-->

Berita

Iklan

Kabar Jatim

Daerah

Daerah

Berita Pilihan

15/09/2026

Jembatan Perintis Garuda Penghubung Dua Wilayah Dipantau Babinsa Kebonagung


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam upaya memastikan keberadaan sarana penghubung antarwilayah tetap terpantau dan dapat dimanfaatkan masyarakat, Babinsa Kebonagung Koramil 0821-02/Sukodono Sertu Hery Wahyudi melaksanakan pemantauan kondisi Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Dusun Sitiinggil, Desa Kebonagung dengan Dusun Plosorejo, Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan pemantauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari kepedulian Babinsa terhadap kondisi fasilitas umum yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat.

Jembatan Perintis Garuda menjadi salah satu akses penghubung yang memudahkan mobilitas warga dari kedua wilayah dalam menjalankan berbagai kegiatan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, Sertu Hery Wahyudi meyampaikan bahwa dengan melakukan pemantauan secara langsung terhadap kondisi jembatan serta lingkungan di sekitarnya. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mengetahui kondisi sarana penghubung tersebut secara berkala, sehingga apabila ditemukan hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian, dapat segera dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“Pemantauan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mengetahui kondisi jembatan secara langsung. Keberadaan Jembatan Perintis Garuda sangat membantu mobilitas masyarakat, sehingga kondisinya perlu terus diperhatikan agar tetap dapat menunjang aktivitas warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, pemantauan fasilitas umum tersebut juga menjadi bagian dari tugas kewilayahan Babinsa dalam membangun komunikasi dan kepedulian terhadap berbagai sarana yang digunakan masyarakat. Dengan pemantauan secara berkala, kondisi fasilitas dapat diketahui lebih dini dan menjadi bahan koordinasi apabila diperlukan penanganan lebih lanjut.

Keberadaan Jembatan Perintis Garuda diharapkan terus memberikan manfaat dalam memperlancar akses masyarakat antara Dusun Sitiinggil Desa Kebonagung dan Dusun Plosorejo Desa Dawuhan Lor, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas sosial maupun ekonomi warga di kedua wilayah. (Pendim0821)

Babinsa Tekung Dampingi Petani Kecipir, Dorong Potensi Lokal Jadi Penggerak Ekonomi


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Upaya mendukung peningkatan perekonomian masyarakat terus dilakukan Babinsa Klampokarum Koramil 0821-15/Tekung melalui kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga petani. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengetahui secara langsung kondisi usaha pertanian sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber pendapatan keluarga.

Komsos dilaksanakan Babinsa Klampokarum Koramil 0821-15/Tekung Serka Wawan Efendi bersama petani sayur kecipir, Ibu Sunarya, di Dusun Darungan RT 008 RW 002, Desa Klampokarum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (15/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Serka Wawan Efendi berdialog secara langsung dengan Ibu Sunarya mengenai aktivitas budidaya sayur kecipir yang dijalankan sebagai salah satu usaha pertanian warga. Komunikasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Babinsa dalam memberikan dorongan kepada masyarakat agar potensi pertanian di wilayah dapat terus dikembangkan.

Dalam kesempatan itu, Serka Wawan Efendi menyampaikan bahwa tanaman sayur kecipir memiliki peluang untuk dikembangkan tidak hanya sebagai hasil pertanian, tetapi juga sebagai bagian dari kegiatan usaha masyarakat yang dapat mendukung perekonomian keluarga.

“Melalui Komsos ini, kami ingin terus mendorong warga agar mengembangkan potensi pertanian yang dimiliki. Sayur kecipir dapat menjadi salah satu komoditas yang memberikan nilai ekonomi apabila dikelola dan dipasarkan dengan baik,” ujar dia.

Menurutnya, pendampingan melalui komunikasi secara langsung dengan petani juga penting untuk membangun kedekatan sekaligus mengetahui berbagai kendala yang dihadapi warga dalam menjalankan usaha pertaniannya.

Ia berharap, kegiatan pertanian yang dilakukan warga dapat berkembang secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan ekonomi keluarga. Selain itu, potensi hasil pertanian lokal di Desa Klampokarum diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan UMKM di wilayah.

