dengan anak sehingga mereka berani bercerita apabila mengalami atau mengetahui adanya tindakan kekerasan.

"Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan kekerasan terhadap anak. Semakin cepat ditangani, maka peluang pemulihan korban juga semakin baik," katanya.

Dinsos P3A Lumajang juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi mengenai perlindungan anak. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar angka kekerasan terhadap anak dapat ditekan.

Endhi berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan keluarga dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.

"Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Dengan kepedulian seluruh masyarakat, kami berharap kasus kekerasan terhadap anak di Lumajang dapat terus ditekan," pungkasnya.(Nur) 

Pemerintah

Iklan

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved