-->

Berita

Kabar Jatim

Daerah

Hukrim

Berita Pilihan

17/02/2026

Wanita Paruh Baya di Lumajang Tewas Tenggelam Saat Menyeberangi Sungai Kalibokong


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Seorang wanita paruh baya bernama Muatin (55), warga Dusun Ketindan RT 04 RW 01, Desa Tempursari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, ditemukan meninggal dunia setelah hanyut dan tenggelam di aliran , Selasa (17/2/2026) sore.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 20 kilometer dari lokasi awal kejadian, tepatnya di , Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang.

Petugas Pusdalops , Ayon, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

“Korban saat itu berboncengan dengan adiknya bernama Mastum menggunakan sepeda motor Honda Supra dari rumahnya di Desa Tempursari menuju Desa Bandaran. Ketika sampai di lokasi kejadian, keduanya nekat menyeberangi derasnya aliran Sungai Kalibokong,” ujar Ayon.

Saat menyeberang, lanjut Ayon, sepeda motor yang dikendarai korban terpeleset sehingga terjatuh dan terbawa arus sungai. Akibatnya, Muatin terlepas dari kendaraan dan hanyut terbawa arus deras.

“Sepeda motor terpeleset dan jatuh, kemudian korban Muatin terbawa arus sungai. Warga sekitar sempat melakukan pencarian awal sebelum melaporkan kejadian tersebut,” jelasnya.

BPBD Kabupaten Lumajang yang menerima laporan langsung bergerak melakukan asesmen dan pencarian bersama unsur terkait dan warga setempat.

“Sekitar pukul 18.05 WIB, korban berhasil ditemukan di Sungai Bondoyudo, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, dalam kondisi meninggal dunia,” tambah Ayon.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menggunakan mobil ambulans dan dibawa ke rumah duka di Dusun Ketindan, Desa Tempursari.

“Jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (Imam)

Polda Jatim Pastikan Imlek 2026 di Kota Malang Aman dan Kondusif Jelang Ramadhan


Kota Malang, (Onenewsjatim)
– Kepolisian Daerah Jawa Timur menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili hingga menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. 

Komitmen tersebut ditunjukkan Kapolda Jawa Timur dengan meninjau langsung pengamanan perayaan Imlek di , Selasa (17/2/2026).

Didampingi Pejabat Utama (PJU) serta Kapolresta Malang Kota, Kapolda melakukan pengecekan kesiapan personel dan sistem pengamanan di klenteng bersejarah yang berlokasi di Jalan Martadinata, Kecamatan Kedungkandang, .

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan rangkaian perayaan Imlek bertema “Harmony of Love & Prosperity” yang berlangsung pada 14–17 Februari 2026 berjalan aman, tertib, dan kondusif, serta mencerminkan semangat toleransi antarumat beragama.

“Kami memastikan perayaan Imlek di Kota Malang berjalan aman dan lancar. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami menjaga Jawa Timur tetap kondusif, baik saat cuti bersama maupun sebagai mitigasi menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026,” ujar Irjen Pol Nanang Avianto kepada wartawan di lokasi.

Selain fokus pada pengamanan area ibadah, Kapolda Jatim juga menyoroti pengaturan arus lalu lintas. 

Jalan Martadinata diketahui merupakan jalur provinsi strategis yang menghubungkan Malang dengan Lumajang dan Blitar, sehingga berpotensi mengalami peningkatan volume kendaraan selama libur panjang.

Menurut Kapolda, jajaran kepolisian telah melakukan langkah preventif dan preemtif melalui penguatan patroli, pengaturan lalu lintas, serta koordinasi intensif dengan pengurus klenteng dan pemerintah daerah.

“Soliditas antarinstansi menjadi kunci utama menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong, Rudi Phan, mengapresiasi perhatian dan pengamanan yang diberikan jajaran kepolisian.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pengamanan dari Polresta Malang Kota dan kunjungan langsung Bapak Kapolda Jatim. Ini sungguh luar biasa dan memberikan rasa tenang bagi umat serta masyarakat sekitar,” ujar Rudi Phan.

Ia menambahkan, perayaan Imlek tahun ini memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan momentum menjelang bulan suci Ramadhan.

“Kehadiran Polri hingga Kapolda Jatim turun langsung ke lapangan menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kerukunan dan toleransi,” imbuhnya.

Momentum ini sekaligus menegaskan posisi Kota Malang sebagai kota toleran yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam keberagaman. 

Dengan pengamanan terpadu dan sinergi lintas sektor, Polda Jawa Timur memastikan perayaan Imlek berlangsung khidmat serta menjadi bagian dari strategi besar pengamanan wilayah menjelang Ramadhan dan arus mudik Lebaran 2026. (Red)



Ungkap Jaringan Narkoba di Tambaksari, 109 Gram Sabu dan 2.000 Pil LL Disita


Surabaya , (Onenewsjatim) –
Kepolisian terus menggencarkan upaya pemberantasan peredaran narkoba di kawasan permukiman padat penduduk. Kali ini, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika di wilayah Tambaksari, Surabaya.

Dalam operasi yang digelar pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, polisi mengamankan dua pemuda berinisial M.S. (21) dan F.R. (19) yang diduga kuat terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu serta sediaan farmasi ilegal berupa Pil LL.

Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Dodi Pratama, mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya yang menjerat M.S.

“Dari hasil penyelidikan lanjutan, kami melakukan penangkapan dan penggeledahan di kawasan Tambaksari. Dari lokasi tersebut, kami mengamankan F.R beserta sejumlah barang bukti yang menguatkan keterlibatannya dalam peredaran narkotika,” ujar AKBP Dodi Pratama, Selasa (17/2/2026).

Dalam penggeledahan, petugas menemukan 49 paket sabu dengan total berat 109,31 gram, timbangan digital, plastik klip, serta beberapa unit telepon seluler yang diduga digunakan untuk transaksi narkoba. Selain itu, polisi juga menyita dua botol plastik berisi sekitar 2.000 butir Pil LL berlogo Y yang diduga diedarkan tanpa izin resmi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, F.R diketahui memperoleh sabu dari M.S yang menggunakan nama samaran L. Penyerahan barang haram tersebut dilakukan secara langsung pada Selasa (27/1/2026) di kawasan Tambaksari.

“Peran F.R adalah sebagai kurir lapangan. Ia menerima sabu sekitar 10 gram untuk diedarkan dengan sistem upah per titik ranjauan. Setiap titik, yang bersangkutan dijanjikan imbalan sebesar Rp20 ribu,” jelas AKBP Dodi.

Menurutnya, pola ini merupakan modus klasik peredaran narkoba yang kerap menyasar kalangan muda, dengan memanfaatkan tekanan ekonomi serta minimnya pemahaman hukum.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat. Selain itu, peredaran Pil LL tanpa izin edar menjerat tersangka dengan Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

AKBP Dodi menegaskan, kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi pelaku peredaran narkoba, terutama di wilayah perkotaan yang rawan menjadi sasaran peredaran gelap.

“Kami berkomitmen untuk terus menindak tegas pelaku peredaran narkotika dan melindungi generasi muda dari bahaya narkoba yang merusak masa depan,” pungkasnya. (Imam)


TNI-Polri Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Lapangan Desa


Lumajang, (Onenewsjatim) –
Wujud nyata sinergitas TNI-Polri bersama masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan gotong royong kerja bakti pembersihan lapangan di Dusun Krajan Barat, Desa Rowokangkung, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (17/2/2026).

Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan warga setempat. Mereka bahu membahu membersihkan rumput liar, sampah, dan merapikan area lapangan yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Disela kegiatannya Sertu Suwardi menyampaikan bahwa kerja bakti tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kerukunan serta kelestarian lingkungan sekitar. 

Menurutnya, lapangan desa merupakan fasilitas umum yang sering dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, pertemuan warga, hingga acara kemasyarakatan.

“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap fasilitas umum. Kebersihan lapangan adalah tanggung jawab kita semua,” ujarnya di sela kegiatan.

Senada dengan itu, Bhabinkamtibmas Desa Rowokangkung, Aiptu Febri, menambahkan bahwa kebersamaan dalam kerja bakti juga menjadi sarana mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. Ia menilai, komunikasi yang terjalin dalam suasana santai yang mampu memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.

“Dengan kebersamaan seperti ini, hubungan emosional antara aparat dan warga semakin erat. Ini penting untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan harmonis di lingkungan desa,” ungkapnya.

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan membawa peralatan masing-masing seperti sabit, cangkul, dan sapu. Lapangan yang sebelumnya tampak kurang terawat kini menjadi lebih bersih dan tertata, siap digunakan kembali untuk berbagai kegiatan masyarakat.

Melalui kerja bakti tersebut, nilai-nilai gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan terus dipupuk. Sinergitas antara TNI, Polri, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan positif demi mewujudkan lingkungan desa yang bersih, rukun, dan lestari. (Pendim0821)

Babinsa Tekung Bersama Warga Laksanakan Kerja Bakti Pembersihan Masjid Jelang Ramadhan


Lumajang, (Onenewsjatim)-
Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Babinsa Tekung Koramil 0821-15/Tekung Serda Aris Purwanto bersama warga melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan rumah ibadah di Masjid Jami “Bustanul Ulum” yang berada di Dusun Krajan RT 018 RW 006 Desa Tekung, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (17/2/2026).

Kegiatan gotong royong tersebut bersama masyarakat membersihkan seluruh area masjid, mulai dari ruang utama salat, teras, tempat wudhu, hingga halaman sekitar. Suasana kebersamaan dan semangat kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan kuatnya nilai-nilai persatuan antara TNI dan masyarakat.

Saat dimintai keterangan Serda Aris Purwanto mengatakan bahwa kegiatan kerja bakti tersebut merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah, khususnya menjelang bulan penuh berkah. 

Menurutnya, masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan harus dipersiapkan dengan baik agar jamaah dapat beribadah dengan khusyuk dan nyaman selama Ramadhan.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan salat tarawih dalam kondisi masjid yang bersih dan tertata rapi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara TNI dan warga,” ujarnya.

Ketua Ta’mir Masjid Jami “Bustanul Ulum”, H. Abdul Muni, menyampaikan terima kasih atas keterlibatan Babinsa dan warga dalam kegiatan tersebut. Ia menuturkan bahwa kerja bakti ini sangat membantu dalam mempersiapkan masjid menyambut lonjakan jamaah selama bulan Ramadhan.

“Kami sangat bersyukur atas kebersamaan ini. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Krajan, Paito, mengatakan bahwa partisipasi warga dalam kerja bakti pembersihan Masjid Jami “Bustanul Ulum” menjadi bukti bahwa rasa memiliki terhadap fasilitas umum masih sangat tinggi. Dengan kebersamaan tersebut, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan fisik bangunan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar warga.

“Kami sangat mengapresiasi semangat warga yang secara sukarela meluangkan waktu dan tenaga untuk merawat masjid. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap rumah ibadah tumbuh dari kesadaran bersama, bukan karena kewajiban semata,” ujarnya.

Melalui kegiatan kerja bakti tersebut, tidak hanya kebersihan masjid yang terwujud, namun juga semangat kebersamaan dan nilai gotong royong semakin mengakar di tengah masyarakat. Menyambut Ramadhan dengan hati bersih dan lingkungan yang bersih menjadi harapan bersama, agar bulan suci dapat dijalani dengan penuh khidmat dan keberkahan. (Pendim0821)

16/02/2026

Pulang dari BRIlink, Ibu di Lumajang Dibacok OTK di Jalan Persawahan Desa Boreng


Lumajang, (Onenewsjatim)
– Seorang perempuan paruh baya berinisial M (50), warga Desa Boreng, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, menjadi korban dugaan penganiayaan oleh orang tidak dikenal (OTK), Senin (16/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban dalam perjalanan pulang usai mengambil uang tunai sebesar Rp 1,5 juta di BRIlink. Saat melintas di jalan desa area persawahan Desa Boreng, korban tiba-tiba dibacok pelaku dari arah belakang.

Kasubsi Pidm Si Humas , membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Benar telah terjadi dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan di wilayah Desa Boreng. Saat ini korban masih menjalani perawatan medis,” ujar Ipda Suprapto.

Ia menjelaskan, sekitar pukul 16.38 WIB korban berangkat dari rumahnya mengendarai sepeda motor Honda Vario nomor polisi W 3512 QY menuju BRIlink di Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono untuk mengambil uang sebesar Rp1.500.000.

Usai mengambil uang, korban sempat melanjutkan perjalanan ke Desa Blukon, Kecamatan Lumajang untuk membeli rokok. Setelah itu, korban kembali menuju rumahnya di Desa Boreng dengan melintasi jalan desa area persawahan dari arah timur ke barat.

“Korban berangkat sendirian menggunakan sepeda motor,” jelasnya.

Namun saat melintas di lokasi kejadian, pelaku yang belum diketahui identitasnya tiba-tiba datang dari arah belakang dan langsung membacok korban satu kali menggunakan senjata tajam yang mengenai bagian kepala. Akibatnya, korban terjatuh ke parit sawah.

Selain luka bacok di kepala, korban juga mengalami luka robek pada telapak tangan kiri akibat terjatuh dari sepeda motor. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri.

Korban yang dalam kondisi terluka sempat berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut segera memberikan bantuan dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Suprapto menegaskan, kejadian tersebut bukan merupakan aksi begal karena tidak ada barang milik korban yang hilang, termasuk uang tunai Rp 1,5 juta yang baru saja diambil dari BRIlink.

“Ini bukan begal. Tidak ada barang milik korban yang diambil oleh pelaku. Kasus ini murni dugaan penganiayaan,” tegasnya.

Saat ini, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap identitas dan motif pelaku.

“Kami sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Wujudkan Desa ASRI, TNI-Polri dan Warga Sukosari Gotong Royong Bersihkan Irigasi


Lumajang, (Onenewsjatim
)Semangat kebersamaan dalam mengimplementasikan program ASRI terus digelorakan oleh tiga pilar Desa Sukosari beserta masyarakat setempat melaksanakan kerja bakti pembersihan saluran irigasi tersier sepanjang 900 meter di Dusun Sukolilo RW 01, Desa Sukosari, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (16/2/2026).

Kegiatan kerja bakti tersebut difokuskan pada pembersihan endapan lumpur, sampah, serta rumput liar yang menghambat aliran air. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi air ke area persawahan warga, sekaligus mencegah potensi banjir dan genangan saat musim penghujan.

Dalam kesempatan itu, Haris Purnomo mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi tiga pilar dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Menurutnya, saluran irigasi yang bersih dan lancar sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertanian warga.

“Kerja bakti ini bukan hanya tentang membersihkan saluran air, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial. Dengan irigasi yang lancar, kebutuhan air sawah tercukupi sehingga hasil pertanian bisa lebih optimal,” kata dia.

Kepala Desa Sukosari, Iswanto, mengapresiasi kekompakan tiga pilar dan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa implementasi program ASRI harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk fasilitas umum seperti saluran irigasi.

“Melalui kerja bakti ini, kami ingin menumbuhkan budaya gotong royong yang menjadi kearifan lokal masyarakat desa. Jika lingkungan bersih dan tertata, maka kesehatan dan kesejahteraan warga juga akan meningkat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Sukosari, Aipda Sigit Purnomo, menambahkan bahwa sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah desa dan masyarakat merupakan kunci terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman. 

"Kami juga mengajak warga untuk terus menjaga kebersihan saluran irigasi secara berkala agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," pungkasnya.

Dengan terlaksananya kerja bakti tersebut, diharapkan aliran irigasi di Dusun Sukolilo dapat kembali optimal, mendukung kebutuhan pertanian, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam mewujudkan Desa Sukosari yang ASRI, aman, dan nyaman. (Pendim0821)

Pemerintah

Olahraga

Peristiwa

Politik

© Copyright 2024 Onenewsjatim | All Right Reserved