Melalui Komsos tersebut, sinergi Babinsa dengan warga petani diharapkan mampu memperkuat pemanfaatan potensi pertanian lokal, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha masyarakat dan meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap ekonomi keluarga. (Pendim0821)

14/09/2026

Tumpukan Limbah Kayu Terbakar di Lumajang, Rumah Warga Hanya Berjarak 100 Meter


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Kebakaran melanda lahan penampungan limbah kayu seluas sekitar 1 hektare di Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Senin (7/9/2026).

Api membakar tumpukan limbah kayu yang berada di lokasi penampungan. Banyaknya material mudah terbakar membuat kobaran api sulit dipadamkan.

Dari pantauan di lokasi, asap tebal terlihat membubung dari area penampungan. Kobaran api juga beberapa kali membesar saat tertiup angin.

Lokasi kebakaran berada cukup dekat dengan permukiman warga. Jarak titik api dengan rumah penduduk diperkirakan hanya sekitar 100 meter.

Petugas pemadam kebakaran kemudian berupaya melakukan pembasahan sekaligus melokalisir kobaran api. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet ke lahan pertanian dan permukiman warga.

Kabid Damkar Lumajang Mohammad Asro mengatakan, kondisi kebakaran sudah cukup besar ketika petugas tiba di lokasi.

"Melihat posisi seperti ini, kebakarannya sudah terlalu besar," kata Asro saat ditemui di lokasi kebakaran.

Menurut dia, prioritas petugas saat ini bukan hanya memadamkan api, tetapi juga mencegah kobaran api meluas ke area di sekitarnya.

"Kami mengantisipasi agar tidak merambat meluas kepada permukiman dan tidak merambat ke lahan pertanian yang lain," ujarnya.

Damkar Lumajang mengerahkan dua armada untuk menangani kebakaran tersebut. Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala.

Salah satunya adalah tumpukan limbah kayu yang cukup tebal. Material tersebut membuat api mudah kembali menyala meski telah dilakukan pembasahan.

"Namun demikian, sampah ini sudah terlalu tebal, limbah kayunya. Kami Damkar Lumajang mengerahkan dua armada. Tapi kesulitannya mungkin karena sudah terlalu luas penyebarannya. Terus ditambah angin," kata Asro.

Kondisi di lapangan juga diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang. Asap tebal membuat petugas kesulitan mendekati titik api secara langsung.

Karena itu, dua armada pemadam yang dikerahkan lebih banyak digunakan untuk melakukan pembasahan pada area sekitar lokasi kebakaran.

Salah satu area yang menjadi perhatian petugas adalah lahan tebu milik warga yang berada tepat di samping penampungan limbah kayu.

Pembasahan dilakukan untuk membuat area tersebut tetap basah sehingga api tidak mudah merambat apabila kobaran api terdorong angin.

Petugas juga melakukan penyekatan dan pelokalisiran api. Upaya ini menjadi langkah penting mengingat jarak lokasi kebakaran dengan permukiman warga hanya sekitar 100 meter.

Selain permukiman, terdapat pula lahan pertanian warga yang berada di sekitar lokasi penampungan.

Petugas masih disiagakan di lokasi untuk memantau perkembangan titik api dan memastikan kobaran tidak meluas.

Sementara itu, akses jalan yang menghubungkan Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, menuju Desa Bodang, Kecamatan Padang, juga ditutup sementara.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Petugas masih melakukan penanganan di lokasi.

HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara, Satlantas Lumajang Bagikan Sembako untuk 50 Pengemudi Ojol


Kasat lantas berikan paket sembako ke ojol

Lumajang, (Onenewsjatim)
– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada 50 pengemudi ojek online (ojol), Senin (14/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Satlantas Polres Lumajang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara.

Bantuan sembako diberikan kepada para pengemudi ojol yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas di jalan.

Para penerima bantuan menyambut baik kegiatan tersebut. Bantuan dinilai cukup membantu meringankan kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah tuntutan ekonomi keluarga.

Kasat Lantas Polres Lumajang AKP Bayu Pratama Sudirno mengatakan, penyaluran bansos merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat dalam momentum peringatan HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara.

"Tujuan pelaksanaan bantuan sosial kepada pengemudi ojek online dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 sebagai wujud kepedulian sosial Polri untuk meringankan beban ekonomi masyarakat," kata Bayu.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan. Satlantas Polres Lumajang juga ingin memperkuat hubungan dengan komunitas pengemudi ojol yang selama ini menjadi bagian dari mitra kepolisian.

Bayu mengatakan, komunikasi dan sinergi dengan para pengemudi ojol penting untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas.

"Selain itu, kegiatan ini untuk mempererat kemitraan dan sinergi antara Polantas dengan komunitas pengemudi ojol dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas atau kamseltibcarlantas," ujarnya.

Dia menambahkan, pengemudi ojol merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi di jalan raya. Karena itu, keberadaan mereka juga dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan tertib.

"Melalui bansos ini kami ingin memperkuat semangat kebersamaan dan rasa kekeluargaan antara Polri dengan rekan-rekan Paguyuban Ojol Lumajang," kata Bayu.

Ketua Paguyuban Ojol: Bantuan Sangat Berarti

Ketua Paguyuban Ojek Online Lumajang (POOL) Yoni Febrianto mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Satlantas Polres Lumajang kepada para pengemudi ojol.

Menurut Yoni, bantuan sembako tersebut memiliki manfaat langsung bagi para pengemudi karena dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

"Alhamdulillah, adanya bansos ini mengurangi beban ekonomi kami. Terima kasih kepada Satlantas Polres Lumajang yang telah membantu," ujar Yoni.

Dia berharap perhatian dan komunikasi antara kepolisian dengan komunitas ojol dapat terus terjalin. Menurutnya, hubungan yang baik antara kedua pihak juga penting untuk mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di jalan.

Yoni juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran lalu lintas Polri atas kepedulian yang diberikan kepada komunitas pengemudi ojol.

"Semoga ke depannya Korlantas semakin cemerlang dan lebih baik lagi," katanya.

Peringatan HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara tersebut menjadi momentum bagi Satlantas Polres Lumajang untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat, sekaligus membangun sinergi dengan komunitas pengemudi ojol dalam mewujudkan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan.(imam) 

Polda Jatim Siagakan Posko DVI di RS Bhayangkara, Antisipasi Perkembangan KM Virgo Transport 8


Surabaya, (Onenewsjatim)
– Polda Jawa Timur menyiagakan Posko Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara H. Samsoeri Mertojoso, Surabaya, untuk mendukung penanganan insiden hilang kontak KM Virgo Transport 8.

Posko tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan kesiapan personel apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam perkembangan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol dr Wahono Edi Prastowo mengatakan, sekitar 20 personel disiagakan di Posko DVI. Mereka terdiri dari tim DVI, tenaga medis, dan personel pendukung.

"Posko DVI kami siagakan sebagai bagian dari kesiapan penanganan terpadu. Personel dan sarana pendukung telah disiapkan sehingga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, tim dapat segera melaksanakan tugas sesuai prosedur," kata Wahono, Senin (14/9/2026).

Menurut dia, penyiagaan Posko DVI bukan berarti proses pencarian telah dihentikan atau sudah ada kepastian mengenai kondisi penumpang dan kru KM Virgo Transport 8.

Polda Jatim tetap menempatkan operasi pencarian dan pertolongan sebagai prioritas utama.

Terintegrasi dengan Posko Ante Mortem

Selain Posko DVI di RS Bhayangkara, Bidokkes Polda Jatim juga telah menyiapkan Posko Ante Mortem di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Posko tersebut menjadi tempat pendataan informasi dari keluarga penumpang yang diduga berada di dalam KM Virgo Transport 8.

Data yang dihimpun meliputi informasi identitas serta data pendukung lainnya. Seluruh informasi tersebut akan dikelola secara terkoordinasi untuk mendukung proses identifikasi apabila nantinya diperlukan.

"Data dari keluarga akan dihimpun secara terkoordinasi sebagai bagian dari kesiapan proses identifikasi. Namun, fokus utama saat ini tetap mendukung operasi pencarian dan pertolongan," ujar Wahono.

Koordinasi penanganan juga dilakukan dengan Polresta Sumenep. Kepolisian setempat telah menyiagakan tiga Posko Terpadu Tanggap Darurat, yakni di Mapolresta Sumenep, Pelabuhan Kalianget, dan Polsek Masalembu.

Posko tersebut disiapkan untuk mendukung operasi SAR, termasuk mengantisipasi kemungkinan lokasi penerimaan maupun evakuasi apabila terdapat perkembangan dalam proses pencarian.

Polda Jatim Minta Keluarga Percaya Informasi Resmi

Wahono menegaskan, penyiagaan Posko DVI merupakan bagian dari prosedur kesiapsiagaan dalam operasi kemanusiaan.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh unsur yang terlibat dapat bergerak cepat apabila terjadi perkembangan situasi.

"Fokus utama saat ini tetap mendukung operasi pencarian dan pertolongan. Kami berharap seluruh penumpang dan kru KM Virgo Transport 8 dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat," katanya.

Di sisi lain, Polda Jatim memastikan koordinasi terus dilakukan bersama Basarnas, TNI, KSOP, pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, fasilitas kesehatan, serta instansi terkait lainnya.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya keluarga penumpang, agar mendapatkan informasi melalui sumber resmi.

Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait jumlah maupun kondisi penumpang dan kru KM Virgo Transport 8.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya informasi keliru yang dapat menimbulkan keresahan di tengah keluarga maupun masyarakat. (Imam) 

Karhutla di TNBTS Argosari Terkendali, Tim Gabungan Perketat Pemantauan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menunjukkan kondisi terkendali. Pemantauan dilakukan terhadap sejumlah lokasi yang sebelumnya menjadi area terdampak karhutla, meliputi Blok Ledok Bedor, Pusung Jantur, Pusung Tengah, Pusung Dowo, Blok Tanggulasi dan Blok Po'o, di wilayah Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (13/9/2026).

Hasil pemantauan menunjukkan tidak terlihat adanya titik api di Blok Ledok Bedor, Pusung Jantur, Pusung Tengah, Pusung Dowo, Blok Tanggulasi maupun Blok Po'o. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa karhutla di wilayah tersebut telah padam dan saat ini memasuki tahap pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Penyisiran dilakukan dengan menyusuri kawasan yang sebelumnya menjadi lokasi kebakaran. Langkah ini penting mengingat material berupa ranting, rumput dan vegetasi kering masih terdapat di sejumlah area sehingga tetap berpotensi menjadi pemicu api apabila kembali terkena sumber panas.

Babinsa Argosari, Sertu Edi Kuseanto, bersama Tim Gabungan dari TNBTS dan MPA Argosari memastikan tidak terdapat titik api baru dalam penyisiran kawasan. Pemantauan dilakukan secara menyeluruh dengan menyesuaikan kondisi medan yang sebagian sulit dijangkau.

Dari pendataan sementara, dampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare, terdiri atas kurang lebih 15 hektare di Blok Ledok Bedor dan 5 hektare di Blok Pusung Jantur. 

Sementara luasan kawasan terdampak di Blok Pusung Tengah dan Pusung Dowo masih belum dapat dipastikan karena kondisi medan yang sulit dijangkau.

Adapun di Blok Po'o, luas kawasan yang terbakar diperkirakan sekitar 1,5 hektare. Vegetasi yang terdampak meliputi pohon stigi hutan, cemara gunung, ranting, rumput kering dan basah serta sejumlah jenis pohon hutan lainnya. 

Tidak terdapat korban jiwa maupun personel yang mengalami kerugian dalam kejadian tersebut. Meski titik api telah dinyatakan tidak terpantau, kewaspadaan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Argosari Sertu Edi Kuseanto menegaskan bahwa pemadaman bukan menjadi akhir dari penanganan karhutla. Pemantauan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang kembali memicu kebakaran.

“Meski saat ini sudah tidak terlihat titik api, kami bersama TNBTS dan MPA tetap melakukan penyisiran dan pemantauan. Tujuannya untuk memastikan kawasan benar-benar aman dan tidak ada titik api baru yang dapat berkembang menjadi kebakaran,” ujar dia.

Pemantauan juga akan dilanjutkan untuk menjaga kondisi kawasan tetap aman. Apabila ditemukan kembali titik api, personel akan segera melakukan langkah penanganan dan pemadaman sesuai kondisi di lapangan.

“Yang paling penting sekarang adalah menjaga agar api tidak kembali muncul. Kami mengajak semua pihak untuk tetap waspada dan bersama-sama menjaga kawasan hutan TNBTS,” pungkasnya. (Pendim0821)

Dandim Lumajang Ikuti Riding Scooterist Sarungan, 250 Peserta Keliling JLS


Lumajang, (Onenewsjatim)– Pemandangan unik terlihat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026). Sekitar 250 peserta mengikuti El-Aly Riding Scooterist Sarungan dalam rangkaian Haul ke-21 KH Ali Ihsan dan Haul ke-12 Nyai H Fatimah Ali.

Uniknya, para peserta tidak hanya mengendarai scooter bersama, tetapi juga mengenakan sarung selama kegiatan berlangsung.

Komandan Kodim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., turut ambil bagian dalam kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren An-Nur El Aly, Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan tersebut juga diikuti komunitas scooter Kabupaten Lumajang, alumni Ponpes An-Nur El Aly, serta sejumlah tokoh dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang.

Hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma, S.H., Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., Kepala Kantor Kementerian Agama Lumajang Achmad Faisol Syaifullah, S.Ag., M.H., Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lumajang Drs. H. Suigsan, M.M., dan Pengasuh Ponpes An-Nur El Aly KH Lutfi Hakim Ali.

Riding sambil bersarung

Kegiatan dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dengan kedatangan rombongan komunitas scooter di halaman Ponpes An-Nur El Aly.

Sebelum berangkat, peserta mengikuti doa yang dipimpin Kepala Kantor Kemenag Lumajang Achmad Faisol Syaifullah.

Rombongan kemudian diberangkatkan Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma sekitar pukul 14.00 WIB.

Para peserta melintasi rute Ponpes An-Nur El Aly menuju Jalur Lingkar Selatan (JLS), kemudian kembali menuju pesantren.

Sekitar pukul 14.30 WIB, rombongan tiba di Pos 1 Jembatan Selowangi untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Rombongan kemudian tiba kembali di Ponpes An-Nur El Aly sekitar pukul 15.15 WIB.

Setelah itu, peserta melaksanakan salat Ashar. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan, sholawat Nabi dan doa bersama untuk mengenang KH Ali Ihsan dan Nyai H Fatimah Ali.

Bukan sekadar riding

Pengasuh Ponpes An-Nur El Aly KH Lutfi Hakim Ali mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang berkumpul bagi komunitas scooter.

Menurut dia, riding dikemas sebagai sarana mempererat kebersamaan sekaligus mengajak peserta bersholawat dan mendoakan Kabupaten Lumajang.

“Tujuan kegiatan riding sore ini bertujuan untuk kebersamaan dalam bersholawat, berscooter dan berdoa untuk Lumajang yang lebih baik,” kata KH Lutfi Hakim Ali.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pra-haul KH Ali Ihsan dan Nyai H Fatimah Ali.

Dandim: Jadi sarana silaturahmi

Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi mengapresiasi kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti El-Aly Riding Scooterist Sarungan dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi antara TNI, pemerintah daerah, pesantren, komunitas, alumni dan masyarakat.

Selain menjaga kebersamaan, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenang jasa dan keteladanan para ulama.

“Semangat kebersamaan dan silaturahmi seperti ini perlu terus dijaga. Selain menjadi bagian dari rangkaian haul, kegiatan ini juga mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana yang penuh kekeluargaan,” ujar Anton.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menyampaikan rasa syukur dapat hadir dan bersilaturahmi dalam rangkaian Haul KH Ali Ihsan ke-21 dan Nyai H Fatimah Ali ke-12.

Ia berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi seluruh peserta dan masyarakat Lumajang.

Rangkaian haul

El-Aly Riding Scooterist Sarungan merupakan bagian dari rangkaian pra-haul KH Ali Ihsan ke-21 dan Nyai H Fatimah Ali ke-12. Keduanya merupakan orang tua dari KH Lutfi Hakim Ali.

Rangkaian haul juga diisi kegiatan khotmil yang digelar di sejumlah pesantren cabang An-Nur, yakni Ponpes Nurul Ihsan An-Nur, Ponpes An-Nur El Aly dan Ponpes An-Nur Azzahra.

Puncak rangkaian haul nantinya ditutup dengan pengajian akbar sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pesantren bersama komunitas, pemerintah daerah, TNI-Polri, alumni dan masyarakat berupaya menjaga tradisi silaturahmi sekaligus mengenang perjuangan para ulama dalam kehidupan keagamaan dan pendidikan masyarakat.

Hukrim

Iklan

Pemerintah

Peristiwa

Wisata

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved